Wirid dan Dzikir: Apa Beda dan Kaitannya?
Wirid dan dzikir sering dianggap sama. Sebagian orang—termasuk saya—mengira bahwa wirid dan dzikir adalah satu hal yang serupa. Ternyata, wirid dan dzikir tidak sepenuhnya sama, meskipun sangat berkaitan dan bahkan memiliki bacaan yang sama.
Apa perbedaan wirid dan dzikir?
Perbedaan wirid dan dzikir terletak pada sifat pengamalannya. Dzikir bersifat umum dan dapat dibaca kapan saja, sedangkan wirid bersifat khusus karena memiliki waktu, jumlah, dan bacaan yang telah ditetapkan serta diamalkan secara rutin.
Apa Itu Dzikir?
Dzikir adalah segala bentuk mengingat Allah SWT, baik dengan lisan, hati, maupun perbuatan.
Dzikir dapat berupa:
- Ucapan lisan, seperti: Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Laa ilaha illallah
- Doa
- Membaca Al-Qur’an
- Mengingat Allah di dalam hati (dzikir qalbi)
Ciri-ciri Dzikir:
- Bersifat umum dan luas
- Tidak terikat waktu dan jumlah
- Bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja
- Bisa dilakukan secara spontan
➡️ Semua wirid adalah dzikir, tetapi tidak semua dzikir disebut wirid.
Dzikir adalah mengingat Allah secara umum, misalnya mengucapkan Subhanallah saat berjalan, saat diam, atau di waktu apa pun tanpa ketentuan jumlah dan waktu tertentu.
Apa itu wirid?
Wirid adalah dzikir yang diamalkan secara rutin dengan bacaan, jumlah, dan waktu yang telah ditentukan.
- Wirid setelah shalat fardhu
- Wirid pagi dan petang
- Ratib Al-Haddad
- Ratib Al-Athos
Ciri-ciri Wirid:
- Bersifat khusus
- Terstruktur
- Diamalkan secara konsisten (istiqamah)
- Biasanya diajarkan oleh ulama, guru, atau tradisi pesantren/tarekat
Wirid memiliki waktu yang telah ditentukan dan jumlah bacaan tertentu, misalnya dzikir setelah shalat fardhu sebanyak 33 kali. Dengan kata lain, wirid adalah dzikir yang dirutinkan dan ditetapkan waktunya.
Selain wirid dan dzikir harian, banyak ulama juga menganjurkan membaca surat-surat Al-Qur’an tertentu sebagai penguat spiritual, salah satunya Surat Al-Waqi’ah yang sering dikaitkan dengan keberkahan hidup dan terhindar dari kefakiran (Baca Surat Al-Waqi’ah disini!).
Kesimpulan
- Dzikir bersifat umum, bebas dibaca kapan saja dan dalam jumlah berapa pun.
- Wirid bersifat khusus, memiliki waktu dan jumlah tertentu, serta diamalkan secara rutin.
- Keduanya sama-sama baik dan dianjurkan dalam Islam.
👉 Membaca keduanya adalah amalan yang baik.
Untuk mengamalkan bacaan-bacaan tersebut secara lengkap, silakan baca kumpulan bacaan dzikir dan wirid lengkap Arab dan latin disini.

COMMENTS - DWI YANTI BLOG