Did You Know?

Religi

Kumpulan Bacaan Yasin, Tahlil, Dzikir, Sholawat & Doa Lengkap

Halaman ini berisi kumpulan bacaan ibadah harian lengkap seperti Surat Yasin, Tahlil, Dzikir, Ratib, Sholawat, dan doa-doa pilihan yang biasa diamalkan. Seluruh bacaan dalam teks Arab, Latin, dan terjemahan untuk memudahkan pembacaan dan pengamalan. Bacaan-bacaan ini sering dibaca secara pribadi maupun berjamaah sebagai bentuk dzikir dan doa kepada Allah SWT dalam berbagai waktu dan kesempatan.

Surat Yasin Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan

Surat Yasin adalah surat ke-36 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 83 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah karena diturunkan di Makkah. Surat ini sering disebut sebagai jantung Al-Qur’an karena mengandung ajaran penting tentang keimanan, hari kebangkitan, serta tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.

Manfaat membaca Surat Yasin dengan ikhlas diyakini dapat mendatangkan berbagai kebaikan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa barang siapa membaca Surat Yasin di malam hari, maka akan diampuni dosanya hingga pagi hari. Selain itu, membaca Surat Yasin juga diyakini dapat menenangkan hati, memohon kesembuhan lahir dan batin, melancarkan rezeki, menjauhkan dari marabahaya, serta memudahkan sakaratul maut, sehingga sering dibacakan di hadapan orang yang sedang menghadapi ajal.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

يٰسۤۚ ۝١

yâ sîn

Yā Sīn.

وَالْقُرْاٰنِ الْحَكِيْمِۙ ۝٢

wal-qur'ânil-ḫakîm

Demi Al-Qur’an yang penuh hikmah,

اِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۙ ۝٣

innaka laminal-mursalîn

sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) benar-benar salah seorang dari rasul-rasul

عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۗ ۝٤

‘alâ shirâthim mustaqîm

(yang berada) di atas jalan yang lurus,

تَنْزِيْلَ الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِۙ ۝٥

tanzîlal-‘azîzir-raḫîm

(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang,

لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَّآ اُنْذِرَ اٰبَاۤؤُهُمْ فَهُمْ غٰفِلُوْنَ ۝٦

litundzira qaumam mâ undzira âbâ'uhum fa hum ghâfilûn

agar engkau (Nabi Muhammad) memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyang mereka belum pernah diberi peringatan, sehingga mereka lalai.

لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلٰٓى اَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ ۝٧

laqad ḫaqqal-qaulu ‘alâ aktsarihim fa hum lâ yu'minûn

Sungguh, benar-benar berlaku perkataan (ketetapan takdir) terhadap kebanyakan mereka, maka mereka tidak akan beriman.

اِنَّا جَعَلْنَا فِيْٓ اَعْنَاقِهِمْ اَغْلٰلًا فَهِيَ اِلَى الْاَذْقَانِ فَهُمْ مُّقْمَحُوْنَ ۝٨

innâ ja‘alnâ fî a‘nâqihim aghlâlan fa hiya ilal-adzqâni fa hum muqmaḫûn

Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu (tangan mereka yang terbelenggu diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah.

وَجَعَلْنَا مِنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا وَّمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَاَغْشَيْنٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُوْنَ ۝٩

wa ja‘alnâ mim baini aidîhim saddaw wa min khalfihim saddan fa aghsyainâhum fa hum lâ yubshirûn

Kami memasang penghalang di hadapan mereka dan di belakang mereka, sehingga Kami menutupi (pandangan) mereka. Mereka pun tidak dapat melihat.

وَسَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ ءَاَنْذَرْتَهُمْ اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ ۝١٠

wa sawâ'un ‘alaihim a andzartahum am lam tundzir-hum lâ yu'minûn

Sama saja bagi mereka, apakah engkau (Nabi Muhammad) memberi peringatan kepada mereka atau tidak. Mereka (tetap) tidak akan beriman.

اِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمٰنَ بِالْغَيْبِۚ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَّاَجْرٍ كَرِيْمٍ ۝١١

innamâ tundziru manittaba‘adz-dzikra wa khasyiyar-raḫmâna bil-ghaîb, fa basysyir-hu bimaghfiratiw wa ajring karîm

Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) hanya (bisa) memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikutinya dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih tanpa melihat-Nya. Berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

اِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتٰى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوْا وَاٰثَارَهُمْۗ وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ فِيْٓ اِمَامٍ مُّبِيْنٍࣖ ۝١٢

innâ naḫnu nuḫyil-mautâ wa naktubu mâ qaddamû wa âtsârahum, wa kulla syai'in aḫshainâhu fî imâmim mubîn

Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami (pulalah) yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuz).

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَّثَلًا اَصْحٰبَ الْقَرْيَةِۘ اِذْ جَاۤءَهَا الْمُرْسَلُوْنَۚ ۝١٣

wadlrib lahum matsalan ash-ḫâbal-qaryah, idz jâ'ahal-mursalûn

Buatlah suatu perumpamaan bagi mereka (kaum kafir Makkah), yaitu penduduk suatu negeri, ketika para utusan datang kepada mereka,

اِذْ اَرْسَلْنَآ اِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوْهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوْٓا اِنَّآ اِلَيْكُمْ مُّرْسَلُوْنَ ۝١٤

idz arsalnâ ilaihimutsnaini fa kadzdzabûhumâ fa ‘azzaznâ bitsâlitsin fa qâlû innâ ilaikum mursalûn

(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya. Kemudian Kami menguatkan dengan (utusan) yang ketiga. Maka, ketiga (utusan itu) berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu.”

قَالُوْا مَآ اَنْتُمْ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَاۙ وَمَآ اَنْزَلَ الرَّحْمٰنُ مِنْ شَيْءٍۙ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا تَكْذِبُوْنَ ۝١٥

qâlû mâ antum illâ basyarum mitslunâ wa mâ anzalar-raḫmânu min syai'in in antum illâ takdzibûn

Mereka (penduduk negeri) menjawab, “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami. (Allah) Yang Maha Pengasih tidak (pernah) menurunkan sesuatu apa pun. Kamu hanyalah berdusta.”

قَالُوْا رَبُّنَا يَعْلَمُ اِنَّآ اِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُوْنَ ۝١٦

qâlû rabbunâ ya‘lamu innâ ilaikum lamursalûn

Mereka (para rasul) berkata, “Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami benar-benar para utusan(-Nya) kepadamu.

وَمَا عَلَيْنَآ اِلَّا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ ۝١٧

wa mâ ‘alainâ illal-balâghul-mubîn

Adapun kewajiban kami hanyalah menyampaikan (perintah Allah) yang jelas.”

قَالُوْٓا اِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْۚ لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهُوْا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِّنَّا عَذَابٌ اَلِيْمٌ ۝١٨

qâlû innâ tathayyarnâ bikum, la'il lam tantahû lanarjumannakum wa layamassannakum minnâ ‘adzâbun alîm

Mereka (penduduk negeri) menjawab, “Sesungguhnya kami bernasib malang karenamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami merajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami.”

قَالُوْا طَاۤىِٕرُكُمْ مَّعَكُمْۗ اَىِٕنْ ذُكِّرْتُمْۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُوْنَ ۝١٩

qâlû thâ'irukum ma‘akum, a in dzukkirtum, bal antum qaumum musrifûn

Mereka (para rasul) berkata, “Kemalangan kamu itu (akibat perbuatan) kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan, (lalu kamu menjadi malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.”

وَجَاۤءَ مِنْ اَقْصَا الْمَدِيْنَةِ رَجُلٌ يَّسْعٰى قَالَ يٰقَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِيْنَۙ ۝٢٠

wa jâ'a min aqshal-madînati rajuluy yas‘â qâla yâ qaumittabi‘ul-mursalîn

Datanglah dengan bergegas dari ujung kota, seorang laki-laki. Dia berkata, “Wahai kaumku, ikutilah para rasul itu!

اتَّبِعُوْا مَنْ لَّا يَسْـَٔلُكُمْ اَجْرًا وَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَ ۝٢١

ittabi‘û mal lâ yas'alukum ajraw wa hum muhtadûn

Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan (dalam berdakwah) kepadamu. Mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

وَمَا لِيَ لَآ اَعْبُدُ الَّذِيْ فَطَرَنِيْ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ ۝٢٢

wa mâ liya lâ a‘budulladzî fatharanî wa ilaihi turja‘ûn

Apa (alasanku) untuk tidak menyembah (Allah) yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.

ءَاَتَّخِذُ مِنْ دُوْنِهٖٓ اٰلِهَةً اِنْ يُّرِدْنِ الرَّحْمٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّيْ شَفَاعَتُهُمْ شَيْـًٔا وَّلَا يُنْقِذُوْنِۚ ۝٢٣

a attakhidzu min dûnihî âlihatan iy yuridnir-raḫmânu bidlurril lâ tughni ‘annî syafâ‘atuhum syai'aw wa lâ yungqidzûn

Mengapa aku (harus) mengambil sembahan-sembahan selain-Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku.

اِنِّيْٓ اِذًا لَّفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ ۝٢٤

innî idzal lafî dlalâlim mubîn

Sesungguhnya aku (jika berbuat) begitu, pasti berada dalam kesesatan yang nyata.

اِنِّيْٓ اٰمَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُوْنِۗ ۝٢٥

innî âmantu birabbikum fasma‘ûn

Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu. Maka, dengarkanlah (pengakuan)-ku.”

قِيْلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَۗ قَالَ يٰلَيْتَ قَوْمِيْ يَعْلَمُوْنَۙ ۝٢٦

qîladkhulil-jannah, qâla yâ laita qaumî ya‘lamûn

Dikatakan (kepadanya), “Masuklah ke surga.” Dia (laki-laki itu) berkata, “Aduhai, sekiranya kaumku mengetahui

بِمَا غَفَرَ لِيْ رَبِّيْ وَجَعَلَنِيْ مِنَ الْمُكْرَمِيْنَ ۝٢٧

bimâ ghafara lî rabbî wa ja‘alanî minal-mukramîn

(bagaimana) Tuhanku mengampuniku dan menjadikanku termasuk orang-orang yang dimuliakan.”

۞ وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلٰى قَوْمِهٖ مِنْۢ بَعْدِهٖ مِنْ جُنْدٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَمَا كُنَّا مُنْزِلِيْنَ ۝٢٨

wa mâ anzalnâ ‘alâ qaumihî mim ba‘dihî min jundim minas-samâ'i wa mâ kunnâ munzilîn

Setelah dia (dibunuh), Kami tidak menurunkan satu pasukan pun dari langit kepada kaumnya dan Kami tidak perlu menurunkannya.

اِنْ كَانَتْ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَاِذَا هُمْ خٰمِدُوْنَ ۝٢٩

ing kânat illâ shaiḫataw wâḫidatan fa idzâ hum khâmidûn

(Azab mereka) itu cukup dengan satu teriakan saja. Maka, seketika itu mereka mati.

يٰحَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِۚ مَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ ۝٣٠

yâ ḫasratan ‘alal-‘ibâd, mâ ya'tîhim mir rasûlin illâ kânû bihî yastahzi'ûn

Alangkah besar penyesalan diri para hamba itu. Setiap datang seorang rasul kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya.

اَلَمْ يَرَوْا كَمْ اَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِّنَ الْقُرُوْنِ اَنَّهُمْ اِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُوْنَ ۝٣١

a lam yarau kam ahlaknâ qablahum minal-qurûni annahum ilaihim lâ yarji‘ûn

Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan. Mereka (setelah binasa) tidak ada yang kembali kepada mereka (di dunia).

وَاِنْ كُلٌّ لَّمَّا جَمِيْعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُوْنَࣖ ۝٣٢

wa ing kullul lammâ jamî‘ul ladainâ muḫdlarûn

Tidak ada satu (umat) pun, kecuali semuanya akan dihadirkan kepada Kami (untuk dihisab).

وَاٰيَةٌ لَّهُمُ الْاَرْضُ الْمَيْتَةُۖ اَحْيَيْنٰهَا وَاَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُوْنَ ۝٣٣

wa âyatul lahumul-ardlul-maitatu aḫyainâhâ wa akhrajnâ min-hâ ḫabban fa min-hu ya'kulûn

Suatu tanda (kekuasaan-Nya) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus lalu) Kami menghidupkannya dan mengeluarkan darinya biji-bijian kemudian dari (biji-bijian) itu mereka makan.

وَجَعَلْنَا فِيْهَا جَنّٰتٍ مِّنْ نَّخِيْلٍ وَّاَعْنَابٍ وَّفَجَّرْنَا فِيْهَا مِنَ الْعُيُوْنِۙ ۝٣٤

wa ja‘alnâ fîhâ jannâtim min nakhîliw wa a‘nâbiw wa fajjarnâ fîhâ minal-‘uyûn

Kami (juga) menjadikan padanya (bumi) kebun-kebun kurma dan anggur serta Kami memancarkan padanya beberapa mata air

لِيَأْكُلُوْا مِنْ ثَمَرِهٖۙ وَمَا عَمِلَتْهُ اَيْدِيْهِمْۗ اَفَلَا يَشْكُرُوْنَ ۝٣٥

liya'kulû min tsamarihî wa mâ ‘amilat-hu aidîhim, a fa lâ yasykurûn

agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Mengapa mereka tidak bersyukur?

سُبْحٰنَ الَّذِيْ خَلَقَ الْاَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْۢبِتُ الْاَرْضُ وَمِنْ اَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُوْنَ ۝٣٦

sub-ḫânalladzî khalaqal-azwâja kullahâ mimmâ tumbitul-ardlu wa min anfusihim wa mimmâ lâ ya‘lamûn

Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

وَاٰيَةٌ لَّهُمُ الَّيْلُۖ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَاِذَا هُمْ مُّظْلِمُوْنَۙ ۝٣٧

wa âyatul lahumul-lailu naslakhu min-hun-nahâra fa idzâ hum mudhlimûn

Suatu tanda juga (atas kekuasaan Allah) bagi mereka adalah malam. Kami pisahkan siang dari (malam) itu. Maka, seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan.

وَالشَّمْسُ تَجْرِيْ لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَاۗ ذٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِۗ ۝٣٨

wasy-syamsu tajrî limustaqarril lahâ, dzâlika taqdîrul-‘azîzil-‘alîm

(Suatu tanda juga atas kekuasaan Allah bagi mereka adalah) matahari yang berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui.

وَالْقَمَرَ قَدَّرْنٰهُ مَنَازِلَ حَتّٰى عَادَ كَالْعُرْجُوْنِ الْقَدِيْمِ ۝٣٩

wal-qamara qaddarnâhu manâzila ḫattâ ‘âda kal-‘urjûnil-qadîm

(Begitu juga) bulan, Kami tetapkan bagi(-nya) tempat-tempat peredaran sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir,) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua.

لَا الشَّمْسُ يَنْۢبَغِيْ لَهَآ اَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا الَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِۗ وَكُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ ۝٤٠

lasy-syamsu yambaghî lahâ an tudrikal-qamara wa lal-lailu sâbiqun-nahâr, wa kullun fî falakiy yasbaḫûn

Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.

وَاٰيَةٌ لَّهُمْ اَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ ۝٤١

wa âyatul lahum annâ ḫamalnâ dzurriyyatahum fil-fulkil-masy-ḫûn

Suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bahwa Kami mengangkut keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan.

وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِّنْ مِّثْلِهٖ مَا يَرْكَبُوْنَ ۝٤٢

wa khalaqnâ lahum mim mitslihî mâ yarkabûn

(Begitu juga) Kami menciptakan untuk mereka dari jenis itu angkutan (lain) yang mereka kendarai.

وَاِنْ نَّشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيْخَ لَهُمْ وَلَاهُمْ يُنْقَذُوْنَۙ ۝٤٣

wa in nasya' nughriq-hum fa lâ sharîkha lahum wa lâ hum yungqadzûn

Jika Kami menghendaki, Kami akan menenggelamkan mereka. Kemudian, tidak ada penolong bagi mereka dan tidak (pula) mereka diselamatkan.

اِلَّا رَحْمَةً مِّنَّا وَمَتَاعًا اِلٰى حِيْنٍ ۝٤٤

illâ raḫmatam minnâ wa matâ‘an ilâ ḫîn

Akan tetapi, (Kami menyelamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberi mereka kesenangan hidup sampai waktu tertentu.

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّقُوْا مَا بَيْنَ اَيْدِيْكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ۝٤٥

wa idzâ qîla lahumuttaqû mâ baina aidîkum wa mâ khalfakum la‘allakum tur-ḫamûn

Ketika dikatakan kepada mereka, “Takutlah kamu akan (siksa) yang ada di hadapanmu (di dunia) dan azab yang ada di belakangmu (akhirat) agar kamu mendapat rahmat,” (maka mereka berpaling).

وَمَا تَأْتِيْهِمْ مِّنْ اٰيَةٍ مِّنْ اٰيٰتِ رَبِّهِمْ اِلَّا كَانُوْا عَنْهَا مُعْرِضِيْنَ ۝٤٦

wa mâ ta'tîhim min âyatim min âyâti rabbihim illâ kânû ‘an-hâ mu‘ridlîn

Tidak satu pun dari tanda-tanda (kebesaran) Tuhan datang kepada mereka, kecuali mereka berpaling darinya.

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُۙ قَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنُطْعِمُ مَنْ لَّوْ يَشَاۤءُ اللّٰهُ اَطْعَمَهٗٓۖ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ ۝٤٧

wa idzâ qîla lahum anfiqû mimmâ razaqakumullâhu qâlalladzîna kafarû lilladzîna âmanû a nuth‘imu mal lau yasyâ'ullâhu ath‘amahû in antum illâ fî dlalâlim mubîn

Apabila dikatakan kepada mereka, “Infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadamu,” orang-orang yang kufur itu berkata kepada orang-orang yang beriman, “Apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki, Dia akan memberinya makan? Kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ ۝٤٨

wa yaqûlûna matâ hâdzal-wa‘du ing kuntum shâdiqîn

Mereka berkata, “Kapankah janji (hari Kebangkitan) ini (terjadi) jika kamu orang-orang benar?”

مَا يَنْظُرُوْنَ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُوْنَ ۝٤٩

mâ yandhurûna illâ shaiḫataw wâḫidatan ta'khudzuhum wa hum yakhishshimûn

Mereka hanya menunggu satu teriakan yang akan membinasakan mereka saat mereka (sibuk) bertengkar (tentang urusan dunia).

فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ تَوْصِيَةً وَّلَآ اِلٰٓى اَهْلِهِمْ يَرْجِعُوْنَࣖ ۝٥٠

fa lâ yastathî‘ûna taushiyataw wa lâ ilâ ahlihim yarji‘ûn

Oleh sebab itu, mereka tidak dapat berwasiat dan tidak dapat kembali kepada keluarganya.

وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَاِذَا هُمْ مِّنَ الْاَجْدَاثِ اِلٰى رَبِّهِمْ يَنْسِلُوْنَ ۝٥١

wa nufikha fish-shûri fa idzâ hum minal-ajdâtsi ilâ rabbihim yansilûn

Sangkakala pun ditiup dan seketika itu mereka bergerak cepat dari kuburnya menuju kepada Tuhannya.

قَالُوْا يٰوَيْلَنَا مَنْۢ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَاࣝ هٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ ۝٥٢

qâlû yâ wailanâ mam ba‘atsanâ mim marqadinâ hâdzâ mâ wa‘adar-raḫmânu wa shadaqal-mursalûn

Mereka berkata, “Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” (Lalu, dikatakan kepada mereka,) “Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah para rasul(-Nya).”

اِنْ كَانَتْ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَاِذَا هُمْ جَمِيْعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُوْنَ ۝٥٣

ing kânat illâ shaiḫataw wâḫidatan fa idzâ hum jamî‘ul ladainâ muḫdlarûn

Teriakan itu hanya sekali saja, maka seketika itu mereka semua dihadapkan kepada Kami (untuk dihisab).

فَالْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔا وَّلَا تُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ۝٥٤

fal-yauma lâ tudhlamu nafsun syai'aw wa lâ tujzauna illâ mâ kuntum ta‘malûn

Pada hari itu tidak ada sama sekali orang yang dirugikan sedikit pun. Kamu tidak akan diberi balasan, kecuali atas apa yang telah kamu kerjakan.

اِنَّ اَصْحٰبَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِيْ شُغُلٍ فٰكِهُوْنَۚ ۝٥٥

inna ash-ḫâbal-jannatil-yauma fî syughulin fâkihûn

Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu berada dalam kesibukan (sehingga tidak sempat berpikir tentang penghuni neraka) lagi bersenang-senang.

هُمْ وَاَزْوَاجُهُمْ فِيْ ظِلٰلٍ عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِ مُتَّكِــُٔوْنَۚ ۝٥٦

hum wa azwâjuhum fî dhilâlin ‘alal-arâ'iki muttaki'ûn

Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh sambil berbaring di atas ranjang berkelambu.

لَهُمْ فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّلَهُمْ مَّا يَدَّعُوْنَۚ ۝٥٧

lahum fîhâ fâkihatuw wa lahum mâ yadda‘ûn

Di (surga) itu mereka memperoleh buah-buahan dan apa saja yang mereka inginkan.

سَلٰمٌۗ قَوْلًا مِّنْ رَّبٍّ رَّحِيْمٍ ۝٥٨

salâm, qaulam mir rabbir raḫîm

(Kepada mereka dikatakan,) “Salam sejahtera” sebagai ucapan dari Tuhan Yang Maha Penyayang.

وَامْتَازُوا الْيَوْمَ اَيُّهَا الْمُجْرِمُوْنَ ۝٥٩

wamtâzul-yauma ayyuhal-mujrimûn

(Dikatakan kepada orang-orang kafir,) “Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai para pendurhaka!

اَلَمْ اَعْهَدْ اِلَيْكُمْ يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ اَنْ لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطٰنَۚ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ ۝٦٠

a lam a‘had ilaikum yâ banî âdama al lâ ta‘budusy-syaithân, innahû lakum ‘aduwwum mubîn

Bukankah Aku telah berpesan kepadamu dengan sungguh-sungguh, wahai anak cucu Adam, bahwa janganlah kamu menyembah setan? Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kamu.

وَاَنِ اعْبُدُوْنِيْۗ هٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ ۝٦١

wa ani‘budûnî, hâdzâ shirâthum mustaqîm

(Begitu juga bahwa) sembahlah Aku. Inilah jalan yang lurus.”

وَلَقَدْ اَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيْرًاۗ اَفَلَمْ تَكُوْنُوْا تَعْقِلُوْنَ ۝٦٢

wa laqad adlalla mingkum jibillang katsîrâ, a fa lam takûnû ta‘qilûn

Sungguh, ia (setan itu) benar-benar telah menyesatkan sangat banyak orang dari kamu. Maka, apakah kamu tidak mengerti?

هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ ۝٦٣

hâdzihî jahannamullatî kuntum tû‘adûn

Inilah (neraka) Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu.

اِصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ ۝٦٤

ishlauhal-yauma bimâ kuntum takfurûn

Masuklah ke dalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya.

اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ ۝٦٥

al-yauma nakhtimu ‘alâ afwâhihim wa tukallimunâ aidîhim wa tasy-hadu arjuluhum bimâ kânû yaksibûn

Pada hari ini Kami membungkam mulut mereka. Tangan merekalah yang berkata kepada Kami dan kaki merekalah yang akan bersaksi terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

وَلَوْ نَشَاۤءُ لَطَمَسْنَا عَلٰٓى اَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَاَنّٰى يُبْصِرُوْنَ ۝٦٦

walau nasyâ'u lathamasnâ ‘alâ a‘yunihim fastabaqush-shirâtha fa annâ yubshirûn

Seandainya Kami menghendaki, pastilah Kami akan menghapus penglihatan (membutakan) mereka sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan (selamat). Maka, bagaimana mungkin mereka dapat melihat?

وَلَوْ نَشَاۤءُ لَمَسَخْنٰهُمْ عَلٰى مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوْا مُضِيًّا وَّلَا يَرْجِعُوْنَࣖ ۝٦٧

walau nasyâ'u lamasakhnâhum ‘alâ makânatihim famastathâ‘û mudliyyaw wa lâ yarji‘ûn

Seandainya Kami menghendaki, pastilah Kami akan mengubah bentuk mereka di tempat mereka berada, sehingga mereka tidak sanggup meneruskan perjalanan dan juga tidak sanggup pulang kembali.

وَمَنْ نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِى الْخَلْقِۗ اَفَلَا يَعْقِلُوْنَ ۝٦٨

wa man nu‘ammir-hu nunakkis-hu fil-khalq, a fa lâ ya‘qilûn

Siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami balik proses penciptaannya (dari kuat menuju lemah). Maka, apakah mereka tidak mengerti?

وَمَا عَلَّمْنٰهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْۢبَغِيْ لَهٗۗ اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ وَّقُرْاٰنٌ مُّبِيْنٌۙ ۝٦٩

wa mâ ‘allamnâhusy-syi‘ra wa mâ yambaghî lah, in huwa illâ dzikruw wa qur'ânum mubîn

Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Nabi Muhammad) dan (bersyair) itu tidaklah pantas baginya. (Wahyu yang Kami turunkan kepadanya) itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Al-Qur’an yang jelas,

لِّيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَّيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ ۝٧٠

liyundzira mang kâna ḫayyaw wa yaḫiqqal-qaulu ‘alal-kâfirîn

agar dia (Nabi Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir itu menjadi pasti.

اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِّمَّا عَمِلَتْ اَيْدِيْنَآ اَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مٰلِكُوْنَ ۝٧١

a wa lam yarau annâ khalaqnâ lahum mimmâ ‘amilat aidînâ an‘âman fa hum lahâ mâlikûn

Tidakkah mereka mengetahui bahwa Kami telah menciptakan untuk mereka hewan-hewan ternak dari ciptaan tangan Kami (sendiri), lalu mereka menjadi pemiliknya?

وَذَلَّلْنٰهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوْبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُوْنَ ۝٧٢

wa dzallalnâhâ lahum fa min-hâ rakûbuhum wa min-hâ ya'kulûn

Kami menjadikannya (hewan-hewan itu) tunduk kepada mereka. Sebagian di antaranya menjadi tunggangan mereka dan sebagian (lagi) mereka makan.

وَلَهُمْ فِيْهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُۗ اَفَلَا يَشْكُرُوْنَ ۝٧٣

wa lahum fîhâ manâfi‘u wa masyârib, a fa lâ yasykurûn

Pada dirinya (hewan-hewan ternak itu) terdapat berbagai manfaat dan minuman untuk mereka. Apakah mereka tidak bersyukur?

وَاتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اٰلِهَةً لَّعَلَّهُمْ يُنْصَرُوْنَۗ ۝٧٤

wattakhadzû min dûnillâhi âlihatal la‘allahum yunsharûn

Mereka menjadikan sesembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan.

لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ نَصْرَهُمْۙ وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ مُّحْضَرُوْنَ ۝٧٥

lâ yastathî‘ûna nashrahum wa hum lahum jundum muḫdlarûn

(Sesembahan) itu tidak mampu menolong mereka, padahal (sesembahan) itu adalah tentara yang dihadirkan untuk menjaganya.

فَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْۘ اِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَمَا يُعْلِنُوْنَ ۝٧٦

fa lâ yaḫzungka qauluhum, innâ na‘lamu mâ yusirrûna wa mâ yu‘linûn

Maka, jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Nabi Muhammad) bersedih hati. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.

اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ ۝٧٧

a wa lam yaral-insânu annâ khalaqnâhu min nuthfatin fa idzâ huwa khashîmum mubîn

Tidakkah manusia mengetahui bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani? Kemudian tiba-tiba saja dia menjadi musuh yang nyata.

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَّنَسِيَ خَلْقَهٗۗ قَالَ مَنْ يُّحْيِ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيْمٌ ۝٧٨

wa dlaraba lanâ matsalaw wa nasiya khalqah, qâla may yuḫyil-‘idhâma wa hiya ramîm

Dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal penciptaannya. Dia berkata, “Siapakah yang bisa menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?”

قُلْ يُحْيِيْهَا الَّذِيْٓ اَنْشَاَهَآ اَوَّلَ مَرَّةٍۗ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيْمٌۙ ۝٧٩

qul yuḫyîhalladzî ansya'ahâ awwala marrah, wa huwa bikulli khalqin ‘alîm

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Yang akan menghidupkannya adalah Zat yang menciptakannya pertama kali. Dia Maha Mengetahui setiap makhluk.

ࣙالَّذِيْ جَعَلَ لَكُمْ مِّنَ الشَّجَرِ الْاَخْضَرِ نَارًاۙ فَاِذَآ اَنْتُمْ مِّنْهُ تُوْقِدُوْنَ ۝٨٠

alladzî ja‘ala lakum minasy-syajaril-akhdlari nâran fa idzâ antum min-hu tûqidûn

(Dialah) yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau. Kemudian, seketika itu kamu menyalakan (api) darinya.”

اَوَلَيْسَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنْ يَّخْلُقَ مِثْلَهُمْۗ بَلٰى وَهُوَ الْخَلّٰقُ الْعَلِيْمُ ۝٨١

a wa laisalladzî khalaqas-samâwâti wal-ardla biqâdirin ‘alâ ay yakhluqa mitslahum, balâ wa huwal-khallâqul-‘alîm

Bukankah Zat yang menciptakan langit dan bumi mampu menciptakan manusia yang serupa mereka itu (di akhirat kelak)? Benar. Dialah yang Maha Banyak Mencipta lagi Maha Mengetahui.

اِنَّمَآ اَمْرُهٗٓ اِذَآ اَرَادَ شَيْـًٔاۖ اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ ۝٨٢

innamâ amruhû idzâ arâda syai'an ay yaqûla lahû kun fa yakûn

Sesungguhnya ketetapan-Nya, jika Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka, jadilah (sesuatu) itu.

فَسُبْحٰنَ الَّذِيْ بِيَدِهٖ مَلَكُوْتُ كُلِّ شَيْءٍ وَّاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَࣖ ۝٨٣

fa sub-ḫânalladzî biyadihî malakûtu kulli syai'iw wa ilaihi turja‘ûn

Maka, Mahasuci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan.

Ratib al-Athas Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

الْفَاتِحَةُ إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهِ وَسَلَّمَ، الْفَاتِحَة أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ، الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ، مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ، اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ، اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ، صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ. اٰمِيْن

Al-Fâtiḫata ila hadlratin-nabiyyi Muḫammadin shallallâhu `alaihi wa âlihi wa sallama, al-fâtihah: A`ûdzu billahi minasy-syaithânir-rajîm(i). Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i). Al-hamdulillâhi rabbil-`âlamîn(a). Arrahmânir-rahîm. Mâliki yaumid-dîn(i). Iyyâka na`budu wa iyyâka nasta`în(u). Ihdinash-shirâtal-mustqîm(a). Shirâtal-ladzîna an`amta `alaihim ghairil-maghdûbi `alaihim wa lâdl-dlâllîn(a). âmîn

Untuk keharibân Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam, al-Fatihah... Aku berlindung dengan Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

أَعُوْذُ بِاللّٰهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ×٣

A`udzubillâhis-samî`il-`alîmi minasy-syaithanir-rajîm(i). 3x

Aku berlindung kepada Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk. (3x)

لَوْ اَنْزَلْنَا هٰذَا الْقُرْاٰنَ عَلٰى جَبَلٍ لَّرَاَيْتَهٗ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللّٰهِۗ وَتِلْكَ الْاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ

Lau anzalnâ hâdzal-qur’âna ‘ala jabalin lara’aitahu khâsyi‘an mutashaddi‘an min khasyatillâh(i), watilkal amtsâlu nadlribuhâ linnâsi la‘allahum yatafakkarun(a)

Sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir. (QS Al-Hashr: 21)

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِۚ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ

Huwallâhul-Ladzî Lâ Ilâha Illâ Huwa `âlimul-ghaibi wasy-syahâdati huwar-raḫmânur-raḫîm(u)

Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. (QS Al-Hashr: 22)

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

Huwallâhul-ladzî lâ ilâha illâ huwal-malikul-quddûsus-salamul-mu’minul-muhaimnul-`azîzul-jabbârul-mutakabbir(u), subhânallâhi `ammâ yusyrikûn(a).

Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS Al-Hashr: 23)

هُوَ اللّٰهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۗ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Huwallâhul-khâliqul-bâriul-mushawwiru lahul-asmâul husna, yusabbihu lahu mâ fis-samawâti wal-ardl(i), wa huwal-`azizul-hakîm(u).

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. (QS Al-Hashr: 24)

أَعُوْذُ بِاللّٰهِ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ×٣

A`udzubillâhis-samî`il-`alîmi minasy-syaithanir-rajîm(i). 3x

Aku berlindung kepada Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk. (3x)

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللّٰهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ×٣

A`ûdzu bikalimâtillâhit-tâmmâti min syarri mâ khalaq(a). 3x

Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan apa pun yang diciptakan oleh Allah. (3x)

بِسْمِ اللّٰهِ الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ×٣

Bismillâhil-ladzî lâ yadurru ma`asmihi syai’un fil-ardli wa lâ fis-samâ’i wa huwas-samî`ul-`alîm(u). 3x

Dengan menyebut nama Allah yang bersama nama-Nya tak ada sesuatu pun di bumi dan di langit dapat memberi bencana, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (3x)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، وَلَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ ×١٠

Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i). wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhil-`aliyyil `adhîm(i). 10x

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tidak ada daya upaya untuk bisa mengerjakan ibadah dan tidak ada kekuatan untuk meninggalkan maksiat melainkan dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. (10x)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ×٣

Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i). 3x

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (3 x)

بِسْمِ اللّٰهِ تَحَصَّنَّا بِاللّٰهِ، بِسْمِ اللّٰهِ تَوَكَّلْنَا بِاللّٰهِ ×٣

Bismillâhi taḫashshannâ billâhi, Bismillâhi tawakkalnâ billâhi. 3x

Dengan menyebut nama Allah, kami berlindung kepada Allah, dengan menyebut nama Allah kami bertawakal kepada Allah. (3x)

بِسْمِ اللّٰهِ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ، وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِ ×٣

Bismillâhi âmannâ billâhi, wa man yu’min billâhi lâ khaufun `alaihi. 3x

Dengan menyebut nama Allah kami beriman kepada Allah, barangsiapa yang beriman kepada Allah tidak ada ketakutan pada dirinya. (3x)

سُبْحَانَ اللّٰهِ عَزَّ اللّٰهُ، سُبْحَانَ اللّٰهِ جَلَّ اللّٰهُ ×٣

Subḫânallâhi `azzallâh(u). Subḫânallâhi jallallâh(u). 3x

Mahasuci Allah Mahamulia Allah, Mahasuci Allah Maha Agung Allah. (3x)

سُبْحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللّٰهِ الْعَظِيْمِ ×٣

Subḫânallâhi wa biḫamdihi. subḫânallâhil-`adhîm(i). 3x

Mahasuci Allah dan dengan pujian-Nya, Mahasuci Allah yang Maha Agung. (3 x)

سُبْحَانَ اللّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَآ إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ ×٤

Subḫânallâhi wal-hamdulillâhi wa lâ ilâha illâllâhu wallâhu akbar(u). 4x

Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar. (4x)

يَا لَطِيْفًا بِخَلْقِهِ، يَا عَلِيْمًا بِخَلْقِهِ، يَا خَبِيْرًا بِخَلْقِهِ، اُلْطُفْ بِنَا يَا لَطِيْفُ، يَا عَلِيْمُ يَا خَبِيْرُ ×٣

Yâ lathîfan bikhalqihi, yâ `âlîman bikhalqihi, yâ khabîran bikhalqihi, ulthuf binâ yâ lathîfu ya `alîmu yâ khabîru. 3x

Wahai Dzat yang Maha Lembut terhadap makhluk-Nya, wahai Dzat yang Maha Mengetahui makhluk-Nya, wahai Dzat yang Maha Mengerti makhluk-Nya, berlaku lembutlah kepada kami wahai Dzat yang Maha Lembut, Wahai Dzat yang Maha Mengetahui, wahai Dzat yang Maha Mengerti. (3x)

يَا لَطِيْفًا لَمْ يَزَلْ، اُلْطُفْ بِنَا فِيْمَا نَزَلَ، إِنَّكَ لَطِيْفٌ لَمْ تَزَلْ، اُلْطُفْ بِنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ ×٣

Yâ lathîfan lam yazal, ulthuf binâ fîmâ nazal, innaka lathîfun lan tazal, ulthuf binâ wal-muslimîn(a). 3x

Wahai Dzat yang Mahalembutnya tidak akan hilang selamanya, perlakukan kami dengan lembut dalam semua hal yang turun kepada kami. Sesungguhnya Engkau Mahalembut tidak akan pernah hilang sekali pun. Perlakukan kami dan semua orang Islam dengan lembut. (3x)

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ ×٤٠

Lâ ilâha illâllâh(u). 40x

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah (40x)

مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهِ وَسَلَّمَ

Muḫammadun rasûlullâḫi shallallâhu `alaihi wa âlihi wa sallama.

Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah

حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ ×٧

Ḫasbunallâhu wani`mal-wakîl(u). 7x

Sebaik-baiknya Dzat yang memberikan kecukupan kepada kami adalah Allah. Dan Dia adalah sebaik-baik Dzat yang diserahi (urusan). (7x)

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ ×١٠

Allâhumma shalli `ala Muhammadin, allâhummâ shalli `alaihi wa sallim. 10x

Ya Allah, limpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad. Ya Allah, limpahkan rahmat dan keselamatan kepada beliau. (10x)

أَسْتَغْفِرُ اللهَ ×١١

Astaghfirullâh(a). 11x

Aku memohon ampunan kepada Allah. (11x)

تَائِبُوْنَ إِلَى اللّٰهِ ×٣

Tâ’ibûna ilallâhi. 3x

Sebagai orang-orang yang bertaubat kepada Allah. (3x)

يَا اَللّٰهُ بِهَا، يَا اَللّٰهُ بِهَا، يَا اَللّٰهُ بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ ×٣

Yâ Allâhu bihâ, Yâ Allâhu bihâ, Yâ Allâhu biḫusnil-khâtimah. 3x

Ya Allah dengan kalimat lâ ilâha illallâh, ya Allah dengan kalimat lâ ilâha illallâh, ya Allah tutup usia kami dengan husnul khatimah. (3x)

غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ، لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ، رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ

Ghufrânaka rabbanâ wa ilaikal-mashîru, lâ yukallifullâhu nafsan illâ wus`aha laha mâ kasabat wa `alaiha mâktasabat, rabbanâ lâ tu’akhidznâ in nasîna au akhtha’nâ, rabbanâ wa lâ taḫmil `alainâ ishran kamâ ḫamaltahu `alal-ladzîna min qablinâ, rabbanâ wa lâ tuḫammilnâ mâ lâ thâqata lanâ bihi. Wa`fu `annâ waghfirlanâ warhamnâ anta maulana fanshurnâ `alal-qaumil-kâfirîn(a).

Kami berharap ampunan-Mu, wahai Tuhanku dan hanya kepada Engkaulah tempat kembali. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari keburukan) yang dikerjakannya. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami atas kaum yang kafir.

اَلْفَاتِحَةَ إِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا رَسُوْلِ اللّٰهِ، مُحَمَّدٍ ࣙبْنِ عَبْدِ اللّٰهِ، وَاٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، أَنَّ اللهَ يُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ، وَيَنْفَعُنَا بِأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلاٰخِرَةِ، وَيَجْعَلُنَا مِنْ حِزْبِهِمْ، وَيَرْزُقُنَا مَحَبَّتَهُمْ، وَيَتَوَفَّانَا عَلَى مِلَّتِهِمْ، وَيَحْشُرُنَا فِي زُمْرَتِهِمْ فِيْ خَيْرٍ وَلُطْفٍ وَعَافِيَةٍ، بِسِرِّ الْفَاتِحَة

Alfâtiḫata ila rûḫi sayyidinâ wa ḫabîbinâ wa syafî`înâ Rasûlillâhi Muḫammadidni `Abdillâhi, wa alihi wa ashḫâbihi wa azwâjihi wa dzurriyatihi, annallâha yu`li darajâtihin fil-jannati, wa yanfa`unâ biasrârihim wa anwârihim wa `ulûmihim fid-dîni wad-dunyâ wal-âkhirati, wa yaj`alnâ min ḫizbihim, wa yarzuqunâ maḫabbatahum, wa yatawaffânâ `ala millatihim, wa yaḫsyurunâ fî zumratihim fî khairin wa luthfin wa `âfiyatin, bisirril-fâtiḫah…

Bacaan Al-Fatihah untuk ruh tuan, kekasih, pemberi syafa’at, dan Rasul kita, Nabi Muhammad bin Abdullah dan juga kepada keluarga, para sahabat, isteri dan keturunan beliau, semoga Allah mengangkatkan derajat mereka di dalam surga, dan memberikan kemanfâtan kepada kami dengan asrâr, cahaya, dan ilmu mereka dalam hal agama, dunia, dan akherat. Dan semoga Allah menjadikan kami sebagai bagian dari golongan mereka, memberi kami kecintaan kepada mereka, mematikan kami di atas jalan mereka, dan mengumpulkan kami dalam rombongan mereka dalam kebaikan, kelembutan dan kesejahteraan, dengan lantaran rahasianya surat Al-Fatihah. (Membaca surat Al-Fatihah)

اَلْفَاتِحَةَ إِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا الْمُهَاجِرْ إِلَى اللّٰهِ أَحْمَدَ بْنِ عِيْسَى، وَإِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا الْأُسْتَاذِ الْأَعْظَمِ الْفَقِيْهِ الْمُقَدَّمِ مُحَمَّدٍ ࣙبْنِ عَلِيٍّ بَاعَلَوِيْ، وَاُصُوْلِهِمْ وَفُرُوْعِهِمْ وَذَوِي الْحُقُوْقِ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ، أَنَّ اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَيَرْحَمُهُمْ وَيُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ، وَيَنْفَعُنَا بِأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ، بِسِرِّ الْفَاتِحَة

Alfâtiḫata ila rûḫi sayyidinâl-muhâjir ilallâhi Ahmad abni `Isa, wa ila rûḫi sayyidinâl-ustadzil-a`dhamil-faqîhil-muqaddami Muḫammad ibni `Aliyyi Ba`alawî, wa ushûlihim wa furû`ihim wa dzawil-ḫuqûqi `alaihim ajma`îna, annallâha yaghfiru lahum wa yarḫamuhum wa yu`lî darajâtihim fil-jannati, wa yanfa`unâ biasrarihim wa anwârihim wa `ulûmihim fid-dîni wad-dunyâ wal-âkhirati, bisirril-fâtiḫah…

Al-Fatihah untuk tuan kita,orang yang berjuang di jalan Allah Ahmad bin Isa, tuan guru kita yang agung al-Faqih al-Muqadddam, al-Habib Muhammad bin Ali Ba’alawi dan kepada orang tua dan nenek moyangnya, keturunannya dan orang-orang yang mempunyai hak atas mereka. Semoga Allah mengampuni mereka dan merahmati mereka serta mengangkatkan derajat-derajat mereka itu di dalam Surga-Nya, dan memberikan kemanfaatan kepada kami dengan rahasia-rahasia mereka, cahaya-cahaya mereka, ilmu-ilmu mereka tentang agama,dunia dan akhirat. (Dengan rahasia Al-Fatihah)

الْفَاتِحَةَ إِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَبَرَكَاتِنَا صَاحِبِ الرَّاتِبِ قُطْبِ اْلأَنْفَاسِ الْحبِيْبِ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمٰنِ الْعَطَّاسِ، ثُمَّ إِلَى رُوْحِ الشَّيْخِ عَلِيٍّ ࣙبْنِ عَبْدِ اللّٰهِ بَارَاسْ، ثُمَّ إِلَى رُوْحِ الْحبِيْبِ عَبْدِ الرَّحْمٰنِ بْنِ عَقِيْلٍ ࣙالْعَطَّاسِ، ثُمَّ إِلَى رُوْحِ الْحبِيْبِ حُسَيْنٍ ࣙبْنِ عُمَرَ الْعَطَّاسِ وَإِخْوَانِهِ، ثُمَّ إِلَى رُوْحِ عَقِيْلٍ وَعَبْدِ اللّٰهِ وَصَالِحٍ ࣙبْنِ عَبْدِ الرَّحْمٰنِ الْعَطَّاسِ، ثُمَّ إِلَى رُوْحِ الْحبِيْبِ عَلِيٍ ࣙبْنِ حَسَنٍ ࣙالْعَطَّاسِ، ثُمَّ إِلَى رُوْحِ الْحبِيْبِ أَحْمَد بْنِ حَسَنٍ ࣙالْعَطَّاسِ وَأُصُوْلِهِمْ وَفُرُوْعِهِمْ وَذَوِى الْحُقُوْقِ عَلَيْهِمْ اَجْمَعِيْنَ، أَنَّ اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَيَرْحَمُهُمْ وَيُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَيَنْفَعُنَا بِأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ وَنَفَحَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلاٰخِرَةِ، اَلْفَاتِحَة

Alfâtiḫata ila rûḫi wa ḫabîbinâ wa barakâtinâ shâḫibir-râtibi quthbil-anfâsil-ḫabîbi `Umarabni `Abdir-rahmâni al-`aththâs. Tsumma ila rûḫisy-Syaikh `Aliyyi Ibni `Abdillâhi Bârâs, tsumma ila rûḫil-ḫabîbi `Abdir-raḫmâni ibni `Aqîl al-`aththâs. Tsumma ila rûḫîl-ḫabîbi ḫusain ibni `Umar Al-`Aththas wa ikhwânihi, tsumma ila rûḫî `Aqîl wa `Abdillâhi wa shâlihi ibni `Abdar-Raḫmâni Al-`Aththas, tsumma ila rûḫil-ḫabîbi Aḫmad bin Ḫasan Al-`Aththas wa ushulûhim wa furû`ihim wa dzawil-huqûqi `alaihim ajma`îna. Annallâha yaghfiru lahum wa yarḫamuhum wa yu`li darajâtihim fil-jannati wa yanfa`unâ biasrârihim wa anwâriihim wa `ulumihim wa nafatahâtihim fid-dîni wad-dunya wal-akhirati. Al-fâtiḫah…

Al-Fatihah kepada ruh tuan, kekasih dan media berkah kita, sang pemiik ratib ini, Quthbil Anfâs al-Habib Umar bin Abdul Rahman al-Attas (membaca surat Al-Fatihah). Untuk ruh Syeikh ‘Ali bin Abdullah Barâs dan kepada Habib Abdurrohman bin Aqil Al-Atthos (membaca surat Al-Fatihah). Kepada ruh habib Husain bin Umar al-Athas dan saudara-saudaranya lalu, kepada ruh Aqil, Abdullah, Shalih bin Abdurrahman al-Athas, Habib Ali bin Hasan al-Athas, Habib Ahmad bin Hasan al-Athas, nenek moyang dan keturunan mereka, dan orang yang mempunyai hak atas mereka semua. Semoga Allah mengampuni, merahmati, dan mengangkatkan derajat mereka di surga, dan semoga Allah memberikan kemanfaatan kepada kami dengan rahasia, cahaya, ilmu dan kebaikan mereka dalam urusan agama, dunia dan akhirat. Al-Fatihah...

اَلْفَاتِحَةَ إِلَى أَرْوَاحِ الْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالْأَئِمَّةِ الرَّاشِدِيْنَ، وَإِلَى أَرْوَاحِ وَالِدِيْنَا وَمَشَايِخِنَا وَذَوِى الْحُقُوْقِ عَلَيْنَا وَعَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ، ثُمَّ إِلَى أَرْوَاحِ أَمْوَاتِ أَهْلِ هٰذِهِ الْبَلْدَةِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، أَنَّ اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَيَرْحَمُهُمْ وَيُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ، وَيُعِيْدُ عَلَيْنَا مِنْ أَسْرَارِهِمْ وَأنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ وَبَرَكَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلاٰخِرَةِ، اَلْفَاتِحَة

Al-fâtiḫata ila arwaḫil-auliyâ’i wasy-syuhadâ’i wash-shâlihîna wal-a’immatir-râsyidîna, wa ila arwâhi wâlidînâ wa maysâyikhînâ wa dzawil-ḫuqûqi `alainâ wa `alaihim ajma`îna, tsumma ila arwâhi amwâti ahli hâdzihil-baldati minal-muslimîna wal-muslimâti annallâha yaghfiru lahum wa yarḫamuhuhum wa yu`lî darajâtihim fil-jannati, wa yu`îdu `alainâ min asrarârihim wa anwârihim wa `ulûmihim wa barakâtihim fid-dîni wad-dunyâ wal-âkhiarati, al-fâtiḫâh…

Al-Fatihah untuk ruh para wali, para syuhada, orang-orang shalih, para pemimpin yang memberikan petunjuk, para orang tua kami, para guru dan orang memiliki hak pada kami pada mereka semuanya. Kemudian untuk ruh kaum muslimin dan muslimat di dalam daerah ini, semoga Allah mengampuni, merahmati, dan mengangkatkan derajat mereka di surga, dan semoga Allah memberikan kemanfaatan kepada kami dengan rahasia, cahaya, ilmu dan keberkahan mereka dalam hal agama, dunia dan akhirat. Al-Fatihah

اَلْفَاتِحَة بِالْقَبُوْلِ وَتَمَامِ كُلِّ سُوْلٍ وَمَأْمُوْلٍ وَصَلَاحِ الشَّأْنِ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلاٰخرَةِ، دَافِعَةً لِكُلِّ شَرٍّ جَالِبَةً لِكُلِّ خَيْرٍ، لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَأَوْلَادِنَا وَأَحْبَابِنَا وَمَشَايِخِنَا فِي الدِّيْنِ مَعَ اللُّطْفِ وَالْعَافِيَةِ، وَعَلَى نِيَّةِ أَنَّ اللهَ يُنَوِّرُ قُلُوْبَنَا وَقَوَالِبَنَا مَعَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى وَالْمَوْتَ عَلَى دِيْنِ الْإِسْلَامِ وَالْإِيْمَانِ بِلَا مِحْنَةٍ وَلَا امْتِحَانٍ بِحَقِّ سَيِّدِنَا وَلَدِ عَدْنَانٍ، وَعَلَى كُلِّ نِيَّةٍ صَالِحَةٍ، وَإِلَى حَضْرَةِ النَّبيِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهِ وَسَلَّمَ، اَلْفَاتِحَة

Al-Fâtiḫata bil-qabûli wa tamâmi kulli sûlin wa ma’mûlin wa shalâhisy-sya’ni dhâhiran wa bâthinan fid-dîni wad-dunyâ wal-âkhirati, dâfi`atan likulli syarrin jâlibatin likulli khairin, lanâ wa wâlidînâ wa aḫbâbinâ wa masyâyikhinâ fid-dîni ma`al-luthfi wal-`âfiyati, wa `ala niyyati annallâha yunawwiru qulûbana wa qawâlibanâ ma`al-huda wat-tuqa wal-`âfâfa wal-ghina wal-mauta `ala dînil-islâmi wal-îmâni bilâ miḫnatin wa lâmtiḫânin biḫaqqi sayyidinâ waladi `adnânin, wa `ala kulli niyyatin shâliḫatin, wa ila ḫadlratin-nabiyyi Muḫammadin shallallâhu `alaihi wa âlihi wa sallama, al-fâtihah…

Al-Fatihah untuk diterimanya segala amal dan kesempurnaan semua permintaan dan cita-cita, sebagai upaya perbaikan keadaan baik yang lahir mapun yang batin dalam urusan agama, dunia dan akhirat, juga sebagai media penolak semua keburukan dan penarik setiap kebaikan bagi kami, para orang tua, anak-anak, para kekasih, dan para guru agama kami dengan kelembutan dan kesejahteraan, dan dengan niat semoga Allah menyinari hati dan raga kami dengan petunjuk, ketakwaan, pejagaan diri, kecukupan dan kematian dalam keadaan beragama Islam dan beriman tanpa disertai cobaan dan ujian, berkat tuan kami yang menjadi keturunan Adnan serta berdasarkan setiap niat yang baik dan untuk Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam, Al-Fatihah.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i). Al-hamdulillâhi rabbil-âlamîna. ḫamdan yuwâfî wa yukâfi’u mazîdahu, yâ rabbanâ lakal-ḫamdu kamâ yanbaghî lijalâli wajhika wa `adhîmi sulthânika.

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Pujian yang menepati nikmat-nikmatnya dan mencukupi kelebihannya. Ya Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana yang layak untuk keagungan-Mu dan keagungan kerajaan-Mu.

سُبْحَانَكَ لَا نُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ حَتَّى تَرْضَى، وَلَكَ الْحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ، وَلَكَ الْحَمْدُ بَعْدَ الرِّضَى

Subḫânaka lâ nuhsji tsanâ’an `alaika anta kamâ atsnaita `ala nafsika falakal-ḫamdu ḫatta tardla wa lakal-ḫamdu idzâ râdlaita wa lakal-ḫamdu ba`dar-ridla

Mahasuci Engkau, kami tidak dapat menghitung pujaan bagi-Mu sebagaimana Engkau memuji Dzat-Mu sendiri. Hanya bagi-Mu segala puji hingga Engkau ridha, hanya milik-Mu segala puji ketika Engkau sudah meridhainya, dan hanya milik-Mu segala puji setelah ridha.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْأَوَّلِيْنَ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْاٰخِرِيْنَ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْمَلَإِ الْأَعْلَى إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ حَتَّى تَرِثَ الْأَرْضَ وَمَنْ عَلَيْهَا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ

Allâhumma shalli wa sallim `ala sayyidinâ Muḫammadin fil-awwalîna wa shalli wa sallim `ala sayyidinâ Muḫammadin fil-âkhirîna, wa shalli wa sallim `ala sayyidinâ Muḫammadin fi kulli waqtin wa hîn, wa shalli wa sallim `ala sayyidinâ Muḫammadin fil-mala’il-a`la ila yaumid-dîni, wa shalli wa sallim `ala sayyidinâ Muḫammadin ḫatta taritsal-ardla wa man `alaihâ wa anta Khairul-wâritsîn(a).

Ya Allah, limpahkan rahmat dan keselamatan untuk junjungan kami Baginda Muhammad bersama orang-orang yang awal, limpahkan rahmat dan keselamatan untuk junjungan kami Baginda Muhammad bersama orang-orang yang akhir, limpahkan rahmat dan keselamatan untuk junjungan kami Baginda Muhammad pada segala macam waktu dan keadaan, limpahkan rahmat dan keselamatan untuk junjungan kami Baginda Muhammad di alam yang tinggi sampai datangnya hari kiamat, limpahkan rahmat dan keselamatan untuk junjungan kami Baginda Muhammad sampai Engkau mewarisi bumi dan siapa pun yang berada di atasnya, Engkau adalah sebaik-baik Dzat yang mewarisi.

اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْتَحْفِظُكَ وَنَسْتَوْدِعُكَ أَدْيَانَنَا وَأَنْفُسَنَا وَأَمْوَالَنَا وَأَهْلَنَا وَكُلَّ شَيْءٍ أَعْطَيْتَنَا

Allâhumma innâ nastahfidhuka wa nastaudi`uka adyânanâ wa anfusanâ wa amwâlanâ wa ahlanâ wa kulla syai’in a`thaitanâ.

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon penjagaan-Mu dan kami titipkan kepada-Mu agama, diri, harta, keluarga kami dan segala sesuatu yang Engkau berikan kepada kami.

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ فِيْ كَنَفِكَ وَأَمَانِكَ وَعِيَاذِكَ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيْدٍ وَجَبَّارٍ عَنِيْدٍ وَذِيْ عَيْنٍ وَذِيْ بَغْيٍ وَذِيْ حَسَدٍ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ شَرٍّ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Allâhummaj`alnâ wa iyyâhum fî kanafika wa amânika wa `iyâdzika min kulli syaithânin marîdin wa jabbârin `anîdin wa dzî `ainin wa dzî baghyin wa dzî ḫasadin wa min syarri kulli dzi syarrin innaka `alâ kulli syai’in qadîr(un).

Ya Allah, jadikanlah kami dan mereka berada di dalam pengawasan-Mu, keamanan-Mu, dan perlindungan-Mu, dari setiap setan durhaka yang selalu menindas, dari penyakit ‘ain, dari orang yang dengki, dari orang yang hasut, dan dari tiap-tiap kejahatan orang yang jahat. Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

اَللّٰهُمَّ جَمِّلْنَا بِالْعَافِيَةِ وَالسَّلَامَةِ، وَحَقِّقْنَا بِالتَّقْوَى وَالْاِسْتِقَامَةِ وَأَعِذْنَا مِنْ مُوْجِبَاتِ النَّدَامَةِ فِي الْحَالِ وَالْمَاٰلِ، إِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ

Allâhumma jammilnâ bil`âfiyati was-salâmati, wa haqqiqnâ bit-taqwa wal-istiqâmati wa a`idznâ min mûjibâtin-nadâmati fil-hâli wal-mâli innaka samîud-du`â.

Ya Allah, indahkan pribadi kami dengan kesejahteraan dan keselamatan, wujudkan kepada kami untuk benar-benar bisa bertakwa dan istiqamah. Lindungi kami dari hal-hal yang bisa mengakibatkan penyesalan baik seketika maupun di kemudian hari. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Mendengar doa.

وَصَلِّ اللّٰهُمَّ بِجَلَالِكَ وَجَمَالِكَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَارْزُقْنَا كَمَالَ الْمُتَابَعَةِ لَهُ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Wa shalli allâhumma bijalâlika wajamâlika `ala sayyidinâ Muḫammadin wa `ala âlihi wa shaḫbihi ajma`îna. Warzuqnâ kamâlal-mutâba`ati lahu dhâhiran wa bâthinan yâ arḫamar-râḫimîn(a).

Ya Allah limpahkan rahmat dengan keagungan dan keindahan-Mu untuk junjungan kami Baginda Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya semua. Berikan kami anugerah rezeki berupa kesempurnaan dalam mengikuti beliau secara lahir batin, wahai Dzat yang paling mengasihi di antara para pengasih.

بِفَضْلِ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Bifadl-li subḫâna rabbika rabbil-`izzati `ammâ yashifûna wa salâmun `alal-mursalîna wal-ḫamdulillâhi rabbil-`alamîna.

Dengan keutamaan Mahasuci Tuhanmu, Tuhan yang Mahamulia dari segala apa pun yang mereka sifatkan. Kesejahhteraan atas para Rasul. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Ratib al-Haddad Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

إِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا وَشَفِيْعِنَا وَنَبِيِّنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، الفاتحة

ila ḫadlrati sayyidinâ wa syafî`inâ wa nabiyyinâ wa maulânâ Muḫammadin shallallâhu `alaihi wa sallama, al-fâtihah..

Al-Fatihah untuk tuan kami, pemberi syafaat kami, Nabi kami, dan majikan kami Nabi Muhammad ﷺ

أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ، الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ، مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ، اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ، اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ، صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ. اٰمِيْن

A`ûdzu billahi minasy-syaithânir-rajîm(i). Bismillâhir-raḫamânir-raḫaîm(i). Al-ḫamdulillâhi rabbil-`âlamîn(a). Arraḫmânir-raḫîm. Mâliki yaumid-dîn(i). Iyyâka na`budu wa iyyâka nasta`în(u). Ihdinash-shirâtal-mustqîm(a). Shirâtal-ladzîna an`amta `alaihim ghairil-maghdûbi `alaihim wa lâdl-dlâllîn(a). âmîn

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kau anugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Semoga Kau kabulkan permohonan kami.

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَــاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَــاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Allâhu lâ ilâha illâ huw, al-ḫayyul-qayyûm, lâ ta'khudzuhû sinatuw wa lâ na'ûm, lahû mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl, man dzalladzî yasyfa‘u ‘indahû illâ bi'idznih, ya‘lamu mâ baina aidîhim wa mâ khalfahum, wa lâ yuḫîthûna bisyai'im min ‘ilmihî illâ bimâ syâ', wasi‘a kursiyyuhus-samâwâti wal-ardl, wa lâ ya'ûduhû ḫifdhuhumâ, wa huwal-‘aliyyul-‘adhîm.

Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar. (QS al-Baqarah: 255).

اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ، لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Âmanar-rasûlu bimâ unzila ilaihi min rabbihi wal-mu’minûn(a). kullun âmana billâhi wa malâ’ikatihi wa kutubihi wa rusulihi lâ nufarriqu baina aḫadin min rusulih(i). wa qâlû sami`nâ wa atha’nâ ghufrânaka rabbanâ wa ilaikal-mashîr(u). Lâ yukallifullâhu nafsan illâ wus`ahâ, lahâ mâ kasabat wa `alaihâ maktasabat, rabbanâ lâ tu`âkhidznâ in nasînâ au akhṭa’nâ, rabbanâ wa lâ taḥmil `alainâ iṣran kamâ ḫamaltahụ 'alalladzina min qablinâ, rabbanâ wa lâ tuḫammilnâ mâ lâ ṭâqata lanâ bih(i), wa`fu `annâ, waghfir lanâ, warḫamnâ, anta maulânâ fanṣurnâ `alal-qaumil-kâfirīn(a).

Rasulullah dan orang-orang yang beriman mempercayai apa saja yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya. Semuanya beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan kepada para utusan-Nya. ‘Kami tidak membeda-bedakan seorang rasul dari lainnya.’ Mereka berkata, ‘Kami mendengar dan kami menaati. Ampunan-Mu, wahai Tuhan kami, yang kami harapkan. Hanya kepada-Mu tempat kembali.’ Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan kemampuannya. Ia mendapat balasan atas apa yang dia perbuat dan siksaan dari apa yang dia lakukan. ‘Tuhan kami, janganlah Kau siksa kami jika kami terlupa atau salah. Tuhan kami, jangan Kau tanggungkan pada kami dengan beban berat sebagaimana Kau bebankan kaum sebelum kami. Jangan pula Kau bebankan pada kami sesuatu yang kami tidak mampu. Ampunilah kami. Kasihanilah kami. Kau pemimpin kami. Tolonglah kami menghadapi golongan kafir.

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ.لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ×٣

Lâ ilâha illallâhu waḫdahu lâ syarîka lah(u). lahul-mulku wa lahul-ḫamdu yuḫyî wa yumîtu wa huwa `ala kulli syai’in qadîr(un). 3x

Tidak ada Tuhan selain Allah dengan kesendirian-Nya. tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kekuasaan, dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dia sangat berkuasa atas segala sesuatu (3×)

سُبْحَــانَ اللّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ ×٣

Subḫânallâhi wal-ḫamdulillâhi wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar(u). 3x

Maha suci Allah,segala puji bagi Allah,Tidak ada Tuhan selain Allah.Allah Maha Besar. (3×)

سُبْحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللّٰهِ الْعَظِيْمِ ×٣

Subḫânallâhi wa biḫamdihi subḫânallâhil-`adhîm(i). 3x

Mahasuci Allah segala puji khusus bagi-Nya, Mahasuci Allah Yang Maha Agung. (3×)

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ ×٣

Rabbanâghfir lanâ wa tub `alainâ innaka antat-tawwabur-raḫîm(u). 3x

Tuhan kami, ampunilah dosa kami dan terimalah taubat kami. Sungguh, Engkau Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang. (3×)

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ ×٣

Allâhumma shalli `ala sayyidinâ Muḫammadin, allâhumma shalli `alaihi wa sallim. 3x

Ya Allah, limpahkanrahmat kepada tuan kami Muhammad, Ya Allah, limpahkan rahmat dan kesejahteraan kepada Nabi Muhammad (3×)

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللّٰهِ التَّآمَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ×٣

A`ûdzu bikalimâtillâhit-tâmmâti min syarri mâ khalaq(a). 3x

Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya. (3×)

بِسْـمِ اللّٰهِ الَّذِيْ لَا يَضُـرُّ مَعَ اسْـمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَـآءِ وَهُوَ السَّمِيْـعُ الْعَلِيْـمُ ×٣

Bismillâhil-ladzî lâ yadurru ma`asmihi syai’un fil-ardli wa lâ fis-samâ’i wa huwas-samî`ul-`alîm(u). 3x

Dengan menyebut nama Allah yang tidak ada apapun yang membersamai nama-Nya bisa memberikan bencana di bumi maupun di langit. Dia Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui. (×3)

رَضِيْنَا بِاللّٰهِ رَبًّا وَبِالْإِسْـلَامِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُوْلًا ×٣

Radlînâ billâhi rabban wa bil-islâmi dînan wa bimuḫammadin nabiyyan wa rasûla(n). 3x

Kami ridha Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi dan rasul. (3×)

بِسْمِ اللّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَالْخَيْرُ وَالشَّـرُّ بِمَشِيْئَـةِ اللّٰهِ ×٣

Bismillâhi wal-ḫamdulillâhi wal-khairu wasy-syarru bimasyî’atillâhi. 3x

Dengan nama Allah, segala pujian bagi-Nya, dan segala kebaikan dan kejahatan adalah kehendak Allah. (3×)

اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ تُبْنَا إِلَى اللّٰهِ بَاطِنًا وَظَاهِرًا ×٣

Âmannâ billâhi wal-yaumil-âkhiri tubnâ ilalllâhi bâthinan wa dhâhiran. 3x

Kami beriman kepada Allah dan hari akhir. Kami bertaubat kepada Allah batin dan lahir. (3×)

يَا رَبَّنَا وَاعْفُ عَنَّا وَامْحُ الَّذِيْ كَانَ مِنَّا ×٣

Yâ rabbanâ wa`fu `annâ wamḫul-ladzî kâna minnâ. 3x

Ya Tuhan kami, maafkan kami dan hapuskanlah apa-apa (dosa) yang ada pada kami. (×3)

يَا ذَاالْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَمِتْنَا عَلَى دِيْنِ الْإِسْلَامِ ×٧

Yâ dzal-jalâli wal-ikrâmi amitnâ `ala dînil-islâmi. 7x

Wahai Tuhan, Dzat yang mempunyai sifat keagungan dan sifat pemurah, matikanlah kami dalam keadaan beragama Islam . (7x)

يَا قَوِيُّ يَا مَتِيْنُ، اِكْفِ شَرَّ الظَّالِمِيْـنَ ×٣

Yâ qawiyyu yâ matînu ikfi syarradh-dhâlimîn(a). 3x

Wahai Tuhan yang Mahakuat lagi Mahagagah, hindarkanlah kami dari kejahatan orang-orang yang zalim. (×3)

أَصْلَحَ اللّٰهُ أُمُوْرَ الْمُسْلِمِيْنَ صَرَفَ اللّٰهُ شَرَّ الْمُؤْذِيْنَ ×٣

Ashlahallâhul umûral-muslimîna sharafallâhu syarral-mu’dzîna. 3x

Semoga Allah memperbaiki urusan-urusan kaum muslimim dan menghindarkan mereka dari kejahatan orang-orang yang suka menyakiti. (3×)

يـَا عَلِيُّ يـَا كَبِيْرُ يـَا عَلِيْمُ يـَا قَدِيْرُ يـَا سَمِيْعُ يـَا بَصِيْرُ يـَا لَطِيْفُ يَـــا خَبِيْرُ ×٣

Yâ `aliyyu yâ kabîru yâ `alîmu yâ qadîru yâ samî`u yâ bashîru yâ lathîfu yâ khabîr(u). 3x

Wahai Tuhan yang Mahamulia, lagi Maha Besar, Maha Mengetahui, Mahakuasa, Maha Mendengar, Maha Melihat, Mahalemah-lembut lagi Maha Mengetahui (3×)

يَا فَارِجَ الْهَمِّ يَا كَاشِفَ الْغَّمِّ يَا مَنْ لِعَبْدِهِ يَغْفِرُ وَيَرْحَمُ ×٣

Yâ farijal-hammi yâ kâsyifal-ghammi yâ man li`abdihi yaghfiru wa yarḫam(u). 3x

Wahai Dzat yang menyenangkan orang yang sedang galau, Wahai Dzat yang melapangkan kesedihan. Wahai Dzat yang mengampuni dan menyayangi hamba-Nya. (3×)

أَسْتَغْفِرُ اللهَ رَبَّ الْبَرَايَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنَ الْخَطَايَا ×٤

Astaghfirullâha rabbal-barâyâ astaghfirullahâ minal-khathâyâ. 4x

Aku memohon ampun kepada Allah, Tuhannya semua makhluk. Aku memohon ampunan kepada Allah dari segala kesalahan. (4x)

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ ×٥٠

Lâ ilâha illallâhu. 50x

Tidak ada Tuhan selain Allah (50x)

مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهِ وَسَلَّمَ

Muhammadun rasûlullâhi shallallâhu `alaihi wa âlihi wa sallama.

Muhammad utusan Allah, semoga Allah mencurahkan rahmat dan kesejahteraan kepadanya beserta keluarganya.

وَشَرَّفَ وَكَرَّمَ وَمَجَّدَ وَعَظَّمَ رَضِيَ اللّٰهُ تَعَالَى عَنْ أهْلِ بَيْتِهِ الْمُطَهَّرِيْنَ وَأَصْحَابِهِ الْمُهْتَدِيْنَ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

Wa syarrafa wa karrama wa majjada wa `adhdhama radiyallâhu ta`ala `an ahli baitihil-muthahharîna wa ash-hâbihil-muhtadîna wat-tâbi`îna lahum bi ihsânin ila yaumid-dîn(i).

Semoga Allah memberi kemuliaan, kemurahan hati, keluhuran dan keagungan. Serta semoga Allah Ta'ala meridhoi keluarganya yang disucikan, para sahabat yang diberi petunjuk serta pengikut mereka dengan sikap baik sampai hari kiamat.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ، اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ، وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَـــــدٌ ×٣

Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i). Qul huwallâhu ahad(un), Allâhush-shamad(u), lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakun lahu kufuwan ahad(un). 3x

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” (3 kali).

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ، مِنْ شَرِّ مَـــا خَلَقَۙ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ، وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i). Qul a`ûdzu birabbil-falaq(i), min syarri mâ khalaq(a), wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab(a), wa min syarrin-naffatsâti fil-`uqad(i), wa min syarri hâsidin idzâ hasad(a).

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada tuhan yang menguasai waktu subuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus nafasnya pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia mendengki.’

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ، مَلِكِ النَّـــاسِۙ، اِلٰهِ النَّاسِۙ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ، الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّــاسِ

Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i), Qul a`udhû bi rabbin-nâs, malikin-nâs, ilahin-nâs, min syarril-waswâsil khannâs, alladzi yuwaswisu fî shudûrin-nâs, minal-jinnati wan-nâs. 3x

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada tuhan manusia, raja manusia. Sesembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia. Dari setan dan manusia.’

اَلْفَاتِحَةُ إِلَى سَيِّدِنَا وَشَفِعِيْنَا رَسُوْلِ اللّٰهِ ﷺ وَاٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَاتِهِ أَنَّ اللهَ يُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَيَنْفَعُنَا بِأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ وَبَرَكَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ، وَأَنَّ اللهَ يَجْعَلُنَا مِنْ حِزْبِهِمْ وَيَرْزُقُنَا مَحَبَّتَهُمْ وَيَتَوَفَّانَا عَلَى مِلَّتِهِمْ وَيَحْشُرُنَا فِيْ زُمْرَتِهِمْ فِيْ خَيْرٍ وَلُطْفٍ وَعَافِيَةٍ، اَلْفَاتِحَةُ

Al-fâtiḫata ilâ sayyidinâ wa wa syafi`înâ rasulillâhi shallallâhu 'alaihi wasallam wa âlihi wa ash-ḫâbihi wa azwâjihi wa dzurriyatihi anna-Llâha yu`lî darajâtihim fil jannati wa yanfa'unâ bi asrârihim wa anwârihi wa `ulûmihim wa barakâtihim fid diîni wad dun-yâ wal âkhirah, wa annallâha jaj'alunâ min ḫizbihim wa yarzuqunâ mahabbatahum wa yatawaffanâ `alâ millatihim wa yaḫsyurunâ fî zumratihim fî khairin wa luthfin wa 'âfiyatin, al-fâtiḫah

Al-fatihah untuk ruh tuan kami, kekasih dan pemberi syafaat kami Rasulullah, Muhammad beserta keluarga, sahabat-sahabat, para istri, keturunan, dan ahli baitnya. Semoga Allah meninggikan derajat mereka di surga, memberikan manfaat kepada kami sebab rahasia-rahasia mereka, cahaya-cahaya mereka, ilmu-ilmu mereka, dan keberkahan-keberkahan mereka, baik dalam urusan agama, dunia, maupun di akhirat. Dan semoga Allah menjadikan kami termasuk menjadi kelompok mereka. Semoga Allah menganugerahi kami bisa mencintai mereka, Allah mematikan kami sesuai agama mereka, Allah mengumpulkan kami bersama kelompok mereka dengan kebaikan, kelembutan, dan kesejahteraan. Al-Fatihah.

اَلْفَاتِحَةُ إِلَى سَيِّدِنَا الْمُهَاجِرِ إِلَى اللّٰهِ أَحْمَدَ بْنِ عِيْسَى وَسَيِّدِنَا الْفَقِيْهِ الْمُقَدَّمِ مُحَمَّدٍ ࣙ بْنِ عَلِيٍّ بَاعَلَوِيٍّ وَعَمِّهِ السَّيِّدِ عَلَوِيٍّ بَاعَلَوِيٍّ وَصَاحِبِ الرَّاتِبِ الْحَبِيْبِ عَبْدِ اللّٰهِ بِنْ عَلَوِيٍّ ࣙ بِنْ مُحَمَّدٍ ࣙ الْحَدَّادِ وَمَشَايِخِهِمْ وَتَلَامِيْذِهِمْ وَأُصُولِهِمْ وَفُرُوعِهِمْ وَجَمِيْعِ سَادَاتِنَا اٰلِ بَاعَلَوِيٍّ أَنَّ اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَيَرْحَمُهُمْ وَ يُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَيَنْفَعُنَا بِأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ وَبَرَكَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْياَ وَالْاٰخِرَةِ، بِسِرِّ الْفَاتِحَةِ

Al-fâtiḫatu ilâ sayydinâ al-muhâjir ilâ-Llâh aḫmada-bni ‘îsâ wa sayyidinâl faqîh al-muqaddami muḫammadin-ibni ‘aliyyin bâ ‘alawî wa shâḫibir râtib al-ḫabîb ‘abdillahi-bni ‘alawiyin-ibni muhammadin al-ḫaddâd wa masyâyikhihim wa talâmidzihim wa ushûlihim wa furû’ihim wa jamî‘I sâdâtinâ âli bâ‘alawîyyin annallâha yaghfiru lahum wa yarḫamuhum wa yu‘lî darajâtihim fil jannati wa yanfa‘unâ bi asrârihim wa anwârihim wa ‘ulûmihim wa barkâtihim fid dîni wad dunyâ wal âkhirah bi sirril fâtiḫah

Al-Fatihah untuk ruh tuan kami, al-Muhajir Ahmad bin Isa dan tuan kami ai-Faqih al-Muaaddam Muhammad bin Ali Ba 'Alawi dan pemannya Sayyid Alawi Ba 'Alawi dan pemilik Ratib Habib Abduliah bin Alawi al-Haddad bersama guru-guru mereka, murid-murid mereka, leluhur-nasab dan keturunan mereka beserta semua keluarga tuan kami dan keluarga Ba 'Alawi. Semoga Allah mengampuni mereka, mengasihi mereka, dan meninggikan derajat mereka di surga,. Semoga Allah memberikan manfaat kepada kita berkat rahasia-rahasia mereka, cahaya-cahaya mereka, ilmu-ilmu mereka, dan keberkahan-keberkahan mereka baik dalam urusan agama, dunia, maupun di akhirat, dengan rahasia al-Fatihah.

اَلْفَاتِحَةُ إِلَى أَرْوَاحِ الْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالْأَئِمَّةِ الرَّاشِدِيْنَ ثُمَّ إِلَى أَرْوَاحِ وَالِدِيْنَا وَمشَايِخِنَا وَذَوِي الْحُقُوْقِ عَلَيْنَا وَعَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ. ثُمَّ إِلَى أَرْوَاحِ أَمْوَاتِ هٰذِهِ الْبَلْدَةِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ أَنَّ اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَيَرْحَمُهُمْ وَ يُسْكِنُهُمْ فِي الْجَنَّةِ وَيَنْفَعُنَا بِأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ وَبَرَكَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ، بِسِرِّ الْفَاتِحَةِ

Al-fâtiḫatu ilâ arwâḫil auliyâ’ wasy syuhadâ’ wash shâliḫîn wal aimmatir râsyidîn, tsumma ilâ arwâḫil wâlidîna wa masyâyikhinâ wa dzawil ḫuqûqi ‘alainâ wa ‘alaihim ajma‘în. Tsumma ilâ arwâḫi amwâti hâdzihil baldari minal mu’minîna wal mu’minâti wal muslimîna wal muslimâti anna-Llâha yaghfiru lahum wa yarḫamuhu wa yuskinuhum fil jannati wa yanfa‘unâ bi asrârihim wa anwârihim wa ‘ulûmihim wa barakâtihim fid dîni wad dunyâ wal âkhirah, bisirrihim al-fâtihah

Al-Fatihah untuk para wali, syuhada', orang-orang saleh, para imam yang memberi petunjuk. Kemudian kepada arwah orang-orang tua kita, guru-guru kita, orang-orang yang mempunyai hak atas kita, dan kepada mereka semuanya. Kemudian kepede para ruh keluarga kita yang telah meninggal dunia dan semua orang Islam yang telah meninggal baik dari orang-orang mu'min laki-laki dan perempuan, muslim laki-laki dan perempuan. Semoga Allah mengampuni mereka, mengasihi mereka, dan menempatkan mereka di surga. Semoga Allah memberikan manfaat kepada kita berkat rahasia-rahasia mereka, cahaya-cahaya mereka, ilmu-ilmu mereka, dan keberkahan-keberkahan mereka baik dalam urusan agama, dunia, maupun di akhirat, dengan rahasia al-Fatihah.

اَلْفَاتِحَةُ بِالْقَبُوْلِ وَتَمَامِ كُلِّ سُؤْلٍ وَمَأْمُوْلٍ وَصَلَاحِ الشَّأْنِ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا فِي الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ دَافِعَةً لِكُلِّ شَرٍّ جَالِبَةً لِكُلِّ خَيْرٍ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَمَشَايِخِنَا فِي الدِّيْنِ مَعَ اللُّطْفِ وَالْعَافِيَةِ وَعَلَى نِيَّةِ أَنَّ اللهَ يُنَوِّرُ قُلُوْبَنَا وَقوَالِبَنَا مَعَ التُّقَى وَالْعَفَافِ وَالْغِنَى وَالْمَوْتِ عَلَى دِيْنِ الْإِسْلَامِ وَالْإِيْمَانِ بِلَا مِحْنَةٍ وَلَا امْتِحَانٍ بِحَقِّ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ وَعَلَى كُلِّ نِيَّةٍ صَالِحَةٍ وَإِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهِ وَسَلَّمَ، بِسِرِّ الْفَاتِحَةِ

Al-fâtiḫatu bi qabûli wa tamâmi su’lin wa ma’mUlin wa shalâḫisy sya’ni dhâhiran wa bâthinan fid dunyâ wal âkhirati dâfi‘an li kulli syarrin jâlibatan li kulli khairin lanâ wa li wâlidînâ wa masyâyikhinâ fid dîni ma‘al luthfi wal ‘âfiyati wa ‘alâ biyyati anna-Llâha yunawwiru qulûbanâ wa qawâlibanâ ma‘attuqâ wal ‘afâfa wal ghinâ wal mauti ‘alâ dînil islâm wal îmâni bilâ miḫnatin wa lamtiḫânin bi ḫaqqi sayyidi waladi ‘adnâna wa ‘alâ kulli niyyatin shâliḫatin wa ilâ ḫadlratin nabiyyi muḫammadin shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wasallam, bisirril fâtiḫah

Al-Fatihah dengan harapan diterimanya amal, sempurnanya semua permohonan dan cita-cita, kebaikan sikap baik luar maupun dalam di dunia dan akhirat; menolak semua keburukan, menarik semua kebaikan untuk kita, orang-orang tua kita, guru-guru kita, dalam urusan agarna, beserta dengan kelembutan, kesejahteraan, dan dengan niat semoga Allah menerangi hati-hati kita serta mendapatkan petunjuk takwa, terjaga dari keburukan, tidak membutuhkan selain Allah, mati dalam keedaan beragama Islam tanpa ada ujian yang berarti, melalui perantara Nabi Muhammad yang menjadi keturunan Adnan dan dengan setiap niat yang baik. Kepada Nabi Muhammad, melalui perantara rahasia al-Fatihah.

اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْـأَلُكَ رِضَـاكَ وَالْجَنَّـةَ، وَنَـعُوْذُ بِكَ مِنْ سَـخَطِكَ وَالنَّـارِ ×٣

Allâhumma innâ nas’aluka ridlâka wal-jannata wa na`udzûbika min sakhathika wan-nâr(i). (3x)

Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami mohon ridla dan surga-Mu dan kami berlindung kepada-Mu dari murka-Mu dan api neraka. (3x)

يَاعَالِمَ السِّرِّ مِنَّا لَاتَهْتِكِ السِّتْرَ عَنَّا وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَكُنْ لَنَا حَيْثُ كُنَّا ×٣

Yâ `Alimas-sirri minnâ lâ tahtikis-sitra `annâ wa `âfinâ wa`fu `annâ wa kun lanâ haitsu kunnâ. (3x)

Wahai Dzat yang Maha Mengetahui segala rahasia kami, janganlah kiranya Engkau bongkar tirai rahasia kami (aib), berilah kami ‘afiat (kesejahteraan) dan maafkanlah kami dan lindungilah-tolonglah kami dimanapun kami berada. (3x)

يَا اَللّٰهُ بِهَا يَا اَللّٰهُ بِهَا يَا اَللّٰهُ بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ ×٣

Yâ Allâhu bihâ Yâ Allâhu bihâ Yâ Allâhu biḫusnil-khâtimah. (3x)

Ya Allah dengan penutup, ya Allah dengan penutup, ya Allah kami minta ditutup usia kami dengan husnul khatimah. (3x)

يَالَطِيْفًا لَمْ يَزَلْ اُلْطُفْ بِنَا فِيْمَا نَزَلْ. إِنَّكَ لَطِيْفٌ لَمْ تَزَلْ اُلْطُفْ بِنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ ×٣

Yâ lathîfan lam yazal ulthuf binâ fîmâ nazal, innaka lathîfun lam tazal, ulthuf binâwal-muslimîn(a). (3x)

Wahai Dzat yang Mahalembut yang tidak akan pernah hilang, bersikaplah lembut kepada kami atas apa saja yang turun kepada kami. Sesungguhnya Engkau Maha Lembut tidak akan pernah bergeser sedikit pun. Berlemah-lembutlah kepada kami dan juga kaum muslimin sekalian. (3x)

بِسْم اللّٰهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i). Al-hamdulillâhi rabbil-âlamîna. ḫamdan yuwâfî wa yukâfi’u mazîdahu, yâ rabbanâ lakal-ḫamdu kamâ yanbaghî lijalâli wajhika wa `adhîmi sulthânika.

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Pujian yang menepati nikmat-nikmatnya dan mencukupi kelebihannya. Ya Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana yang layak untuk keagungan-Mu dan keagungan kerajaan-Mu.

سُبْحَانَكَ لَا نُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ حَتَّى تَرْضَى، وَلَكَ الْحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ، وَلَكَ الْحَمْدُ بَعْدَ الرِّضَى

Subḫânaka lâ nuḫshî tsanâ’an `alaika anta kamâ atsnaita `ala nafsika, falakal-ḫamdu ḫatta tardla, walakal-ḫamdu idza radlaita wa lakal-hamdu ba`dar-ridla.

Mahasuci Engkau. Kami tidak akan bisa menghitung pujaan bagi-Mu sebagaimana Engkau memuji Dzat-Mu sendiri. Hanya bagi-Mu segala puji sehingga Engkau akan meridhainya, hanya milik-Mu segala puji ketika Engkau sudah meridhainya, hanya milik-Mu segala puji setelah ridha.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْأَوَّلِيْنَ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي اْلاٰخِرِيْنَ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْمَلَإِ اْلأَعْلَى إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ حَتَّى تَرِثَ الْأَرْضَ وَمَنْ عَلَيْهَا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ

Allâhumma shalli wa sallim `ala sayyidinâ Muḫammadin fil-awwalîn(a). wa shalli wa sallim `ala sayyidinâ Muḫammadin fil-âkhirîn(a). wa shalli wa sallim `ala sayyidinâ Muḫammadin fî kulli waqtin wa ḫîni. wa shalli wa sallim `ala sayyidinâ Muḫammadin fil-malâ’il-a`la ila yaumid-dîni. wa shalli wa sallim `ala sayyidinâ Muḫammadin ḫatta taritsal-ardla wa man `alaihâ wa anta Khairul-wâritsîn(a).

Ya Allah, limpahkan rahmat dan kesejahteraan untuk tuan kami, Nabi Muhammad pada masa orang-orang yang awal, limpahkan rahmat dan kesejahteraan untuk tuan kami, Nabi Muhammad pada masa orang-orang yang akhir, limpahkan rahmat dan kesejahteraan untuk tuan kami, Nabi Muhammad pada segala macam keadaan. limpahkan rahmat dan kesejahteraan untuk tuan kami, Nabi Muhammad sampai hari kiamat. limpahkan rahmat dan kesejahteraan untuk tuan kami, Nabi Muhammad sampai Engkau mewariskan bumi dan siapapun yang berada di atasnya. Engkau adalah Dzat yang Maha pemberi waris terbaik.

اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْتَحْفِظُكَ وَنَسْتَوْدِعُكَ أَدْيَانَنَا وَأَنْفُسَنَا وَأَمْوَالَنَا وَأَهْلَنَا وَكُلَّ شَيْءٍ أَعْطَيْتَنَا

Allâhumma innâ nastahfidhuka wa nastaudi`uka adyânanâ wa anfusanâ wa amwâlanâ wa ahlanâ wa kulla syai’in a`thaitanâ.

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon penjagaan-Mu dan kami mohon perlindungan kepada-Mu untuk menjaga agama-agama, pribadi, harta, keluarga dan semua benda yang Engkau berikan kepada kami.

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ فِيْ كَنَفِكَ وَأَمَانِكَ وَعِيَاذِكَ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيْدٍ وَجَبَّارٍ عَنِيْدٍ وَذِيْ عَيْنٍ وَذِيْ بَغْيٍ وَذِيْ حَسَدٍ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ شَرٍّ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Allâhummaj-`alnâ wa iyyâhum fî kanafika wa amânatika wa`iyâdzika min kulli syaithâni marîdin wa jabbârin `anîdin wa dzî `ainin wa dzi baghyin wa dzi ḫasadin wa min syarri kulli dzî syarrin innaka `ala kulli syai’in qadîr(u)

Ya Allah, jadikanlah kami dan mereka supaya berada di dalam pengawasan-Mu, keamanan-Mu, perlindungan-Mu, dari setiap setan durhaka yang selalu menindas, dari penyakit ‘ain, langkah kudeta, orang-orang dengki dan tiap-tiap kejahatan yang dilakukan oleh pelakunya. Sungguh, Engkau di atas segala sesuatu sangat berkuasa.

اَللّٰهُمَّ حُطْنَا بِالتَّقْوَى وَالْاِسْتِقَامَةِ وَأَعِذْنَا مِنْ مُوْجِبَاتِ النَّدَامَةِ فِي الْحَالِ وَالْمَاٰلِ، إِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ

Allâhumma ḫuthnâ bit-taqwa wal-istiqâmati wa a`idznâ min mûjibâtin-nadâmati fil-ḫâli wal-mâli innaka sami`ud-du`a(i).

Ya Allah, liputi kami dengan takwa dan istiqamah.. Lindungi kami dari hal-hal yang bisa mengakibatkan penyesalan baik seketika maupun di kemudian hari. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Mendengar doa.

وَصَلِّ اللّٰهُمَّ بِجَلَالِكَ وَجَمَالِكَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَارْزُقْنَا كَمَالَ الْمُتَابَعَةِ لَهُ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Wa shalli Allâhumma bijalâlika wa jamâlika `ala sayyidinâ Muḫammadin wa `ala âlihi wa shaḫbihi ajma`în(a). warzuqnâ kamâlal-mutâba`ata lahu dhâhiran wa bâthinan yâ arḫamar-râḫimîn(a)

Limpahkan rahmat Ya Allah dengan keagungan dan keindahan-Mu untuk tuan kami, Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya semua. Berikan kami anugerah rezeki berupa kesempurnaan mengikuti Nabi secara lahir batin, Wahai Dzat yang paling mengasihi di antara para pengasih.

بِفَضْلِ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Bifadl-li subḫâna rabbika rabbil-`izzati `ammâ yashifûn(a). wa salâmun `alal-mursalîna wal-ḫamdulillâhi rabbil-`âlamîn(a).

Dengan keutamaanMahasuci Tuhanmu Tuhan yang Mahamulia dari segala tuduhan yang mereka sifatkan. Kesejahteraan atas para Rasul. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Bacaan Sholawat Badar Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan

صَلَاةُ اللّٰهِ سَلَامُ اللّٰهِ ۞ عَلَى طٰـهَ رَسُـوْلِ اللّٰهِ

Shalâtullâh salâmullâh ۞ ‘alâ thâha rasûlillâh

Semoga rahmat dan keselamatan Allah limpahkan kepada Thâhâ (Nabi Muhammad ﷺ) utusan Allah.

صَلَاةُ اللّٰهِ سَلَامُ اللّٰهِ ۞ عَلَى يٰـسۤ حَبِيْبِ اللّٰهِ

Shalâtullâh salâmullâh ۞ ‘alâ yâsîn habîbillâh

Semoga rahmat dan keselamatan Allah limpahkan kepada Yâsîn (Nabi Muhammad ﷺ) kekasih Allah.

تَوَسَّلْنَــــا بِبِسْــــمِ اللّٰهِ ۞ وَبِالْـهَادِيْ رَسُـوْلِ اللّٰهِ

Tawassalnâ bi bismillâh ۞ wabil hâdi rasûlillâh

Kami berwasilah dengan basmalah dan dengan nabi pembawa petunjuk yang menjadi utusan Allah.

وَ كُلِّ مُجَــــــاهِـدٍ لِلّٰهِ ۞ بِأَهْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَللّٰهُ

Wakulli mujâhidin lillâh ۞ bi ahlil badri yâ Allâh

Dan dengan seluruh orang yang berjuang karena Allah, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah.

إِلٰـهِيْ سَـلِّـمِ الْأُمَّــةَ ۞ مِنَ الْاٰفَـاتِ وَالنِّـقْـمَةِ

Ilâhi sallimil ummah ۞ minal âfâti wan niqmah

Ya Allah, selamatkanlah umat dari bencana dan siksa.

وَمِنْ هَـمٍّ وَمِنْ غُمَّةٍ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللّٰهُ

Wamin hammin wa min ghummah ۞ bi ahlil badri yâ Allâh

Dan dari kesusahan dan kesulitan, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah.

إِلٰهِيْ نَجِّنَا وَاكْشِفْ ۞ جَـمِيْعَ أَذِيـَّةٍ وَاصْرِفْ

Ilâhi najjinâ waksyif ۞ jamî‘a adziyyatin washrif

Ya Allah, selamatkanlah kami dari segala yang menyakitkan.

مَكَائِدَ الْعِدَا وَالْطُـفْ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللّٰهُ

Makâ'idal ‘idâ walthuf ۞ bi ahlil badri yâ Allâh

Jauhkanlah dari tipu daya musuh. Kasihilah kami lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah.

إِلٰهِيْ نَـفِّسِ الْـكُرَبَا ۞ مِنَ الْعَـاصِيْـنَ وَالْعَطْـبَا

Ilâhi naffisil kurbâ ۞ minal ‘âshîna wal athbâ

Ya Allah, hilangkan kesusahan kami (yang muncul) dari orang-orang yang bermaksiat dan membuat kerusakan.

وَكُلِّ بَلِيَّـةٍ وَوَبَـــا ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللّٰهُ

Wa kulli baliyyatin wa wabâ ۞ bi ahlil badri yâ Allâh

Juga dari semua bencana dan wabah penyakit, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah.

فَكَمْ مِنْ رَحْمَةٍ حَصَلَتْ ۞ وَكَـمْ مِنْ ذِلَّةٍ فَصَلَتْ

Fakam min raḫmatin ḫashalat ۞ wa kam min dzillatin fashalat

Sudah banyak rahmat yang telah digapai, dan sudah banyak kenistaan yang dihilangkan.

وَكَـمْ مِنْ نِعْمَــةٍ وَصَلَتْ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللّٰهُ

Wa kam min ni’matin washalat ۞ bi ahlil badri yâ Allâh

Dan sudah banyak dari nikmat yang telah sampai, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah.

وَكَـــمْ أَغْنَيْتَ ذَالْعُـمْـــرِ ۞ وَكَـمْ أَوْلَيْتَ ذَاالْفَـقْــرِ

Wa kam aghnaita dzal ‘umri ۞ wa kam aulaita dzal faqri

Sudah berapa banyak Engkau memberi kekayaan kepada orang makmur, dan berapa kali Engkau memberi nikmat kepada orang fakir

وَكَـــمْ عَـافَـيْتَ ذِاالْوِزْرِ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللّٰهُ

Wa kam ‘âfaita dzil wizri ۞ bi ahlil badri yâ Allâh

Berapa kali pula Engkau mengampuni orang berdosa, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah.

لَقَدْ ضَــاقَتْ عَلَى الْقَـلْبِ ۞ جَمِيْعَ الْأَرْضِ مَعْ رَحْبِ

Laqad dlâqat ‘alal qalbi ۞ jamî’al ardli ma‘ raḫbi

Sungguh bencana dan marabahaya itu telah membuat hati gundah di muka bumi yang luas ini.

فَانْـجُ مِنَ الْبَلَا الصَّعْبِ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللّٰهُ

Fanju minal balâsh sha‘bi ۞ bi ahlil badri yâ Allâh

Selamatkanlah kami (ya Allah) dari bencana yang menakutkan, melalui perantara berkah pejuang Badar, ya Allah.

أَتَيْنَــــــا طَالِـبِي الرِّفْــقِ ۞ وَجُـلِّ الْخَـيْرِ وَالسَّـعْدِ

Atainâ thâlibir rifqi ۞ wajullil khairi was sa‘di

Kami datang dengan memohon pertolongan, dan memohon besarnya kebaikan dan keberkahan.

فَوَسِّـعْ مِنْحَــةَ الْأَيـْدِيْ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللّٰهُ

Fawassi’ minḫatal aidî ۞ bi ahlil badri yâ Allâh

Semoga Allah meluaskan anugerah yang melimpah-limpah, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah.

فَـلَا تَرْدُدْ مَـعَ الْخَـيـْبَةِ ۞ بَلِ اجْعَلْـنَا عَلَى الطَّيْبَةِ

Falâ tardud ma‘al khaibah ۞ balij‘alnâ ‘alath thaibah

Janganlah Engkau menolak kami dari kerugian, bahkan jadikanlah diri kami dapat beramal baik dan selalu berbahagia.

أَيَا ذَاالْعِـــزِّ وَالْهَـيْبَـــةِ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللّٰهُ

Ayâ dzal ‘izzi wal haibah ۞ bi ahlil badri yâ Allâh

Wahai Dzat yang punya kebesaran dan keagungan, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah.

وَ إِنْ تَرْدُدْ فَمَنْ نَــأْتِيْ ۞ بِنَيـْلِ جَمِيْعِ حَاجَاتِيْ

Wa in tardud faman na’tî ۞ bi naili jamî’i hâjâti

Jika Engkau menolak hamba maka kepada siapakah kami akan datang mohon semua hajat.

أَيَا جَـــالِيْ الْمُلِـمَّاتِ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللّٰهُ

Ayâ jâlil mulimmâti ۞ bi ahlil badri yâ Allâh

Wahai Dzat yang menghilangkan bencana dunia dan akhirat, (hilangkan bencana-bencana) lantaran berkah pejuang Badar ya Allah.

إِلٰهِيْ اغْفِــرْ وَأَ كْرِمْنَا ۞ بِـنَيـْلِ مَطَالِبٍ مِنَّا

Ilâhi-ghfir wa akrimnâ ۞ bi naili mathâlibin minnâ

Ya Allah ampunilah segala kesalahan kami dan muliakan kami dengan menerima beberapa permohonan.

وَدَفْـعِ مَسَــــاءَةٍ عَـنَّـــا ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللّٰهُ

Wadaf‘i masâ'atin ‘annâ ۞ bi ahlil badri yâ Allâh

Dan dengan menolak kesalahan-kesalahan kami, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah.

إِلٰهِيْ أَنْتَ ذُوْ لُطْـفٍ ۞ وَذُوْ فَـضْلٍ وَذُوْ عَطْـفٍ

Ilâhî anta dzû luthfin ۞ wadzû fadllin wadzû ‘athfin

Ya Allah, Engkaulah sang pemilik kelembutan, serta anugerah dan kasih sayang.

وَكَـمْ مِنْ كُـــرْبـَةٍ تَنْفِيْ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللّٰهُ

Wa kam min kurbatin tanfî ۞ bi ahlil badri yâ Allâh

Sudah banyak kesusahan yang sirna dari lantaran berkah sahabat pejuang Badar, ya Allah.

وَصَـلِّ عَلَى النَّبِيِّ الْبَرِّ ۞ بِلَا عَـدٍّ وَلَا حَـصْـرٍ

Wa shalli ‘alan nabiyyil barri ۞ bilâ ‘addin walâ ḫashrin

Semoga Engkau melimpahkan rahmat kepada Nabi yang senantiasa berbakti kepada-Mu dengan limpahan rahmat dan kesejahteraan yang tak terbilang dan tak terhitung.

وَاٰلِ سَـــــــادَةٍ غُـــــــرٍّ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللّٰهُ

Wa âli sâdatin ghurrin ۞ bi ahlil badri yâ Allâh

Semoga tetap atas para keluarga Nabi dan para Sayyid yang bersinar cahayanya, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah.

Kumpulan Doa-Doa Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan

Kumpulan doa-doa berikut disajikan lengkap dalam bahasa Arab, Latin, dan terjemahan Indonesia untuk memudahkan dalam mengamalkan. Doa-doa berikut berkaitan dengan rezeki, utang, dan kelapangan hidup menurut ajaran Islam.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَللّٰهُ لَطِيْفٌۢ بِعِبَادِهٖ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيْزُ

Allâhu lathîfun bi ‘ibâdihi yarzuqu man yasyâ’(u), wa huwal qawiyyul ‘azîz(u)

Allah Mahalembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan Dia Mahakuat, Mahaperkasa.

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ رِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَا ضَيْرٍ وَلَانَصَبٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Allâhumma innî as-aluka an tarzuqanî rizqan ḫalâlan wâsi‘an thayyiban min ghairi ta’abin wa lâ masyaqqatin wa lâ dlairin wa lâ nashabin innaka ‘alâ kulli syai-in qadîr(un)

Ya Allah aku mohon kepadamu limpahan rezeki yang halal, luas, dan baik, yang didapat tanpa letih, memberatkan, membahayakan, dan banting tulang. Sungguh Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَللّٰهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نَحْنُ فِيْهِ وَمَا نَطْلُبُـهُ وَنَرْتَجِيْـهِ مِنْ رَحْمَتِكَ فِيْ أَمْرِنَا كُلِّهِ فَيَسِّرْ لَنَا مَا نَحْنُ فِيْهِ مِنْ سَفَرِنَا وَمَا نَطْلُبُهُ مِنْ حَوَائِجِـنَا وَقَرِّبْ عَلَيْنَا الْمَسَافَاتِ وَسَلِّمْنَا مِنَ الْعِلَلِ وَاْلاٰفَاتِ وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّـنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allâhumma innaka ta‘lamu mâ naḫnu fîhi wa mâ nathlubuhu wa nartajîhi min raḫmatika fî amrinâ kullihi fayassir lanâ mâ naḫnu fîhi min safarinâ wa mâ nathlubuhu min ḫawâijinâ wa qarrib ‘alainâ al-masâfâti wa sallimnâ minal ‘ilali wal âfâti wa lâ taj‘alid dunyâ akbara hamminâ wa lâ mablagha ‘ilminâ wa lâ tusallith ‘alainâ man lâ yarḫamunâ bi raḫmatika yâ arḫamar râḫimîn(a), washallallâhu ‘alâ sayyidinâ muḫammadin wa âlihi wa shaḫbihi wa sallam(a)

Ya Allah, sungguh Engkau mengetahui keadaan yang sedang kami hadapi, dan mengetahui apa yang kami cari dan harapkan dari rahmat-Mu dalam semua urusan kami. Karena itu, permudahkanlah perjalanan kami dan pemenuhan keperluan-keperluan kami. Dekatkanlah jarak perjalanan kami, selamatkanlah kami dari segala penyakit dan kerusakan. Janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai perhatian terbesar kami dan puncak pengetahuan kami. Janganlah Engkau kuasakan atas kami orang yang tidak menyayangi kami dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih sebaik-baik yang mengasihani! Semoga Allah swt mencurahkan rahmat dan keselamatan atas junjungan kami, Nabi Muhammad saw, keluarganya, dan sahabat-sahabatnya.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَللّٰهُمَّ يَا فَارِجَ الْهَمِّ، كَاشِفَ الْغَمِّ، مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّينَ، يَا رَحْمَانَ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ وَرَحِيْمَهُمَا، أَنْتَ تَرْحَمُنِيْ فَارْحَمْنِيْ رَحْمَةً تُغْنِيْنِيْ بِهَا عَمَّنْ سِوَاكَ

Yâ fârijal hammi yâ kâsyifal ghammi yâ mujîba da‘watil mudldltharrîn yâ raḫmânad dun-yâ wal âkhirati wa raḫîmahumâ, anta tarḫamunî farḫamnî raḫmatan tughnînî bihâ ‘an man siwâka

Ya Allah yang berkuasa menghilangkan kegalauan, menyingkap kesedihan, dan mengabulkan doa orang-orang yang dalam kesempitan, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang di dunia dan akhirat. Engkaulah yang senantiasa merahmatiku, maka rahmatilah aku dengan rahmat yang mencukupi diriku dari mencari rahmat kepada selain Diri-Mu.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal hammi wal ḫazan(i). Wa a‘ûdzu bika minal ‘ajzi wal kasal(i). Wa a‘ûdzu bika minal jubni wal bukhl(i). Wa a‘ûdzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijâl(i)

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ أَوْسَعَ رِزْقِكَ عَلَيَّ عِنْدَ كِبَرِ سِنِّيْ وَانْقِطَاعِ عُمُرِيْ

Allâhummaj‘al ausa‘a rizqika ‘alayya ‘inda kibari sinnî wa-nqithâ‘i ‘umurî

Ya Allah, jadikan rezeki-Mu yang paling luas bagiku saat menuanya usiaku dan hampir habisnya umurku.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَللّٰهُمَّ بِحُرْمَةِ النَّبِيِّ وَالْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَأُمِّهِ وَأَبِيْهِ وَنَجِّنِيْ مِنَ الْغَمِّ الَّذِيْ فِيْهِ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَأَسْأَلُكَ أَنْ تُحْيِيَ قَلْبِيْ بِنُوْرِ مَعْرِفَتِكَ أَبَدًا أَبَدًا يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ يَا اَللّٰهُ، يَا اَللّٰهُ، يَا اَللّٰهُ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allâhumma bi ḫurmatin nabiyyi wal Ḫasani wa akhîhi wa ummihi wa abîhi wa najjinî minal ghammil ladzî fîhi, yâ Ḫayyu yâ Qayyûmu yâ dzal jalâli wal ikrâm. Wa as’aluka an tuḫyiya qalbî bi nûri ma‘rifatika abadan abadâ. Yâ Rasûlallâh, yâ Allâh (3 kali), bi raḫmatika yâ arḫamar râḫimîn, wal ḫamdulillâhi rabbil ‘âlamîn

Ya Allah, demi kehormatan Nabi Muhammad SAW, Hasan, saudaranya, ibunya, dan bapaknya, selamatkanlah aku dari kebingungan yang ada di dalamnya. Wahai Zat yang hidup, wahai Zat yang maha tegak, wahai Zat yang maha besar dan mulia, aku memohon kepada-Mu agar menghidupkan hatiku dengan cahaya makrifat-Mu selamanya.Wahai Rasulullah, ya Allah (3 kali), dengan rahmat-Mu, wahai Zat yang maha pengasih. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّيْ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ وَالْحَرِيْقِ وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ فِيْ سَبِيْلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ لَدِيْغًا

Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal hadmi, wa a‘ûdzu bika minat taraddî, wa a‘ûdzu bika minal gharqi wal ḫarîqi, wa a‘ûdzu bika an yatakhabbathanîsy syaithânu ‘indal mauti, wa a‘ûdzu bika an amûta fî sabîlika mudbiran, wa a‘ûdzu bika an amûta ladîghan

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa reruntuhan. Aku berlindung kepada-Mu dari jatuh dari tempat yang tinggi. Aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam dan kebakaran. Aku berlindung kepada-Mu dari bujuk rayu setan ketika (menjelang) kematian (sakaratul maut). Aku berlindung kepada-Mu dari mati di jalan-Mu dalam keadaan melarikan diri. Dan aku berlindung kepada-Mu dari mati karena sengatan binatang.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَللّٰهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُوْ، فَلَا تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ

Allâhumma raḫmataka arjû, falâ takilnî ilâ nafsî tharfata ‘ainin, ashliḫ lî sya’nî kullahu

Ya Allah, kasih sayang-Mu kuharapkan. Maka dari itu, janganlah kau serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekejap. Perbaikilah bagiku seluruh urusanku.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِي الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

Allâhumma innâ nas aluka salâmatan fid dîn(i), wa ‘âfiyatan fil jasad(i), wa ziyadatan fil ‘ilm(i), wabarakatan fir rizq(i), wa taubatan qablal maut(i), waraḫmatan ‘indal maut(i), wa maghfiratan ba’dal maut(i). Allâhumma hawwin ‘alainâ fî sakarâtil maut(i), wan najâta minan nâr(i), wal ‘afwa indal hisâb(i)

Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam beragama, kesehatan raga, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati, dan ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut. Berikanlah kami keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat perhitungan amal.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الْخَيْرِ وَأَبْوَابَ الْبَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ الْقُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ الْعَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الْجَنَّةِ، اَللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْاٰخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الْكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الْاٰخِرَةِ،غَفَرَ اللّٰهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَـــالَمِيْنَ

Allâhumma-ftaḫ lanâ abwâbal khair, wa abwâbal barakah, wa abwâban ni‘mah, wa abwâbar rizqi, wa abwâbal quwwah, wa abwâbas shiḫḫah, wa abwâbas salâmah, wa abwâbal ‘âfiyah, wa abwâbal jannah. Allâhumma ‘âfinâ min kulli balâ’id dunyâ wa ‘adzâbil âkhirah, washrif ‘annâ bi ḫaqqil Qur’ânil ‘azhîm wa nabiyyikal karîm syarrad dunyâ wa ‘adzâbal âkhirah. Ghafarallâhu lanâ wa lahum bi raḫmatika yâ arḫamar râḫimîn. Subḫâna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mâ yashifūn, wa salâmun ‘alal mursalîn, wal ḫamdulillâhi rabbil ‘âlamîn

Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah, dan pintu surga. Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hak Al-Qur’an yang agung dan derajat nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai Zat yang maha pengasih. Maha suci Tuhanmu, Tuhan keagungan, dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اَللّٰهُمَّ أَجِرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا

Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji‘un(a). Allâhumma ajirnî fî mushîbatî wa akhlif lî khairan minhâ

Sungguh kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

عَلَى اللّٰهِ تَوَكَّلْنَاۚ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ، وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

‘alallâhi tawakkalnâ, rabbanâ lâ taj‘alnâ fitnatal lil-qaumidh-dhâlimîn, wa najjinâ biraḫmatika minal-qaumil-kâfirîn(a)

Kepada Allah-lah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang kafir. (QS Yunus: 85-86)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

مَلَأَ اللّٰهُ قُبُوْرَهُمْ وَبُيُوْتَهُمْ نَارًا كَمَا شَغَلُوْنَا عَنِ الصَّلَاةِ الْوُسْطَى

Mala’allâhu qubûrahum wa buyûtahum nâran kamâ syaghalûnâ anis shalâtil wusthâ

Semoga Allah penuhi kubur dan rumah mereka dengan api sebagaimana mereka menyibukkan kami dari shalat wushta (ashar)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ

Allâhumma innî as-aluka khairaha wa khaira mâ fîhâ, wa khaira mâ arsalta bihi, wa a‘ûdzubika min syarrihâ, wa syarri mâ fîhâ wa syarri mâ arsalta bihi

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَللّٰهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اَللّٰهُمَّ عَلَى الْاٰكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُوْنِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allâhumma ḫawâlainâ wa lâ ‘alainâ. Allâhumma ‘alal âkâmi wal jibâli, wadh dhirâbi, wa buthûnil awdiyati, wa manâbitisy syajar(i)

Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudaratkan). Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَللّٰهُمَّ يَا جَامِعَ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيْهِ، اِجْمَعْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ ضَالَّتِيْ فِيْ خَيْرٍ وَعَافِيَةٍ

Allâhumma yâ jâmi‘an nâsi liyaumin lâ raiba fîh, ijma‘ bainî wa baina dlâllatî fî khairin wa ‘âfiyah

Wahai Tuhanku, wahai Tuhan yang mengumpulkan semua manusia di hari yang tiada ragu lagi padanya. Pertemukan aku dan barangku yang hilang dengan kebaikan dan keselamatan.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَللّٰهُمَّ لَا يَأْتِيْ بِالْحَسَنَاتِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا يَذْهَبُ بِالسَّيِّئَاتِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ

Allâhumma lâ ya’tî bil ḫasanâti illâ anta, wa lâ yadzhabu bis sayyi’âti illâ anta, wa lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâh(i)

Ya Allah, tidak ada yang dapat mendatangkan kebaikan kecuali Engkau, dan tidak ada yang menghilangkan keburukan kecuali Engkau. Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

بِسْمِ اللّٰهِ ×٣ أَعُوْذُ بِاللّٰهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ ×٧

Bismillâh (dibaca 3 kali). A‘ûdzu billâ​​​​​​​hi wa qudratihî min syarri mâ ajidu wa uḫâdziru (dibaca 7 kali).

Dengan nama Allah (dibaca tiga kali), aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari keburukan apa yang kurasakan dan kukhawatirkan (dibaca 7 kali).

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَللّٰهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ، وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِيْ، لَاشِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Allâhumma rabban nâsi adzhibil ba’sa wa-syfi antasy syâfî lâ syifâ-a illâ syifâ-uka syifâ-an lâ yughâdiru saqaman

Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakit. Sembuhkanlah, Engkaulah penyembuh. Tak ada penawar selain dari penawar-Mu, penawar yang menghabiskan sakit dan penyakit.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلاٰخِرَةِ، اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِيْ دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ، اَللّٰهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ وَاٰمِنْ رَوْعَاتِيْ

Allâhumma innî as-alukal ‘âfiyah fid dunyâ wal âkhirah, allâhumma innî as-alukal ‘afwa wal âfiyah fî dînî wadun-yâya wa ahlî wa mâlî, allâhumma-stur ‘aurâtî wa âmin rau‘âtî

Ya Allah, aku memohon keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah aku memohon kesehatan (kebajikan dan keselamatan) dalam agama, dunia, keluarga, dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ، وَالْجُنُوْنِ، وَالْجُذَامِ، وَسَيِّئِ الأَسْقَامِ

Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal barashi, wal junûni, wal judzâmi, wa sayyi’il asqâmi

Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari penyakit lepra, gila, kusta, dan penyakit-penyakit lainnya.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللّٰهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

A'ûdzu bi kalimâtillâhit tâmmati min kulli syaithânin wa hâmmatin wa min kulli 'ainin lâmmatin

Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua setan, binatang yang beracun, dan ‘Ain yang menyakitkan (HR al-Bukhari).

Bacaan Tahlil Lengkap dan Doa Tahlil

Doa Tahlil ditujukan untuk almarhum atau almarhumah agar diberikan ampunan dosa, rahmat, dan keberkahan di akhirat. Doa Tahlil dapat dibaca secara pribadi maupun bersama-sama dalam acara tahlilan. Membaca Tahlil dipercaya memiliki banyak keutamaan, di antaranya mendatangkan syafaat Nabi Muhammad SAW, membuka delapan pintu surga bagi yang istiqamah mengamalkannya, serta pahala bacaan Tahlil yang dihadiahkan kepada almarhum/almarhumah dapat meringankan siksa kubur.

Tujuan doa Tahlil untuk arwah almarhum atau almarhumah adalah sebagai bentuk ikhtiar dan doa dari keluarga agar pahala bacaan sampai dan menjadi sebab kebaikan di alam kubur hingga akhirat.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى سَيِّدِنَا مُحمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاٰلِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَأَوْلَادِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ الْفَــاتِحَةُ

Ila ḫadlratin-nabiyyil-musthafâ sayyidinâ Muḫammadin shallallahu ‘alaihi wa sallama wa âlihi wa azwâjihi wa awlâdihi wa dzurriyyâtihi al-fâtiḫah

Kepada yang terhormat Nabi Muhammad ﷺ, segenap keluarga, istri-istrinya, anak-anaknya, dan keturunannya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…

ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، خُصُوْصًا إِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجِيْلَانِي وَخُصُوْصًا إِلَى مُؤَسِّسِيْ جَمْعِيَّةِ نَهْضَةِ الْعُلَمَاءِ الْفَــاتِحَةُ

Tsumma ilâ ḫadlrati ikhwânihi minal-anbiya’i wal-mursalîn wal-auliya’i wasy-syuhadâ’i wash-shâlihîn wash-shaḫâbati wat tâbi‘în wal-‘ulamâ’il-‘âmilîn wal-mushannifînal-mukhlishîn wa jamî‘il-malâikatil-muqarrabîn, khusûshan ilâ sayyidinâsy-syaikh ‘abdil qâdir al-jîlânî wa khushûshan ilâ muassisî jam‘iyyah Nahdlatil Ulama, al-fâtiḫah

Lalu kepada segenap saudara beliau dari kalangan pada nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi‘in, ulama al-amilin (yang mengamalkan ilmunya), ulama penulis yang ikhlas, semua malaikat Muqarrabin, terkhusus kepada Syekh Abdul Qadir al-Jilani dan para pendiri organisasi Nahdlatul Ulama. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah.

ثُمَّ إِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى اٰبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَةِ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنِ اجْتَمَعْنَا هٰهُنَا بِسَبَبِهِ الْفَاتِحَةُ

Tsumma ilâ jamî‘i ahlil-qubûri minal-muslimîna wal-muslimâti wal-mu’minîna wal-mu’minâti min masyâriqil-ardli ilâ maghâribihâ barrihâ wa baḫrihâ khushushan ilâ abâ’inâ wa ummahâtinâ wa ajdâdinâ wa jaddâtina wa masyâkhinâ wa masyâyikhi masyâyikhinâ wa asâtidzati asâtidzatinâ wa liman aḫsana ilainâ wa liman ijtama‘nâ hâhunâ bisababihi, al-fâtiḫah

Kemudian kepada semua ahli kubur Muslimin, Muslimat, Mukminin, Mukminat dari Timur ke Barat, baik di laut dan di darat, khususnya bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, guru kami, pengajar dari guru kami, mereka yang telah berbuat baik kepada kami, dan bagi ahli kubur/arwah yang menjadi sebab kami berkumpul di sini. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah.

ثُمَّ إِلَى جَمِيْعِ أهْلِ الْقُبُوْرِ مِمَّنْ ذُكِرَتْ أَسْمَاؤُهُ فِيْ هٰذِهِ الرِّسَالَةِ حَضْرَةِ رُوْحِ … وَحَضْرَةِ رُوْحِ … وَحَضْرَةِ رُوْحِ … رَحِمَهُمُ اللّٰهُ وَغَفَرَهُمْ، الْفَاتِحَةُ

Tsumma ilâ jamî‘i ahlil-qubûri mimman dzukirot asmâ’uhu fi hâdzihir risâlati, ḫadlrati rûhi…, wa ḫadlrati rûhi…, wa ḫadlrati rûhi…, roḫimahumullâhu wa ghafarahum, al-fâtiḫah

Kemudian kepada semua ahli kubur, yang namanya disebutkan dalam risalah ini. Kepada…, dan kepada…, dan kepada…. Semoga Allah merahmati dan mengampuni mereka. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ، اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ، وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَـــــدٌ ×٣

Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i), Qul huwallâhu aḫad, Allâhush-shamad, lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakul lahû kufuwan aḫad 3x

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” (3 kali).

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ

Lâ ilâha illâllâhu wallâhu akbar

Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ، مِنْ شَرِّ مَـــا خَلَقَۙ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ، وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i), Qul a‘udzu bi rabbil-falaq, min syarri mâ khalaq, wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab, wa min syarrin-naffâtsâti fîl-‘uqad, wa min syarri ḫâsidin idzâ ḫasad

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ

Lâ ilâha illâllâhu wallâhu akbar

Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ، مَلِكِ النَّـــاسِۙ، اِلٰهِ النَّاسِۙ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ، الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّــاسِ

Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i), Qul a‘udzû bi rabbin-nâs, malikin-nâs, ilahin-nâs, min syarril-waswâsil khannâs, alladzi yuwaswisu fî shudûrin-nâs, minal-jinnati wan-nâs.

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ

Lâ ilâha illâllâhu wallâhu akbar

Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ، الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ، مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ، اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ، اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ، صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i), al-ḫamdu lillâhi rabbil-‘âlamîn, Ar-raḫmânir-raḫîm, mâliki yaumid-dîn, iyyâka na‘budu wa iyyâka nasta‘în, ihdinâsh-shirâthal-mustaqîm, shirâtal ladzîna an‘amta ‘alaihim ghairil-maghdlûbi ‘alaihim wa lâdl-dlâllîn. Âmîn

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kau anugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Semoga Kau kabulkan permohonan kami.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، الۤــــــمّۤۚ، ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَۛ فِيْهِۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ، الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَۙ، وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَۗ، اُولٰۤىِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْۙ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i), Alif Lâm Mîm, dzâlikal-kitâbu lâ raiba fîhi, hudal-lilmuttaqîn, al-ladzîna yu’minûna bil-ghaibi wa yuqîmûnash-shalâta wa mimmâ razaqnâhum yunfiqûn, wal-ladzîna yu’minûna bimâ unzila ilaika wa mâ unzila min qablika, wa bil-âkhirati hum yûqinûn, ulâ’ika ‘alâ hudam mir rabbihim wa ulâ’ika humul-mufliḫûn.

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Alif lam mim. Demikian itu kitab ini tidak ada keraguan padanya. Sebagai petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada kitab Al-Qur’an yang telah diturunkan kepadamu (Muhammad ﷺ) dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya, serta mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari tuhannya. Merekalah orang orang yang beruntung.

وَإِلٰهُكُمْ إِلٰهٌ وَّاحِدٌ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيمُ

Wa ilâhukum ilâhuw wâḫidul lâ ilâha illa Huwar-raḫmânur-raḫîm.

Artinya, “Dan Tuhan kalian adalah Tuhan yang maha esa. Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Dia yang maha pengasih lagi maha penyayang.”

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Allahu lâ ilâha illa huwal-ḫayyul-qayyûm(u). Lâ ta’khudzuhû sinatuw wa lâ naûm(u). Lahû mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl. Man dzal ladzî yasyfa’u ‘indahû illâ bi idznih(i). Ya’lamu mâ baina aidîhim wa mâ khalfahum. Wa lâ yuḫithûna bi syai’in min ‘ilmihî illâ bimâ syâ’a wasi’a kursiyyuhus-samawâti wal-ardl. Wa lâ ya’ûduhu ḫifdhuhumâ wahuwal-‘aliyyul-adhîm.

Allah, tiada yang layak disembah kecuali Dia yang hidup kekal lagi berdiri sendiri. Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberikan syafaat di sisi-Nya kecuali dengan izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu dari ilmu-Nya kecuali apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat menjaga keduanya. Dia maha tinggi lagi maha agung.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَـــظِيْمَ ×٣

Astaghfirullâhal-‘adhîm 3 x

Saya mohon ampun kepada Allah yang maha agung (3 kali).

أَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، حَيٌّ مَوْجُوْدٌ

Afdlaludz dzikri fa‘lam annahu lâ ilâha illallâhu ḫayyun maujûd(un)

Sebaik-baik dzikir–ketahuilah–adalah lafal ‘Lâ ilâha illallâh’, tiada tuhan selain Allah, Dzat yang Maha Hidup dan Wujud.

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، حَيٌّ مَعْبُوْدٌ

La ilâha illâllâhu ḫayyun ma‘bûd

Tiada tuhan selain Allah, Dzat yang Maha Hidup dan disembah.

لَاَ إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، حَيٌّ بَاقٍ

La ilâha illâllâhu ḫayyun bâq

Tiada tuhan selain Allah, Dzat yang Maha Hidup dan kekal.

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ ×١٠٠

La ilâha illâllâh 100x

Tiada tuhan selain Allah (100 kali).

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ ×٢

Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muḫammadin, Allâhumma shalli ‘alaihi wa sallim

Ya Allah, limpahkan rahmat takzim dan keselamatan kepada pemimpin kami, Nabi Muhammad (2 kali).

سُبْحَــانَ اللّٰهِ عَدَدَ مَـــا خَلَقَ اللّٰهُ ×٧

Subḫânallâhi ‘adada mâ khalaqallâhu

Mahasuci Allah sebanyak makhluk yang Allah ciptakan (7 kali).

سُبحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللّٰهِ الْعَظِيْمِ ×٣٣

Subḫânallâhi wa biḫamdihi subḫânallâhil ‘adhîm

Mahasuci Allah dengan segala pujian untuk-Nya. Mahasuci Allah yang Maha Agung (33 kali)

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ ×٢

Allâhumma shalli ‘alâ ḫabîbika sayyidinâ Muḫammadin wa âlihi wa shaḫbihi wa sallim 2x

Ya Allah, limpahkan rahmat takzim dan keselamatan kepada kekasih-Mu, pemimpin kami, Nabi Muhammad, berikut keluarga dan sahabatnya (2 kali).

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ أَجْمَعِيْنَ

Allâhumma shalli ‘alâ ḫabîbika sayyidinâ Muḫammadin wa ‘alâ âlihi wa shaḫbihi wa bârik wa sallim ajma‘în

Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada kekasih-Mu, pemimpin kami, Nabi Muhammad, berikut keluarga dan sahabatnya. Limpahkanlah pula berkah dan keselamatan kepada mereka semua.

﴿الدعاء﴾ أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ، حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ، حَمْدًا يُّوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحِمَّدٍ

A‘ûdzubillâhi minasy-syaithâr-rajîm, bismillâhir-raḫmânir-raḫîm, al-ḫamdulillâhi rabbil-‘alamîn, ḫamdasy syâkirin, ḫamdan nâ‘imîn, ḫamdan yuwâfî ni‘amahu wa yukâfî’u mazîdah(u), yâ rabbanâ lakal-ḫamdu kamâ yanbaghî lijalâli wajhika wa ‘adhîmi sulthânika, allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muḫammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ Muḫammadin.

Doa Aku berlindung diri kepada Engkau dari setan yang di rajam. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang yang memperoleh nikmat sama memuji, dengan pujian yang sesuai dengan nikmatnya dan memungkinkan di tambah nikmatnya. Tuhan kami, hanya Engkau segala puji, sebagaimana yang patut terhadap kemuliaan Engkau dan keagungan Engkau. Ya Allah tambahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan kepada keluarganya.

اَللّٰهُمَّ تَقَبَّلْ وَأَوْصِلْ ثَوَابَ مَا قَرَاْنَاهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَمَا هَلَّلْنَا وَمَا سَبَّحْنَا وَمَا اسْتَغْفَرْنَا وَمَا صَلَّيْنَا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةً وَاصِلَةً وَرَحْمَةً نَازِلَةً وَبَرَكَةً شَامِلَةً إِلَى حَضَرَةِ حَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ أَعْيُنِنَا سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَإِلَى جَمِيْعِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيْلِ اللّٰهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ وَالْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْن، خُصُوْصًا إِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجِيْلَانِيّ، ثُمَّ إِلَى أَرْوَاحِ جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا، وَنَخَصُّ خَصُوْصًا إِلَى مَنِ اجْتَمَعْنَا هٰهُنَا بِسَبَبِهِ وَلِأَجْلِهِ

Allâhumma taqabbal wa aushil tsawâba mâ qara’nâhu minal-qur’anil-‘adhîmi wa mâ hallalnâ wamâ sabbaḫnâ wamâstaghfarnâ wamâ shallainâ ‘alâ sayyidinâ Muḫammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallamâ hadiyyatan wâshilatan wa raḫmatan nâzilatan wa barakatan syâmilatan ilâ ḫadlrati ḫabîbinâ wa syafî‘nâ wa qurrati a‘yuninâ sayyidinâ wa maulana Muḫammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallamâ, wa ilâ jamî‘i ikhwânihi minal-anbiyâ’i wal mursalîna wal-auliyâ’i wasy-syuhadâ’i wash-shaliḫina wash-shaḫâbati wat-tâbi‘înâ wal-‘ulamâ’il-‘âmilîna wal-mushannifînal-mukhlashîna wa jamî‘il-mujâhidînâ fî sabîlillâhi rabbil-‘âlamîna wal-malâ’ikatil-muqarrabîna, khusûshan ilâ sayyidinâsy-Syaikhi Abdil Qâdir al-Jîlâni, tsumma ilâ arwâhi jami‘i ahlil-qubûri minal-muslimînâ wal-muslimâti wal-mu’minînâ wal-mu’minâti min masyâriqil-ardli wa maghâribihâ barrihâ wa baḫrihâ khusushan ilâ âbâ’inâ wa ummahâtinâ wa ajdâdinâ wa jaddâtinâ, wa nakhushshu khusûshan ilâ man ijtama‘nâ hahunâ bisababihi wa liajlihi.

Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala ayat-ayat Quranul ‘adhim yang telah kami baca, tahlil kami, tasbih dan istighfar kami, dan bacaan shalawat kami kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan kepada keluarganya. Sebagai hadiah yang bisa sampai, rahmat yang turun, dan berkah yang cukup kepada kekasih kami, penolong dan buah mata kami, penghulu dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad ﷺ, kepada semua temannya dari para Nabi dan para Utusan, kepada para wali, pahlawan yang gugur (Syuhada), orang-orang yang salih, para sahabat, dan tabi’in (para pengikutnya); kepada para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas, kepada semua pejuang di jalan Allah (membela agama-Nya), Allah raja seru sekalian alam; dan kepada para Malaikat muqarrabin, terutama Syekh Abdul Qadir al-Jilani, kemudian kepada ahli kubur, muslim yang laki-laki dan yang perempuan, mukmin yang laki-laki dan yang perempuan, dari dunia timur dan barat di darat dan di laut, terutama lagi kepada bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, nenek-nenek kami yang laki-laki dan yang perempuan, lebih terutama lagi kepada orang yang menyebabkan kami sekalian berkumpul di sini dan untuk keperluannya.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ، اَللّٰهُمَّ أَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِ

Allâhummaghfirlahum warḫamhum wa ‘âfihim wa‘fu ‘anhum, allâhumma anzilir-raḫmata wal-maghfirata ‘alâ ahlil-qubûri min ahli lâ ilâha illallâhu muḫammadur-rasûlullahi

Ya Allah ampunilah mereka, kasihanilah mereka, dan maafkanlah mereka. Ya Allah turunkanlah rahmat, dan ampunan kepada ahlul kubur yang ahli mengucapkan “Laa ilaaha illaallah, Muhammadur rasulullah” (Tidak ada tuhan selain Allah, Muhammad Utusan Allah).

رَبَّنَا أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَّارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَّارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ، اَلْفَاتِحَة

Rabbanâ arinâl-ḫaqqa ḫaqqan warzuqnât-tibâ‘ah, wa arinâl-bâthila bâthilan warzuqnâj tinâbah. Rabbanâ âtinâ fid-dunyâ ḫasanatan wa fil-âkhirati ḫasanatan wa qinâ ‘adzaban-nâr. Subḫâna rabbika rabbil-‘izzati ‘ammâ yashifun, wa salamun ‘alal-mursalîn, wal-ḫamdulillâhi rabbil-‘âlamîn. Al-fâtiḫah..

Tuhan kami, tunjukkanlah kami kebenaran dengan jelas, jadikanlah kami pengikutnya, tunjukkanlah kami perkara batil dengan jelas, dan jadikanlah kami menjauhinya. Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka, Maha Suci Tuhanku, tuhan yang bersih dari sifat yang di berikan oleh orang-orang kafir, semoga keselamatan tetap melimpahkan kepada para Utusannya dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian Alam. Al Fatihah.

Surat Ar-Rahman Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan

Surat Ar-Rahman adalah surat ke-55 dalam Al-Qur'an yang diturunkan di kota Makkah, berisi 78 ayat. Surat ini menekankan sifat Allah sebagai Maha Pengasih dan Penyayang. Di dalamnya, terdapat pertanyaan "Maka nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu dustakan?" yang diulang sebanyak 31 kali.

Membaca Surat Ar-Rahman dengan khusyuk dipercaya dapat mendatangkan pahala besar serta membantu penyembuhan penyakit fisik dan mental. Membaca surat ini di malam hari diyakini dapat mendatangkan rezeki, berkah, dan memperkuat keimanan.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَلرَّحْمٰنُۙ ۝١

ar-raḫmân

(Allah) Yang Maha Pengasih,

عَلَّمَ الْقُرْاٰنَۗ ۝٢

‘allamal-qur'ân

telah mengajarkan Al-Qur’an.

خَلَقَ الْاِنْسَانَۙ ۝٣

khalaqal-insân

Dia menciptakan manusia.

عَلَّمَهُ الْبَيَانَ ۝٤

‘allamahul-bayân

Dia mengajarinya pandai menjelaskan.

اَلشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍۙ ۝٥

asy-syamsu wal-qamaru biḫusbân

Matahari dan bulan (beredar) sesuai dengan perhitungan.

وَّالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ ۝٦

wan-najmu wasy-syajaru yasjudân

Tetumbuhan dan pepohonan tunduk (kepada-Nya).

وَالسَّمَاۤءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيْزَانَۙ ۝٧

was-samâ'a rafa‘ahâ wa wadla‘al-mîzân

Langit telah Dia tinggikan dan Dia telah menciptakan timbangan (keadilan dan keseimbangan)

اَلَّا تَطْغَوْا فِى الْمِيْزَانِ ۝٨

allâ tathghau fil-mîzân

agar kamu tidak melampaui batas dalam timbangan itu.

وَاَقِيْمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيْزَانَ ۝٩

wa aqîmul-wazna bil-qisthi wa lâ tukhsirul-mîzân

Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi timbangan itu.

وَالْاَرْضَ وَضَعَهَا لِلْاَنَامِۙ ۝١٠

wal-ardla wadla‘ahâ lil-anâm

Bumi telah Dia bentangkan untuk makhluk(-Nya).

فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّالنَّخْلُ ذَاتُ الْاَكْمَامِۖ ۝١١

fîhâ fâkihatuw wan-nakhlu dzâtul-akmâm

Padanya terdapat buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,

وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُۚ ۝١٢

wal-ḫabbu dzul-‘ashfi war-raiḫân

biji-bijian yang berkulit, dan bunga-bunga yang harum baunya.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝١٣

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ ۝١٤

khalaqal-insâna min shalshâling kal-fakhkhâr

Dia telah menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar.

وَخَلَقَ الْجَاۤنَّ مِنْ مَّارِجٍ مِّنْ نَّارٍۚ ۝١٥

wa khalaqal-jânna mim mârijim min nâr

Dia juga telah menciptakan jin dari nyala api tanpa asap.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝١٦

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِۚ ۝١٧

rabbul-masyriqaini wa rabbul-maghribaîn

(Dialah) Tuhan kedua tempat terbit (matahari pada musim panas dan musim dingin) dan Tuhan kedua tempat terbenam (matahari pada kedua musim itu).

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝١٨

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيٰنِۙ ۝١٩

marajal-baḫraini yaltaqiyân

Dia membiarkan dua laut (tawar dan asin) bertemu.

بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيٰنِۚ ۝٢٠

bainahumâ barzakhul lâ yabghiyân

Di antara keduanya ada pembatas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٢١

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُۚ ۝٢٢

yakhruju min-humal-lu'lu'u wal-marjân

Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٢٣

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنْشَاٰتُ فِى الْبَحْرِ كَالْاَعْلَامِۚ ۝٢٤

wa lahul-jawâril-munsya'âtu fil-baḫri kal-a‘lâm

Milik-Nyalah (bahtera) buatan manusia yang berlayar di laut laksana gunung-gunung.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِࣖ ۝٢٥

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍۖ ۝٢٦

kullu man ‘alaihâ fân

Semua yang ada di atasnya (bumi) itu akan binasa.

وَّيَبْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِۚ ۝٢٧

wa yabqâ waj-hu rabbika dzul-jalâli wal-ikrâm

(Akan tetapi,) wajah (zat) Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٢٨

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

يَسْـَٔلُهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِيْ شَأْنٍۚ ۝٢٩

yas'aluhû man fis-samâwâti wal-ardl, kulla yaumin huwa fî sya'n

Siapa yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap hari Dia menangani urusan.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٣٠

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

سَنَفْرُغُ لَكُمْ اَيُّهَ الثَّقَلٰنِۚ ۝٣١

sanafrughu lakum ayyuhats-tsaqalân

Kami akan mencurahkan perhatian kepadamu, wahai manusia dan jin.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٣٢

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَنْ تَنْفُذُوْا مِنْ اَقْطَارِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ فَانْفُذُوْاۗ لَا تَنْفُذُوْنَ اِلَّا بِسُلْطٰنٍۚ ۝٣٣

yâ ma‘syaral-jinni wal-insi inistatha‘tum an tanfudzû min aqthâris-samâwâti wal-ardli fanfudzû, lâ tanfudzûna illâ bisulthân

Wahai segenap jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya, kecuali dengan kekuatan (dari Allah).

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٣٤

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّنْ نَّارٍۙ وَّنُحَاسٌ فَلَا تَنْتَصِرَانِۚ ۝٣٥

yursalu ‘alaikumâ syuwâdhum min nâriw wa nuḫâsun fa lâ tantashirân

Kepadamu, (wahai jin dan manusia,) disemburkan nyala api dan (ditumpahkan) cairan tembaga panas sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٣٦

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

فَاِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاۤءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِۚ ۝٣٧

fa idzansyaqqatis-samâ'u fa kânat wardatang kad-dihân

Maka, apabila langit terbelah, lalu (warnanya) menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak, (terjadilah kengerian yang hebat).

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٣٨ <

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُسْـَٔلُ عَنْ ذَنْۢبِهٖٓ اِنْسٌ وَّلَا جَاۤنٌّۚ ۝٣٩

fa yauma'idzil lâ yus'alu ‘an dzambihî insuw wa lâ jânn

Maka, pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٤٠

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

يُعْرَفُ الْمُجْرِمُوْنَ بِسِيْمٰهُمْ فَيُؤْخَذُ بِالنَّوَاصِيْ وَالْاَقْدَامِۚ ۝٤١

yu‘raful-mujrimûna bisîmâhum fa yu'khadzu bin-nawâshî wal-aqdâm

Para pendosa dikenali dengan tanda-tandanya, lalu direnggut ubun-ubun dan kakinya.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٤٢

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِيْ يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُوْنَۘ ۝٤٣

hâdzihî jahannamullatî yukadzdzibu bihal-mujrimûn

Inilah (neraka) Jahanam yang didustakan oleh para pendosa.

يَطُوْفُوْنَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيْمٍ اٰنٍۚ ۝٤٤

yathûfûna bainahâ wa baina ḫamîmin ân

Mereka bolak-balik di antaranya (api neraka) dan air mendidih yang sangat panas.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِࣖ ۝٤٥

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ جَنَّتٰنِۚ ۝٤٦

wa liman khâfa maqâma rabbihî jannatân

Bagi siapa yang takut pada keagungan Tuhannya disediakan dua surga.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ ۝٤٧

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

ذَوَاتَآ اَفْنَانٍۚ ۝٤٨

dzawâtâ afnân

Kedua surga itu mempunyai (pepohonan) yang bercabang-cabang.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٤٩

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

فِيْهِمَا عَيْنٰنِ تَجْرِيٰنِۚ ۝٥٠

fîhimâ ‘ainâni tajriyân

Di dalam kedua (surga) itu terdapat dua mata air yang memancar.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٥١

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

فِيْهِمَا مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجٰنِۚ ۝٥٢

fîhimâ ming kulli fâkihatin zaujân

Di dalam kedua (surga) itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ۝٥٣

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى فُرُشٍ ۢ بَطَاۤىِٕنُهَا مِنْ اِسْتَبْرَقٍۗ وَجَنَا الْجَنَّتَيْنِ دَانٍۚ ۝٥٤

muttaki'îna ‘alâ furusyim bathâ'inuhâ min istabraq, wa janal-jannataini dân

Mereka berbaring di atas permadani yang bagian dalamnya (terbuat) dari sutera tebal. Buah-buahan di kedua surga itu (dapat) dipetik dari dekat.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٥٥

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

فِيْهِنَّ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِۙ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ ۝٥٦

fîhinna qâshirâtuth-tharfi lam yathmits-hunna insung qablahum wa lâ jânn

Di dalamnya ada (bidadari) yang membatasi pandangan (hanya untuk pasangannya) yang tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak (pula) oleh jin.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ۝٥٧

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

كَاَنَّهُنَّ الْيَاقُوْتُ وَالْمَرْجَانُۚ ۝٥٨

ka'annahunnal-yâqûtu wal-marjân

Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٥٩

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

هَلْ جَزَاۤءُ الْاِحْسَانِ اِلَّا الْاِحْسَانُۚ ۝٦٠

hal jazâ'ul-iḫsâni illal-iḫsân

Adakah balasan kebaikan selain kebaikan (pula)?

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٦١

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

وَمِنْ دُوْنِهِمَا جَنَّتٰنِۚ ۝٦٢

wa min dûnihimâ jannatân

Selain dari kedua (surga) itu ada dua surga (lagi).

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ ۝٦٣

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

مُدْهَاۤمَّتٰنِۚ ۝٦٤

mud-hâmmatân

Kedua surga itu (terlihat warnanya) hijau tua.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٦٥

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

فِيْهِمَا عَيْنٰنِ نَضَّاخَتٰنِۚ ۝٦٦

fîhimâ ‘ainâni nadldlâkhatân

Di dalam keduanya ada dua mata air yang memancar tanpa henti.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ۝٦٧

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

فِيْهِمَا فَاكِهَةٌ وَّنَخْلٌ وَّرُمَّانٌۚ ۝٦٨

fîhimâ fâkihatuw wa nakhluw wa rummân

Di dalam keduanya ada buah-buahan (antara lain) kurma dan delima.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ۝٦٩

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

فِيْهِنَّ خَيْرٰتٌ حِسَانٌۚ ۝٧٠

fîhinna khairâtun ḫisân

Di dalamnya ada (bidadari) yang mulia (akhlaknya) lagi jelita.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ۝٧١

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

حُوْرٌ مَّقْصُوْرٰتٌ فِى الْخِيَامِۚ ۝٧٢

ḫûrum maqshûrâtun fil-khiyâm

Bidadari-bidadari yang dipingit dalam kemah-kemah.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ۝٧٣

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ ۝٧٤

lam yathmits-hunna insung qablahum wa lâ jânn

Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak (pula) oleh jin.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ۝٧٥

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَّعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍۚ ۝٧٦

muttaki'îna ‘alâ rafrafin khudlriw wa ‘abqariyyin ḫisân

Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ۝٧٧

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

تَبٰرَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِى الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِࣖ ۝٧٨

tabârakasmu rabbika dzil-jalâli wal-ikrâm

Mahaberkah nama Tuhanmu Pemilik keagungan dan kemuliaan.

Surat Al - Mulk Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan

Surat Al-Mulk adalah surat ke-67 dalam Al-Qur'an yang diturunkan di Mekkah. Surat ini berfokus pada kekuasaan mutlak Allah SWT dan mengajarkan pentingnya bersyukur atas rezeki yang diberikan-Nya. Selain itu, surat ini memperingatkan tentang azab akhirat bagi orang kafir dan memberikan janji pengampunan bagi umat Muslim yang taat pada perintah Allah.

Keutamaan Membaca Surat Al-Mulk:

  • Melindungi dari Siksa Kubur: Membaca Surat Al-Mulk di malam hari diyakini memberikan perlindungan dari siksa kubur
  • Memohon Syafaat: Surat ini akan memberikan syafaat bagi pembacanya dan memohonkan pengampunan atas dosa-dosanya
  • Pahala Berlipat Ganda: Membaca Surat Al-Mulk memberikan pahala yang berlipat ganda bagi yang mengamalkannya.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ ۝١

tabârakalladzî biyadihil-mulku wa huwa ‘alâ kulli syai'ing qadîr

Mahaberkah Zat yang menguasai (segala) kerajaan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu,

ࣙالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ ۝٢

alladzî khalaqal-mauta wal-ḫayâta liyabluwakum ayyukum aḫsanu ‘amalâ, wa huwal-‘azîzul-ghafûr

yaitu yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.

الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَاقًاۗ مَا تَرٰى فِيْ خَلْقِ الرَّحْمٰنِ مِنْ تَفٰوُتٍۗ فَارْجِعِ الْبَصَرَۙ هَلْ تَرٰى مِنْ فُطُوْرٍ ۝٣

alladzî khalaqa sab‘a samâwâtin thibâqâ, mâ tarâ fî khalqir-raḫmâni min tafâwut, farji‘il-bashara hal tarâ min futhûr

(Dia juga) yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu tidak akan melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih ketidakseimbangan sedikit pun. Maka, lihatlah sekali lagi! Adakah kamu melihat suatu cela?

ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ اِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَّهُوَ حَسِيْرٌ ۝٤

tsummarji‘il-bashara karrataini yangqalib ilaikal-basharu khâsi'aw wa huwa ḫasîr

Kemudian, lihatlah sekali lagi (dan) sekali lagi (untuk mencari cela dalam ciptaan Allah), niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu dengan kecewa dan dalam keadaan letih (karena tidak menemukannya).

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيْحَ وَجَعَلْنٰهَا رُجُوْمًا لِّلشَّيٰطِيْنِ وَاَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيْرِ ۝٥

wa laqad zayyannas-samâ'ad-dun-yâ bimashâbîḫa wa ja‘alnâhâ rujûmal lisy-syayâthîni wa a‘tadnâ lahum ‘adzâbas-sa‘îr

Sungguh, Kami benar-benar telah menghiasi langit dunia dengan bintang-bintang, menjadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat pelempar terhadap setan, dan menyediakan bagi mereka (setan-setan itu) azab (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).

وَلِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ ۝٦

wa lilladzîna kafarû birabbihim ‘adzâbu jahannam, wa bi'sal-mashîr

Orang-orang yang kufur kepada Tuhannya akan mendapat azab (neraka) Jahanam. Itulah seburuk-buruk tempat kembali.

اِذَآ اُلْقُوْا فِيْهَا سَمِعُوْا لَهَا شَهِيْقًا وَّهِيَ تَفُوْرُۙ ۝٧

idzâ ulqû fîhâ sami‘û lahâ syahîqaw wa hiya tafûr

Apabila dilemparkan ke dalamnya (neraka), mereka pasti mendengar suaranya yang mengerikan saat ia membara.

تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِۗ كُلَّمَآ اُلْقِيَ فِيْهَا فَوْجٌ سَاَلَهُمْ خَزَنَتُهَآ اَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيْرٌۙ ۝٨

takâdu tamayyazu minal-ghaîdh, kullamâ ulqiya fîhâ faujun sa'alahum khazanatuhâ a lam ya'tikum nadzîr

(Neraka itu) hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaganya bertanya kepada mereka, “Tidak pernahkah seorang pemberi peringatan datang kepadamu (di dunia)?”

قَالُوْا بَلٰى قَدْ جَاۤءَنَا نَذِيْرٌ ەۙ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللّٰهُ مِنْ شَيْءٍۖ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ كَبِيْرٍ ۝٩

qâlû balâ qad jâ'anâ nadzîrun fa kadzdzabnâ wa qulnâ mâ nazzalallâhu min syai'in in antum illâ fî dlalâling kabîr

Mereka menjawab, “Pernah! Sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(-nya) dan mengatakan, ‘Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun.’” (Para malaikat berkata,) “Kamu tidak lain hanyalah (berada) dalam kesesatan yang besar.”

وَقَالُوْا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ اَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِيْٓ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِ ۝١٠

wa qâlû lau kunnâ nasma‘u au na‘qilu mâ kunnâ fî ash-ḫâbis-sa‘îr

Mereka juga berkata, “Andaikan dahulu kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), tentulah kami tidak termasuk ke dalam (golongan) para penghuni (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).”

فَاعْتَرَفُوْا بِذَنْۢبِهِمْۚ فَسُحْقًا لِّاَصْحٰبِ السَّعِيْرِ ۝١١

fa‘tarafû bidzambihim, fa suḫqal li'ash-ḫâbis-sa‘îr

Mereka mengakui dosanya (saat penyesalan tidak lagi bermanfaat). Maka, jauhlah (dari rahmat Allah) bagi para penghuni (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala) itu.

اِنَّ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ كَبِيْرٌ ۝١٢

innalladzîna yakhsyauna rabbahum bil-ghaibi lahum maghfiratuw wa ajrung kabîr

Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya dengan tanpa melihat-Nya akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

وَاَسِرُّوْا قَوْلَكُمْ اَوِ اجْهَرُوْا بِهٖۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ ۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ ۝١٣

wa asirrû qaulakum awij-harû bih, innahû ‘alîmum bidzâtish-shudûr

Rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

اَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَۗ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُࣖ ۝١٤

alâ ya‘lamu man khalaq, wa huwal-lathîful-khabîr

Apakah (pantas) Zat yang menciptakan itu tidak mengetahui, sedangkan Dia (juga) Mahahalus lagi Maha Mengetahui?

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖۗ وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ ۝١٥

huwalladzî ja‘ala lakumul-ardla dzalûlan famsyû fî manâkibihâ wa kulû mir rizqih, wa ilaihin-nusyûr

Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu dalam keadaan mudah dimanfaatkan. Maka, jelajahilah segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Hanya kepada-Nya kamu (kembali setelah) dibangkitkan.

ءَاَمِنْتُمْ مَّنْ فِى السَّمَاۤءِ اَنْ يَّخْسِفَ بِكُمُ الْاَرْضَ فَاِذَا هِيَ تَمُوْرُۙ ۝١٦

a amintum man fis-samâ'i ay yakhsifa bikumul-ardla fa idzâ hiya tamûr

Sudah merasa amankah kamu dari Zat yang menguasai langit, yaitu (dari bencana) dibenamkannya bumi oleh-Nya bersama kamu ketika tiba-tiba ia terguncang?

اَمْ اَمِنْتُمْ مَّنْ فِى السَّمَاۤءِ اَنْ يُّرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًاۗ فَسَتَعْلَمُوْنَ كَيْفَ نَذِيْرِ ۝١٧

am amintum man fis-samâ'i ay yursila ‘alaikum ḫâshibâ, fa sata‘lamûna kaifa nadzîr

Atau, sudah merasa amankah kamu dari Zat yang menguasai langit, yaitu (dari bencana) dikirimkannya badai batu oleh-Nya kepadamu? Kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku.

وَلَقَدْ كَذَّبَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيْرِ ۝١٨

wa laqad kadzdzaballadzîna ming qablihim fa kaifa kâna nakîr

Sungguh, orang-orang sebelum mereka pun benar-benar telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka, betapa hebatnya kemurkaan-Ku!

اَوَلَمْ يَرَوْا اِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صٰۤفّٰتٍ وَّيَقْبِضْنَۘ مَا يُمْسِكُهُنَّ اِلَّا الرَّحْمٰنُۗ اِنَّهٗ بِكُلِّ شَيْءٍ ۢ بَصِيْرٌ ۝١٩

a wa lam yarau ilath-thairi fauqahum shâffâtiw wa yaqbidln, mâ yumsikuhunna illar-raḫmân, innahû bikulli syai'im bashîr

Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu.

اَمَّنْ هٰذَا الَّذِيْ هُوَ جُنْدٌ لَّكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِّنْ دُوْنِ الرَّحْمٰنِۗ اِنِ الْكٰفِرُوْنَ اِلَّا فِيْ غُرُوْرٍۚ ۝٢٠

am man hâdzalladzî huwa jundul lakum yanshurukum min dûnir-raḫmân, inil-kâfirûna illâ fî ghurûr

Atau, siapakah yang akan menjadi bala tentara bagimu yang dapat menolongmu selain (Allah) Yang Maha Pengasih? Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu.

اَمَّنْ هٰذَا الَّذِيْ يَرْزُقُكُمْ اِنْ اَمْسَكَ رِزْقَهٗۚ بَلْ لَّجُّوْا فِيْ عُتُوٍّ وَّنُفُوْرٍ ۝٢١

am man hâdzalladzî yarzuqukum in amsaka rizqah, bal lajjû fî ‘utuwwiw wa nufûr

Atau, siapakah yang dapat memberimu rezeki jika Dia menahan rezeki-Nya? Sebaliknya, mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri (dari kebenaran).

اَفَمَنْ يَّمْشِيْ مُكِبًّا عَلٰى وَجْهِهٖٓ اَهْدٰىٓ اَمَّنْ يَّمْشِيْ سَوِيًّا عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ ۝٢٢

a fa may yamsyî mukibban ‘alâ waj-hihî ahdâ am may yamsyî sawiyyan ‘alâ shirâthim mustaqîm

Apakah orang yang berjalan dengan wajah tertelungkup itu lebih mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?

قُلْ هُوَ الَّذِيْٓ اَنْشَاَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ ۝٢٣

qul huwalladzî ansya'akum wa ja‘ala lakumus-sam‘a wal-abshâra wal-af'idah, qalîlam mâ tasykurûn

Katakanlah, “Dialah Zat yang menciptakanmu dan menjadikan bagimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani. (Akan tetapi,) sedikit sekali kamu bersyukur.”

قُلْ هُوَ الَّذِيْ ذَرَاَكُمْ فِى الْاَرْضِ وَاِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ ۝٢٤

qul huwalladzî dzara'akum fil-ardli wa ilaihi tuḫsyarûn

Katakanlah, “Dialah yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi dan kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.”

وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ ۝٢٥

wa yaqûlûna matâ hâdzal-wa‘du ing kuntum shâdiqîn

Mereka berkata, “Kapankah (datangnya) janji (azab) ini jika kamu orang-orang benar?”

قُلْ اِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللّٰهِۖ وَاِنَّمَآ اَنَا۠ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ ۝٢٦

qul innamal-‘ilmu ‘indallâhi wa innamâ ana nadzîrum mubîn

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya ilmu (tentang hari Kiamat itu) hanya ada pada Allah. Aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas.”

فَلَمَّا رَاَوْهُ زُلْفَةً سِيْۤـَٔتْ وُجُوْهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَقِيْلَ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تَدَّعُوْنَ ۝٢٧

fa lammâ ra'auhu zulfatan sî'at wujûhulladzîna kafarû wa qîla hâdzalladzî kuntum bihî tadda‘ûn

Ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat) sudah dekat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dikatakan (kepada mereka), “Ini adalah (sesuatu) yang dahulu kamu selalu mengaku (bahwa kamu tidak akan dibangkitkan).”

قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ اَهْلَكَنِيَ اللّٰهُ وَمَنْ مَّعِيَ اَوْ رَحِمَنَاۙ فَمَنْ يُّجِيْرُ الْكٰفِرِيْنَ مِنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ ۝٢٨

qul ara'aitum in ahlakaniyallâhu wa mam ma‘iya au raḫimanâ fa may yujîrul-kâfirîna min ‘adzâbin alîm

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tahukah kamu jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersamaku atau memberi rahmat kepada kami (dengan memperpanjang umur kami,) lalu siapa yang dapat melindungi orang-orang kafir dari azab yang pedih?”

قُلْ هُوَ الرَّحْمٰنُ اٰمَنَّا بِهٖ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَاۚ فَسَتَعْلَمُوْنَ مَنْ هُوَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ ۝٢٩

qul huwar-raḫmânu âmannâ bihî wa ‘alaihi tawakkalnâ, fa sata‘lamûna man huwa fî dlalâlim mubîn

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Zat Yang Maha Pengasih, kami beriman kepada-Nya dan hanya kepada-Nya kami bertawakal. Kelak kamu akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata.”

قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ اَصْبَحَ مَاۤؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَّأْتِيْكُمْ بِمَاۤءٍ مَّعِيْنٍࣖ ۝٣٠

qul ara'aitum in ashbaḫa mâ'ukum ghauran fa may ya'tîkum bimâ'im ma‘în

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika (sumber) air kamu surut ke dalam tanah, siapa yang akan memberimu air yang mengalir?”

Surat Al-Waqiah Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan

Surat Al-Waqiah adalah surat ke-56 dalam Al-Qur’an yang terdiri atas 96 ayat dan termasuk dalam golongan surat Makkiyah. Surat ini berisi kepastian datangnya hari kiamat, dahsyatnya peristiwa kehancurannya, serta pembagian golongan manusia, yaitu golongan kanan (yang mendapat kenikmatan surga), golongan kiri (penghuni neraka), dan golongan yang paling dahulu beriman.

Manfaat membaca Surat Al-Waqiah antara lain diyakini dapat melindungi dari kemiskinan, melapangkan rezeki, membuka pintu tobat, serta menanamkan keyakinan terhadap tauhid.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ ۝١

idzâ waqa‘atil-wâqi‘ah

Apabila terjadi hari Kiamat (yang pasti terjadi),

لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌۘ ۝٢

laisa liwaq‘atihâ kâdzibah

tidak ada seorang pun yang (dapat) mendustakan terjadinya.

خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ ۝٣

khâfidlatur râfi‘ah

(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).

اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّاۙ ۝٤

idzâ rujjatil-ardlu rajjâ

Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya

وَّبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّاۙ ۝٥

wa bussatil-jibâlu bassâ

dan gunung-gunung dihancurkan sehancur-hancurnya,

فَكَانَتْ هَبَاۤءً مُّنْۢبَثًّاۙ ۝٦

fa kânat habâ'am mumbatstsâ

jadilah ia debu yang beterbangan.

وَّكُنْتُمْ اَزْوَاجًا ثَلٰثَةًۗ ۝٧

wa kuntum azwâjan tsalâtsah

Kamu menjadi tiga golongan,

فَاَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِۗ ۝٨

fa ash-ḫâbul-maimanati mâ ash-ḫâbul-maimanah

yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu

وَاَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِۗ ۝٩

wa ash-ḫâbul-masy'amati mâ ash-ḫâbul-masy'amah

dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.

وَالسّٰبِقُوْنَ السّٰبِقُوْنَۙ ۝١٠

was-sâbiqûnas-sâbiqûn

Selain itu, (golongan ketiga adalah) orang-orang yang paling dahulu (beriman). Merekalah yang paling dahulu (masuk surga).

اُولٰۤىِٕكَ الْمُقَرَّبُوْنَۚ ۝١١

ulâ'ikal-muqarrabûn

Mereka itulah orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).

فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ ۝١٢

fî jannâtin-na‘îm

(Mereka) berada dalam surga (yang penuh) kenikmatan.

ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ ۝١٣

tsullatum minal-awwalîn

(Mereka adalah) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,

وَقَلِيْلٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ ۝١٤

wa qalîlum minal-âkhirîn

dan sedikit dari orang-orang yang (datang) kemudian.

عَلٰى سُرُرٍ مَّوْضُوْنَةٍۙ ۝١٥

‘alâ sururim maudlûnah

(Mereka berada) di atas dipan-dipan yang bertatahkan emas dan permata

مُّتَّكِـِٕيْنَ عَلَيْهَا مُتَقٰبِلِيْنَ ۝١٦

muttaki'îna ‘alaihâ mutaqâbilîn

seraya bersandar di atasnya saling berhadapan.

يَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُوْنَۙ ۝١٧

yathûfu ‘alaihim wildânum mukhalladûn

Mereka dikelilingi oleh anak-anak yang selalu muda

بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَۙ وَكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۙ ۝١٨

bi'akwâbiw wa abârîqa wa ka'sim mim ma‘în

dengan (membawa) gelas, kendi, dan seloki (berisi minuman yang diambil) dari sumber yang mengalir.

لَّا يُصَدَّعُوْنَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُوْنَۙ ۝١٩

lâ yushadda‘ûna ‘an-hâ wa lâ yunzifûn

Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk.

وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُوْنَۙ ۝٢٠

wa fâkihatim mimmâ yatakhayyarûn

(Mereka menyuguhkan pula) buah-buahan yang mereka pilih

وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَۗ ۝٢١

wa laḫmi thairim mimmâ yasytahûn

dan daging burung yang mereka sukai.

وَحُوْرٌ عِيْنٌۙ ۝٢٢

wa ḫûrun ‘în

Ada bidadari yang bermata indah

كَاَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُوْنِۚ ۝٢٣

ka'amtsâlil-lu'lu'il-maknûn

laksana mutiara yang tersimpan dengan baik

جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۝٢٤

jazâ'am bimâ kânû ya‘malûn

sebagai balasan atas apa yang selama ini mereka kerjakan.

لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا تَأْثِيْمًاۙ ۝٢٥

lâ yasma‘ûna fîhâ laghwaw wa lâ ta'tsîmâ

Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia dan tidak (pula) percakapan yang menimbulkan dosa,

اِلَّا قِيْلًا سَلٰمًا سَلٰمًا ۝٢٦

illâ qîlan salâman salâmâ

kecuali (yang mereka dengar hanyalah) ucapan, “Salam… salam.”

وَاَصْحٰبُ الْيَمِينِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْيَمِيْنِۗ ۝٢٧

wa ash-ḫâbul-yamîni mâ ash-ḫâbul-yamîn

Golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu.

فِيْ سِدْرٍ مَّخْضُوْدٍۙ ۝٢٨

fî sidrim makhdlûd

(Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,

وَّطَلْحٍ مَّنْضُوْدٍۙ ۝٢٩

wa thal-ḫim mandlûd

pohon pisang yang (buahnya) bersusun-susun,

وَّظِلٍّ مَّمْدُوْدٍۙ ۝٣٠

wa dhillim mamdûd

naungan yang terbentang luas,

وَّمَاۤءٍ مَّسْكُوْبٍۙ ۝٣١

wa mâ'im maskûb

air yang tercurah,

وَّفَاكِهَةٍ كَثِيْرَةٍۙ ۝٣٢

wa fâkihating katsîrah

buah-buahan yang banyak

لَّا مَقْطُوْعَةٍ وَّلَا مَمْنُوْعَةٍۙ ۝٣٣

lâ maqthû‘atiw wa lâ mamnû‘ah

yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang memetiknya,

وَّفُرُشٍ مَّرْفُوْعَةٍۗ ۝٣٤

wa furusyim marfû‘ah

dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.

اِنَّآ اَنْشَأْنٰهُنَّ اِنْشَاۤءًۙ ۝٣٥

innâ ansya'nâhunna insyâ'â

Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari itu) secara langsung,

فَجَعَلْنٰهُنَّ اَبْكَارًاۙ ۝٣٦

fa ja‘alnâhunna abkârâ

lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan

عُرُبًا اَتْرَابًاۙ ۝٣٧

‘uruban atrâbâ

yang penuh cinta (lagi) sebaya umurnya,

لِّاَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗࣖ ۝٣٨

li'ash-ḫâbil-yamîn

(diperuntukkan) bagi golongan kanan,

ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ ۝٣٩

tsullatum minal-awwalîn

(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu

وَثُلَّةٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ ۝٤٠

wa tsullatum minal-âkhirîn

dan segolongan besar (pula) dari orang-orang yang kemudian.

وَاَصْحٰبُ الشِّمَالِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الشِّمَالِۗ ۝٤١

wa ash-ḫâbusy-syimâli mâ ash-ḫâbusy-syimâl

Golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.

فِيْ سَمُوْمٍ وَّحَمِيْمٍۙ ۝٤٢

fî samûmiw wa ḫamîm

(Mereka berada) dalam siksaan angin yang sangat panas, air yang mendidih,

وَّظِلٍّ مِّنْ يَّحْمُوْمٍۙ ۝٤٣

wa dhillim miy yaḫmûm

dan naungan asap hitam

لَّا بَارِدٍ وَّلَا كَرِيْمٍ ۝٤٤

lâ bâridiw wa lâ karîm

yang tidak sejuk dan tidak menyenangkan.

اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُتْرَفِيْنَۚ ۝٤٥

innahum kânû qabla dzâlika mutrafîn

Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah.

وَكَانُوْا يُصِرُّوْنَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيْمِۚ ۝٤٦

wa kânû yushirrûna ‘alal-ḫintsil-‘adhîm

Mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar.

وَكَانُوْا يَقُوْلُوْنَ ەۙ اَىِٕذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ ۝٤٧

wa kânû yaqûlûna a idzâ mitnâ wa kunnâ turâbaw wa ‘idhâman a innâ lamab‘ûtsûn

Mereka berkata, “Apabila kami telah mati menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan (kembali)?

اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَ ۝٤٨

a wa âbâ'unal-awwalûn

Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (akan dibangkitkan pula)?”

قُلْ اِنَّ الْاَوَّلِيْنَ وَالْاٰخِرِيْنَۙ ۝٤٩

qul innal-awwalîna wal-âkhirîn

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian

لَمَجْمُوْعُوْنَۙ اِلٰى مِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ ۝٥٠

lamajmû‘ûna ilâ mîqâti yaumim ma‘lûm

benar-benar akan dikumpulkan pada waktu tertentu, yaitu hari yang sudah diketahui.

ثُمَّ اِنَّكُمْ اَيُّهَا الضَّاۤ لُّوْنَ الْمُكَذِّبُوْنَۙ ۝٥١

tsumma innakum ayyuhadl-dlâllûnal-mukadzdzibûn

Kemudian, sesungguhnya kamu, wahai orang-orang sesat lagi pendusta,

لَاٰكِلُوْنَ مِنْ شَجَرٍ مِّنْ زَقُّوْمٍۙ ۝٥٢

la'âkilûna min syajarim min zaqqûm

pasti akan memakan pohon zaqum.

فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۚ ۝٥٣

fa mâli'ûna min-hal-buthûn

Lalu, kamu akan memenuhi perut-perutmu dengannya.

فَشٰرِبُوْنَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيْمِۚ ۝٥٤

fa syâribûna ‘alaihi minal-ḫamîm

Setelah itu, untuk penawarnya (zaqum) kamu akan meminum air yang sangat panas.

فَشٰرِبُوْنَ شُرْبَ الْهِيْمِۗ ۝٥٥

fa syâribûna syurbal-hîm

Maka, kamu minum bagaikan unta yang sangat haus.

هٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّيْنِۗ ۝٥٦

hâdzâ nuzuluhum yaumad-dîn

Inilah hidangan (untuk) mereka pada hari Pembalasan.”

نَحْنُ خَلَقْنٰكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُوْنَ ۝٥٧

naḫnu khalaqnâkum falau lâ tushaddiqûn

Kami telah menciptakanmu. Mengapa kamu tidak membenarkan (hari Kebangkitan)?

اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تُمْنُوْنَۗ ۝٥٨

a fa ra'aitum mâ tumnûn

Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu pancarkan (sperma)?

ءَاَنْتُمْ تَخْلُقُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الْخٰلِقُوْنَ ۝٥٩

a antum takhluqûnahû am naḫnul-khâliqûn

Apakah kamu yang menciptakannya atau Kami Penciptanya?

نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَۙ ۝٦٠

naḫnu qaddarnâ bainakumul-mauta wa mâ naḫnu bimasbûqîn

Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami tidak lemah

عَلٰٓى اَنْ نُّبَدِّلَ اَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِيْ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ ۝٦١

‘alâ an nubaddila amtsâlakum wa nunsyi'akum fî mâ lâ ta‘lamûn

untuk mengubah bentukmu (di hari Kiamat) dan menciptakanmu kelak dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْاَةَ الْاُوْلٰى فَلَوْلَا تَذَكَّرُوْنَ ۝٦٢

wa laqad ‘alimtumun-nasy'atal-ûlâ falau lâ tadzakkarûn

Sungguh, kamu benar-benar telah mengetahui penciptaan yang pertama. Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَحْرُثُوْنَۗ ۝٦٣

a fa ra'aitum mâ taḫrutsûn

pakah kamu memperhatikan benih yang kamu tanam?

ءَاَنْتُمْ تَزْرَعُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الزّٰرِعُوْنَ ۝٦٤

a antum tazra‘ûnahû am naḫnuz-zâri‘ûn

Apakah kamu yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkan?

لَوْ نَشَاۤءُ لَجَعَلْنٰهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُوْنَۙ ۝٦٥

lau nasyâ'u laja‘alnâhu huthâman fa dhaltum tafakkahûn

Seandainya Kami berkehendak, Kami benar-benar menjadikannya hancur sehingga kamu menjadi heran tercengang,

اِنَّا لَمُغْرَمُوْنَۙ ۝٦٦

innâ lamughramûn

(sambil berkata,) “Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian.

بَلْ نَحْنُ مَحْرُوْمُوْنَ ۝٦٧

bal naḫnu mahrûmûn

Bahkan, kami tidak mendapat hasil apa pun.”

اَفَرَءَيْتُمُ الْمَاۤءَ الَّذِيْ تَشْرَبُوْنَۗ ۝٦٨

a fa ra'aitumul-mâ'alladzî tasyrabûn

Apakah kamu memperhatikan air yang kamu minum?

ءَاَنْتُمْ اَنْزَلْتُمُوْهُ مِنَ الْمُزْنِ اَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُوْنَ ۝٦٩

a antum anzaltumûhu minal-muzni am naḫnul-munzilûn

Apakah kamu yang menurunkannya dari awan atau Kami yang menurunkan?

لَوْ نَشَاۤءُ جَعَلْنٰهُ اُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُوْنَ ۝٧٠

lau nasyâ'u ja‘alnâhu ujâjan falau lâ tasykurûn

Seandainya Kami berkehendak, Kami menjadikannya asin. Mengapa kamu tidak bersyukur?

اَفَرَءَيْتُمُ النَّارَ الَّتِيْ تُوْرُوْنَۗ ۝٧١

a fa ra'aitumun-nârallatî tûrûn

Apakah kamu memperhatikan api yang kamu nyalakan?

ءَاَنْتُمْ اَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَآ اَمْ نَحْنُ الْمُنْشِـُٔوْنَ ۝٧٢

a antum ansya'tum syajaratahâ am naḫnul-munsyi'ûn

Apakah kamu yang menumbuhkan kayunya atau Kami yang menumbuhkan?

نَحْنُ جَعَلْنٰهَا تَذْكِرَةً وَّمَتَاعًا لِّلْمُقْوِيْنَۚ ۝٧٣

naḫnu ja‘alnâhâ tadzkirataw wa matâ‘al lil-muqwîn

Kami menjadikannya (api itu) sebagai peringatan dan manfaat bagi para musafir.

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِࣖ ۝٧٤

fa sabbiḫ bismi rabbikal-‘adhîm

Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung.

فَلَآ اُقْسِمُ بِمَوٰقِعِ النُّجُوْمِ ۝٧٥

fa lâ uqsimu bimawâqi‘in-nujûm

Aku bersumpah demi tempat beredarnya bintang-bintang.

وَاِنَّهٗ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُوْنَ عَظِيْمٌۙ ۝٧٦

wa innahû laqasamul lau ta‘lamûna ‘adhîm

Sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang sangat besar seandainya kamu mengetahui.

اِنَّهٗ لَقُرْاٰنٌ كَرِيْمٌۙ ۝٧٧

innahû laqur'ânung karîm

Sesungguhnya ia benar-benar Al-Qur’an yang sangat mulia,

فِيْ كِتٰبٍ مَّكْنُوْنٍۙ ۝٧٨

fî kitâbim maknûn

dalam Kitab yang terpelihara.

لَّا يَمَسُّهٗٓ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَۙ ۝٧٩

lâ yamassuhû illal-muthahharûn

Tidak ada yang menyentuhnya, kecuali para hamba (Allah) yang disucikan.

تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۝٨٠

tanzîlum mir rabbil-‘âlamîn

(Al-Qur’an) diturunkan dari Tuhan seluruh alam.

اَفَبِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَنْتُمْ مُّدْهِنُوْنَ ۝٨١

a fa bihâdzal-ḫadîtsi antum mud-hinûn

Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Al-Qur’an)

وَتَجْعَلُوْنَ رِزْقَكُمْ اَنَّكُمْ تُكَذِّبُوْنَ ۝٨٢

wa taj‘alûna rizqakum annakum tukadzdzibûn

dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan (Al-Qur’an)?

فَلَوْلَآ اِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُوْمَۙ ۝٨٣

falau lâ idzâ balaghatil-ḫulqûm

Kalau begitu, mengapa (kamu) tidak (menahan nyawa) ketika telah sampai di kerongkongan,

وَاَنْتُمْ حِيْنَىِٕذٍ تَنْظُرُوْنَۙ ۝٨٤

wa antum ḫîna'idzin tandhurûn

padahal kamu ketika itu melihat (orang yang sedang sekarat)?

وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلٰكِنْ لَّا تُبْصِرُوْنَ ۝٨٥

wa naḫnu aqrabu ilaihi mingkum wa lâkil lâ tubshirûn

Kami lebih dekat kepadanya (orang yang sedang sekarat) daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat.

فَلَوْلَآ اِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِيْنِيْنَۙ ۝٨٦

falau lâ ing kuntum ghaira madînîn

Maka, mengapa jika kamu tidak diberi balasan,

تَرْجِعُوْنَهَآ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ ۝٨٧

tarji‘ûnahâ ing kuntum shâdiqîn

kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang-orang yang benar?

فَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَۙ ۝٨٨

fa ammâ ing kâna minal-muqarrabîn

Jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah),

فَرَوْحٌ وَّرَيْحَانٌ ەۙ وَّجَنَّتُ نَعِيْمٍ ۝٨٩

fa rauḫuw wa raiḫânuw wa jannatu na‘îm

dia memperoleh ketenteraman, rezeki, dan surga (yang penuh) kenikmatan.

وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۙ ۝٩٠

wa ammâ ing kâna min ash-ḫâbil-yamîn

Jika dia (termasuk) golongan kanan,

فَسَلٰمٌ لَّكَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ ۝٩١

fa salâmul laka min ash-ḫâbil-yamîn

“Salam bagimu” dari (sahabatmu,) golongan kanan.

وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِيْنَ الضَّاۤلِّيْنَۙ ۝٩٢

wa ammâ ing kâna minal-mukadzdzibînadl-dlâllîn,

Jika dia termasuk golongan para pendusta lagi sesat,

فَنُزُلٌ مِّنْ حَمِيْمٍۙ ۝٩٣

fa nuzulum min ḫamîm

jamuannya berupa air mendidih

وَّتَصْلِيَةُ جَحِيْمٍ ۝٩٤

wa tashliyatu jaḫîm

dan dibakar oleh (neraka) Jahim.

اِنَّ هٰذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِيْنِۚ ۝٩٥

inna hâdzâ lahuwa ḫaqqul-yaqîn

Sesungguhnya ini benar-benar merupakan hakulyakin.

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِࣖ ۝٩٦

fa sabbiḫ bismi rabbikal-‘adhîm

Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung.

Kumpulan Dzikir Harian Lengkap

Kumpulan bacaan dzikir di setiap waktu untuk mengingat Allah SWT, serta pilihan bacaan wirid yang diamalkan secara rutin.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمَ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِأَصْحَابِ الْحُقُوْقِ عَلَيَّ وَلِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ ×٣

Astaghfirullâh al-‘adhîm lî wa liwâlidayya wa li ash ḫâbil-huquq ‘alayya walijami‘il-mu’minîna wal-mu’minâti wal-muslimîna wal-muslimâti al-aḫyâ’i minhum wal-amwât(i) 3x

Aku memohon ampunan kepada Allah yang Mahaagung, untuk diriku sendiri, kedua orang tuaku, sahabat-sahabat yang aku masih memiliki hak atasku, semua kaum mukmin dan muslim, baik yang masih hidup ataupun yang telah wafat.

لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ×٣

Lâ ilâha illallâhu waḫdahu lâ syarîka lah(u), lahul-mulku wa lahul-ḫamdu yuḫyî wayumîtu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadîr(un) 3x

Tiada Tuhan yang haq disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu baginya. Hanya milik-Nya segala kerajaan dan hanya milik-Nya segala puji, Dzat yang menghidupkan dan yang mematikan. Dialah Dzat yang kuasa atas segala sesuatu.

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَأَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَامِ

Allâhumma antas-salâm(u) wa minkas-salam(u) wa ilaika ya‘udus-salâm(u) faḫayyinâ rabbanâ bis-salam(i) wa adkhilnâl-jannata dâras-salam(i) tabârakta rabbanâ wa ta‘alaita yâ dzal-jalâli wal-ikram(i)

Ya Allah Engkaulah Dzat yang memberi keselamatan (kesejahteraan), dari-Mu keselamatan (kesejahteraan) datang, dan kepadamu segala keselamatan (kesejahteraan) itu kembali. Maka hidupkanlah kami ya Allah dengan selamat (sejahtera), masukkan kami ke dalam surga rumah keselamatan (kesejahteraan), Engkaulah Dzat yang Mahasuci, wahai Tuhan kami, dan Engkaulah Dzat yang Mahaluhur, wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ، الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ، مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ، اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ، اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ، صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ. اٰمِيْن

A‘ûdzu billahi minasy-syaithânir-rajîm(i). Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Al-ḫamdulillâhi rabbil-‘âlamîn(a). Arraḫmânir-raḫîm. Mâliki yaumid-dîn(i). Iyyâka na‘budu wa iyyâka nasta‘în(u). Ihdinash-shirâtal-mustqîm(a). Shirâtal-ladzîna an‘amta ‘alaihim ghairil-maghdûbi ‘alaihim wa lâdl-dlâllîn(a). âmîn

Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terlontar. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kauanugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Amin.

وَإِلٰهُكُمْ إِلٰهٌ وَاحِدٌ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ

Wa ilâhukum ilahun wâḫidun lâ ilâha illa huwar-raḫmânur-raḫîm(u)

Tuhanmu adalah Tuhan Yang Mahatunggal. Tiada tuhan selain Dia yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Allâhu lâ ilâha illa huwal-ḫayyul-qayyûmu lâ ta’khudzuhu sinatun wa lânaum(un). Lahu mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl(i) man dzal-ladzî yasyfa‘u ‘indahu illâ bi idznih(i). ya‘lamu mâ baina aidîhim wa mâ khalfahum wa lâ yuḫîthûna bi syai’in min `ilmihi illâ bimâ syâ’a. wasi‘a kursiyyuhus-samâwâti wal-ardla wa lâ ya’ûduhu ḫifdhuhumâ wa huwal-‘aliyyul-‘adhim

Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit .dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar (QS al-Baqarah: 255)

شَهِدَ اللهُ أَنَّهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ، إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللّٰهِ الْإِسْلَامُ، قُلِ اللّٰهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ، بِيَدِكَ الْخَيْرُ، إِنَّكَ عَلىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. تُوْلِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُوْلِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ، وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ، وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Syahidallâhu annahu lâ ilâha illâ huwa wal-mala’ikatu wa ûlûl ilmi qâiman bil-qisth(i). lâ ilâha illâ huwal-‘azizul hakîm(u). innad-dîna ‘indallâhil-islam(u). Qulillâhumma mâlikal-mulki tu’tîl-mulka man tasyâ’u wa tanzi‘ul-mulka mimman tasyâ’u watu‘izzu man tasyâ’u wa tudzillu man tasyâ’u biyadikal-khair(u). innaka ‘alâ kulli syai’in qadîr(un). Tûlijul-laila fin-nahâri wa tûlijun-nahâra fil-laili, wa tukhrijul-hayya minal-mayyiti wa tukhrijul-mayyita minal-ḫayyi, wa tarzuqu man tasyâ’u bighairi hisâb(in).

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.

سُبْحَانَ اللهِ ×٣٣ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ ×٣٣ اَللهُ أَكْبَرُ ×٣٣

Subhânallâh(i) 33x Al-hamdulillâh(i) 33x Allâhu akbar(u) 33x

Mahasuci Allah (33x) Segala puji bagi Allah (33x) Allah Mahabesar (33x)

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّابِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Allâhu akbaru kabîran wal-hamdulillâhi katsîran wa subhânallâhi bukratan wa ashîla(n). lâ ilâha illâhu wahdahu lâ syarîka lah(u). lahul-mulku walahul-ḫamdu yuhyî wa yumîtu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadîr(un). Lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-adhîm(i)

Allah Mahabesar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Mahasuci Allah, baik waktu pagi maupun sore. Tiada Tuhan yang haq disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu baginya. Hanya milikinya segala kerajaan dan hanya milikinya segala puji, Dzat yang menghidupkan dan yang mematikan. Dialah Dzat yang kuasa atas segala sesuatu. Tiada daya upaya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung.

اَللّٰهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا هَادِيَ لِمَا أَضْلَلْتَ، وَلَا مُبَدِّلَ لِمَا حَكَمْتَ، وَلَا رَآدَّ لِمَا قَضَيْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَاالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ، لَاإِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ

Allâhumma lâ mâni‘a limâ a‘thaita, wa lâ mu‘tiya limâ mana‘ta, wa lâ hâdiya limâ adl-lalta, wa lâ mubaddila limâ ḫakamta, wa lâ râdda limâ qadaita, wa lâ yanfa‘u dzal-jaddi minkal-jad(u), lâ ilâha illâ anta.

Ya Allah tidak ada orang yang dapat mencegah apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang memberikan apa saja yang Engkau cegah, tidak ada yang bisa memberi petunjuk kepada apa saja yang Engkau sesatkan, tidak ada yang bisa mengganti apa yang Engkau putuskan, dan tidak ada yang menolak apa yang telah Engkau tentukan, dan tidak memberi manfaat kekayaan dan kemuliaan kepada pemiliknya, dari-Mulah segala kekayaan dan kemuliaan. Tidak ada tuhan selain Engkau.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّـيِّ وَعَلى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Allâhumma shalli ‘ala sayyidinâ Muhammadin ‘abdika wa rasûlikan-nabiyyil-ummiyyi wa ‘ala âlihi wa shahbihi wa sallam.

Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad ﷺ, sebagai hamba dan utusan-Mu yang ummi, beserta keluarga dan sahabatnya

وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ، لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّابِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Wa hasbunâllâhu wa ni‘mal wakîl(u), lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil ‘adhîm(i)

Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik yang diserahi. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمَ

Astaghfirullâh al-‘adhîm(i)

Aku memohon ampun kepada Allah yang Mahaagung.

الدُّعَاءُ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِيْ نِعَمَهُ وَ يُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ

Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i). Al-ḫamdulillâhi rabbil-’âlamîn(a), ḫamdan yuwâfî ni‘amahu wa yukâfi’u mazîdahu yâ rabbanâ lakal-ḫamdu kamâ yanbaghî lijalâli wajhika wa ‘adhimi sulthânik(a). Allâhumma shalli wa sallim ‘ala sayyidinâ Muḫammadin wa âli sayyidinâ Muḫammad(in). Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidinâ Muḫammadin shalatan tunjînâ bihâ min jami‘il ahwâli wal âfâti wa taqdlî lanâ bihâ jamî‘al ḫâjât wa tuthahhirunâ min jamî‘is sayyiâti wa tarfa‘unâ biha ‘indaka a‘lad-darajâti wa tubaligunâ biha aqshal-ghayâti min jami‘il-khairâti fil-ḫayâti wa ba‘dal mamâti.

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan pujian yang sesuai dengan nikmatnya dan memungkinkan ditambah nikmatnya. Wahai Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji, sebagaimana yang patut bagi keagungan-Mu dan kebesaran kekuasaan-Mu. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Baginda Muhammad, yang dengan shalawat itu Engkau selamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan dari semua cobaan, Engkau penuhi semua kebutuhan kami, Engkau bersihkan kami dari segala kejelekan, Engkau angkat kami ke derajat paling tinggi, dan Engkau sampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dari semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati.

اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ اللُّطْفَ فِيْمَا جَرَتْ بِهِ الْمَقَادِيْرُ. اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ سَيِّدُنَا مُحَـمَّدٌ عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ. وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَكَ مِنْهُ سَيِّدُنَا وَنَبِيُّنَا مُحَـمَّدٌ عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ. اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا، وَلِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allâḫumma innâ nas’alukal-luthfa fîmâ jarat bihil-maqâdîru. Allâhumma innâ nas’aluka min khairi mâ sa’alaka minhu sayyidunâ Muḫammadun ‘abduka wa rasûluka. Wa na‘udzubika min syarri mâs-ta‘âdzaka minhu sayyiduna wa nabiyyunâ Muḫammadun ‘abduka wa rasûluka. Allâhumma innâ nas’aluka mûjibâti raḫmatikâ wa ‘azâ’ima maghfiratika was-salâmata min kulli itsmin wal-ghanîmata min kulli birrin wal-fauza bil-jannati wan-najâta minan-nâri wal-’afwa ‘indal-ḫisâb(i). rabbanâ lâ tuzigh qulûbanâ ba‘da idz hadaitanâ wa hab lanâ min ladunka raḫmatan innaka antal-wahhâb(u). rabbanâgh-fir lanâ wa liwâlidînâ kamâ rabbaunâ shighâra(n). wa lijamî‘il-mu’minîna wal-mu’minâti wal-muslimîna wal-muslimâtil-ahyâ’i minhum wal-amwâti. Rabbanâ âtinâ fid-dunyâ ḫasanatan wa fil-âkhirati ḫasanatanwa qinâ ‘adzaban-nâri. Wa shallallâhu ‘ala sayyidinâ Muḫammadin wa ‘ala âlihi wa shaḫbihi wa sallama wal-ḫamdulillâhi rabbil-’âlamîn(a).

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kelembutan setiap kali berlaku takdir-Mu. Ya Allah, kami memohon sesuatu terbaik yang pernah dimohonkan kepada-Mu oleh Baginda Muhammad, hamba dan rasul-Mu, dan kami berlindung dari sesuatu terburuk yang pernah dimohon-jauhkan kepada-Mu oleh Baginda Nabi Muhammad, hamba dan rasul-Mu. Ya Allah sesungguhnya kami memohon hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu, jimat ampunanmu, selamat dari setiap dosa, keuntungan dari setiap kebaikan, kebahagiaan surga, keselamatan dari api neraka, serta pengampunan saat hari perhitungan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong (kepada kesesatan) sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami. Karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia). Ya Tuhan kami, ampunilah kami, dan orang tua kami sebagaimana mereka merawat kami saat masih kecil. Juga ampunilah seluruh kaum mukmin dan muslim, baik yang masih hidup maupun sudah wafat. Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada Baginda Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh keberadaan.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ تَهْدِيْ بِهَا قَلْبِيْ وَتَجْمَعُ بِهَا شَمْلِيْ وَتَلُمُّ بِهَا شَعَثِيْ وَتَرُدُّ بِهَا أُلْفَتِيْ وَتُصْلِحُ بِهَا دِينِيْ وَتَحْفَظُ بِهَا غَائِبِيْ وَتَرْفَعُ بِهَا شَاهِدَيْ وَتُزَكِّيْ بِهَا عَمَلِيْ وَتُبَيِّضُ بِهَا وَجْهِيْ وَتُلْهِمُنِيْ بِهَا رُشْدِيْ وَتَعْصِمُنِيْ بِهَا مِنْ كُلِّ سُوْءٍ، اَللّٰهُمَّ أَعْطِنِيْ إِيْمَانًا صَادِقًا وَيَقِيْنًا لَيْسَ بَعْدَهُ كُفْرٌ وَرَحْمَةً أَنَالُ بِهَا شَرَفَ كَرَامَتِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ، اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْفَوْزَ عِنْدَ اللِّقَاءِ وَمَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَعَيْشَ السُّعَدَاءِ وَالنَّصْرَ عَلَى الْأَعْدَاءِ وَمُرَافَقَةَ الأَنْبِيَاءِ

Allâhumma innî as’aluka rahmatan min ‘indika tahdî bihâ qalbî wa tajma‘u bihâ syamlî wa talummu bihâ sya‘atsi wa taruddu biha ulfatî wa tashliḫu bihâ dînî wa taḫfadhu bihâ ghâ’ibî wa tarfa‘u bihâ syâhidî wa tuzakkî bihâ ‘amalî wa tubayyidlu bihâ wajhî wa tulhimunî bihâ rusydî wa ta‘shimunî bihâ min kulli su’in. allâhumma a‘thinî îmânan shâdiqan wa yaqînan laisa ba‘dahu kufrun wa raḫmatan anâlu bihâ syarafa karâmatika fid-dunyâ wal-âkhirati. allâhumma innî as’alukal-fauza ‘indl-liqâ’i wa manâzilasy-syuhadâ’i wa ‘aistas-su‘adâ’i wan-nashra ‘alal-a‘dâ’i wa murâfaqatal-anbiyâ’i.Allâhumma`thinî îmânan shâdiqan wa yaqînan laisa ba`dahu kufrun wa raḫmatan anâlu bihâ syarafa karâmatika fid-dunya wal-âkhirati. Allâhumma inni as’alukal-fauza `indal-liqâ’i wa manâzilasy-syuhadâ’i wa `aîsyas-su`adâ’i wan-nashra `alal-a’dâ’i wa murâfaqatal-anbiyâ’i.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari sisi-Mu rahmat yang dapat menunjukkan hatiku, mengumpulkan yang terserak dariku, memperbaiki apa yang kusut padaku, mengembalikan padaku kesenanganku, memperbaiki agamaku, menjaga batinku, mengangkat lahiriahku, menyucikan amalku, memutihkan wajahku, mengilhamkan petunjuk padaku, dan menjagaku dari segala kejelekan. Ya Allah, berikanlah padaku iman yang sungguh-sungguh, keyakinan yang tidak diikuti oleh kekafiran, dan rahmat yang dengannya aku memperoleh kemuliaan-Mu di dunia dan di akhirat. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sebuah keberuntungan ketika berjumpa (dengan-Mu), derajat para syuhada, kehidupan orang-orang yang bahagia, pertolongan atas musuh dan berdampingan dengan para nabi (di surga).

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أُنْزِلُ حَاجَتِيْ وَإِنْ ضَعُفَ رَأْيِيْ وَقَلَّتْ حِيْلَتِيْ وَقَصُرَ أَهْلِيْ وَافْتَقَرْتُ إِلَى رَحْمَتِكَ فَأَسْأَلُكَ يَا قَاضِيَ الْأُمُوْرِ وَيَا شَافِيَ الصُّدُوْرِ كَمَا تُجِيْرَ بَيْنَ الْبُحُوْرِ أَنْ تُجِيْرَنِيْ مِنْ عَذَابِ السَّعِيْرِ وَمِنْ دَعْوَةِ الثُّبُوْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْقبُوْرِ، اَللّٰهُمَّ مَا قَصُرَ عَنْهُ رَأْيِيْ وَضَعُفَ مِنْهُ أَمَلِي وَلَمْ تَبْلُغْهُ نِيَّتِيْ وأُمْنِيَّتِيْ مِنْ خَيْرٍ وَعَدْتَهُ أَحَدًا مِنْ عِبَادِكَ أَوْ خَيْرًا أَنْتَ مُعْطِيْهِ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ فَإِنِّيْ أَرْغَبُ إِلَيْكَ فِيهِ وَأَسْأَلُكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا هَادِيْنَ مُهْتَدِينَ غَيْرَ ضَالِّينَ وَلَا مُضِلِّينَ حَرْبًا لِأَعْدَائِكَ وَسِلْمًا لِأَوْلِيَائِكَ نُحِبُّ بِحُبِّكَ مَنْ أَطَاعَكَ مِنْ خَلْقِكَ

Allâhumma innî unzilu hâjatî wa in dla’ufa ra’yî wa qallat ḫîlatî wa qashura ahlî waftaqartu ila raḫmatika fas’aluka yâ qâdliyal-umurî wa yâ syâfiyas-shudûri kamâ tujîra bainal-buhûri an tujîranî min ‘adzâbis-sa‘îri wa min da’watits-tsubûri wa min fitnatil-qubûri, Allâhumma mâ qashura ‘anhu ra’yi wadla’ufa minhu amalî wa lam tablughhu niyyatî wa amniyyatî min khairi wa‘adtahu aḫadan min ‘ibâdika au khairan anta mu‘thîhi aḫadan min khalqika fainnî arghabu ilaika fîhi wa as’aluka yâ rabbal-‘âlamîn(a). Allâhummaj‘alnâ hâdîna muhtadîna ghaira dlâllîna wa lâ mudlillîna ḫarban li a‘dâ’ika wa silman liauliyâ’ika nuḫibbu biḫubbika man athâ‘aka min khalqika.

Ya Allah, sesungguhnya aku menyerahkan hajatku (kepada-Mu), meskipun lemah pendapatku, sedikit tipu dayaku, pendek kemampuanku, dan perlunya aku akan rahmat-Mu, maka Aku mohon wahai Sang pemutus segala perkara, penyembuh segala dada (hati), sebagaimana Engkau menjaga di antara lautan, agar Engkau juga menjagaku dari siksa neraka Sa’ir, juga dari seruan kebinasaan. Ya Allah, apa pun yang aku tak mampu memikirkannya, lemah mengangankannya, serta niat dan cita-citaku tak dapat mencapainya, berupa kebaikan yang telah Engkau janjikan kepada salah seorang dari hamba-Mu, atau kebaikan yang Engkau berikan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, maka sesungguhnya aku sangat mendambakannya juga kepadamu, dan aku memohon kepada-Mu kebaikan tersebut, wahai Tuhan penguasa seluruh alam semesta. Ya Allah jadikanlah kami sebagai orang-orang yang menunjuki dan diberi petunjuk, bukan orang yang sesat dan bukan pula menyesatkan. Kami memerangi musuh-musuh-Mu dan kami berdamai dengan para kekasih-Mu, kami mencintai orang yang taat padam-Mu di antara makhlukmu dengan kecintaan kami pada-Mu.

اَللّٰهُمَّ هٰذَا الدُّعَاءُ وَعَلَيْكَ الْإِجَابَةُ، وَهٰذَا الْجَهْدُ وَعَلَيْكَ التُّكْلَانُ، وَإِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، وَلَا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلَّا بِالِلّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، ذِيْ الْحَبْلِ الشَّدِيْدِ وَالْأَمْرِ الرَّشِيدِ، أَسْأَلُكَ الْأَمْنَ يَوْمَ الْوَعِيدِ وَالْجَنَّةَ يَوْمَ الْخُلُوْدِ مَعَ الْمُقَرَّبِينَ الشُّهُوْدِ وَالرُّكَّعِ السُّجُوْدِ الْمُوْفِينَ بِالْعُهُوْدِ، إِنَّكَ رَحِيْمٌ وَدُودٌ، وَأَنْتَ تَفْعَلُ مَا تُرِيْدُ سُبْحَانَ الَّذِيْ لَبِسَ الْعِزَّ وَقَالَ بِهِ سُبْحَانَ مَنْ تَعَطَّفَ بِالْمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهِ سُبْحَانَ الَّذِي لَا يَنْبَغِي التَّسْبِيحُ إِلَّا لَهُ سُبْحَانَ ذِيْ الْفَضْلِ وَالنِّعَمِ سُبْحَانَ ذِيْ الْعِزَّةِ وَالْكَرَمِ سُبْحَانَ الَّذِي أَحْصَى كُلَّ شَيْءٍ بِعِلْمِهِ

Allâhumma hâdzad-du‘a’u wa ‘alaikal-ijâbatu wa hâdzal-jahdu wa ‘alaikat-tuklânu wa innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûna, wa lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-‘adhîmi dzil-ḫablisy-syadîdi wal-amrir-rasyîdi, as’alukal-amna yaumal-wa’îdi wal-jannata yaumal-khulûdi ma‘al-muqarrabînasy-syuhûdi war-rukka‘is-sujûdil-mûfîna bil‘uhûdi innaka raḫîmun wadûd(un). wa anta taf‘alu mâ turîdu subhânalladzî labisal-‘izza wa qâla bihi subhâna man ta‘aththafa bil-majdi wa takarrama bihi subhânalladzî lâ yanbaghît-tasbîḫu illâ lahu subhâna dzil-fadlli wan-ni‘ami subhâna dzil-‘izzati wal-karami subḫânalladzî aḫsha kulla sya’in bi‘ilmihi

Ya Allah, ini adalah doa dan bagi-Mu penerimaan. Ini adalah usaha kami dan kepada-Mu lah berserah diri. Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali. Tiada daya dan tiada upaya kecuali dengan pertolongan Allah yang Mahatinggi lagi Mahaagung yang memiliki tali (agama) yang kuat dan perkara yang penuh petunjuk. Aku memohon kepada-Mu keamanan pada hari datangnya ancaman dan surga pada hari kekekalan bersama dengan orang-orang yang di dekatkan lagi menyaksikan (Allah), yang ahli ruku’ dan sujud yang menepati janji. Sesungguhnya Engkau Maha Penyayang lagi Mencintai, dan Engkau Maha memperbuat apa yang Engkau kehendaki. Mahasuci Dzat yang mengenakan kemuliaan dan berfirman dengan kemuliaan itu. Mahasuci Dzat yang bersikap lembut dengan kemuliaan-Nya dan berbuat dermawan dengan keagungannya itu. Mahasuci Dzat yang mana tidak layak penyucian kecuali untuk-Nya. Mahasuci Dzat pemilik karunia dan kenikmatan. Mahasuci Dzat pemilik kemuliaan dan kedermawanan. Mahasuci Dzat yang menghitung segala sesuatu dengan ilmu-Nya.

اللّٰهُمَّ اجْعَلْ لِي نُورًا فِي قَلْبِي وَنُورًا فِي قَبْرِي وَنُورًا فِي سَمْعِي وَنُوْرًا مِنْ بَيْنِ يَدِيْ وَنُوْرًا مِنْ خَلْفِيْ وَنُوْرًا عَنْ يَمِيْنِيْ وَنُوْرًا عَنْ شِمَالِيْ وَنُوْرًا مِنْ فَوْقِيْ وَنُوْرًا مِنْ تَحْتِيْ اللّٰهُمَّ زِدْنِيْ نُوْرًا وَأَعْطِنِيْ نُوْرًا

Allâhummaj`al lî nûran fî qalbî wa nûran fî qabrî wa nûran fî sam`i wa nûran min baini yadî wa nûran min khalfî wa nûran `an yamînî wa nûran `an syimâlî wa nûran min fauqî wa nûran min tahtî. Allâhumma zidnî nûran wa a`thinî nûran

Ya Allah jadikan untukku cahaya di hatiku, cahaya di kuburku, cahaya di pendengaranku, cahaya di depanku, cahaya di belakangku, cahaya di arah kananku, cahaya di arah kiriku, cahaya di atasku, cahaya di bawahku. Ya Allah, tambahkanlah cahaya untukku dan berilah aku cahaya.

سُبْحَانَ مَنْ تَعَزَّزَ بِالْعَظَمَةِ سُبْحَانَ مَنْ تَرَدَّى بِالْكِبْرِيَاءِ سُبْحَانَ مَنْ تَفَرَّدَ بِالْوَحْدَانِيَّةِ سُبْحَانَ مَنِ احْتَجَبَ بِالنُّوْرِ سُبْحَانَ مَنْ قَهَّرَ الْعِبَادَ بِالْمَوْتِ سُبْحَانَ مَنْ لَا يُفَوِّتُهُ فَوْتٌ سُبْحَانَ الْأَوَّلِ اَلْمُبْدِئُ سُبْحَانَ الْآخِرِ اَلْمُفْنِيْ سُبْحَانَ مَنْ يُسَمِّىْ قَبْلَ أَنْ يُسَمَّى سُبْحَانَ مَنْ عَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ سُبْحَانَ مَنْ كَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ سُبْحَانَ مَنْ لَا يَعْلَمُ قَدْرَهُ غَيْرُهُ

Subhâna man ta`azzaza bil-`adhamati subhâna man taradda bil-kibriyâ’i subhâna man tafarrada bil-wahdâniyyati subhâna manih-tajaba bin-nûri subhâna man qahharal-`ibâda bil-mauti subhâna man lâ yufawwituhu fautun subhânal-awwalil-mubdi’u subhânal-âkhiril-mufnî subhâna man yusammî qabla an yusamma subhâna man `allama âdamal-asma’a subhâna man kâna `arsyuhu `alal-mâ’i subhâna man lâ ya`lamu qadrahu ghairahu.

Mahasuci Dzat yang menjadi mulia dengan keagungan. Mahasuci Dzat yang mampu membinasakan dengan penuh kebesaran. Mahasuci Dzat yang menyendiri dengan sifat wahdaniyah. Mahasuci Dzat yang merahasiakan diri dengan cahaya. Mahasuci Dzat yang menundukkan hamba-Nya dengan kematian. Mahasuci Dzat yang tidak dikenai keluputan. Mahasuci Dzat yang Mahaawal dan menjadi permulaan. Mahasuci Dzat yang Mahaakhir dan mensirnakan. Mahasuci Dzat yang menamai diri-Nya sebelum diberi nama. Mahasuci Dzat yang mengajarkan Nabi Adam berbagai macam nama-nama. Mahasuci Dzat yang ‘Ars-Nya berada di atas air. Mahasuci Dzat yang tidak mengetahu terhadap derajat-Nya selain diri-Nya.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ، اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ، وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَـــــدٌ ×٣

Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i). Qul huwallâhu aḫad(un), Allâhush-shamad(u), lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakun lahu kufuwan aḫad(un). 3x

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah Dzat yang menjadi tumpuan segala permohonan. Ia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada siapa pun yang sebanding dengan-Nya. (QS Al-Ikhlas). (3x)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ، مِنْ شَرِّ مَـــا خَلَقَۙ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ، وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ×٣

Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i). Qul a‘ûdzu birabbil-falaq(i), min syarri mâ khalaq(a), wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab(a), wa min syarrin-naffatsâti fil-‘uqad(i), wa min syarri ḫâsidin idzâ hasad(a). 3x

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang menciptakan cahaya subuh. Dari kejahatan makhluk-makhluk yang Ia ciptakan. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gelita. Dari (ahli-ahli sihir) yang menghembus pada simpul-simpul ikatan. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia melakukan kedengkiannya. (QS Al-Falaq) (3x)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ، مَلِكِ النَّـــاسِۙ، اِلٰهِ النَّاسِۙ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ، الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّــاسِ ×٣

Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i). Qul a‘ûdzu birabbin-nâs(i), malikin-nâs(i), ilâhin-nâs(i), min syarril-waswâsil-khannâs(i), alladzî yuwaswisu fî shudûrin-nâs(i), minal jinnati wan-nâs(i). 3x

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Aku berlindung kepada Tuhan pemelihara manusia. Yang Menguasai manusia. Tuhannya manusia. Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam. Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia. Dari kalangan jin dan manusia.” (QS An-Nas) (3x)

رَبِّ أَعُوْذُ بِـكَ مِنْ هَمَـزَاتِ الشَّيَـاطِينِ، وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُـرُوْنِ ×٣

Rabbi a‘udzu bika min hamazâtisy-syayâthîn(i), wa a‘udzubika rabbi ‘an yaḫdlurûn(i). 3x

Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung kepada-Mu, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku. (QS Al-Mu’minun: 97-98) (3x)

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُـوْنَ

Afaḫasibtum annamâ khalaqnâkum ‘abatsan wa annakum ilainâ lâ turja‘ûn(a).

Maka apakah kalian mengira, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dengan sia-sia dan kalian tidak akan dikembalikan kepada kami? (QS Al-Mu’minun: 115)

فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

Fata‘âlallâhul-malikul-haqqu lâ ilâha illâ huwa rabbul-‘arsyil-karîm(i)

Maka Mahatinggi Allah, Raja yang Sebenarnya. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (yang memiliki) ‘Arsy yang mulia. (QS Al-Mu’minun: 116)

وَمَنْ يَّدْعُ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهٗ بِهٖۙ فَاِنَّمَا حِسَابُهٗ عِنْدَ رَبِّهٖۗ اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الْكٰفِرُوْنَ

Wa man yad‘u ma‘allâhi ilahan âkhara lâ burhâna lahu bihi fainnamâ ḫisâbuhu ‘inda rabbihi, innahu lâ yufliḫul-kâfirûn(a)

Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir tidaklah beruntung. (QS Al-Mu’minun: 117)

وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰحِمِيْنَࣖ

Wa qul rabbighfir warḫam wa anta khairur-râḫimîn(a)

Katakanlah (Nabi Muhammad), "Ya Tuhanku, berilah ampunan dan rahmat. Engkaulah sebaik-baik pemberi rahmat. (QS Al-Mu’minun: 118)

فَسُبْحَانَ اللهِ حِيْنَ تُمْسُوْنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ

Fasubḫânallâhi ḫîna tumsûna wa ḫîna tushbiḫûn(a)

Maka bertasbihlah kalian kepada Allah di saat kalian berada di waktu petang dan di saat kalian berada di waktu pagi. (QS Ar-Rum: 17)

وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِيْنَ تُظْهِرُوْنَ

Walahul-ḫamdu fis-samâwâti wal-ardli wa ‘asyiyyan wa hîna tudh-hirûn(a)

Dan hanya bagi-Nya segala puji di langit dan di bumi dan di waktu petang dan di saat kalian berada di waktu dhuhur. (QS Ar-Rum: 18)

يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَيُحْيِ الأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذٰلِكَ تُخْرَجُوْنَ

Yukhrijul-ḫayya minal-mayyiti wa yukhrijul-mayyita minal-ḫayyi wa yuḫyil-ardla ba‘da mautihâ wa kadzâlika tukhrajûn(a).

Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati, mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kalian dikeluarkan (dari kubur). (QS Ar-Rum: 19)

أَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ×٣

A‘udzubillâhis-samî‘il-‘alîmi minasy-syaithanir-rajîm(i). 3x

Aku berlindung kepada Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari bisikan setan yang terkutuk. (3x)

لَوْ اَنْزَلْنَا هٰذَا الْقُرْاٰنَ عَلٰى جَبَلٍ لَّرَاَيْتَهٗ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللّٰهِۗ وَتِلْكَ الْاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ

Lau anzalnâ hâdzal-qur’âna ‘ala jabalin lara’aitahu khâsyi‘an mutashaddi‘an min khasyatillâh(i), watilkal-amtsâlu nadlribuhâ linnâsi la‘allahum yatafakkarun(a).

Sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir. (QS Al-Hashr: 21)

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِۚ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ

Huwallâhul-ladzî lâ ilâha illâ huwa ‘âlimul-ghaibi wasy-syahâdat(i) huwar-rahmânur-rahîm(u).

Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. (QS Al-Hashr: 22)

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

Huwallâhul-ladzî lâ ilâha illâ huwal-malikul-quddûsus-salâmul-mu’minul-muhaiminul-‘azîzul-jabbârul-mutakabbir(u), subhânallâhi ‘ammâ yusyrikûn(a).

Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS Al-Hashr: 23)

هُوَ اللّٰهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۗ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Huwallâhul-khâliqul-bâriul-mushawwiru lahul-asmâul ḫusna, yusabbihu lahu mâ fis-samawâti wal-ardl(i), wa huwal-‘azizul-hakîm(u).

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. (QS Al-Hashr: 24)

سَلَامٌ عَلَى نُوْحٍ فِي الْعَالَمِيْنَ

Salâmun ‘ala nûhin fil-‘alamîn(a).

Kesejahteraan dilimpahkan atas Nabi Nuh di seluruh alam. (QS Al-Saffat: 79)

إِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِيْنَ

Innâ kadzâlika najzil-muhsinîn(a).

Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS Al-Saffat: 80)

إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ

Innahu min ‘ibâdinâl-mu’minîna.

Sesungguhnya dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman. (QS Al-Saffat: 81)

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ×٣

A‘udzu bikalimâtillâhit-tâmmâti min syarri mâ khalaq. 3x

Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya. (3x)

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ×٣

Bismillahil-ladzî lâ yadlurru ma‘as mihi syai’un fil-ardli wa lâ fis-samâ’i wa huwas-sami`ul-‘alîm(u). 3x

Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tak satu pun yang di bumi maupun di langit dapat memberi bencana dan Ia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (3x)

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ مِنْكَ فِي نِعْمَةٍ وَعَافِيَةٍ وَسِتْرٍ، فَأَتْمِمْ نِعْمَتَكَ عَلَيَّ وَعَافِيَتَكَ وَسِتْرَكَ فِي الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ×٣

Allâhumma innî ashbaḫtu minka fî ni‘matin wa ‘âfiyatin wa sitrin, fa’atmim ni‘mataka ‘alayya wa ‘âfiyataka wa sitraka fid-dunyâ wal-âkhirat. 3x

Ya Allah, sesungguhnya aku berada pada pagi hari ini, dari (karunia)-Mu, (aku dalam keadaan) mendapat kenikmatan, kesehatan serta tertutup (aib)ku, maka sempurnakan kenikmatan, kesehatan dan tutup yang Engkau berikan kepadaku di dunia dan akhirat. (3x)

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ ×٤

Allâhumma innî ashbahtu usyhiduka wa usyhidu hamalata ‘arsyika wa malâ’ikatika wa jamî‘a khalqika annaka antallâhu lâ ilâha illâ anta waḫdaka lâ syarîka laka wa anna Muhammadan ‘abduka wa rasûluka. 4x

Ya Allah, sesungguhnya aku di pagi hari ini aku menjadikan-Mu sebagai saksi, dan aku juga menjadikan saksi para pemikul ‘Arsy-Mu, para malaikat-Mu dan seluruh makhluk-Mu, bahwa Engkaulah Tuhan, tidak ada Tuhan selain Engkau dengan keesaan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu. (4x)

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ ×٣

Al-ḫamdulillâhi rabbil-‘alâlamîna ḫamdan yuwâfî ni‘amahu wa yukâfi’u mazîdah(u).

Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, pujian yang memadai nikmat-nikmat-Nya dan mencukupi penambahan-Nya. (3x)

اٰمَنْتُ بِاللهِ العَظِيْمِ، وَكَفَرْتُ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوْتِ، وَاسْتَمْسَكْتُ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا، وَاللهُ سَمِيْعٌ عَلِيمٌ ×٣

Âmantu billâhil-‘adhimi, wa kafartu biljibti wath-thâghûti, wastamsaktu bil-‘urwatil-wutsqa lâ anfishâma wallâhu samî‘un ‘alîm(un).

Aku beriman kepada Allah Yang Mahaagung dan ingkar terhadap kejahatan dan thaghut (segala yang disekutukan dengan Allah), dan aku berpegang dengan tali yang kokoh yang tidak ada putusnya, dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (3x) (QS Al-Baqarah: 256)

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّـــا، وَ بِالْإِسْلَامِ دِيْنًـا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُوْلاً ×٣

Radlîtu billâhi rabba(n), wa bil Islâmi dîna(n), wa bi Muhammadin shallâhu ‘alaihi wa sallama nabiyyan wa rasûla(n). 3x

Aku ridha Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad ﷺ sebagai nabi dan rasul. (3x)

حَسْـبِيَ اللهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُـوَ عَلَيْـــهِ تَـوَكَّلْتُ وَهُـوَ رَبُّ العَرْشِ العَظِيْـمِ ×٧

Ḫasbiyallâhu lâ ilâha illa Huwa ‘alaihi tawakkaltu wa Huwa rabbul-‘arsyil-‘adhîm. 7x

Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia, hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dialah Penguasa Arasy yang agung (QS al-Taubah: 129). (7x)

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ ×١٠

Allâhumma shalli ‘ala sayyidinâ Muḫammadin wa âlihi wa shaḫbihi wa sallim. 10x

Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan salam kepada junjungan kami Baginda Muhammad serta keluarga dan sahabat-sahabatnya. (10x)

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ فُجَاءَةِ الْخَيْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فُجَاءَةِ الشَّرِّ

Allâhumma innî as’aluka min fujâ-atil-khair(i), wa a‘ûdzubika min fujâ-atisy-syarri

Ya Allah aku bermohon kepada-Mu kebaikan yang tidak disangka, dan aku berlindung kepada-Mu dari bencana yang mengejutkan.

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِـكَ مِنْ شَرِّ مَـا صَنَعْـتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Allâhumma anta rabbî lâ ilâha illâ anta khalaqtanî, wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘ala ‘ahdika wa wa‘dika mâstatha‘tu a‘ûdzubika min syarri mâ shana‘tu, abû’u laka bi ni‘matika alayya, wa abû’u bi dzanbî faghfirlî, fa innahu lâ yaghfirudz-dzunûba illa anta.

Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain-Mu, Engkau telah menciptakan aku dan aku ini adalah hamba-Mu, dan aku di atas titah dan janji-Mu sekuat kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa pun yang aku lakukan, aku mengakui nikmat yang Engkau karuniakan kepadaku, dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena tak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau.

اللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ، لَا إِلٰهَ إلَّا أَنْتَ، عَلَيْكَ تَوَكَّلْـتُ، وَأَنْتَ رَبُّ الْعَـرْشِ الْعَظِيْـمِ

Allâhumma anta rabbi lâ ilâha illa anta, ‘alaika tawakkaltu, wa anta rabbul-‘arsyil-‘adhîm

Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau, hanya kepada Engkau aku berserah diri, dan Engkaulah Tuhannya arasy yang agung.

مَا شَاءَ اللهُ كَانَ، وَمَا لَمْ يَشَأْ لَـمْ يَكُنْ، وَلَا حَـوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Mâ syâ’allâhu kâna, wa mâ lam yasya’ lam yakun, wa lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-adhîm.

Apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki tidak akan terjadi. Tidak ada upaya untuk melakukan ketaatan tanpa pertolongan Allah dan tidak ada kekuatan menghindari kemaksiatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.

أَعْلَـمُ أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْـرٌ وَأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَـاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًـا

A‘lamu annallâha ‘ala kulli syai’in qadîr(un), wa annallâha qad aḫâtha bikulli syai’in ‘ilma(n).

Aku mengetahui, sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu dan sesungguhnya ilmu Allah meliputi setiap sesuatu. (QS Al Talaq: 12)

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِـكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّـــةٍ أَنْتَ آخِـذٌ بِنَاصِيَتِهَا، إِنَّ رَبِيِّ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ

Allâhumma innî a‘udzubika min syarri nafsî, wa min syarri kulli dâbbatin anta âkhidzun binâshiyatihâ, inna rabbi ‘ala shirâtin mustaqîm(in).

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan pribadiku dan dari kejahatan segala hewan melata yang ubun-ubunnya berada dalam genggaman-Mu, sesungguhnya Tuhanku selalu berada di atas jalan yang lurus.

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَمِنْ عَذَابِكَ أَسْتَجِيْرُ

Yâ ḫayyu yâ qayyûmu, biraḫmatika astaghîtsu, wa min ‘adzâbika astajîru

Wahai Dzat yang Mahahidup, wahai Dzat yang berdiri sendiri, dengan rahmat-Mu aku mohon pertolongan dan aku mohon perlindungan dari siksaan-Mu.

أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ وَلَا إِلَى أَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ طَرْفَةَ عَيْنٍ

Ashliḫ lî sya’nî kullahu, wa lâ takilnî ila nafsî wa lâ ila aḫadin min khalqika tharfata ‘ain(in).

Perbaikilah keaadanku semuanya, janganlah Engkau menyerahkan aku kepada pribadiku sendiri, dan jangan juga Engkau serahkan kepada salah seorang pun dari makhluk-Mu walaupun hanya sekejap mata.

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Allâhumma innî a`ûdzubika minal-hammi wal-hazani, wa a`ûdzubika minal-`ajzi wal kasali. Wa a`ûdzubika minal-jubni wal-bukhli, wa a`ûdzubika min ghalabatid-daini wa qahrir-rijâl(i).

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penderitaan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada-Mu dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia.

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Allâhumma innî as’alukal-‘âfiyata fid-dunya wa lakhirat(i).

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kesejahteraan di dunia dan akhirat.

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَـافِيَةَ، وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ، فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ

Allâhumma innî as’alukal-‘afwa wal-‘âfiyata, wal-mu‘âfâtad-dâ’imata fi dînî wa dunyâya wa ahlî wa mâlî

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu pengampunan dan kesejahteraan serta perlindungan yang abadi dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku.

اَللّٰهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ وَاٰمِنْ رَوْعَاتِيْ

Allâhummastur ‘aurâtî wa âmin rau‘âtî

Ya Allah, tutuplah segala aibku dan amankan ketakutan-ketakutanku.

اَللّٰهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِيْ وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Allâhummahfadhnî min baini yadayya wa min khalfî wa ‘an yamînî wa ‘an syimâlî wa min fauqî. Wa ‘audzu bi‘adhamatika an ughtâla min tahtî.

Ya Allah, peliharalah aku dari depan dan belakangku, dari kanan, kiri dan dari atasku. Dengan keagungan-Mu aku berlindung agar jangan ditipu dari bawahku.

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ، وَأَنْتَ تَهْدِيْنِيْ، وَأَنْتَ تُطْعِمُنِيْ وَأَنْتَ تَسْقِيْنِيْ، وَأَنْتَ تُمِيْتُنِيْ، وَأَنْتَ تُحْيِيْنِيْ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Allâhumma anta khalaqtanî wa anta tahdînî wa anta tuth‘imunî wa anta tasqînî wa anta tumitunî wa anta tuḫyînî wa anta ‘alâ kulli syai’in qadîr

Ya Allah, Engkaulah yang menciptakaku, memberikan petunjuk, makan dan minum kepadaku, dan Engkau yang mematikan serta membangkitkanku dan Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ الْإِسْلَامِ، وَعَلَى كَلِمَةِ الْإِخْلَاصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا، وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Ashbaḫnâ ‘ala fithratil-Islâmi wa ‘ala kalimatil-ikhlâshi wa ‘ala dîni nabiyyinâ Muḫammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallama wa ‘ala millati abînâ Ibrâhîma ḫanîfan musliman wa mâ kâna minal-musyrikîn(a).

Kami berada pada pagi hari dengan fitrah beragama Islam, di atas kalimat ikhlas, berada pada agama nabi kami Muhammad ﷺ dan agama bapak kami Ibrahim alaihissalam yang lurus dan berserah diri (kepada Allah), dan sekali-kali bukanlah dia dari golongan orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan yang lain.

اَللّٰهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَعَلَيْكَ نَتَوَكَّلُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ. أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلّٰهِ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allâhumma bika ashbaḫnâ wa bika amsainâ wa bika naḫyâ wa bika namûtu wa ‘alaika natawakkalu wa ilaikan-nusyûr(u). ashbaḫnâ wa ashbaḫal-mulku lillâhi wal-ḫamdulillâhi rabbil-‘âlamîn(a)

Ya Allah, dengan pertolongan-Mu kami berada di waktu pagi, dengan pertolongan-Mu kami berada di waktu petang, dengan pertolongan-Mu kami hidup, dengan pertolongan-Mu kami mati, kepada-Mu kami berserah diri, dan hanya kepada-Mu tempat kebangkitan. Kami berada di waktu pagi dan kerajaan milik Allah. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هٰذَا الْيَوْمِ فَتْحَهُ وَنَصْرَهُ وَنُوْرَهُ وَبَرَكَتَهُ وَهُدَاهُ

Allâhumma innî as’aluka khaira hâdzâl-yaumi fat-ḫahu wa nashrahu wa nûrahu wa barakatahu wa hudâhu.

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kebaikan hari ini, pembukaannya, pertolongannya, cahayanya, barakahnya dan petunjuknya.

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هٰذَا الْيَوْمِ، وَخَيْرَ مَا فِيْهِ، وَخَيْرَ مَا قَبْلَهُ، وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هٰذَا الْيَوْمِ، وَشَرِّ مَا فِيْهِ، وَشَرِّ مَا قَبْلَهُ، وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ

Allâhumma innî as’aluka khaira hâdzâl-yaumi, wa khaira mâ fîhi, wa khaira mâ qablahu wa khaira mâ ba‘dahu, wa a‘udzûbika min syarri hâdzal-yaumi wa syarri mâ fîhi, wa syarri mâ qablahu wa syarri mâ ba‘dahu

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan hari ini, kebaikan apa pun yang ada di dalamnya, serta kebaikan apa pun sebelum dan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan hari ini, keburukan apa pun yang terdapat di dalamnya, keburukan apa pun sebelum dan sesudahnya.

اَللّٰهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِيْ مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَـدٍ مِنْ خَلْقِكَ، فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ عَلَى ذٰلِكَ

Allâhumma mâ ashbaḫa bî min ni‘matin au bi aḫadin min khalqika faminka waḫdaka lâ syarîka lak(a), falakal ḫamdu wa lakasy-syukru ‘ala dzâlik(a).

Ya Allah, nikmat apa pun yang aku terima di pagi ini atau yang diterima oleh salah seorang dari hamba-Mu, maka sumbernya hanyalah dari Engkau semata, tidak ada sekutu bagi-Mu, hanya bagi-Mu pujian dan hanya kepada-Mu syukur atas itu semua.

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِـهِ وَرِضَى نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ ×٣

Subḫânallâhi wa biḫamdihi ‘adada khalqihi wa rida nafsihi wazinata ‘arsyihi wa midâda kalimatih(i). 3x

Mahasuci Allah, dengan memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, sebanyak bilangan ridla-Nya, sebanyak timbangan Arsy-Nya dan sebanyak tinta untuk menulis kalimat-kalimat-Nya. (3x)

سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِـهِ وَرِضَى نَفْسِـهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ ×٣

Subhânallâhil-adhîmi wa biḫamdihi ‘adada khalqihi wa rida nafsihi wazinata ‘arsyihi wa midâda kalimatih(i). 3x

Mahasuci Allah yang Mahaagung, dengan memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, sebanyak bilangan ridla-Nya, sebanyak timbangan Arsy-Nya dan sebanyak tinta untuk menulis kalimat-kalimat-Nya. (3x)

سُبْحَـانَ اللهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي السَّمَـاءِ، سُبْحَـانَ اللهِ عَدَدَ مَا خَلَـقَ فِي الأَرْضِ، سُبْحَـانَ اللهِ عَدَدَ مَا بَيْنَ ذٰلِكَ، سُبْحَـانَ اللهِ عَدَدَ مَا هُوَ خَـالِقٌ

Subḫânallâhi ‘adada mâ khalaqa fis-samâ’i, subḫânallâhi ‘adada mâ khalaqa fil-ardli, subḫânallâhi ‘adada mâ baina dzâlika, subḫânallâhi ‘adada mâ huwa khâliq(un).

Mahasuci Allah sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di langit. Mahasuci Allah sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di bumi. Mahasuci Allah sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Mahasuci Allah sebanyak apa saja yang Allah sendiri sebagai penciptanya.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَدَدَ مَـا خَلَـقَ فِي السَّمَـاءِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَدَدَ مَـا خَلَـقَ فِي الْأَرْضِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَدَدَ مَـا بَيْنَ ذٰلِكَ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَدَدَ مَـا هُوَ خَـالِقٌ

Al-ḫamdulillâhi ‘adada mâ khalaqa fis-samâ’i, al-ḫamdulillâhi ‘adada mâ khalaqa fil-ardli, al-ḫamdulillâhi ‘adada mâ baina dzâlika, al-ḫamdulillâhi ‘adada mâ huwa khâliq(un).

Segala puji bagi Allah sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di langit. Segala puji bagi Allah sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di bumi. Segala puji bagi Allah sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Segala puji bagi Allah sebanyak bilangan yang Allah sendiri sebagai penciptanya.

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ مَـا خَلَـقَ فِي السَّمَـاءِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ مَـا خَلَـقَ فِي الْأَرْضِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ مَـا بَيْنَ ذٰلِكَ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ مَـا هُوَ خَـالِقٌ

Lâ ilâha illallâhu ‘adada mâ khalaqa fis-samâ’i, Lâ ilâha illallâhu ‘adada mâ khalaqa fil-ardli, Lâ ilâha illallâhu ‘adada mâ baina dzâlika, Lâ ilâha illallâhu ‘adada mâ huwa khâliq(un)

Tidak ada Tuhan selain Allah sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di langit. Tidak ada Tuhan selain Allah sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di bumi. Tidak ada Tuhan selain Allah sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Tidak ada Tuhan selain Allah sebanyak hitungan apa saja di mana Allah sebagai penciptanya.

اللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ مَـا خَلَـقَ فِي السَّمَـاءِ، اللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ مَـا خَلَـقَ فِي الْأَرْضِ، اللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ مَـا بَيْنَ ذٰلِكَ، اللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ مَـا هُوَ خَـالِقٌ

Allâhu akbaru ‘adada mâ khalaqa fis-samâ’i, Allâhu akbaru ‘adada mâ khalaqa fil-ardli, Allâhu akbaru ‘adada mâ baina dzâlika, Allâhu akbaru ‘adada mâ huwa khâliq(un)

Allah Mahabesar sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di langit. Allah Mahabesar sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di bumi. Allah Mahabesar sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Allah Mahabesar sebanyak bilangan apa saja yang Allah sendiri sebagai penciptanya.

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْـمِ عَدَدَ مَـا خَلَقَ فِي السَّمَاءِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْـمِ عَدَدَ مَـا خَلَقَ فِي الأَرْضِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْـمِ عَدَدَ مَـا بَيْنَ ذَلِكَ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْـمِ عَدَدَ مَا هُوَ خَالِقٌ

Lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-adhîm ‘adada mâ khalaqa fis-samâ’i, Lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-adhîm ‘adada mâ khalaqa fil-ardli, Lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhil-’aliyyil-adhîm ‘adada mâ baina dzâlika, Lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-adhîm ‘adada mâ huwa khâliq(un)

Tidak ada upaya melaksanakan ketaatan dan tidak ada kekuatan untuk menghindar dari kemaksiatan kecuali dengan (pertolongan) Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di langit. Tidak ada upaya melaksanakan ketaatan dan tidak ada kekuatan untuk menghindar dari kemaksiatan kecuali dengan (pertolongan) Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di bumi. Tidak ada upaya melaksanakan ketaatan dan tidak ada kekuatan untuk menghindar dari kemaksiatan kecuali dengan (pertolongan) Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Tidak ada upaya melaksanakan ketaatan dan tidak ada kekuatan untuk menghindar dari kemaksiatan kecuali dengan (pertolongan) Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung sebanyak bilangan apa saja yang Allah sendiri sebagai penciptanya.

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عَدَدَ كُلِّ ذَرَّةٍ أَلْفَ مَرَّةٍ ×٣

Lâ ilâha illallâhu waḫdahu lâ syarîka lah(u), lahul mulku wa lahul ḫamdu yuḫyî wa yumîtu wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr(un) ‘adada kulli dzarratin alfa marratin. 3x

Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, kerajaan hanya milik-Nya, dan hanya bagi-Nya segala puji, yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu sebanyak bilangan biji dzarrah sebanyak seribu kali. (3x)

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مِفْتَاحِ بَابِ رَحْمَةِ اللهِ، عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ، صَلَاةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ ذَرَّةٍ أَلْفَ مَرَّةٍ ×٣

Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ muḫammadin miftâḫi bâbi raḫmatillâhi ‘adada mâ fî ‘ilmillâhi shalâtan wa salâman dâ-imaini bi dawâmi mulkillâhi wa ‘alâ âlihi wa shaḫbihi ‘adada kulli dzarratin alfa marrah. 3x

Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, kunci pembuka kasih sayang Allah, sebanyak sesuatu dalam pengetahuan Allah, dengan limpahan rahmat dan keselamatan yang terus-menerus sepanjang kekalnya Kerajaan Allah dengan limpahan rahmat dan keselamatan yang terus-menerus sepanjang kekalnya Kerajaan Allah—dan (limpahkan juga) kepada beserta keluarga dan para sahabat beliau— sebanyak hitungan setiap atom seribu kali. (3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ، اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ، وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَـــــدٌ ×٣

Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Qul huwallâhu aḫad(un), Allâhush-shamad(u), lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakun lahu kufuwan aḫad(un). 3x

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah Dzat yang menjadi tumpuan segala permohonan. Ia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada siapa pun yang sebanding dengan-Nya. (QS Al-Ikhlas). (3x)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ، مِنْ شَرِّ مَـــا خَلَقَۙ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ، وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ×٣

Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Qul a‘ûdzu birabbil-falaq(i), min syarri mâ khalaq(a), wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab(a), wa min syarrin-naffatsâti fil-‘uqad(i), wa min syarri hâsidin idzâ hasad(a). 3x

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang menciptakan cahaya subuh. Dari kejahatan makhluk-makhluk yang Ia ciptakan. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gelita. Dari (ahli-ahli sihir) yang menghembus pada simpul-simpul ikatan. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia melakukan kedengkiannya. (QS Al-Falaq) (3x)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ، مَلِكِ النَّـــاسِۙ، اِلٰهِ النَّاسِۙ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ، الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّــاسِ ×٣

Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Qul a‘ûdzu birabbin-nâs(i), malikin-nâs(i), ilâhin-nâs(i), min syarril-waswâsil-khannâs(i), alladzî yuwaswisu fî shudûrin-nâs(i), minal jinnati wan-nâs(i). 3x

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Aku berlindung kepada Tuhan pemelihara manusia. Yang Menguasai manusia. Tuhannya manusia. Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam. Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia. Dari kalangan jin dan manusia.” (QS An-Nas) (3x)

رَبِّ أَعُوْذُ بِـكَ مِنْ هَمَـزَاتِ الشَّيَـاطِينِ، وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُـرُوْنِ ×٣

Rabbi a‘udzu bika min hamazâtisy-syayâthîn(i), wa a‘udzubika rabbi an yahdlurûn(i). 3x

Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung kepada-Mu, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku. (QS Al-Mu’minun: 97-98) (3x)

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُـوْنَ

Afaḫasibtum annamâ khalaqnâkum ‘abatsan wa annakum ilainâ lâ turja‘ûn(a).

Maka apakah kalian mengira, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dengan sia-sia dan kalian tidak akan dikembalikan kepada kami? (QS Al-Mu’minun: 115)

فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

Fata‘âlallâhul-malikul-haqqu lâ ilâha illâ huwa rabbul-‘arsyil-karîm(i)

Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya. Tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (yang memiliki) ‘Arsy yang mulia. (QS Al-Mu’minun: 116)

وَمَنْ يَّدْعُ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهٗ بِهٖۙ فَاِنَّمَا حِسَابُهٗ عِنْدَ رَبِّهٖۗ اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الْكٰفِرُوْنَ

Wa man yad‘u ma‘allâhi ilahan âkhara lâ burhâna lahu bihi fainnamâ ḫisâbuhu ‘inda rabbihi, innahu lâ yufliḫul-kâfirûn(a)

Dan barang siapa mengembah kepada tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir tidaklah beruntung. (QS Al-Mu’minun: 117)

وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰحِمِيْنَࣖ

Wa qur rabbighfir warham wa anta khairur-râhimîn(a)

Katakanlah (Nabi Muhammad), "Ya Tuhanku, berilah ampunan dan rahmat. Engkaulah sebaik-baik pemberi rahmat. (QS Al-Mu’minun: 118)

فَسُبْحَانَ اللهِ حِيْنَ تُمْسُوْنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ

Fasubḫânallâhi ḫîna tumsûna wa ḫîna tushbiḫûn(a)

Maka bertasbihlah kalian kepada Allah di saat kalian berada di waktu petang dan di saat kalian berada di waktu pagi. (QS Ar-Rum: 17)

وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِيْنَ تُظْهِرُوْنَ

Walahul-ḫamdu fis-samâwâti wal-ardli wa ‘asyiyyan wa ḫîna tudh-hirûn(a)

Dan hanya bagi-Nya segala puji di langit dan di bumi dan di waktu petang dan di saat kalian berada di waktu dhuhur. (QS Ar-Rum: 18)

يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَيُحْيِ الأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذٰلِكَ تُخْرَجُوْنَ

Yukhrijul-ḫayya minal-mayyiti wa yukhrijul-mayyita minal-ḫayyi wa yuḫyil-ardla ba‘da mautihâ wa kadzâlika tukhrajûn(a).

Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati, mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kalian dikeluarkan (dari kubur). (QS Ar-Rum: 19)

أَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ×٣

A‘udzubillâhis-samî‘il-‘alîmi minasy-syaithanir-rajîm(i). 3x

Aku berlindung kepada Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari bisikan setan yang terkutuk. (3x)

لَوْ اَنْزَلْنَا هٰذَا الْقُرْاٰنَ عَلٰى جَبَلٍ لَّرَاَيْتَهٗ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللّٰهِۗ وَتِلْكَ الْاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ

Lau anzalnâ hâdzal-qur’âna ‘ala jabalin lara’aitahu khâsyi‘an mutashaddi‘an min khasyatillâh(i), watilka nadlribuhâ linnâsi la‘allahum yatafakkarun(a).

Sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir. (QS Al-Hashr: 21)

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِۚ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ

Huwallâhul-ladzî lâ ilâha illâ huwa ‘âlimul-ghaibi wasy-syahâdat(i) huwar-raḫmânur-raḫîm(u).

Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. (QS Al-Hashr: 22)

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

Huwallâhul-ladzî lâ ilâha illâ huwal-malikul-quddûsus-salamul-mu’minul-muhaimnul-‘azîzul-jabbârul-mutakabbir(u), subḫânallâhi ‘ammâ yusyrikûn(a).

Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS Al-Hashr: 23)

هُوَ اللّٰهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۗ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Huwallâhul-khâliqul-bâriul-mushawwiru lahul-asmâul ḫusna, yusabbiḫu lahu mâ fis-samawâti wal-ardl(i), wa huwal-‘azizul-hakîm(u).

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. (QS Al-Hashr: 24)

سَلَامٌ عَلَى نُوْحٍ فِي الْعَالَمِيْنَ

Salâmun ‘ala nûhin fil-‘alamîn(a).

Kesejahteraan dilimpahkan atas Nabi Nuh di seluruh alam. (QS Al-Saffat: 79)

إِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِيْنَ

Innâ kadzâlika najzil-muḫsinîn(a).

Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS Al-Saffat: 80)

إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ

Innahu min ‘ibâdinâl-mu’minîna.

Sesungguhnya dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman. (QS Al-Saffat: 81)

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ×٣

A‘udzu bikalimâtillâhit-tâmmâti min syarri mâ khalaq. 3x

Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya. (3x)

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ×٣

Bismillahil-ladzî lâ yadlurru ma‘as mihi syai’un fil-ardli wa lâ fis-samâ’i wa huwas-sami‘ul-‘alîm(u). 3x

Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tak satu pun yang di bumi maupun di langit dapat memberi bencana dan Ia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (3x)

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَمْسَيْتُ مِنْكَ فِي نِعْمَةٍ وَعَافِيَةٍ وَسِتْرٍ، فَأَتْمِمْ نِعْمَتَكَ عَلَيَّ وَعَافِيَتَكَ وَسِتْرَكَ فِي الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ×٣

Allâhumma innî amsaitu minka fî ni‘matin wa ‘âfiyatin wa sitrin, fa atimma ni‘mataka ‘alayya wa ‘âfiyataka wa sitrika fid-dunya wal-âkhirat(i). 3x

Ya Allah, sesungguhnya aku berada pada sore hari ini, dari (karunia)-Mu, (aku dalam keadaan) mendapat kenikmatan, kesehatan serta tertutup (aib)ku, maka sempurnakan kenikmatan, kesehatan dan tutup yang Engkau berikan kepadaku di dunia dan akhirat. (3x)

اللّٰهُمَّ إِنِّي أَمْسَيْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ ×٤

Allâhumma innî amsaitu usyhiduka wa usyhidu ḫamalata ‘arsyika wa malâikataka wa jamî‘a khalqika annaka antallâhu lâ ilâha illa anta waḫdaka lâ syarîka laka wa anna Muḫammadan ‘abduka wa rasûluk(a). 4x

Ya Allah, sesungguhnya aku di sore hari ini aku menjadikan-Mu sebagai saksi, dan aku juga menjadikan saksi para pemikul ‘Arsy-Mu, para malaikat-Mu dan seluruh makhluk-Mu, bahwa Engkaulah Tuhan, tidak ada Tuhan selain Engkau dengan keesaan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu. (4x)

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ ×٣

Al-ḫamdulillâhi rabbil-‘alâlamîna ḫamdan yuwâfî ni‘amahu wa yukâfi’u mazîdah(u).

Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, pujian yang memadai nikmat-nikmat-Nya dan mencukupi penambahan-Nya. (3x)

اٰمَنْتُ بِاللهِ العَظِيْمِ، وَكَفَرْتُ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوْتِ، وَاسْتَمْسَكْتُ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا، وَاللهُ سَمِيْعٌ عَلِيمٌ ×٣

Âmantu billâhil-‘adhimi, wa kafartu biljibti wath-thâghûti, wastamsaktu bil‘urwatil-wutsqa lâ anfishâma lahâ wallâhu samî‘un ‘alîm(un).

Aku beriman kepada Allah Yang Mahaagung dan ingkar terhadap kejahatan dan thaghut (segala yang disekutukan dengan Allah), dan aku berpegang dengan tali yang kokoh yang tidak ada putusnya, dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (3x) (QS Al-Baqarah: 256)

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّـــا، وَ بِالْإِسْلَامِ دِيْنًـا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُوْلاً ×٣

Radlîtu billâhi rabba(n), wa bil Islâmi dîna(n), wa bi Muḫammadin shallâhu ‘alaihi wa sallama nabiyyan wa rasûla(n). 3x

Aku ridha Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad ﷺ sebagai nabi dan rasul. (3x)

حَسْـبِيَ اللهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُـوَ عَلَيْـــهِ تَـوَكَّلْتُ وَهُـوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْـمِ ×٧

Ḫasbiyallâhu lâ ilâha illa Huwa ‘alaihi tawakkaltu wa Huwa rabbul-‘arsyil-‘adhîm. 7x

Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia, hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dialah Penguasa Arasy yang agung (QS al-Taubah: 129). (7x)

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ ×١٠

Allâhumma shalli ‘ala sayyidinâ Muḫammadin wa âlihi wa shaḫbihi wa sallim. 10x

Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan salam kepada junjungan kami Baginda Muhammad serta keluarga dan sahabat-sahabatnya. (10x)

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ فُجَاءَةِ الْخَيْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فُجَاءَةِ الشَّرِّ

Allâhumma innî as’aluka min fujâ-’atil-khair(i), wa a‘ûdzubika min fujâ-’atisy-syarri

Ya Allah aku bermohon kepada-Mu kebaikan yang tidak disangka, dan aku berlindung kepada-Mu dari bencana yang mengejutkan.

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِـكَ مِنْ شَرِّ مَـا صَنَعْـتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Allâhumma anta rabbî lâ ilâha illâ anta khalaqtanî, wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘ala ‘ahdika wa wa‘dika mâstatha‘tu a‘ûdzubika min syarri mâ shana‘tu, abû’u laka bi ni‘matika alayya, wa abû’u bi dzanbî faghfirlî, fa innahu lâ yaghfirudz-dzunûba illa anta.

Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain-Mu, Engkau telah menciptakan aku dan aku ini adalah hamba-Mu, dan aku di atas titah dan janji-Mu sekuat kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa pun yang aku lakukan, aku mengakui nikmat yang Engkau karuniakan kepadaku, dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena tak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau.

اللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ، لَا إِلٰهَ إلَّا أَنْتَ، عَلَيْكَ تَوَكَّلْـتُ، وَأَنْتَ رَبُّ الْعَـرْشِ الْعَظِيْـمِ

Allâhumma anta rabbi lâ ilâha illa anta, ‘alaika tawakkaltu, wa anta rabbul-‘arsyil-‘adhîm

Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau, hanya kepada Engkau aku berserah diri, dan Engkaulah Tuhannya arasy yang agung.

مَا شَاءَ اللهُ كَانَ، وَمَا لَمْ يَشَأْ لَـمْ يَكُنْ، وَلَا حَـوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Mâ syâ’allâhu kâna, wa mâ lam yasya’ lam yakun, wa lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-‘adhîm.

Apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki tidak akan terjadi. Tidak ada upaya untuk melakukan ketaatan tanpa pertolongan Allah dan tidak ada kekuatan menghindari kemaksiatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.

أَعْلَـمُ أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْـرٌ وَأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَـاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًـا

A‘lamu annallâha ‘ala kulli syai’in qadîr(un), wa annallâha qad ahâtha bikulli syai’in ‘ilma(n).

Aku mengetahui, sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu dan sesungguhnya ilmu Allah meliputi setiap sesuatu. (QS Al Talaq: 12)

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِـكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّـــةٍ أَنْتَ آخِـذٌ بِنَاصِيَتِهَا، إِنَّ رَبِيِّ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ

Allâhumma innî a‘udzubika min syarri nafsî, wa min syarri kulli dâbbatin anta âkhidzun binâshiyatihâ, inna rabbi ‘ala shirâtin mustaqîm(in).

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan pribadiku dan dari kejahatan segala hewan melata yang ubun-ubunnya berada dalam genggaman-Mu, sesungguhnya Tuhanku selalu berada di atas jalan yang lurus.

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَمِنْ عَذَابِكَ أَسْتَجِيْرُ

Yâ ḫayyu yâ qayyûmu, biraḫmatika astaghîtsu, wa min ‘adzâbika astajîru

Wahai Dzat yang Mahahidup, wahai Dzat yang berdiri sendiri, dengan rahmat-Mu aku mohon pertolongan dan aku mohon perlindungan dari siksaan-Mu.

أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ وَلَا إِلَى أَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ طَرْفَةَ عَيْنٍ

Ashliḫ lî sya’nî kullahu, wa lâ takilnî ila nafsî wa lâ ila aḫadin min khalqika tharfata ‘ain(in).

Perbaikilah keaadanku semuanya, janganlah Engkau menyerahkan aku kepada pribadiku sendiri, dan jangan juga Engkau serahkan kepada salah seorang pun dari makhluk-Mu walaupun hanya sekejap mata.

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Allâhumma innî a’ûdzubika minal-hammi wal-ḫazani, wa a‘ûdzubika minal-‘ajzi wal kasali. Wa a‘ûdzubika minal-jubni wal-bukhli, wa a‘ûdzubika min ghalabatid-daini wa qahrir-rijâl(i).

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penderitaan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada-Mu dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia.

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Allâhumma innî as’alukal-‘âfiyata fid-dunya wa lakhirat(i).

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kesejahteraan di dunia dan akhirat.

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَـافِيَةَ، وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ، فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ

Allâhumma innî as’alukal-‘afwa wal-‘âfiyata, wal-mu‘âfâtad-dâ’imata fi dînî wa dunyâya wa ahlî wa mâlî

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu pengampunan dan kesejahteraan serta perlindungan yang abadi dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku.

اَللّٰهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ وَاٰمِنْ رَوْعَاتِيْ

Allâhummastur ‘aurâtî wa âmin rau‘âtî

Ya Allah, tutuplah segala aibku dan amankan ketakutan-ketakutanku.

اَللّٰهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِيْ وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Allâhummahfadhnî min baini yadayya wa min khalfî wa ‘an yamînî wa ‘an syimâlî wa min fauqî. Wa ‘audzu bi‘adhamatika an ughtâla min tahtî.

Ya Allah, peliharalah aku dari depan dan belakangku, dari kanan, kiri dan dari atasku. Dengan keagungan-Mu aku berlindung agar jangan ditipu dari bawahku.

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ، وَأَنْتَ تَهْدِيْنِيْ، وَأَنْتَ تُطْعِمُنِيْ وَأَنْتَ تَسْقِيْنِيْ، وَأَنْتَ تُمِيْتُنِيْ، وَأَنْتَ تُحْيِيْنِيْ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Allâhumma anta khalaqtanî wa anta wa anta tahdînî wa anta tuth‘imunî wa anta tasqînî wa anta tumîtunî wa anta tuḫyînî wa anta ‘alâ kulli syai-in qadîr(un)

Ya Allah, Engkaulah yang menciptakaku, memberikan petunjuk, makan dan minum kepadaku, dan Engkau yang mematikan serta membangkitkanku dan Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.

أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ الْإِسْلَامِ، وَعَلَى كَلِمَةِ الْإِخْلَاصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا، وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Amsainâ ‘ala fithratil-islâmi, wa ‘ala kalimatil-ikhlâshi wa ‘ala dîni nabiyyinâ Muḫammadin shallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallama wa ‘ala millati abînâ Ibrâhîma ḫanîfan muslima(n), wa mâ kâna minal-musyrikîn(a).

Kami berada pada sore hari dengan fitrah beragama Islam, di atas kalimat ikhlas, berada pada agama nabi kami Muhammad ﷺ dan agama bapak kami Ibrahim alaihissalam yang lurus dan berserah diri (kepada Allah), dan sekali-kali bukanlah dia dari golongan orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan yang lain.

اَللّٰهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَعَلَيْكَ نَتَوَكَّلُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ. أَمْسَيْنَا وأَمْسَى الْمُلْكُ لِلّٰهِ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allâhumma bika amsainâ wa bika ashbaḫnâ wa bika naḫyâ wa bika namûtu wa ‘alaika natawakkalu wa ilaikal-mashîru, amsainâ wa amsal-mulku lillâhi, walḫamdulillâhi rabbil-‘alamîn(a).

Ya Allah, dengan pertolongan-Mu kami berada di waktu sore, dengan pertolongan-Mu kami berada di waktu pagi, dengan pertolongan-Mu kami hidup, dengan pertolongan-Mu kami mati, kepada-Mu kami berserah diri, dan hanya kepada-Mu tempat kebangkitan. Kami berada di waktu sore dan kerajaan milik Allah. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هٰذِهِ اللَّيْلَةِ فَتْحَهَا وَنَصْرَهَا وَنُوْرَهَا وَبَرَكَتَهَا وَهُدَاهَا

Allâhumma innî as’aluka khaira hâdzihil-lailati fatḫahâ wa nashrahâ wa nûrahâ wa barakatahâ wa hudâhâ.

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kebaikan malam ini, pembukaannya, pertolongannya, cahayanya, barakahnya dan petunjuknya.

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هٰذِهِ اللَّيْلَةِ، وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَخَيْرَ مَا قَبْلَهَا، وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هٰذِهِ اللَّيْلَةِ، وَشَرِّ مَا فِيْهَا، وَشَرِّ مَا قَبْلَهَا، وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا

Allâhumma innî as’aluka khaira hâdzihil lailah, wa khaira mâ fîhâ, wa khaira mâ qablahâ wa khaira mâ ba‘dahâ, wa a‘udzûbika min syarri hâdzihil lailati wa syarri mâ fîhâ, wa syarri mâ qablahâ wa syarri mâ ba‘dahâ

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan malam hari ini, kebaikan apa pun yang ada di dalamnya, serta kebaikan apa pun sebelum dan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan malam hari ini, keburukan apa pun yang terdapat di dalamnya, keburukan apa pun sebelum dan sesudahnya.

اَللّٰهُمَّ مَا أَمْسَى بِيْ مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَـدٍ مِنْ خَلْقِكَ، فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ عَلَى ذٰلِكَ

Allâhumma mâ amsa bî min ni‘matin au bi aḫadin min khalqika faminka wahdaka lâ syarîka laka, falakal-ḫamdu wa lakasyu-syukru ‘ala dzâlika.

Ya Allah, nikmat apa pun yang aku terima di sore ini atau yang diterima oleh salah seorang dari hamba-Mu, maka sumbernya hanyalah dari Engkau semata, tidak ada sekutu bagi-Mu, hanya bagi-Mu pujian dan hanya kepada-Mu syukur atas itu semua.

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِـهِ وَرِضَى نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ ×٣

Subhânallâhi wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa rida nafsihi wazinata ‘arsyihi wa midâda kalimatih(i). 3x

Mahasuci Allah, dengan memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, sebanyak bilangan ridla-Nya, sebanyak timbangan Arsy-Nya dan sebanyak tinta untuk menulis kalimat-kalimat-Nya. (3x)

سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِـهِ وَرِضَى نَفْسِـهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ ×٣

Subhânallâhil-adhîmi wa biḫamdihi ‘adada khalqihi wa rida nafsihi wazinata ‘arsyihi wa midâda kalimâtih(i). 3x

Mahasuci Allah yang Mahaagung, dengan memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, sebanyak bilangan ridla-Nya, sebanyak timbangan Arsy-Nya dan sebanyak tinta untuk menulis kalimat-kalimat-Nya. (3x)

سُبْحَـانَ اللهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي السَّمَـاءِ، سُبْحَـانَ اللهِ عَدَدَ مَا خَلَـقَ فِي الأَرْضِ، سُبْحَـانَ اللهِ عَدَدَ مَا بَيْنَ ذٰلِكَ، سُبْحَـانَ اللهِ عَدَدَ مَا هُوَ خَـالِقٌ

Subḫânallâhi ‘adada mâ khalaqa fis-samâ’i, subḫânallâhi ‘adada mâ khalaqa fil-ardli, subḫânallâhi ‘adada mâ baina dzâlika, subḫânallâhi ‘adada mâ huwa khâliq(un)

Mahasuci Allah sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di langit. Mahasuci Allah sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di bumi. Mahasuci Allah sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Mahasuci Allah sebanyak apa saja yang Allah sendiri sebagai penciptanya.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَدَدَ مَـا خَلَـقَ فِي السَّمَـاءِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَدَدَ مَـا خَلَـقَ فِي الأَرْضِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَدَدَ مَـا بَيْنَ ذٰلِكَ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَدَدَ مَـا هُوَ خَـالِقٌ

Alḫamdulillâhi ‘adada mâ khalaqa fis-samâ’i, alḫamdulillâhi ‘adada mâ khalaqa fil-ardli, alḫamdulillâhi ‘adada mâ baina dzâlika, alḫamdulillâhi ‘adada mâ huwa khâliq(un)

Segala puji bagi Allah sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di langit. Segala puji bagi Allah sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di bumi. Segala puji bagi Allah sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Segala puji bagi Allah sebanyak bilangan yang Allah sendiri sebagai penciptanya.

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ مَـا خَلَـقَ فِي السَّمَـاءِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ مَـا خَلَـقَ فِي الْأَرْضِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ مَـا بَيْنَ ذَلِكَ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ مَـا هُوَ خَـالِقٌ

Lâ ilâha illallâhu ‘adada mâ khalaqa fis-samâ’i, Lâ ilâha illallâhu ‘adada mâ khalaqa fil-ardli, Lâ ilâha illallâhu ‘adada mâ baina dzâlika, Lâ ilâha illallâhu ‘adada mâ huwa khâliq(un).

Tidak ada Tuhan selain Allah sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di langit. Tidak ada Tuhan selain Allah sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di bumi. Tidak ada Tuhan selain Allah sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Tidak ada Tuhan selain Allah sebanyak hitungan apa saja di mana Allah sebagai penciptanya. (3x)

اللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ مَـا خَلَـقَ فِي السَّمَـاءِ، اللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ مَـا خَلَـقَ فِي الْأَرْضِ، اللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ مَـا بَيْنَ ذٰلِكَ، اللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ مَـا هُوَ خَـالِقٌ

Allâhu akbaru ‘adada mâ khalaqa fis-samâ’i, Allâhu akbaru ‘adada mâ khalaqa fil-ardli, Allâhu akbaru ‘adada mâ baina dzâlika, Allâhu akbaru ‘adada mâ huwa khâliq(un)

Allah Mahabesar sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di langit. Allah Mahabesar sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di bumi. Allah Mahabesar sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Allah Mahabesar sebanyak bilangan apa saja yang Allah sendiri sebagai penciptanya. (3x)

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْـمِ عَدَدَ مَـا خَلَقَ فِي السَّمَاءِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْـمِ عَدَدَ مَـا خَلَقَ فِي الْأَرْضِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْـمِ عَدَدَ مَـا بَيْنَ ذَلِكَ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْـمِ عَدَدَ مَا هُوَ خَالِقٌ

Lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-adhîm ‘adada mâ khalaqa fis-samâ’i, Lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-adhîm ‘adada mâ khalaqa fil-ardli, Lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-adhîm ‘adada mâ baina dzâlika, Lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-adhîm ‘adada mâ huwa khâliq(un)

Tidak ada upaya melaksanakan ketaatan dan tidak ada kekuatan untuk menghindar dari kemaksiatan kecuali dengan (pertolongan) Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di langit. Tidak ada upaya melaksanakan ketaatan dan tidak ada kekuatan untuk menghindar dari kemaksiatan kecuali dengan (pertolongan) Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di bumi.Tidak ada upaya melaksanakan ketaatan dan tidak ada kekuatan untuk menghindar dari kemaksiatan kecuali dengan (pertolongan) Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Tidak ada upaya melaksanakan ketaatan dan tidak ada kekuatan untuk menghindar dari kemaksiatan kecuali dengan (pertolongan) Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung sebanyak bilangan apa saja yang Allah sendiri sebagai penciptanya.

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عَدَدَ كُلِّ ذَرَّةٍ أَلْفَ مَرَّةٍ ×٣

Lâ ilâha illallâhu waḫdahu lâ syarîka lah(u), lahul mulku wa lahul ḫamdu yuḫyî wa yumîtu wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr(un) ‘adada kulli dzarratin alfa marratin. 3x

Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, kerajaan hanya milik-Nya, dan hanya bagi-Nya segala puji, yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu sebanyak bilangan biji dzarrah sebanyak seribu kali. (3x)

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مِفْتَاحِ بَابِ رَحْمَةِ اللهِ، عَدَدَ مَا فِيْ عِلْمِ اللهِ، صَلَاةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ ذَرَّةٍ أَلْفَ مَرَّةٍ ×٣

Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ muḫammadin miftâḫi bâbi raḫmatillâhi ‘adada mâ fî ‘ilmillâhi shalâtan wa salâman dâ-imaini bi dawâmi mulkillâh wa ‘alâ âlihi wa shaḫbihi ‘adada kulli dzarratin alfa marrah. 3x

Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, kunci pembuka kasih sayang Allah, sebanyak sesuatu dalam pengetahuan Allah, dengan limpahan rahmat dan keselamatan yang terus-menerus sepanjang kekalnya Kerajaan Allahdengan limpahan rahmat dan keselamatan yang terus-menerus sepanjang kekalnya Kerajaan Allah—dan (limpahkan juga) kepada beserta keluarga dan para sahabat beliau— sebanyak hitungan setiap atom seribu kali. (3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ، اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ، وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَـــــدٌ ×٣

Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Qul huwallâhu aḫad(un), Allâhush-shamad(u), lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakun lahu kufuwan aḫad(un). 3x

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah Dzat yang menjadi tumpuan segala permohonan. Ia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada siapa pun yang sebanding dengan-Nya. (QS Al-Ikhlas). (3x)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ، مِنْ شَرِّ مَـــا خَلَقَۙ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ، وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Qul a‘ûdzu birabbil-falaq(i), min syarri mâ khalaq(a), wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab(a), wa min syarrin-naffatsâti fil-‘uqad(i), wa min syarri hâsidin idzâ ḫasad(a).

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang menciptakan cahaya subuh. Dari kejahatan makhluk-makhluk yang Ia ciptakan. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gelita. Dari (ahli-ahli sihir) yang mengembus pada simpul-simpul ikatan. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia melakukan kedengkiannya. (QS Al-Falaq)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ، مَلِكِ النَّـــاسِۙ، اِلٰهِ النَّاسِۙ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ، الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّــاسِ

Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Qul a‘ûdzu birabbin-nâs(i), malikin-nâs(i), ilâhin-nâs(i), min syarril-waswâsil-khannâs(i), alladzî yuwaswisu fî shudûrin-nâs(i), minal jinnati wan-nâs(i).

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Aku berlindung kepada Tuhan pemelihara manusia. Yang Menguasai manusia. Tuhannya manusia. Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam. Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia. Dari kalangan jin dan manusia”.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى جَمِيْعِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ ×٣

Allâhumma shalli ‘ala sayyidinâ Muḫammadin wa ‘ala jamî‘il-anbiyâ’i wal-mursalîn(a). 3x

Ya Allah, limpahkan rahmat kepada junjungan kami Baginda Muhammad, semua nabi dan rasul. 3x

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

Allâhummagh-firlî wa liwâlidayya wa lijamî‘il-muslimîna wal-muslimâti wal-mu’minîna wal-mu’minâti.

Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, semua kaum muslim laki-laki dan perempuan, dan semua kaum mukmin laki-laki dan perempuan.

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ ×٧

Subḫânallâhi wal-ḫamdulillahi wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbaru wa lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-‘adhîm(i). 7x

Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar, tidak ada daya menjalankan ketaatan dan tidak ada kemampuan menghindar dari kemaksiatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Mahatinggi dan agung. 7x

اللّٰهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ ×٣

Allâhumma qinî ‘adzâbaka yauma tab‘atsu ‘ibâdaka. 3x

Ya Allah, lindungilah aku dari siksa-Mu di saat Engkau bangkitkan para hamba-Mu. 3x

بِاسْمِكَ رَبِّيْ وَضَعْتُ جَنْبِيْ وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِيْ فَارْحَمْهَا وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Bismika rabbi wadla‘tu janbî wa bika arfa‘uhu in amsaktu nafsî farhamhâ wa in arsaltahâ faḫfadhhâ bimâ taḫfadhu bihi ‘ibâdakas-shâliḫîn(a).

Dengan nama-Mu, wahai Tuhanku, aku letakkan lambungku. Dengan pertolongan-Mu aku dapat mengangkatnya. Jika Engkau menahan diriku, maka kasihilah ia. Apabila Engkau melepaskannya, maka jagalah ia sebagaimana Engkau jaga para hamba-Mu yang shalih

اَللّٰهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَأَمُوْتُ

Allâhumma bismika aḫya wa amûtu

Ya Allah, dengan nama-Mu aku hidup dan mati

أَعُوْذُ بِكَ اللّٰهُمَّ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ شَرٍّ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ اٰخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا إِنَّ رَبِّيْ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ

A‘udzubika allâhumma min syarri kulli dzi syarrin wa min syarri kulli dâbbatin anta âkhidun binâshiyatihâ inna rabbi ‘ala shiratin mustaqîm(in).

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan segala sesuatu yang memiliki keburukan serta dari kejahatan setiap yang melata. Engkaulah yang menggenggam ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku berada di jalan yang lurus.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ×٢١

Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). 21x

Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 21x

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ، الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ، مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ، اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ، اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ، صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ. اٰمين ×٧

Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Alḫamdulillahi rabbil-‘âlamîn(a). Ar-Raḫmânir-Raḫîm(i). Mâliki yaumiddîn(i). Iyyâka na‘budu wa iyyâka nasta‘în(u). Ihdinash-shirâthal mustaqîm(a). Shirâthal-ladzîna an‘amta ‘alaihim ghoiril-maghdlûbi ‘alaihim waladl-dlâllîn(a). âmîn 7x

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Pemelihara seluruh alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (7x)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ، اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ، وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَـــــدٌ ×٧

Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Qul huwallâhu aḫad(un), Allâhush-shamad(u), lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakun lahu kufuwan aḫad(un). 7x

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah Dzat yang menjadi tumpuan segala permohonan. Ia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada siapa pun yang sebanding dengan-Nya. (QS Al-Ikhlas). (7x)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ، مِنْ شَرِّ مَـــا خَلَقَۙ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ، وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ×٧

Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Qul a‘ûdzu birabbil-falaq(i), min syarri mâ khalaq(a), wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab(a), wa min syarrin-naffatsâti fil-‘uqad(i), wa min syarri ḫâsidin idzâ hasad(a). 7x

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang menciptakan cahaya subuh. Dari kejahatan makhluk-makhluk yang Ia ciptakan. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gelita. Dari (ahli-ahli sihir) yang mengembus pada simpul-simpul ikatan. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia melakukan kedengkiannya. (QS Al-Falaq) (7x)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ، مَلِكِ النَّـــاسِۙ، اِلٰهِ النَّاسِۙ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ، الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّــاسِ ×٧

Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Qul a‘ûdzu birabbin-nâs(i), malikin-nâs(i), ilâhin-nâs(i), min syarril-waswâsil-khannâs(i), alladzî yuwaswisu fî shudûrin-nâs(i), minal jinnati wan-nâs(i). 7x

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Aku berlindung kepada Tuhan pemelihara manusia. Yang Menguasai manusia. Tuhannya manusia. Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam. Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia. Dari kalangan jin dan manusia”. (7x)

اَللّٰهُمَّ يَا غَنِيُّ يَا حَمِيْدُ يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيْدُ يَا رَحِيْمُ يَا وَدُوْدُ أَغْنِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allâhumma yâ Ghaniyyu yâ Ḫamîdu yâ Mubdi’u yâ Mu‘îdu ya Rahîmu ya Wadûdu aghninî biḫalâlika ‘an ḫarâmika wa bithâ‘atika ‘an ma‘shiyatika wa bifadllika ‘amman siwâka.

Ya Allah, wahai Dzat yang Mahakaya, Maha Terpuji, Maha Memulai, Maha Mengembalikan, Maha Penyayang, dan Maha Pengasih. Cukupi aku dengan rezeki halal-Mu, bukan dengan yang haram. Cukupi aku dengan melakukan ketaatan kepada-Mu, bukan dengan mendurhakai-Mu. Cukupi aku dengan karunia-Mu, bukan dengan selain-Mu.

Lifesytle, SEO Specialist & SEO Content Writer