Bagian 1: Surat Yasin Lengkap
Surat Yasin Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan
Manfaat membaca Surat Yasin dengan ikhlas diyakini dapat mendatangkan berbagai kebaikan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa barang siapa membaca Surat Yasin di malam hari, maka akan diampuni dosanya hingga pagi hari. Selain itu, membaca Surat Yasin juga diyakini dapat menenangkan hati, memohon kesembuhan lahir dan batin, melancarkan rezeki, menjauhkan dari marabahaya, serta memudahkan sakaratul maut, sehingga sering dibacakan di hadapan orang yang sedang menghadapi ajal.
Surat Yasin adalah surat ke-36 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 83 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah karena diturunkan di Makkah. Surat ini sering disebut sebagai jantung Al-Qur’an karena mengandung ajaran penting tentang keimanan, hari kebangkitan, serta tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Surat Yasin Ayat 1
يٰسۤۚ ١
yâ sîn
Yā Sīn.
Surat Yasin Ayat 2
وَالْقُرْاٰنِ الْحَكِيْمِۙ ٢
wal-qur’ânil-ḫakîm
Demi Al-Qur’an yang penuh hikmah,
Surat Yasin Ayat 3
اِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۙ ٣
innaka laminal-mursalîn
sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) benar-benar salah seorang dari rasul-rasul
Surat Yasin Ayat 4
عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۗ ٤
‘alâ shirâthim mustaqîm
(yang berada) di atas jalan yang lurus,
Surat Yasin Ayat 5
تَنْزِيْلَ الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِۙ ٥
tanzîlal-‘azîzir-raḫîm
(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang,
Surat Yasin Ayat 6
لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَّآ اُنْذِرَ اٰبَاۤؤُهُمْ فَهُمْ غٰفِلُوْنَ ٦
litundzira qaumam mâ undzira âbâ’uhum fa hum ghâfilûn
agar engkau (Nabi Muhammad) memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyang mereka belum pernah diberi peringatan, sehingga mereka lalai.
Surat Yasin Ayat 7
لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلٰٓى اَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ ٧
laqad ḫaqqal-qaulu ‘alâ aktsarihim fa hum lâ yu’minûn
Sungguh, benar-benar berlaku perkataan (ketetapan takdir) terhadap kebanyakan mereka, maka mereka tidak akan beriman.
Surat Yasin Ayat 8
اِنَّا جَعَلْنَا فِيْٓ اَعْنَاقِهِمْ اَغْلٰلًا فَهِيَ اِلَى الْاَذْقَانِ فَهُمْ مُّقْمَحُوْنَ ٨
innâ ja‘alnâ fî a‘nâqihim aghlâlan fa hiya ilal-adzqâni fa hum muqmaḫûn
Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu (tangan mereka yang terbelenggu diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah.
Surat Yasin Ayat 9
وَجَعَلْنَا مِنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا وَّمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَاَغْشَيْنٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُوْنَ ٩
wa ja‘alnâ mim baini aidîhim saddaw wa min khalfihim saddan fa aghsyainâhum fa hum lâ yubshirûn
Kami memasang penghalang di hadapan mereka dan di belakang mereka, sehingga Kami menutupi (pandangan) mereka. Mereka pun tidak dapat melihat.
Surat Yasin Ayat 10
وَسَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ ءَاَنْذَرْتَهُمْ اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ ١٠
wa sawâ’un ‘alaihim a andzartahum am lam tundzir-hum lâ yu’minûn
Sama saja bagi mereka, apakah engkau (Nabi Muhammad) memberi peringatan kepada mereka atau tidak. Mereka (tetap) tidak akan beriman.
Surat Yasin Ayat 11
اِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمٰنَ بِالْغَيْبِۚ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَّاَجْرٍ كَرِيْمٍ ١١
innamâ tundziru manittaba‘adz-dzikra wa khasyiyar-raḫmâna bil-ghaîb, fa basysyir-hu bimaghfiratiw wa ajring karîm
Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) hanya (bisa) memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikutinya dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih tanpa melihat-Nya. Berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
Surat Yasin Ayat 12
اِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتٰى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوْا وَاٰثَارَهُمْۗ وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ فِيْٓ اِمَامٍ مُّبِيْنٍࣖ ١٢
innâ naḫnu nuḫyil-mautâ wa naktubu mâ qaddamû wa âtsârahum, wa kulla syai’in aḫshainâhu fî imâmim mubîn
Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami (pulalah) yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuz).
Surat Yasin Ayat 13
وَاضْرِبْ لَهُمْ مَّثَلًا اَصْحٰبَ الْقَرْيَةِۘ اِذْ جَاۤءَهَا الْمُرْسَلُوْنَۚ ١٣
wadlrib lahum matsalan ash-ḫâbal-qaryah, idz jâ’ahal-mursalûn
Buatlah suatu perumpamaan bagi mereka (kaum kafir Makkah), yaitu penduduk suatu negeri, ketika para utusan datang kepada mereka,
Surat Yasin Ayat 14
اِذْ اَرْسَلْنَآ اِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوْهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوْٓا اِنَّآ اِلَيْكُمْ مُّرْسَلُوْنَ ١٤
idz arsalnâ ilaihimutsnaini fa kadzdzabûhumâ fa ‘azzaznâ bitsâlitsin fa qâlû innâ ilaikum mursalûn
(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya. Kemudian Kami menguatkan dengan (utusan) yang ketiga. Maka, ketiga (utusan itu) berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu.”
Surat Yasin Ayat 15
قَالُوْا مَآ اَنْتُمْ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَاۙ وَمَآ اَنْزَلَ الرَّحْمٰنُ مِنْ شَيْءٍۙ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا تَكْذِبُوْنَ ١٥
qâlû mâ antum illâ basyarum mitslunâ wa mâ anzalar-raḫmânu min syai’in in antum illâ takdzibûn
Mereka (penduduk negeri) menjawab, “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami. (Allah) Yang Maha Pengasih tidak (pernah) menurunkan sesuatu apa pun. Kamu hanyalah berdusta.”
Surat Yasin Ayat 16
قَالُوْا رَبُّنَا يَعْلَمُ اِنَّآ اِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُوْنَ ١٦
qâlû rabbunâ ya‘lamu innâ ilaikum lamursalûn
Mereka (para rasul) berkata, “Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami benar-benar para utusan(-Nya) kepadamu.
Surat Yasin Ayat 17
وَمَا عَلَيْنَآ اِلَّا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ ١٧
wa mâ ‘alainâ illal-balâghul-mubîn
Adapun kewajiban kami hanyalah menyampaikan (perintah Allah) yang jelas.”
Surat Yasin Ayat 18
قَالُوْٓا اِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْۚ لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهُوْا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِّنَّا عَذَابٌ اَلِيْمٌ ١٨
qâlû innâ tathayyarnâ bikum, la’il lam tantahû lanarjumannakum wa layamassannakum minnâ ‘adzâbun alîm
Mereka (penduduk negeri) menjawab, “Sesungguhnya kami bernasib malang karenamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami merajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami.”
Surat Yasin Ayat 19
قَالُوْا طَاۤىِٕرُكُمْ مَّعَكُمْۗ اَىِٕنْ ذُكِّرْتُمْۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُوْنَ ١٩
qâlû thâ’irukum ma‘akum, a in dzukkirtum, bal antum qaumum musrifûn
Mereka (para rasul) berkata, “Kemalangan kamu itu (akibat perbuatan) kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan, (lalu kamu menjadi malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.”
Surat Yasin Ayat 20
وَجَاۤءَ مِنْ اَقْصَا الْمَدِيْنَةِ رَجُلٌ يَّسْعٰى قَالَ يٰقَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِيْنَۙ ٢٠
wa jâ’a min aqshal-madînati rajuluy yas‘â qâla yâ qaumittabi‘ul-mursalîn
Datanglah dengan bergegas dari ujung kota, seorang laki-laki. Dia berkata, “Wahai kaumku, ikutilah para rasul itu!
Surat Yasin Ayat 21
اتَّبِعُوْا مَنْ لَّا يَسْـَٔلُكُمْ اَجْرًا وَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَ ٢١
ittabi‘û mal lâ yas’alukum ajraw wa hum muhtadûn
Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan (dalam berdakwah) kepadamu. Mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Surat Yasin Ayat 22
وَمَا لِيَ لَآ اَعْبُدُ الَّذِيْ فَطَرَنِيْ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ ٢٢
wa mâ liya lâ a‘budulladzî fatharanî wa ilaihi turja‘ûn
Apa (alasanku) untuk tidak menyembah (Allah) yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.
Surat Yasin Ayat 23
ءَاَتَّخِذُ مِنْ دُوْنِهٖٓ اٰلِهَةً اِنْ يُّرِدْنِ الرَّحْمٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّيْ شَفَاعَتُهُمْ شَيْـًٔا وَّلَا يُنْقِذُوْنِۚ ٢٣
a attakhidzu min dûnihî âlihatan iy yuridnir-raḫmânu bidlurril lâ tughni ‘annî syafâ‘atuhum syai’aw wa lâ yungqidzûn
Mengapa aku (harus) mengambil sembahan-sembahan selain-Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku.
Surat Yasin Ayat 24
اِنِّيْٓ اِذًا لَّفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ ٢٤
innî idzal lafî dlalâlim mubîn
Sesungguhnya aku (jika berbuat) begitu, pasti berada dalam kesesatan yang nyata.
Surat Yasin Ayat 25
اِنِّيْٓ اٰمَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُوْنِۗ ٢٥
innî âmantu birabbikum fasma‘ûn
Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu. Maka, dengarkanlah (pengakuan)-ku.”
Surat Yasin Ayat 26
قِيْلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَۗ قَالَ يٰلَيْتَ قَوْمِيْ يَعْلَمُوْنَۙ ٢٦
qîladkhulil-jannah, qâla yâ laita qaumî ya‘lamûn
Dikatakan (kepadanya), “Masuklah ke surga.” Dia (laki-laki itu) berkata, “Aduhai, sekiranya kaumku mengetahui
Surat Yasin Ayat 27
بِمَا غَفَرَ لِيْ رَبِّيْ وَجَعَلَنِيْ مِنَ الْمُكْرَمِيْنَ ٢٧
bimâ ghafara lî rabbî wa ja‘alanî minal-mukramîn
(bagaimana) Tuhanku mengampuniku dan menjadikanku termasuk orang-orang yang dimuliakan.”
Surat Yasin Ayat 28
۞ وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلٰى قَوْمِهٖ مِنْۢ بَعْدِهٖ مِنْ جُنْدٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَمَا كُنَّا مُنْزِلِيْنَ ٢٨
wa mâ anzalnâ ‘alâ qaumihî mim ba‘dihî min jundim minas-samâ’i wa mâ kunnâ munzilîn
Setelah dia (dibunuh), Kami tidak menurunkan satu pasukan pun dari langit kepada kaumnya dan Kami tidak perlu menurunkannya.
Surat Yasin Ayat 29
اِنْ كَانَتْ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَاِذَا هُمْ خٰمِدُوْنَ ٢٩
ing kânat illâ shaiḫataw wâḫidatan fa idzâ hum khâmidûn
(Azab mereka) itu cukup dengan satu teriakan saja. Maka, seketika itu mereka mati.
Surat Yasin Ayat 30
يٰحَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِۚ مَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ ٣٠
yâ ḫasratan ‘alal-‘ibâd, mâ ya’tîhim mir rasûlin illâ kânû bihî yastahzi’ûn
Alangkah besar penyesalan diri para hamba itu. Setiap datang seorang rasul kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya.
Surat Yasin Ayat 31
اَلَمْ يَرَوْا كَمْ اَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِّنَ الْقُرُوْنِ اَنَّهُمْ اِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُوْنَ ٣١
a lam yarau kam ahlaknâ qablahum minal-qurûni annahum ilaihim lâ yarji‘ûn
Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan. Mereka (setelah binasa) tidak ada yang kembali kepada mereka (di dunia).
Surat Yasin Ayat 32
وَاِنْ كُلٌّ لَّمَّا جَمِيْعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُوْنَࣖ ٣٢
wa ing kullul lammâ jamî‘ul ladainâ muḫdlarûn
Tidak ada satu (umat) pun, kecuali semuanya akan dihadirkan kepada Kami (untuk dihisab).
Surat Yasin Ayat 33
وَاٰيَةٌ لَّهُمُ الْاَرْضُ الْمَيْتَةُۖ اَحْيَيْنٰهَا وَاَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُوْنَ ٣٣
wa âyatul lahumul-ardlul-maitatu aḫyainâhâ wa akhrajnâ min-hâ ḫabban fa min-hu ya’kulûn
Suatu tanda (kekuasaan-Nya) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus lalu) Kami menghidupkannya dan mengeluarkan darinya biji-bijian kemudian dari (biji-bijian) itu mereka makan.
Surat Yasin Ayat 34
وَجَعَلْنَا فِيْهَا جَنّٰتٍ مِّنْ نَّخِيْلٍ وَّاَعْنَابٍ وَّفَجَّرْنَا فِيْهَا مِنَ الْعُيُوْنِۙ ٣٤
wa ja‘alnâ fîhâ jannâtim min nakhîliw wa a‘nâbiw wa fajjarnâ fîhâ minal-‘uyûn
Kami (juga) menjadikan padanya (bumi) kebun-kebun kurma dan anggur serta Kami memancarkan padanya beberapa mata air
Surat Yasin Ayat 35
لِيَأْكُلُوْا مِنْ ثَمَرِهٖۙ وَمَا عَمِلَتْهُ اَيْدِيْهِمْۗ اَفَلَا يَشْكُرُوْنَ ٣٥
liya’kulû min tsamarihî wa mâ ‘amilat-hu aidîhim, a fa lâ yasykurûn
agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Mengapa mereka tidak bersyukur?
Surat Yasin Ayat 36
سُبْحٰنَ الَّذِيْ خَلَقَ الْاَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْۢبِتُ الْاَرْضُ وَمِنْ اَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُوْنَ ٣٦
sub-ḫânalladzî khalaqal-azwâja kullahâ mimmâ tumbitul-ardlu wa min anfusihim wa mimmâ lâ ya‘lamûn
Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
Surat Yasin Ayat 37
وَاٰيَةٌ لَّهُمُ الَّيْلُۖ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَاِذَا هُمْ مُّظْلِمُوْنَۙ ٣٧
wa âyatul lahumul-lailu naslakhu min-hun-nahâra fa idzâ hum mudhlimûn
Suatu tanda juga (atas kekuasaan Allah) bagi mereka adalah malam. Kami pisahkan siang dari (malam) itu. Maka, seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan.
Surat Yasin Ayat 38
وَالشَّمْسُ تَجْرِيْ لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَاۗ ذٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِۗ ٣٨
wasy-syamsu tajrî limustaqarril lahâ, dzâlika taqdîrul-‘azîzil-‘alîm
(Suatu tanda juga atas kekuasaan Allah bagi mereka adalah) matahari yang berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui.
Surat Yasin Ayat 39
وَالْقَمَرَ قَدَّرْنٰهُ مَنَازِلَ حَتّٰى عَادَ كَالْعُرْجُوْنِ الْقَدِيْمِ ٣٩
wal-qamara qaddarnâhu manâzila ḫattâ ‘âda kal-‘urjûnil-qadîm
(Begitu juga) bulan, Kami tetapkan bagi(-nya) tempat-tempat peredaran sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir,) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua.
Surat Yasin Ayat 40
لَا الشَّمْسُ يَنْۢبَغِيْ لَهَآ اَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا الَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِۗ وَكُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ ٤٠
lasy-syamsu yambaghî lahâ an tudrikal-qamara wa lal-lailu sâbiqun-nahâr, wa kullun fî falakiy yasbaḫûn
Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.
Surat Yasin Ayat 41
وَاٰيَةٌ لَّهُمْ اَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ ٤١
wa âyatul lahum annâ ḫamalnâ dzurriyyatahum fil-fulkil-masy-ḫûn
Suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bahwa Kami mengangkut keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan.
Surat Yasin Ayat 42
وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِّنْ مِّثْلِهٖ مَا يَرْكَبُوْنَ ٤٢
wa khalaqnâ lahum mim mitslihî mâ yarkabûn
(Begitu juga) Kami menciptakan untuk mereka dari jenis itu angkutan (lain) yang mereka kendarai.
Surat Yasin Ayat 43
وَاِنْ نَّشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيْخَ لَهُمْ وَلَاهُمْ يُنْقَذُوْنَۙ ٤٣
wa in nasya’ nughriq-hum fa lâ sharîkha lahum wa lâ hum yungqadzûn
Jika Kami menghendaki, Kami akan menenggelamkan mereka. Kemudian, tidak ada penolong bagi mereka dan tidak (pula) mereka diselamatkan.
Surat Yasin Ayat 44
اِلَّا رَحْمَةً مِّنَّا وَمَتَاعًا اِلٰى حِيْنٍ ٤٤
illâ raḫmatam minnâ wa matâ‘an ilâ ḫîn
Akan tetapi, (Kami menyelamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberi mereka kesenangan hidup sampai waktu tertentu.
Surat Yasin Ayat 45
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّقُوْا مَا بَيْنَ اَيْدِيْكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ٤٥
wa idzâ qîla lahumuttaqû mâ baina aidîkum wa mâ khalfakum la‘allakum tur-ḫamûn
Ketika dikatakan kepada mereka, “Takutlah kamu akan (siksa) yang ada di hadapanmu (di dunia) dan azab yang ada di belakangmu (akhirat) agar kamu mendapat rahmat,” (maka mereka berpaling).
Surat Yasin Ayat 46
وَمَا تَأْتِيْهِمْ مِّنْ اٰيَةٍ مِّنْ اٰيٰتِ رَبِّهِمْ اِلَّا كَانُوْا عَنْهَا مُعْرِضِيْنَ ٤٦
wa mâ ta’tîhim min âyatim min âyâti rabbihim illâ kânû ‘an-hâ mu‘ridlîn
Tidak satu pun dari tanda-tanda (kebesaran) Tuhan datang kepada mereka, kecuali mereka berpaling darinya.
Surat Yasin Ayat 47
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُۙ قَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنُطْعِمُ مَنْ لَّوْ يَشَاۤءُ اللّٰهُ اَطْعَمَهٗٓۖ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ ٤٧
wa idzâ qîla lahum anfiqû mimmâ razaqakumullâhu qâlalladzîna kafarû lilladzîna âmanû a nuth‘imu mal lau yasyâ’ullâhu ath‘amahû in antum illâ fî dlalâlim mubîn
Apabila dikatakan kepada mereka, “Infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadamu,” orang-orang yang kufur itu berkata kepada orang-orang yang beriman, “Apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki, Dia akan memberinya makan? Kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”
Surat Yasin Ayat 48
وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ ٤٨
wa yaqûlûna matâ hâdzal-wa‘du ing kuntum shâdiqîn
Mereka berkata, “Kapankah janji (hari Kebangkitan) ini (terjadi) jika kamu orang-orang benar?”
Surat Yasin Ayat 49
مَا يَنْظُرُوْنَ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُوْنَ ٤٩
mâ yandhurûna illâ shaiḫataw wâḫidatan ta’khudzuhum wa hum yakhishshimûn
Mereka hanya menunggu satu teriakan yang akan membinasakan mereka saat mereka (sibuk) bertengkar (tentang urusan dunia).
Surat Yasin Ayat 50
فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ تَوْصِيَةً وَّلَآ اِلٰٓى اَهْلِهِمْ يَرْجِعُوْنَࣖ ٥٠
fa lâ yastathî‘ûna taushiyataw wa lâ ilâ ahlihim yarji‘ûn
Oleh sebab itu, mereka tidak dapat berwasiat dan tidak dapat kembali kepada keluarganya.
Surat Yasin Ayat 51
وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَاِذَا هُمْ مِّنَ الْاَجْدَاثِ اِلٰى رَبِّهِمْ يَنْسِلُوْنَ ٥١
wa nufikha fish-shûri fa idzâ hum minal-ajdâtsi ilâ rabbihim yansilûn
Sangkakala pun ditiup dan seketika itu mereka bergerak cepat dari kuburnya menuju kepada Tuhannya.
Surat Yasin Ayat 52
قَالُوْا يٰوَيْلَنَا مَنْۢ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَاࣝ هٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ ٥٢
qâlû yâ wailanâ mam ba‘atsanâ mim marqadinâ hâdzâ mâ wa‘adar-raḫmânu wa shadaqal-mursalûn
Mereka berkata, “Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” (Lalu, dikatakan kepada mereka,) “Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah para rasul(-Nya).”
Surat Yasin Ayat 53
اِنْ كَانَتْ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَاِذَا هُمْ جَمِيْعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُوْنَ ٥٣
ing kânat illâ shaiḫataw wâḫidatan fa idzâ hum jamî‘ul ladainâ muḫdlarûn
Teriakan itu hanya sekali saja, maka seketika itu mereka semua dihadapkan kepada Kami (untuk dihisab).
Surat Yasin Ayat 54
فَالْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔا وَّلَا تُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ٥٤
fal-yauma lâ tudhlamu nafsun syai’aw wa lâ tujzauna illâ mâ kuntum ta‘malûn
Pada hari itu tidak ada sama sekali orang yang dirugikan sedikit pun. Kamu tidak akan diberi balasan, kecuali atas apa yang telah kamu kerjakan.
Surat Yasin Ayat 55
اِنَّ اَصْحٰبَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِيْ شُغُلٍ فٰكِهُوْنَۚ ٥٥
inna ash-ḫâbal-jannatil-yauma fî syughulin fâkihûn
Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu berada dalam kesibukan (sehingga tidak sempat berpikir tentang penghuni neraka) lagi bersenang-senang.
Surat Yasin Ayat 56
هُمْ وَاَزْوَاجُهُمْ فِيْ ظِلٰلٍ عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِ مُتَّكِــُٔوْنَۚ ٥٦
hum wa azwâjuhum fî dhilâlin ‘alal-arâ’iki muttaki’ûn
Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh sambil berbaring di atas ranjang berkelambu.
Surat Yasin Ayat 57
لَهُمْ فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّلَهُمْ مَّا يَدَّعُوْنَۚ ٥٧
lahum fîhâ fâkihatuw wa lahum mâ yadda‘ûn
Di (surga) itu mereka memperoleh buah-buahan dan apa saja yang mereka inginkan.
Surat Yasin Ayat 58
سَلٰمٌۗ قَوْلًا مِّنْ رَّبٍّ رَّحِيْمٍ ٥٨
salâm, qaulam mir rabbir raḫîm
(Kepada mereka dikatakan,) “Salam sejahtera” sebagai ucapan dari Tuhan Yang Maha Penyayang.
Surat Yasin Ayat 59
وَامْتَازُوا الْيَوْمَ اَيُّهَا الْمُجْرِمُوْنَ ٥٩
wamtâzul-yauma ayyuhal-mujrimûn
(Dikatakan kepada orang-orang kafir,) “Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai para pendurhaka!
Surat Yasin Ayat 60
اَلَمْ اَعْهَدْ اِلَيْكُمْ يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ اَنْ لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطٰنَۚ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ ٦٠
a lam a‘had ilaikum yâ banî âdama al lâ ta‘budusy-syaithân, innahû lakum ‘aduwwum mubîn
Bukankah Aku telah berpesan kepadamu dengan sungguh-sungguh, wahai anak cucu Adam, bahwa janganlah kamu menyembah setan? Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kamu.
Surat Yasin Ayat 61
وَاَنِ اعْبُدُوْنِيْۗ هٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ ٦١
wa ani‘budûnî, hâdzâ shirâthum mustaqîm
(Begitu juga bahwa) sembahlah Aku. Inilah jalan yang lurus.”
Surat Yasin Ayat 62
وَلَقَدْ اَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيْرًاۗ اَفَلَمْ تَكُوْنُوْا تَعْقِلُوْنَ ٦٢
wa laqad adlalla mingkum jibillang katsîrâ, a fa lam takûnû ta‘qilûn
Sungguh, ia (setan itu) benar-benar telah menyesatkan sangat banyak orang dari kamu. Maka, apakah kamu tidak mengerti?
Surat Yasin Ayat 63
هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ ٦٣
hâdzihî jahannamullatî kuntum tû‘adûn
Inilah (neraka) Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu.
Surat Yasin Ayat 64
اِصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ ٦٤
ishlauhal-yauma bimâ kuntum takfurûn
Masuklah ke dalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya.
Surat Yasin Ayat 65
اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ ٦٥
al-yauma nakhtimu ‘alâ afwâhihim wa tukallimunâ aidîhim wa tasy-hadu arjuluhum bimâ kânû yaksibûn
Pada hari ini Kami membungkam mulut mereka. Tangan merekalah yang berkata kepada Kami dan kaki merekalah yang akan bersaksi terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
Surat Yasin Ayat 66
وَلَوْ نَشَاۤءُ لَطَمَسْنَا عَلٰٓى اَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَاَنّٰى يُبْصِرُوْنَ ٦٦
walau nasyâ’u lathamasnâ ‘alâ a‘yunihim fastabaqush-shirâtha fa annâ yubshirûn
Seandainya Kami menghendaki, pastilah Kami akan menghapus penglihatan (membutakan) mereka sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan (selamat). Maka, bagaimana mungkin mereka dapat melihat?
Surat Yasin Ayat 67
وَلَوْ نَشَاۤءُ لَمَسَخْنٰهُمْ عَلٰى مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوْا مُضِيًّا وَّلَا يَرْجِعُوْنَࣖ ٦٧
walau nasyâ’u lamasakhnâhum ‘alâ makânatihim famastathâ‘û mudliyyaw wa lâ yarji‘ûn
Seandainya Kami menghendaki, pastilah Kami akan mengubah bentuk mereka di tempat mereka berada, sehingga mereka tidak sanggup meneruskan perjalanan dan juga tidak sanggup pulang kembali.
Surat Yasin Ayat 68
وَمَنْ نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِى الْخَلْقِۗ اَفَلَا يَعْقِلُوْنَ ٦٨
wa man nu‘ammir-hu nunakkis-hu fil-khalq, a fa lâ ya‘qilûn
Siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami balik proses penciptaannya (dari kuat menuju lemah). Maka, apakah mereka tidak mengerti?
Surat Yasin Ayat 69
وَمَا عَلَّمْنٰهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْۢبَغِيْ لَهٗۗ اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ وَّقُرْاٰنٌ مُّبِيْنٌۙ ٦٩
wa mâ ‘allamnâhusy-syi‘ra wa mâ yambaghî lah, in huwa illâ dzikruw wa qur’ânum mubîn
Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Nabi Muhammad) dan (bersyair) itu tidaklah pantas baginya. (Wahyu yang Kami turunkan kepadanya) itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Al-Qur’an yang jelas,
Surat Yasin Ayat 70
لِّيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَّيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ ٧٠
liyundzira mang kâna ḫayyaw wa yaḫiqqal-qaulu ‘alal-kâfirîn
agar dia (Nabi Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir itu menjadi pasti.
Surat Yasin Ayat 71
اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِّمَّا عَمِلَتْ اَيْدِيْنَآ اَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مٰلِكُوْنَ ٧١
a wa lam yarau annâ khalaqnâ lahum mimmâ ‘amilat aidînâ an‘âman fa hum lahâ mâlikûn
Tidakkah mereka mengetahui bahwa Kami telah menciptakan untuk mereka hewan-hewan ternak dari ciptaan tangan Kami (sendiri), lalu mereka menjadi pemiliknya?
Surat Yasin Ayat 72
وَذَلَّلْنٰهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوْبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُوْنَ ٧٢
wa dzallalnâhâ lahum fa min-hâ rakûbuhum wa min-hâ ya’kulûn
Kami menjadikannya (hewan-hewan itu) tunduk kepada mereka. Sebagian di antaranya menjadi tunggangan mereka dan sebagian (lagi) mereka makan.
Surat Yasin Ayat 73
وَلَهُمْ فِيْهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُۗ اَفَلَا يَشْكُرُوْنَ ٧٣
wa lahum fîhâ manâfi‘u wa masyârib, a fa lâ yasykurûn
Pada dirinya (hewan-hewan ternak itu) terdapat berbagai manfaat dan minuman untuk mereka. Apakah mereka tidak bersyukur?
Surat Yasin Ayat 74
وَاتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اٰلِهَةً لَّعَلَّهُمْ يُنْصَرُوْنَۗ ٧٤
wattakhadzû min dûnillâhi âlihatal la‘allahum yunsharûn
Mereka menjadikan sesembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan.
Surat Yasin Ayat 75
لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ نَصْرَهُمْۙ وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ مُّحْضَرُوْنَ ٧٥
lâ yastathî‘ûna nashrahum wa hum lahum jundum muḫdlarûn
(Sesembahan) itu tidak mampu menolong mereka, padahal (sesembahan) itu adalah tentara yang dihadirkan untuk menjaganya.
Surat Yasin Ayat 76
فَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْۘ اِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَمَا يُعْلِنُوْنَ ٧٦
fa lâ yaḫzungka qauluhum, innâ na‘lamu mâ yusirrûna wa mâ yu‘linûn
Maka, jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Nabi Muhammad) bersedih hati. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.
Surat Yasin Ayat 77
اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ ٧٧
a wa lam yaral-insânu annâ khalaqnâhu min nuthfatin fa idzâ huwa khashîmum mubîn
Tidakkah manusia mengetahui bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani? Kemudian tiba-tiba saja dia menjadi musuh yang nyata.
Surat Yasin Ayat 78
وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَّنَسِيَ خَلْقَهٗۗ قَالَ مَنْ يُّحْيِ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيْمٌ ٧٨
wa dlaraba lanâ matsalaw wa nasiya khalqah, qâla may yuḫyil-‘idhâma wa hiya ramîm
Dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal penciptaannya. Dia berkata, “Siapakah yang bisa menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?”
Surat Yasin Ayat 79
قُلْ يُحْيِيْهَا الَّذِيْٓ اَنْشَاَهَآ اَوَّلَ مَرَّةٍۗ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيْمٌۙ ٧٩
qul yuḫyîhalladzî ansya’ahâ awwala marrah, wa huwa bikulli khalqin ‘alîm
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Yang akan menghidupkannya adalah Zat yang menciptakannya pertama kali. Dia Maha Mengetahui setiap makhluk.
Surat Yasin Ayat 80
ࣙالَّذِيْ جَعَلَ لَكُمْ مِّنَ الشَّجَرِ الْاَخْضَرِ نَارًاۙ فَاِذَآ اَنْتُمْ مِّنْهُ تُوْقِدُوْنَ ٨٠
alladzî ja‘ala lakum minasy-syajaril-akhdlari nâran fa idzâ antum min-hu tûqidûn
(Dialah) yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau. Kemudian, seketika itu kamu menyalakan (api) darinya.”
Surat Yasin Ayat 81
اَوَلَيْسَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنْ يَّخْلُقَ مِثْلَهُمْۗ بَلٰى وَهُوَ الْخَلّٰقُ الْعَلِيْمُ ٨١
a wa laisalladzî khalaqas-samâwâti wal-ardla biqâdirin ‘alâ ay yakhluqa mitslahum, balâ wa huwal-khallâqul-‘alîm
Bukankah Zat yang menciptakan langit dan bumi mampu menciptakan manusia yang serupa mereka itu (di akhirat kelak)? Benar. Dialah yang Maha Banyak Mencipta lagi Maha Mengetahui.
Surat Yasin Ayat 82
اِنَّمَآ اَمْرُهٗٓ اِذَآ اَرَادَ شَيْـًٔاۖ اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ ٨٢
innamâ amruhû idzâ arâda syai’an ay yaqûla lahû kun fa yakûn
Sesungguhnya ketetapan-Nya, jika Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka, jadilah (sesuatu) itu.
Surat Yasin Ayat 83
فَسُبْحٰنَ الَّذِيْ بِيَدِهٖ مَلَكُوْتُ كُلِّ شَيْءٍ وَّاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَࣖ ٨٣
fa sub-ḫânalladzî biyadihî malakûtu kulli syai’iw wa ilaihi turja‘ûn
Maka, Mahasuci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan.
Bagian 6: Ratib al-Athas
Ratib Al-Athas Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Bacaan ke 1 Ratib Al Athas
الْفَاتِحَةُ إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهِ وَسَلَّمَ، الْفَاتِحَة أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ، الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ، مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ، اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ، اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ، صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ. اٰمِيْن
Al-Fâtiḫata ila hadlratin-nabiyyi Muḫammadin shallallâhu `alaihi wa âlihi wa sallama, al-fâtihah: A`ûdzu billahi minasy-syaithânir-rajîm(i). Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i). Al-hamdulillâhi rabbil-`âlamîn(a). Arrahmânir-rahîm. Mâliki yaumid-dîn(i). Iyyâka na`budu wa iyyâka nasta`în(u). Ihdinash-shirâtal-mustqîm(a). Shirâtal-ladzîna an`amta `alaihim ghairil-maghdûbi `alaihim wa lâdl-dlâllîn(a). âmîn
Untuk keharibân Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam, al-Fatihah… Aku berlindung dengan Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Bacaan ke 2 Ratib Al Athas
أَعُوْذُ بِاللّٰهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ×٣
A`udzubillâhis-samî`il-`alîmi minasy-syaithanir-rajîm(i). 3x
Aku berlindung kepada Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk. (3x)
Bacaan ke 3 Ratib Al Athas
لَوْ اَنْزَلْنَا هٰذَا الْقُرْاٰنَ عَلٰى جَبَلٍ لَّرَاَيْتَهٗ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللّٰهِۗ وَتِلْكَ الْاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
Lau anzalnâ hâdzal-qur’âna ‘ala jabalin lara’aitahu khâsyi‘an mutashaddi‘an min khasyatillâh(i), watilkal amtsâlu nadlribuhâ linnâsi la‘allahum yatafakkarun(a)
Sekiranya Kami turunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir. (QS Al-Hashr: 21)
Bacaan ke 4 Ratib Al Athas
هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِۚ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ
Huwallâhul-Ladzî Lâ Ilâha Illâ Huwa `âlimul-ghaibi wasy-syahâdati huwar-raḫmânur-raḫîm(u)
Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. (QS Al-Hashr: 22)
Bacaan ke 5 Ratib Al Athas
هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Huwallâhul-ladzî lâ ilâha illâ huwal-malikul-quddûsus-salamul-mu’minul-muhaimnul-`azîzul-jabbârul-mutakabbir(u), subhânallâhi `ammâ yusyrikûn(a).
Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS Al-Hashr: 23)
Bacaan ke 6 Ratib Al Athas
هُوَ اللّٰهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۗ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Huwallâhul-khâliqul-bâriul-mushawwiru lahul-asmâul husna, yusabbihu lahu mâ fis-samawâti wal-ardl(i), wa huwal-`azizul-hakîm(u).
Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. (QS Al-Hashr: 24)
Bacaan ke 7 Ratib Al Athas
أَعُوْذُ بِاللّٰهِ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ×٣
A`udzubillâhis-samî`il-`alîmi minasy-syaithanir-rajîm(i). 3x
Aku berlindung kepada Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk. (3x)
Bacaan ke 8 Ratib Al Athas
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللّٰهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ×٣
A`ûdzu bikalimâtillâhit-tâmmâti min syarri mâ khalaq(a). 3x
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan apa pun yang diciptakan oleh Allah. (3x)
Bacaan ke 9 Ratib Al Athas
بِسْمِ اللّٰهِ الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ×٣
Bismillâhil-ladzî lâ yadurru ma`asmihi syai’un fil-ardli wa lâ fis-samâ’i wa huwas-samî`ul-`alîm(u). 3x
Dengan menyebut nama Allah yang bersama nama-Nya tak ada sesuatu pun di bumi dan di langit dapat memberi bencana, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (3x)
Bacaan ke 10 Ratib Al Athas
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، وَلَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ ×١٠
Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i). wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhil-`aliyyil `adhîm(i). 10x
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tidak ada daya upaya untuk bisa mengerjakan ibadah dan tidak ada kekuatan untuk meninggalkan maksiat melainkan dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. (10x)
Bacaan ke 11 Ratib Al Athas
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ×٣
Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i). 3x
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (3 x)
Bacaan ke 12 Ratib Al Athas
بِسْمِ اللّٰهِ تَحَصَّنَّا بِاللّٰهِ، بِسْمِ اللّٰهِ تَوَكَّلْنَا بِاللّٰهِ ×٣
Bismillâhi taḫashshannâ billâhi, Bismillâhi tawakkalnâ billâhi. 3x
Dengan menyebut nama Allah, kami berlindung kepada Allah, dengan menyebut nama Allah kami bertawakal kepada Allah. (3x)
Bacaan ke 13 Ratib Al Athas
بِسْمِ اللّٰهِ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ، وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِ ×٣
Bismillâhi âmannâ billâhi, wa man yu’min billâhi lâ khaufun `alaihi. 3x
Dengan menyebut nama Allah kami beriman kepada Allah, barangsiapa yang beriman kepada Allah tidak ada ketakutan pada dirinya. (3x)
Bacaan ke 14 Ratib Al Athas
سُبْحَانَ اللّٰهِ عَزَّ اللّٰهُ، سُبْحَانَ اللّٰهِ جَلَّ اللّٰهُ ×٣
Subḫânallâhi `azzallâh(u). Subḫânallâhi jallallâh(u). 3x
Mahasuci Allah Mahamulia Allah, Mahasuci Allah Maha Agung Allah. (3x)Bacaan ke 15 Ratib Al Athas
سُبْحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللّٰهِ الْعَظِيْمِ ×٣
Subḫânallâhi wa biḫamdihi. subḫânallâhil-`adhîm(i). 3x
Mahasuci Allah dan dengan pujian-Nya, Mahasuci Allah yang Maha Agung. (3 x)
Bacaan ke 16 Ratib Al Athas
سُبْحَانَ اللّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَآ إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ ×٤
Subḫânallâhi wal-hamdulillâhi wa lâ ilâha illâllâhu wallâhu akbar(u). 4x
Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar. (4x)
Bacaan ke 17 Ratib Al Athas
يَا لَطِيْفًا بِخَلْقِهِ، يَا عَلِيْمًا بِخَلْقِهِ، يَا خَبِيْرًا بِخَلْقِهِ، اُلْطُفْ بِنَا يَا لَطِيْفُ، يَا عَلِيْمُ يَا خَبِيْرُ ×٣
Yâ lathîfan bikhalqihi, yâ `âlîman bikhalqihi, yâ khabîran bikhalqihi, ulthuf binâ yâ lathîfu ya `alîmu yâ khabîru. 3x
Wahai Dzat yang Maha Lembut terhadap makhluk-Nya, wahai Dzat yang Maha Mengetahui makhluk-Nya, wahai Dzat yang Maha Mengerti makhluk-Nya, berlaku lembutlah kepada kami wahai Dzat yang Maha Lembut, Wahai Dzat yang Maha Mengetahui, wahai Dzat yang Maha Mengerti. (3x)
Bacaan ke 18 Ratib Al Athas
يَا لَطِيْفًا لَمْ يَزَلْ، اُلْطُفْ بِنَا فِيْمَا نَزَلَ، إِنَّكَ لَطِيْفٌ لَمْ تَزَلْ، اُلْطُفْ بِنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ ×٣
Yâ lathîfan lam yazal, ulthuf binâ fîmâ nazal, innaka lathîfun lan tazal, ulthuf binâ wal-muslimîn(a). 3x
Wahai Dzat yang Mahalembutnya tidak akan hilang selamanya, perlakukan kami dengan lembut dalam semua hal yang turun kepada kami. Sesungguhnya Engkau Mahalembut tidak akan pernah hilang sekali pun. Perlakukan kami dan semua orang Islam dengan lembut. (3x)
Bacaan ke 19 Ratib Al Athas
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ ×٤٠
Lâ ilâha illâllâh(u). 40x
Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah (40x)
Bacaan ke 20 Ratib Al Athas
مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهِ وَسَلَّمَ
Muḫammadun rasûlullâḫi shallallâhu `alaihi wa âlihi wa sallama.
Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah
Bacaan ke 21 Ratib Al Athas
حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ ×٧
Ḫasbunallâhu wani`mal-wakîl(u). 7x
Sebaik-baiknya Dzat yang memberikan kecukupan kepada kami adalah Allah. Dan Dia adalah sebaik-baik Dzat yang diserahi (urusan). (7x)
Bacaan ke 22 Ratib Al Athas
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ ×١٠
Allâhumma shalli `ala Muhammadin, allâhummâ shalli `alaihi wa sallim. 10x
Ya Allah, limpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad. Ya Allah, limpahkan rahmat dan keselamatan kepada beliau. (10x)
Bacaan ke 23 Ratib Al Athas
أَسْتَغْفِرُ اللهَ ×١١
Astaghfirullâh(a). 11x
Aku memohon ampunan kepada Allah. (11x)
Bacaan ke 24 Ratib Al Athas
تَائِبُوْنَ إِلَى اللّٰهِ ×٣
Tâ’ibûna ilallâhi. 3x
Sebagai orang-orang yang bertaubat kepada Allah. (3x)
Bacaan ke 25 Ratib Al Athas
يَا اَللّٰهُ بِهَا، يَا اَللّٰهُ بِهَا، يَا اَللّٰهُ بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ ×٣
Yâ Allâhu bihâ, Yâ Allâhu bihâ, Yâ Allâhu biḫusnil-khâtimah. 3x
Ya Allah dengan kalimat lâ ilâha illallâh, ya Allah dengan kalimat lâ ilâha illallâh, ya Allah tutup usia kami dengan husnul khatimah. (3x)
Bacaan ke 26 Ratib Al Athas
غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ، لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ، رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ
Ghufrânaka rabbanâ wa ilaikal-mashîru, lâ yukallifullâhu nafsan illâ wus`aha laha mâ kasabat wa `alaiha mâktasabat, rabbanâ lâ tu’akhidznâ in nasîna au akhtha’nâ, rabbanâ wa lâ taḫmil `alainâ ishran kamâ ḫamaltahu `alal-ladzîna min qablinâ, rabbanâ wa lâ tuḫammilnâ mâ lâ thâqata lanâ bihi. Wa`fu `annâ waghfirlanâ warhamnâ anta maulana fanshurnâ `alal-qaumil-kâfirîn(a).
Kami berharap ampunan-Mu, wahai Tuhanku dan hanya kepada Engkaulah tempat kembali. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari keburukan) yang dikerjakannya. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami atas kaum yang kafir.
Bacaan ke 27 Ratib Al Athas
اَلْفَاتِحَةَ إِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا رَسُوْلِ اللّٰهِ، مُحَمَّدٍ ࣙبْنِ عَبْدِ اللّٰهِ، وَاٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، أَنَّ اللهَ يُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ، وَيَنْفَعُنَا بِأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلاٰخِرَةِ، وَيَجْعَلُنَا مِنْ حِزْبِهِمْ، وَيَرْزُقُنَا مَحَبَّتَهُمْ، وَيَتَوَفَّانَا عَلَى مِلَّتِهِمْ، وَيَحْشُرُنَا فِي زُمْرَتِهِمْ فِيْ خَيْرٍ وَلُطْفٍ وَعَافِيَةٍ، بِسِرِّ الْفَاتِحَة
Alfâtiḫata ila rûḫi sayyidinâ wa ḫabîbinâ wa syafî`înâ Rasûlillâhi Muḫammadidni `Abdillâhi, wa alihi wa ashḫâbihi wa azwâjihi wa dzurriyatihi, annallâha yu`li darajâtihin fil-jannati, wa yanfa`unâ biasrârihim wa anwârihim wa `ulûmihim fid-dîni wad-dunyâ wal-âkhirati, wa yaj`alnâ min ḫizbihim, wa yarzuqunâ maḫabbatahum, wa yatawaffânâ `ala millatihim, wa yaḫsyurunâ fî zumratihim fî khairin wa luthfin wa `âfiyatin, bisirril-fâtiḫah…
Bacaan Al-Fatihah untuk ruh tuan, kekasih, pemberi syafa’at, dan Rasul kita, Nabi Muhammad bin Abdullah dan juga kepada keluarga, para sahabat, isteri dan keturunan beliau, semoga Allah mengangkatkan derajat mereka di dalam surga, dan memberikan kemanfâtan kepada kami dengan asrâr, cahaya, dan ilmu mereka dalam hal agama, dunia, dan akherat. Dan semoga Allah menjadikan kami sebagai bagian dari golongan mereka, memberi kami kecintaan kepada mereka, mematikan kami di atas jalan mereka, dan mengumpulkan kami dalam rombongan mereka dalam kebaikan, kelembutan dan kesejahteraan, dengan lantaran rahasianya surat Al-Fatihah. (Membaca surat Al-Fatihah)
Bacaan ke 28 Ratib Al Athas
اَلْفَاتِحَةَ إِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا الْمُهَاجِرْ إِلَى اللّٰهِ أَحْمَدَ بْنِ عِيْسَى، وَإِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا الْأُسْتَاذِ الْأَعْظَمِ الْفَقِيْهِ الْمُقَدَّمِ مُحَمَّدٍ ࣙبْنِ عَلِيٍّ بَاعَلَوِيْ، وَاُصُوْلِهِمْ وَفُرُوْعِهِمْ وَذَوِي الْحُقُوْقِ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ، أَنَّ اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَيَرْحَمُهُمْ وَيُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ، وَيَنْفَعُنَا بِأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ، بِسِرِّ الْفَاتِحَة
Alfâtiḫata ila rûḫi sayyidinâl-muhâjir ilallâhi Ahmad abni `Isa, wa ila rûḫi sayyidinâl-ustadzil-a`dhamil-faqîhil-muqaddami Muḫammad ibni `Aliyyi Ba`alawî, wa ushûlihim wa furû`ihim wa dzawil-ḫuqûqi `alaihim ajma`îna, annallâha yaghfiru lahum wa yarḫamuhum wa yu`lî darajâtihim fil-jannati, wa yanfa`unâ biasrarihim wa anwârihim wa `ulûmihim fid-dîni wad-dunyâ wal-âkhirati, bisirril-fâtiḫah…
Al-Fatihah untuk tuan kita,orang yang berjuang di jalan Allah Ahmad bin Isa, tuan guru kita yang agung al-Faqih al-Muqadddam, al-Habib Muhammad bin Ali Ba’alawi dan kepada orang tua dan nenek moyangnya, keturunannya dan orang-orang yang mempunyai hak atas mereka. Semoga Allah mengampuni mereka dan merahmati mereka serta mengangkatkan derajat-derajat mereka itu di dalam Surga-Nya, dan memberikan kemanfaatan kepada kami dengan rahasia-rahasia mereka, cahaya-cahaya mereka, ilmu-ilmu mereka tentang agama,dunia dan akhirat. (Dengan rahasia Al-Fatihah)
Bacaan ke 29 Ratib Al Athas
الْفَاتِحَةَ إِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَبَرَكَاتِنَا صَاحِبِ الرَّاتِبِ قُطْبِ اْلأَنْفَاسِ الْحبِيْبِ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمٰنِ الْعَطَّاسِ، ثُمَّ إِلَى رُوْحِ الشَّيْخِ عَلِيٍّ ࣙبْنِ عَبْدِ اللّٰهِ بَارَاسْ، ثُمَّ إِلَى رُوْحِ الْحبِيْبِ عَبْدِ الرَّحْمٰنِ بْنِ عَقِيْلٍ ࣙالْعَطَّاسِ، ثُمَّ إِلَى رُوْحِ الْحبِيْبِ حُسَيْنٍ ࣙبْنِ عُمَرَ الْعَطَّاسِ وَإِخْوَانِهِ، ثُمَّ إِلَى رُوْحِ عَقِيْلٍ وَعَبْدِ اللّٰهِ وَصَالِحٍ ࣙبْنِ عَبْدِ الرَّحْمٰنِ الْعَطَّاسِ، ثُمَّ إِلَى رُوْحِ الْحبِيْبِ عَلِيٍ ࣙبْنِ حَسَنٍ ࣙالْعَطَّاسِ، ثُمَّ إِلَى رُوْحِ الْحبِيْبِ أَحْمَد بْنِ حَسَنٍ ࣙالْعَطَّاسِ وَأُصُوْلِهِمْ وَفُرُوْعِهِمْ وَذَوِى الْحُقُوْقِ عَلَيْهِمْ اَجْمَعِيْنَ، أَنَّ اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَيَرْحَمُهُمْ وَيُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَيَنْفَعُنَا بِأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ وَنَفَحَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلاٰخِرَةِ، اَلْفَاتِحَة
Alfâtiḫata ila rûḫi wa ḫabîbinâ wa barakâtinâ shâḫibir-râtibi quthbil-anfâsil-ḫabîbi `Umarabni `Abdir-rahmâni al-`aththâs. Tsumma ila rûḫisy-Syaikh `Aliyyi Ibni `Abdillâhi Bârâs, tsumma ila rûḫil-ḫabîbi `Abdir-raḫmâni ibni `Aqîl al-`aththâs. Tsumma ila rûḫîl-ḫabîbi ḫusain ibni `Umar Al-`Aththas wa ikhwânihi, tsumma ila rûḫî `Aqîl wa `Abdillâhi wa shâlihi ibni `Abdar-Raḫmâni Al-`Aththas, tsumma ila rûḫil-ḫabîbi Aḫmad bin Ḫasan Al-`Aththas wa ushulûhim wa furû`ihim wa dzawil-huqûqi `alaihim ajma`îna. Annallâha yaghfiru lahum wa yarḫamuhum wa yu`li darajâtihim fil-jannati wa yanfa`unâ biasrârihim wa anwâriihim wa `ulumihim wa nafatahâtihim fid-dîni wad-dunya wal-akhirati. Al-fâtiḫah…
Al-Fatihah kepada ruh tuan, kekasih dan media berkah kita, sang pemiik ratib ini, Quthbil Anfâs al-Habib Umar bin Abdul Rahman al-Attas (membaca surat Al-Fatihah). Untuk ruh Syeikh ‘Ali bin Abdullah Barâs dan kepada Habib Abdurrohman bin Aqil Al-Atthos (membaca surat Al-Fatihah). Kepada ruh habib Husain bin Umar al-Athas dan saudara-saudaranya lalu, kepada ruh Aqil, Abdullah, Shalih bin Abdurrahman al-Athas, Habib Ali bin Hasan al-Athas, Habib Ahmad bin Hasan al-Athas, nenek moyang dan keturunan mereka, dan orang yang mempunyai hak atas mereka semua. Semoga Allah mengampuni, merahmati, dan mengangkatkan derajat mereka di surga, dan semoga Allah memberikan kemanfaatan kepada kami dengan rahasia, cahaya, ilmu dan kebaikan mereka dalam urusan agama, dunia dan akhirat. Al-Fatihah…
Bacaan ke 30 Ratib Al Athas
اَلْفَاتِحَةَ إِلَى أَرْوَاحِ الْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالْأَئِمَّةِ الرَّاشِدِيْنَ، وَإِلَى أَرْوَاحِ وَالِدِيْنَا وَمَشَايِخِنَا وَذَوِى الْحُقُوْقِ عَلَيْنَا وَعَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ، ثُمَّ إِلَى أَرْوَاحِ أَمْوَاتِ أَهْلِ هٰذِهِ الْبَلْدَةِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، أَنَّ اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَيَرْحَمُهُمْ وَيُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ، وَيُعِيْدُ عَلَيْنَا مِنْ أَسْرَارِهِمْ وَأنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ وَبَرَكَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلاٰخِرَةِ، اَلْفَاتِحَة
Al-fâtiḫata ila arwaḫil-auliyâ’i wasy-syuhadâ’i wash-shâlihîna wal-a’immatir-râsyidîna, wa ila arwâhi wâlidînâ wa maysâyikhînâ wa dzawil-ḫuqûqi `alainâ wa `alaihim ajma`îna, tsumma ila arwâhi amwâti ahli hâdzihil-baldati minal-muslimîna wal-muslimâti annallâha yaghfiru lahum wa yarḫamuhuhum wa yu`lî darajâtihim fil-jannati, wa yu`îdu `alainâ min asrarârihim wa anwârihim wa `ulûmihim wa barakâtihim fid-dîni wad-dunyâ wal-âkhiarati, al-fâtiḫâh…
Al-Fatihah untuk ruh para wali, para syuhada, orang-orang shalih, para pemimpin yang memberikan petunjuk, para orang tua kami, para guru dan orang memiliki hak pada kami pada mereka semuanya. Kemudian untuk ruh kaum muslimin dan muslimat di dalam daerah ini, semoga Allah mengampuni, merahmati, dan mengangkatkan derajat mereka di surga, dan semoga Allah memberikan kemanfaatan kepada kami dengan rahasia, cahaya, ilmu dan keberkahan mereka dalam hal agama, dunia dan akhirat. Al-Fatihah
Bacaan ke 31 Ratib Al Athas
اَلْفَاتِحَة بِالْقَبُوْلِ وَتَمَامِ كُلِّ سُوْلٍ وَمَأْمُوْلٍ وَصَلَاحِ الشَّأْنِ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلاٰخرَةِ، دَافِعَةً لِكُلِّ شَرٍّ جَالِبَةً لِكُلِّ خَيْرٍ، لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَأَوْلَادِنَا وَأَحْبَابِنَا وَمَشَايِخِنَا فِي الدِّيْنِ مَعَ اللُّطْفِ وَالْعَافِيَةِ، وَعَلَى نِيَّةِ أَنَّ اللهَ يُنَوِّرُ قُلُوْبَنَا وَقَوَالِبَنَا مَعَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى وَالْمَوْتَ عَلَى دِيْنِ الْإِسْلَامِ وَالْإِيْمَانِ بِلَا مِحْنَةٍ وَلَا امْتِحَانٍ بِحَقِّ سَيِّدِنَا وَلَدِ عَدْنَانٍ، وَعَلَى كُلِّ نِيَّةٍ صَالِحَةٍ، وَإِلَى حَضْرَةِ النَّبيِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهِ وَسَلَّمَ، اَلْفَاتِحَة
Al-Fâtiḫata bil-qabûli wa tamâmi kulli sûlin wa ma’mûlin wa shalâhisy-sya’ni dhâhiran wa bâthinan fid-dîni wad-dunyâ wal-âkhirati, dâfi`atan likulli syarrin jâlibatin likulli khairin, lanâ wa wâlidînâ wa aḫbâbinâ wa masyâyikhinâ fid-dîni ma`al-luthfi wal-`âfiyati, wa `ala niyyati annallâha yunawwiru qulûbana wa qawâlibanâ ma`al-huda wat-tuqa wal-`âfâfa wal-ghina wal-mauta `ala dînil-islâmi wal-îmâni bilâ miḫnatin wa lâmtiḫânin biḫaqqi sayyidinâ waladi `adnânin, wa `ala kulli niyyatin shâliḫatin, wa ila ḫadlratin-nabiyyi Muḫammadin shallallâhu `alaihi wa âlihi wa sallama, al-fâtihah…
Al-Fatihah untuk diterimanya segala amal dan kesempurnaan semua permintaan dan cita-cita, sebagai upaya perbaikan keadaan baik yang lahir mapun yang batin dalam urusan agama, dunia dan akhirat, juga sebagai media penolak semua keburukan dan penarik setiap kebaikan bagi kami, para orang tua, anak-anak, para kekasih, dan para guru agama kami dengan kelembutan dan kesejahteraan, dan dengan niat semoga Allah menyinari hati dan raga kami dengan petunjuk, ketakwaan, pejagaan diri, kecukupan dan kematian dalam keadaan beragama Islam dan beriman tanpa disertai cobaan dan ujian, berkat tuan kami yang menjadi keturunan Adnan serta berdasarkan setiap niat yang baik dan untuk Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam, Al-Fatihah.
Bacaan ke 32 Ratib Al Athas
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ
Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i). Al-hamdulillâhi rabbil-âlamîna. ḫamdan yuwâfî wa yukâfi’u mazîdahu, yâ rabbanâ lakal-ḫamdu kamâ yanbaghî lijalâli wajhika wa `adhîmi sulthânika.
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Pujian yang menepati nikmat-nikmatnya dan mencukupi kelebihannya. Ya Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana yang layak untuk keagungan-Mu dan keagungan kerajaan-Mu.
Bacaan ke 33 Ratib Al Athas
سُبْحَانَكَ لَا نُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ حَتَّى تَرْضَى، وَلَكَ الْحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ، وَلَكَ الْحَمْدُ بَعْدَ الرِّضَى
Subḫânaka lâ nuhsji tsanâ’an `alaika anta kamâ atsnaita `ala nafsika falakal-ḫamdu ḫatta tardla wa lakal-ḫamdu idzâ râdlaita wa lakal-ḫamdu ba`dar-ridla
Mahasuci Engkau, kami tidak dapat menghitung pujaan bagi-Mu sebagaimana Engkau memuji Dzat-Mu sendiri. Hanya bagi-Mu segala puji hingga Engkau ridha, hanya milik-Mu segala puji ketika Engkau sudah meridhainya, dan hanya milik-Mu segala puji setelah ridha.
Bacaan ke 34 Ratib Al Athas
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْأَوَّلِيْنَ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْاٰخِرِيْنَ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْمَلَإِ الْأَعْلَى إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ حَتَّى تَرِثَ الْأَرْضَ وَمَنْ عَلَيْهَا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ
Allâhumma shalli wa sallim `ala sayyidinâ Muḫammadin fil-awwalîna wa shalli wa sallim `ala sayyidinâ Muḫammadin fil-âkhirîna, wa shalli wa sallim `ala sayyidinâ Muḫammadin fi kulli waqtin wa hîn, wa shalli wa sallim `ala sayyidinâ Muḫammadin fil-mala’il-a`la ila yaumid-dîni, wa shalli wa sallim `ala sayyidinâ Muḫammadin ḫatta taritsal-ardla wa man `alaihâ wa anta Khairul-wâritsîn(a).
Ya Allah, limpahkan rahmat dan keselamatan untuk junjungan kami Baginda Muhammad bersama orang-orang yang awal, limpahkan rahmat dan keselamatan untuk junjungan kami Baginda Muhammad bersama orang-orang yang akhir, limpahkan rahmat dan keselamatan untuk junjungan kami Baginda Muhammad pada segala macam waktu dan keadaan, limpahkan rahmat dan keselamatan untuk junjungan kami Baginda Muhammad di alam yang tinggi sampai datangnya hari kiamat, limpahkan rahmat dan keselamatan untuk junjungan kami Baginda Muhammad sampai Engkau mewarisi bumi dan siapa pun yang berada di atasnya, Engkau adalah sebaik-baik Dzat yang mewarisi.
Bacaan ke 35 Ratib Al Athas
اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْتَحْفِظُكَ وَنَسْتَوْدِعُكَ أَدْيَانَنَا وَأَنْفُسَنَا وَأَمْوَالَنَا وَأَهْلَنَا وَكُلَّ شَيْءٍ أَعْطَيْتَنَا
Allâhumma innâ nastahfidhuka wa nastaudi`uka adyânanâ wa anfusanâ wa amwâlanâ wa ahlanâ wa kulla syai’in a`thaitanâ.
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon penjagaan-Mu dan kami titipkan kepada-Mu agama, diri, harta, keluarga kami dan segala sesuatu yang Engkau berikan kepada kami.
Bacaan ke 36 Ratib Al Athas
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ فِيْ كَنَفِكَ وَأَمَانِكَ وَعِيَاذِكَ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيْدٍ وَجَبَّارٍ عَنِيْدٍ وَذِيْ عَيْنٍ وَذِيْ بَغْيٍ وَذِيْ حَسَدٍ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ شَرٍّ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Allâhummaj`alnâ wa iyyâhum fî kanafika wa amânika wa `iyâdzika min kulli syaithânin marîdin wa jabbârin `anîdin wa dzî `ainin wa dzî baghyin wa dzî ḫasadin wa min syarri kulli dzi syarrin innaka `alâ kulli syai’in qadîr(un).
Ya Allah, jadikanlah kami dan mereka berada di dalam pengawasan-Mu, keamanan-Mu, dan perlindungan-Mu, dari setiap setan durhaka yang selalu menindas, dari penyakit ‘ain, dari orang yang dengki, dari orang yang hasut, dan dari tiap-tiap kejahatan orang yang jahat. Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu.
Bacaan ke 37 Ratib Al Athas
اَللّٰهُمَّ جَمِّلْنَا بِالْعَافِيَةِ وَالسَّلَامَةِ، وَحَقِّقْنَا بِالتَّقْوَى وَالْاِسْتِقَامَةِ وَأَعِذْنَا مِنْ مُوْجِبَاتِ النَّدَامَةِ فِي الْحَالِ وَالْمَاٰلِ، إِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ
Allâhumma jammilnâ bil`âfiyati was-salâmati, wa haqqiqnâ bit-taqwa wal-istiqâmati wa a`idznâ min mûjibâtin-nadâmati fil-hâli wal-mâli innaka samîud-du`â.
Ya Allah, indahkan pribadi kami dengan kesejahteraan dan keselamatan, wujudkan kepada kami untuk benar-benar bisa bertakwa dan istiqamah. Lindungi kami dari hal-hal yang bisa mengakibatkan penyesalan baik seketika maupun di kemudian hari. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Mendengar doa.
Bacaan ke 38 Ratib Al Athas
وَصَلِّ اللّٰهُمَّ بِجَلَالِكَ وَجَمَالِكَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَارْزُقْنَا كَمَالَ الْمُتَابَعَةِ لَهُ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Wa shalli allâhumma bijalâlika wajamâlika `ala sayyidinâ Muḫammadin wa `ala âlihi wa shaḫbihi ajma`îna. Warzuqnâ kamâlal-mutâba`ati lahu dhâhiran wa bâthinan yâ arḫamar-râḫimîn(a).
Ya Allah limpahkan rahmat dengan keagungan dan keindahan-Mu untuk junjungan kami Baginda Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya semua. Berikan kami anugerah rezeki berupa kesempurnaan dalam mengikuti beliau secara lahir batin, wahai Dzat yang paling mengasihi di antara para pengasih.
Bacaan ke 39 Ratib Al Athas
بِفَضْلِ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Bifadl-li subḫâna rabbika rabbil-`izzati `ammâ yashifûna wa salâmun `alal-mursalîna wal-ḫamdulillâhi rabbil-`alamîna.
Dengan keutamaan Mahasuci Tuhanmu, Tuhan yang Mahamulia dari segala apa pun yang mereka sifatkan. Kesejahhteraan atas para Rasul. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
Bagian 7: Ratib Al Haddad
Ratib al Haddad Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Bacaan ke 1 Ratib Al Haddad
إِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا وَشَفِيْعِنَا وَنَبِيِّنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، الفاتحة
ila ḫadlrati sayyidinâ wa syafî`inâ wa nabiyyinâ wa maulânâ Muḫammadin shallallâhu `alaihi wa sallama, al-fâtihah..
Al-Fatihah untuk tuan kami, pemberi syafaat kami, Nabi kami, dan majikan kami Nabi Muhammad ﷺ
Bacaan ke 2 Ratib Al Haddad
أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ، الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ، مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ، اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ، اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ، صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ. اٰمِيْن
A`ûdzu billahi minasy-syaithânir-rajîm(i). Bismillâhir-raḫamânir-raḫaîm(i). Al-ḫamdulillâhi rabbil-`âlamîn(a). Arraḫmânir-raḫîm. Mâliki yaumid-dîn(i). Iyyâka na`budu wa iyyâka nasta`în(u). Ihdinash-shirâtal-mustqîm(a). Shirâtal-ladzîna an`amta `alaihim ghairil-maghdûbi `alaihim wa lâdl-dlâllîn(a). âmîn
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kau anugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Semoga Kau kabulkan permohonan kami.
Bacaan ke 3 Ratib Al Haddad
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَــاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَــاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Allâhu lâ ilâha illâ huw, al-ḫayyul-qayyûm, lâ ta’khudzuhû sinatuw wa lâ na’ûm, lahû mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl, man dzalladzî yasyfa‘u ‘indahû illâ bi’idznih, ya‘lamu mâ baina aidîhim wa mâ khalfahum, wa lâ yuḫîthûna bisyai’im min ‘ilmihî illâ bimâ syâ’, wasi‘a kursiyyuhus-samâwâti wal-ardl, wa lâ ya’ûduhû ḫifdhuhumâ, wa huwal-‘aliyyul-‘adhîm.
Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar. (QS al-Baqarah: 255).
Bacaan ke 4 Ratib Al Haddad
اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ، لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Âmanar-rasûlu bimâ unzila ilaihi min rabbihi wal-mu’minûn(a). kullun âmana billâhi wa malâ’ikatihi wa kutubihi wa rusulihi lâ nufarriqu baina aḫadin min rusulih(i). wa qâlû sami`nâ wa atha’nâ ghufrânaka rabbanâ wa ilaikal-mashîr(u). Lâ yukallifullâhu nafsan illâ wus`ahâ, lahâ mâ kasabat wa `alaihâ maktasabat, rabbanâ lâ tu`âkhidznâ in nasînâ au akhṭa’nâ, rabbanâ wa lâ taḥmil `alainâ iṣran kamâ ḫamaltahụ ‘alalladzina min qablinâ, rabbanâ wa lâ tuḫammilnâ mâ lâ ṭâqata lanâ bih(i), wa`fu `annâ, waghfir lanâ, warḫamnâ, anta maulânâ fanṣurnâ `alal-qaumil-kâfirīn(a).
Rasulullah dan orang-orang yang beriman mempercayai apa saja yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya. Semuanya beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan kepada para utusan-Nya. ‘Kami tidak membeda-bedakan seorang rasul dari lainnya.’ Mereka berkata, ‘Kami mendengar dan kami menaati. Ampunan-Mu, wahai Tuhan kami, yang kami harapkan. Hanya kepada-Mu tempat kembali.’ Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan kemampuannya. Ia mendapat balasan atas apa yang dia perbuat dan siksaan dari apa yang dia lakukan. ‘Tuhan kami, janganlah Kau siksa kami jika kami terlupa atau salah. Tuhan kami, jangan Kau tanggungkan pada kami dengan beban berat sebagaimana Kau bebankan kaum sebelum kami. Jangan pula Kau bebankan pada kami sesuatu yang kami tidak mampu. Ampunilah kami. Kasihanilah kami. Kau pemimpin kami. Tolonglah kami menghadapi golongan kafir.
Bacaan ke 5 Ratib Al Haddad
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ.لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ×٣
Lâ ilâha illallâhu waḫdahu lâ syarîka lah(u). lahul-mulku wa lahul-ḫamdu yuḫyî wa yumîtu wa huwa `ala kulli syai’in qadîr(un). 3x
Tidak ada Tuhan selain Allah dengan kesendirian-Nya. tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kekuasaan, dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dia sangat berkuasa atas segala sesuatu (3×)
Bacaan ke 6 Ratib Al Haddad
سُبْحَــانَ اللّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ ×٣
Subḫânallâhi wal-ḫamdulillâhi wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar(u). 3x
Maha suci Allah,segala puji bagi Allah,Tidak ada Tuhan selain Allah.Allah Maha Besar. (3×)
Bacaan ke 7 Ratib Al Haddad
سُبْحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللّٰهِ الْعَظِيْمِ ×٣
Subḫânallâhi wa biḫamdihi subḫânallâhil-`adhîm(i). 3x
Mahasuci Allah segala puji khusus bagi-Nya, Mahasuci Allah Yang Maha Agung. (3×)
Bacaan ke 8 Ratib Al Haddad
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ ×٣
Rabbanâghfir lanâ wa tub `alainâ innaka antat-tawwabur-raḫîm(u). 3x
Tuhan kami, ampunilah dosa kami dan terimalah taubat kami. Sungguh, Engkau Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang. (3×)
Bacaan ke 9 Ratib Al Haddad
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ ×٣
Allâhumma shalli `ala sayyidinâ Muḫammadin, allâhumma shalli `alaihi wa sallim. 3x
Ya Allah, limpahkan rahmat kepada tuan kami Muhammad, Ya Allah, limpahkan rahmat dan kesejahteraan kepada Nabi Muhammad (3×)
Bacaan ke 10 Ratib Al Haddad
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللّٰهِ التَّآمَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ×٣
A`ûdzu bikalimâtillâhit-tâmmâti min syarri mâ khalaq(a). 3x
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya. (3×)
Bacaan ke 11 Ratib Al Haddad
بِسْـمِ اللّٰهِ الَّذِيْ لَا يَضُـرُّ مَعَ اسْـمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَـآءِ وَهُوَ السَّمِيْـعُ الْعَلِيْـمُ ×٣
Bismillâhil-ladzî lâ yadurru ma`asmihi syai’un fil-ardli wa lâ fis-samâ’i wa huwas-samî`ul-`alîm(u). 3x
Dengan menyebut nama Allah yang tidak ada apapun yang membersamai nama-Nya bisa memberikan bencana di bumi maupun di langit. Dia Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui. (×3)
Bacaan ke 12 Ratib Al Haddad
رَضِيْنَا بِاللّٰهِ رَبًّا وَبِالْإِسْـلَامِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُوْلًا ×٣
Radlînâ billâhi rabban wa bil-islâmi dînan wa bimuḫammadin nabiyyan wa rasûla(n). 3x
Kami ridha Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi dan rasul. (3×)
Bacaan ke 13 Ratib Al Haddad
بِسْمِ اللّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَالْخَيْرُ وَالشَّـرُّ بِمَشِيْئَـةِ اللّٰهِ ×٣
Bismillâhi wal-ḫamdulillâhi wal-khairu wasy-syarru bimasyî’atillâhi. 3x
Dengan nama Allah, segala pujian bagi-Nya, dan segala kebaikan dan kejahatan adalah kehendak Allah. (3×)
Bacaan ke 14 Ratib Al Haddad
اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ تُبْنَا إِلَى اللّٰهِ بَاطِنًا وَظَاهِرًا ×٣
Âmannâ billâhi wal-yaumil-âkhiri tubnâ ilalllâhi bâthinan wa dhâhiran. 3x
Kami beriman kepada Allah dan hari akhir. Kami bertaubat kepada Allah batin dan lahir. (3×)
Bacaan ke 15 Ratib Al Haddad
يَا رَبَّنَا وَاعْفُ عَنَّا وَامْحُ الَّذِيْ كَانَ مِنَّا ×٣
Yâ rabbanâ wa`fu `annâ wamḫul-ladzî kâna minnâ. 3x
Ya Tuhan kami, maafkan kami dan hapuskanlah apa-apa (dosa) yang ada pada kami. (×3)
Bacaan ke 16 Ratib Al Haddad
يَا ذَاالْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَمِتْنَا عَلَى دِيْنِ الْإِسْلَامِ ×٧
Yâ dzal-jalâli wal-ikrâmi amitnâ `ala dînil-islâmi. 7x
Wahai Tuhan, Dzat yang mempunyai sifat keagungan dan sifat pemurah, matikanlah kami dalam keadaan beragama Islam . (7x)
Bacaan ke 17 Ratib Al Haddad
يَا قَوِيُّ يَا مَتِيْنُ، اِكْفِ شَرَّ الظَّالِمِيْـنَ ×٣
Yâ qawiyyu yâ matînu ikfi syarradh-dhâlimîn(a). 3x
Wahai Tuhan yang Mahakuat lagi Mahagagah, hindarkanlah kami dari kejahatan orang-orang yang zalim. (×3)
Bacaan ke 18 Ratib Al Haddad
أَصْلَحَ اللّٰهُ أُمُوْرَ الْمُسْلِمِيْنَ صَرَفَ اللّٰهُ شَرَّ الْمُؤْذِيْنَ ×٣
Ashlahallâhul umûral-muslimîna sharafallâhu syarral-mu’dzîna. 3x
Semoga Allah memperbaiki urusan-urusan kaum muslimim dan menghindarkan mereka dari kejahatan orang-orang yang suka menyakiti. (3×)
Bacaan ke 19 Ratib Al Haddad
يـَا عَلِيُّ يـَا كَبِيْرُ يـَا عَلِيْمُ يـَا قَدِيْرُ يـَا سَمِيْعُ يـَا بَصِيْرُ يـَا لَطِيْفُ يَـــا خَبِيْرُ ×٣
Yâ `aliyyu yâ kabîru yâ `alîmu yâ qadîru yâ samî`u yâ bashîru yâ lathîfu yâ khabîr(u). 3x
Wahai Tuhan yang Mahamulia, lagi Maha Besar, Maha Mengetahui, Mahakuasa, Maha Mendengar, Maha Melihat, Mahalemah-lembut lagi Maha Mengetahui (3×)
Bacaan ke 20 Ratib Al Haddad
يَا فَارِجَ الْهَمِّ يَا كَاشِفَ الْغَّمِّ يَا مَنْ لِعَبْدِهِ يَغْفِرُ وَيَرْحَمُ ×٣
Yâ farijal-hammi yâ kâsyifal-ghammi yâ man li`abdihi yaghfiru wa yarḫam(u). 3x
Wahai Dzat yang menyenangkan orang yang sedang galau, Wahai Dzat yang melapangkan kesedihan. Wahai Dzat yang mengampuni dan menyayangi hamba-Nya. (3×)
Bacaan ke 21 Ratib Al Haddad
أَسْتَغْفِرُ اللهَ رَبَّ الْبَرَايَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنَ الْخَطَايَا ×٤
Astaghfirullâha rabbal-barâyâ astaghfirullahâ minal-khathâyâ. 4x
Aku memohon ampun kepada Allah, Tuhannya semua makhluk. Aku memohon ampunan kepada Allah dari segala kesalahan. (4x)
Bacaan ke 22 Ratib Al Haddad
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ ×٥٠
Lâ ilâha illallâhu. 50x
Tidak ada Tuhan selain Allah (50x)
Bacaan ke 23 Ratib Al Haddad
مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهِ وَسَلَّمَ
Muhammadun rasûlullâhi shallallâhu `alaihi wa âlihi wa sallama.
Muhammad utusan Allah, semoga Allah mencurahkan rahmat dan kesejahteraan kepadanya beserta keluarganya.
Bacaan ke 24 Ratib Al Haddad
وَشَرَّفَ وَكَرَّمَ وَمَجَّدَ وَعَظَّمَ رَضِيَ اللّٰهُ تَعَالَى عَنْ أهْلِ بَيْتِهِ الْمُطَهَّرِيْنَ وَأَصْحَابِهِ الْمُهْتَدِيْنَ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
Wa syarrafa wa karrama wa majjada wa `adhdhama radiyallâhu ta`ala `an ahli baitihil-muthahharîna wa ash-hâbihil-muhtadîna wat-tâbi`îna lahum bi ihsânin ila yaumid-dîn(i).
Semoga Allah memberi kemuliaan, kemurahan hati, keluhuran dan keagungan. Serta semoga Allah Ta’ala meridhoi keluarganya yang disucikan, para sahabat yang diberi petunjuk serta pengikut mereka dengan sikap baik sampai hari kiamat.
Bacaan ke 25 Ratib Al Haddad
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ، اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ، وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَـــــدٌ ×٣
Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i). Qul huwallâhu ahad(un), Allâhush-shamad(u), lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakun lahu kufuwan ahad(un). 3x
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” (3 kali).
Bacaan ke 26 Ratib Al Haddad
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ، مِنْ شَرِّ مَـــا خَلَقَۙ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ، وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i). Qul a`ûdzu birabbil-falaq(i), min syarri mâ khalaq(a), wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab(a), wa min syarrin-naffatsâti fil-`uqad(i), wa min syarri hâsidin idzâ hasad(a).
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada tuhan yang menguasai waktu subuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus nafasnya pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia mendengki.’
Bacaan ke 27 Ratib Al Haddad
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ، مَلِكِ النَّـــاسِۙ، اِلٰهِ النَّاسِۙ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ، الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّــاسِ
Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i), Qul a`udhû bi rabbin-nâs, malikin-nâs, ilahin-nâs, min syarril-waswâsil khannâs, alladzi yuwaswisu fî shudûrin-nâs, minal-jinnati wan-nâs. 3x
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada tuhan manusia, raja manusia. Sesembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia. Dari setan dan manusia.’
Bacaan ke 28 Ratib Al Haddad
اَلْفَاتِحَةُ إِلَى سَيِّدِنَا وَشَفِعِيْنَا رَسُوْلِ اللّٰهِ ﷺ وَاٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَاتِهِ أَنَّ اللهَ يُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَيَنْفَعُنَا بِأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ وَبَرَكَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ، وَأَنَّ اللهَ يَجْعَلُنَا مِنْ حِزْبِهِمْ وَيَرْزُقُنَا مَحَبَّتَهُمْ وَيَتَوَفَّانَا عَلَى مِلَّتِهِمْ وَيَحْشُرُنَا فِيْ زُمْرَتِهِمْ فِيْ خَيْرٍ وَلُطْفٍ وَعَافِيَةٍ، اَلْفَاتِحَةُ
Al-fâtiḫata ilâ sayyidinâ wa wa syafi`înâ rasulillâhi shallallâhu ‘alaihi wasallam wa âlihi wa ash-ḫâbihi wa azwâjihi wa dzurriyatihi anna-Llâha yu`lî darajâtihim fil jannati wa yanfa’unâ bi asrârihim wa anwârihi wa `ulûmihim wa barakâtihim fid diîni wad dun-yâ wal âkhirah, wa annallâha jaj’alunâ min ḫizbihim wa yarzuqunâ mahabbatahum wa yatawaffanâ `alâ millatihim wa yaḫsyurunâ fî zumratihim fî khairin wa luthfin wa ‘âfiyatin, al-fâtiḫah
Al-fatihah untuk ruh tuan kami, kekasih dan pemberi syafaat kami Rasulullah, Muhammad beserta keluarga, sahabat-sahabat, para istri, keturunan, dan ahli baitnya. Semoga Allah meninggikan derajat mereka di surga, memberikan manfaat kepada kami sebab rahasia-rahasia mereka, cahaya-cahaya mereka, ilmu-ilmu mereka, dan keberkahan-keberkahan mereka, baik dalam urusan agama, dunia, maupun di akhirat. Dan semoga Allah menjadikan kami termasuk menjadi kelompok mereka. Semoga Allah menganugerahi kami bisa mencintai mereka, Allah mematikan kami sesuai agama mereka, Allah mengumpulkan kami bersama kelompok mereka dengan kebaikan, kelembutan, dan kesejahteraan. Al-Fatihah.
Bacaan ke 29 Ratib Al Haddad
اَلْفَاتِحَةُ إِلَى سَيِّدِنَا الْمُهَاجِرِ إِلَى اللّٰهِ أَحْمَدَ بْنِ عِيْسَى وَسَيِّدِنَا الْفَقِيْهِ الْمُقَدَّمِ مُحَمَّدٍ ࣙ بْنِ عَلِيٍّ بَاعَلَوِيٍّ وَعَمِّهِ السَّيِّدِ عَلَوِيٍّ بَاعَلَوِيٍّ وَصَاحِبِ الرَّاتِبِ الْحَبِيْبِ عَبْدِ اللّٰهِ بِنْ عَلَوِيٍّ ࣙ بِنْ مُحَمَّدٍ ࣙ الْحَدَّادِ وَمَشَايِخِهِمْ وَتَلَامِيْذِهِمْ وَأُصُولِهِمْ وَفُرُوعِهِمْ وَجَمِيْعِ سَادَاتِنَا اٰلِ بَاعَلَوِيٍّ أَنَّ اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَيَرْحَمُهُمْ وَ يُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَيَنْفَعُنَا بِأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ وَبَرَكَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْياَ وَالْاٰخِرَةِ، بِسِرِّ الْفَاتِحَةِ
Al-fâtiḫatu ilâ sayydinâ al-muhâjir ilâ-Llâh aḫmada-bni ‘îsâ wa sayyidinâl faqîh al-muqaddami muḫammadin-ibni ‘aliyyin bâ ‘alawî wa shâḫibir râtib al-ḫabîb ‘abdillahi-bni ‘alawiyin-ibni muhammadin al-ḫaddâd wa masyâyikhihim wa talâmidzihim wa ushûlihim wa furû’ihim wa jamî‘I sâdâtinâ âli bâ‘alawîyyin annallâha yaghfiru lahum wa yarḫamuhum wa yu‘lî darajâtihim fil jannati wa yanfa‘unâ bi asrârihim wa anwârihim wa ‘ulûmihim wa barkâtihim fid dîni wad dunyâ wal âkhirah bi sirril fâtiḫah
Al-Fatihah untuk ruh tuan kami, al-Muhajir Ahmad bin Isa dan tuan kami ai-Faqih al-Muaaddam Muhammad bin Ali Ba ‘Alawi dan pemannya Sayyid Alawi Ba ‘Alawi dan pemilik Ratib Habib Abduliah bin Alawi al-Haddad bersama guru-guru mereka, murid-murid mereka, leluhur-nasab dan keturunan mereka beserta semua keluarga tuan kami dan keluarga Ba ‘Alawi. Semoga Allah mengampuni mereka, mengasihi mereka, dan meninggikan derajat mereka di surga,. Semoga Allah memberikan manfaat kepada kita berkat rahasia-rahasia mereka, cahaya-cahaya mereka, ilmu-ilmu mereka, dan keberkahan-keberkahan mereka baik dalam urusan agama, dunia, maupun di akhirat, dengan rahasia al-Fatihah.
Bacaan ke 30 Ratib Al Haddad
اَلْفَاتِحَةُ إِلَى أَرْوَاحِ الْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالْأَئِمَّةِ الرَّاشِدِيْنَ ثُمَّ إِلَى أَرْوَاحِ وَالِدِيْنَا وَمشَايِخِنَا وَذَوِي الْحُقُوْقِ عَلَيْنَا وَعَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ. ثُمَّ إِلَى أَرْوَاحِ أَمْوَاتِ هٰذِهِ الْبَلْدَةِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ أَنَّ اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَيَرْحَمُهُمْ وَ يُسْكِنُهُمْ فِي الْجَنَّةِ وَيَنْفَعُنَا بِأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ وَبَرَكَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ، بِسِرِّ الْفَاتِحَةِ
Al-fâtiḫatu ilâ arwâḫil auliyâ’ wasy syuhadâ’ wash shâliḫîn wal aimmatir râsyidîn, tsumma ilâ arwâḫil wâlidîna wa masyâyikhinâ wa dzawil ḫuqûqi ‘alainâ wa ‘alaihim ajma‘în. Tsumma ilâ arwâḫi amwâti hâdzihil baldari minal mu’minîna wal mu’minâti wal muslimîna wal muslimâti anna-Llâha yaghfiru lahum wa yarḫamuhu wa yuskinuhum fil jannati wa yanfa‘unâ bi asrârihim wa anwârihim wa ‘ulûmihim wa barakâtihim fid dîni wad dunyâ wal âkhirah, bisirrihim al-fâtihah
Al-Fatihah untuk para wali, syuhada’, orang-orang saleh, para imam yang memberi petunjuk. Kemudian kepada arwah orang-orang tua kita, guru-guru kita, orang-orang yang mempunyai hak atas kita, dan kepada mereka semuanya. Kemudian kepede para ruh keluarga kita yang telah meninggal dunia dan semua orang Islam yang telah meninggal baik dari orang-orang mu’min laki-laki dan perempuan, muslim laki-laki dan perempuan. Semoga Allah mengampuni mereka, mengasihi mereka, dan menempatkan mereka di surga. Semoga Allah memberikan manfaat kepada kita berkat rahasia-rahasia mereka, cahaya-cahaya mereka, ilmu-ilmu mereka, dan keberkahan-keberkahan mereka baik dalam urusan agama, dunia, maupun di akhirat, dengan rahasia al-Fatihah.
Bacaan ke 31 Ratib Al Haddad
اَلْفَاتِحَةُ بِالْقَبُوْلِ وَتَمَامِ كُلِّ سُؤْلٍ وَمَأْمُوْلٍ وَصَلَاحِ الشَّأْنِ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا فِي الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ دَافِعَةً لِكُلِّ شَرٍّ جَالِبَةً لِكُلِّ خَيْرٍ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَمَشَايِخِنَا فِي الدِّيْنِ مَعَ اللُّطْفِ وَالْعَافِيَةِ وَعَلَى نِيَّةِ أَنَّ اللهَ يُنَوِّرُ قُلُوْبَنَا وَقوَالِبَنَا مَعَ التُّقَى وَالْعَفَافِ وَالْغِنَى وَالْمَوْتِ عَلَى دِيْنِ الْإِسْلَامِ وَالْإِيْمَانِ بِلَا مِحْنَةٍ وَلَا امْتِحَانٍ بِحَقِّ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ وَعَلَى كُلِّ نِيَّةٍ صَالِحَةٍ وَإِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهِ وَسَلَّمَ، بِسِرِّ الْفَاتِحَةِ
Al-fâtiḫatu bi qabûli wa tamâmi su’lin wa ma’mUlin wa shalâḫisy sya’ni dhâhiran wa bâthinan fid dunyâ wal âkhirati dâfi‘an li kulli syarrin jâlibatan li kulli khairin lanâ wa li wâlidînâ wa masyâyikhinâ fid dîni ma‘al luthfi wal ‘âfiyati wa ‘alâ biyyati anna-Llâha yunawwiru qulûbanâ wa qawâlibanâ ma‘attuqâ wal ‘afâfa wal ghinâ wal mauti ‘alâ dînil islâm wal îmâni bilâ miḫnatin wa lamtiḫânin bi ḫaqqi sayyidi waladi ‘adnâna wa ‘alâ kulli niyyatin shâliḫatin wa ilâ ḫadlratin nabiyyi muḫammadin shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wasallam, bisirril fâtiḫah
Al-Fatihah dengan harapan diterimanya amal, sempurnanya semua permohonan dan cita-cita, kebaikan sikap baik luar maupun dalam di dunia dan akhirat; menolak semua keburukan, menarik semua kebaikan untuk kita, orang-orang tua kita, guru-guru kita, dalam urusan agarna, beserta dengan kelembutan, kesejahteraan, dan dengan niat semoga Allah menerangi hati-hati kita serta mendapatkan petunjuk takwa, terjaga dari keburukan, tidak membutuhkan selain Allah, mati dalam keedaan beragama Islam tanpa ada ujian yang berarti, melalui perantara Nabi Muhammad yang menjadi keturunan Adnan dan dengan setiap niat yang baik. Kepada Nabi Muhammad, melalui perantara rahasia al-Fatihah.
Bacaan ke 32 Ratib Al Haddad
اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْـأَلُكَ رِضَـاكَ وَالْجَنَّـةَ، وَنَـعُوْذُ بِكَ مِنْ سَـخَطِكَ وَالنَّـارِ ×٣
Allâhumma innâ nas’aluka ridlâka wal-jannata wa na`udzûbika min sakhathika wan-nâr(i). (3x)
Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami mohon ridla dan surga-Mu dan kami berlindung kepada-Mu dari murka-Mu dan api neraka. (3x)
Bacaan ke 33 Ratib Al Haddad
يَاعَالِمَ السِّرِّ مِنَّا لَاتَهْتِكِ السِّتْرَ عَنَّا وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَكُنْ لَنَا حَيْثُ كُنَّا ×٣
Yâ `Alimas-sirri minnâ lâ tahtikis-sitra `annâ wa `âfinâ wa`fu `annâ wa kun lanâ haitsu kunnâ. (3x)
Wahai Dzat yang Maha Mengetahui segala rahasia kami, janganlah kiranya Engkau bongkar tirai rahasia kami (aib), berilah kami ‘afiat (kesejahteraan) dan maafkanlah kami dan lindungilah-tolonglah kami dimanapun kami berada. (3x)
Bacaan ke 34 Ratib Al Haddad
يَا اَللّٰهُ بِهَا يَا اَللّٰهُ بِهَا يَا اَللّٰهُ بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ ×٣
Yâ Allâhu bihâ Yâ Allâhu bihâ Yâ Allâhu biḫusnil-khâtimah. (3x)
Ya Allah dengan penutup, ya Allah dengan penutup, ya Allah kami minta ditutup usia kami dengan husnul khatimah. (3x)
Bacaan ke 35 Ratib Al Haddad
يَالَطِيْفًا لَمْ يَزَلْ اُلْطُفْ بِنَا فِيْمَا نَزَلْ. إِنَّكَ لَطِيْفٌ لَمْ تَزَلْ اُلْطُفْ بِنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ ×٣
Yâ lathîfan lam yazal ulthuf binâ fîmâ nazal, innaka lathîfun lam tazal, ulthuf binâwal-muslimîn(a). (3x)
Wahai Dzat yang Mahalembut yang tidak akan pernah hilang, bersikaplah lembut kepada kami atas apa saja yang turun kepada kami. Sesungguhnya Engkau Maha Lembut tidak akan pernah bergeser sedikit pun. Berlemah-lembutlah kepada kami dan juga kaum muslimin sekalian. (3x)
Bacaan ke 36 Ratib Al Haddad
بِسْم اللّٰهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ
Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i). Al-hamdulillâhi rabbil-âlamîna. ḫamdan yuwâfî wa yukâfi’u mazîdahu, yâ rabbanâ lakal-ḫamdu kamâ yanbaghî lijalâli wajhika wa `adhîmi sulthânika.
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Pujian yang menepati nikmat-nikmatnya dan mencukupi kelebihannya. Ya Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana yang layak untuk keagungan-Mu dan keagungan kerajaan-Mu.
Bacaan ke 37 Ratib Al Haddad
سُبْحَانَكَ لَا نُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ حَتَّى تَرْضَى، وَلَكَ الْحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ، وَلَكَ الْحَمْدُ بَعْدَ الرِّضَى
Subḫânaka lâ nuḫshî tsanâ’an `alaika anta kamâ atsnaita `ala nafsika, falakal-ḫamdu ḫatta tardla, walakal-ḫamdu idza radlaita wa lakal-hamdu ba`dar-ridla.
Mahasuci Engkau. Kami tidak akan bisa menghitung pujaan bagi-Mu sebagaimana Engkau memuji Dzat-Mu sendiri. Hanya bagi-Mu segala puji sehingga Engkau akan meridhainya, hanya milik-Mu segala puji ketika Engkau sudah meridhainya, hanya milik-Mu segala puji setelah ridha.
Bacaan ke 38 Ratib Al Haddad
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْأَوَّلِيْنَ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي اْلاٰخِرِيْنَ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْمَلَإِ اْلأَعْلَى إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ حَتَّى تَرِثَ الْأَرْضَ وَمَنْ عَلَيْهَا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ
Allâhumma shalli wa sallim `ala sayyidinâ Muḫammadin fil-awwalîn(a). wa shalli wa sallim `ala sayyidinâ Muḫammadin fil-âkhirîn(a). wa shalli wa sallim `ala sayyidinâ Muḫammadin fî kulli waqtin wa ḫîni. wa shalli wa sallim `ala sayyidinâ Muḫammadin fil-malâ’il-a`la ila yaumid-dîni. wa shalli wa sallim `ala sayyidinâ Muḫammadin ḫatta taritsal-ardla wa man `alaihâ wa anta Khairul-wâritsîn(a).
Ya Allah, limpahkan rahmat dan kesejahteraan untuk tuan kami, Nabi Muhammad pada masa orang-orang yang awal, limpahkan rahmat dan kesejahteraan untuk tuan kami, Nabi Muhammad pada masa orang-orang yang akhir, limpahkan rahmat dan kesejahteraan untuk tuan kami, Nabi Muhammad pada segala macam keadaan. limpahkan rahmat dan kesejahteraan untuk tuan kami, Nabi Muhammad sampai hari kiamat. limpahkan rahmat dan kesejahteraan untuk tuan kami, Nabi Muhammad sampai Engkau mewariskan bumi dan siapapun yang berada di atasnya. Engkau adalah Dzat yang Maha pemberi waris terbaik.
Bacaan ke 39 Ratib Al Haddad
اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْتَحْفِظُكَ وَنَسْتَوْدِعُكَ أَدْيَانَنَا وَأَنْفُسَنَا وَأَمْوَالَنَا وَأَهْلَنَا وَكُلَّ شَيْءٍ أَعْطَيْتَنَا
Allâhumma innâ nastahfidhuka wa nastaudi`uka adyânanâ wa anfusanâ wa amwâlanâ wa ahlanâ wa kulla syai’in a`thaitanâ.
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon penjagaan-Mu dan kami mohon perlindungan kepada-Mu untuk menjaga agama-agama, pribadi, harta, keluarga dan semua benda yang Engkau berikan kepada kami.
Bacaan ke 40 Ratib Al Haddad
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ فِيْ كَنَفِكَ وَأَمَانِكَ وَعِيَاذِكَ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيْدٍ وَجَبَّارٍ عَنِيْدٍ وَذِيْ عَيْنٍ وَذِيْ بَغْيٍ وَذِيْ حَسَدٍ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ شَرٍّ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Allâhummaj-`alnâ wa iyyâhum fî kanafika wa amânatika wa`iyâdzika min kulli syaithâni marîdin wa jabbârin `anîdin wa dzî `ainin wa dzi baghyin wa dzi ḫasadin wa min syarri kulli dzî syarrin innaka `ala kulli syai’in qadîr(u)
Ya Allah, jadikanlah kami dan mereka supaya berada di dalam pengawasan-Mu, keamanan-Mu, perlindungan-Mu, dari setiap setan durhaka yang selalu menindas, dari penyakit ‘ain, langkah kudeta, orang-orang dengki dan tiap-tiap kejahatan yang dilakukan oleh pelakunya. Sungguh, Engkau di atas segala sesuatu sangat berkuasa.
Bacaan ke 41 Ratib Al Haddad
اَللّٰهُمَّ حُطْنَا بِالتَّقْوَى وَالْاِسْتِقَامَةِ وَأَعِذْنَا مِنْ مُوْجِبَاتِ النَّدَامَةِ فِي الْحَالِ وَالْمَاٰلِ، إِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ
Allâhumma ḫuthnâ bit-taqwa wal-istiqâmati wa a`idznâ min mûjibâtin-nadâmati fil-ḫâli wal-mâli innaka sami`ud-du`a(i).
Ya Allah, liputi kami dengan takwa dan istiqamah.. Lindungi kami dari hal-hal yang bisa mengakibatkan penyesalan baik seketika maupun di kemudian hari. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Mendengar doa.
Bacaan ke 42 Ratib Al Haddad
وَصَلِّ اللّٰهُمَّ بِجَلَالِكَ وَجَمَالِكَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَارْزُقْنَا كَمَالَ الْمُتَابَعَةِ لَهُ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Wa shalli Allâhumma bijalâlika wa jamâlika `ala sayyidinâ Muḫammadin wa `ala âlihi wa shaḫbihi ajma`în(a). warzuqnâ kamâlal-mutâba`ata lahu dhâhiran wa bâthinan yâ arḫamar-râḫimîn(a)
Limpahkan rahmat Ya Allah dengan keagungan dan keindahan-Mu untuk tuan kami, Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya semua. Berikan kami anugerah rezeki berupa kesempurnaan mengikuti Nabi secara lahir batin, Wahai Dzat yang paling mengasihi di antara para pengasih.
Bacaan ke 43 Ratib Al Haddad
بِفَضْلِ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Bifadl-li subḫâna rabbika rabbil-`izzati `ammâ yashifûn(a). wa salâmun `alal-mursalîna wal-ḫamdulillâhi rabbil-`âlamîn(a).
Dengan keutamaanMahasuci Tuhanmu Tuhan yang Mahamulia dari segala tuduhan yang mereka sifatkan. Kesejahteraan atas para Rasul. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
Ratib Al Haddad berjumlah: 43 Bacaan
Bagian 9: Sholawat Badar
Bacaan Sholawat Badar Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan
Bacaan Sholawat Badar ke 1
صَلَاةُ اللّٰهِ سَلَامُ اللّٰهِ ۞ عَلَى طٰـهَ رَسُـوْلِ اللّٰهِ
Shalâtullâh salâmullâh ۞ ‘alâ thâha rasûlillâh
Semoga rahmat dan keselamatan Allah limpahkan kepada Thâhâ (Nabi Muhammad ﷺ) utusan Allah.
Bacaan Sholawat Badar ke 2
صَلَاةُ اللّٰهِ سَلَامُ اللّٰهِ ۞ عَلَى يٰـسۤ حَبِيْبِ اللّٰهِ
Shalâtullâh salâmullâh ۞ ‘alâ yâsîn habîbillâh
Semoga rahmat dan keselamatan Allah limpahkan kepada Yâsîn (Nabi Muhammad ﷺ) kekasih Allah.
Bacaan Sholawat Badar ke 3
تَوَسَّلْنَــــا بِبِسْــــمِ اللّٰهِ ۞ وَبِالْـهَادِيْ رَسُـوْلِ اللّٰهِ
Tawassalnâ bi bismillâh ۞ wabil hâdi rasûlillâh
Kami berwasilah dengan basmalah dan dengan nabi pembawa petunjuk yang menjadi utusan Allah.
Bacaan Sholawat Badar ke 4
وَ كُلِّ مُجَــــــاهِـدٍ لِلّٰهِ ۞ بِأَهْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَللّٰهُ
Wakulli mujâhidin lillâh ۞ bi ahlil badri yâ Allâh
Dan dengan seluruh orang yang berjuang karena Allah, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah.
Bacaan Sholawat Badar ke 5
إِلٰـهِيْ سَـلِّـمِ الْأُمَّــةَ ۞ مِنَ الْاٰفَـاتِ وَالنِّـقْـمَةِ
Ilâhi sallimil ummah ۞ minal âfâti wan niqmah
Ya Allah, selamatkanlah umat dari bencana dan siksa.
Bacaan Sholawat Badar ke 6
وَمِنْ هَـمٍّ وَمِنْ غُمَّةٍ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللّٰهُ
Wamin hammin wa min ghummah ۞ bi ahlil badri yâ Allâh
Dan dari kesusahan dan kesulitan, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah.
Bacaan Sholawat Badar ke 7
إِلٰهِيْ نَجِّنَا وَاكْشِفْ ۞ جَـمِيْعَ أَذِيـَّةٍ وَاصْرِفْ
Ilâhi najjinâ waksyif ۞ jamî‘a adziyyatin washrif
Ya Allah, selamatkanlah kami dari segala yang menyakitkan.
Bacaan Sholawat Badar ke 8
مَكَائِدَ الْعِدَا وَالْطُـفْ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللّٰهُ
Makâ’idal ‘idâ walthuf ۞ bi ahlil badri yâ Allâh
Jauhkanlah dari tipu daya musuh. Kasihilah kami lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah.
Bacaan Sholawat Badar ke 9
إِلٰهِيْ نَـفِّسِ الْـكُرَبَا ۞ مِنَ الْعَـاصِيْـنَ وَالْعَطْـبَا
Ilâhi naffisil kurbâ ۞ minal ‘âshîna wal athbâ
Ya Allah, hilangkan kesusahan kami (yang muncul) dari orang-orang yang bermaksiat dan membuat kerusakan.
Bacaan Sholawat Badar ke 10
وَكُلِّ بَلِيَّـةٍ وَوَبَـــا ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللّٰهُ
Wa kulli baliyyatin wa wabâ ۞ bi ahlil badri yâ Allâh
Juga dari semua bencana dan wabah penyakit, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah.
Bacaan Sholawat Badar ke 11
فَكَمْ مِنْ رَحْمَةٍ حَصَلَتْ ۞ وَكَـمْ مِنْ ذِلَّةٍ فَصَلَتْ
Fakam min raḫmatin ḫashalat ۞ wa kam min dzillatin fashalat
Sudah banyak rahmat yang telah digapai, dan sudah banyak kenistaan yang dihilangkan.
Bacaan Sholawat Badar ke 12
وَكَـمْ مِنْ نِعْمَــةٍ وَصَلَتْ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللّٰهُ
Wa kam min ni’matin washalat ۞ bi ahlil badri yâ Allâh
Dan sudah banyak dari nikmat yang telah sampai, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah.
Bacaan Sholawat Badar ke 13
وَكَـــمْ أَغْنَيْتَ ذَالْعُـمْـــرِ ۞ وَكَـمْ أَوْلَيْتَ ذَاالْفَـقْــرِ
Wa kam aghnaita dzal ‘umri ۞ wa kam aulaita dzal faqri
Sudah berapa banyak Engkau memberi kekayaan kepada orang makmur, dan berapa kali Engkau memberi nikmat kepada orang fakir
Bacaan Sholawat Badar ke 14
وَكَـــمْ عَـافَـيْتَ ذِاالْوِزْرِ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللّٰهُ
Wa kam ‘âfaita dzil wizri ۞ bi ahlil badri yâ Allâh
Berapa kali pula Engkau mengampuni orang berdosa, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah.
Bacaan Sholawat Badar ke 15
لَقَدْ ضَــاقَتْ عَلَى الْقَـلْبِ ۞ جَمِيْعَ الْأَرْضِ مَعْ رَحْبِ
Laqad dlâqat ‘alal qalbi ۞ jamî’al ardli ma‘ raḫbi
Sungguh bencana dan marabahaya itu telah membuat hati gundah di muka bumi yang luas ini.
Bacaan Sholawat Badar ke 16
فَانْـجُ مِنَ الْبَلَا الصَّعْبِ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللّٰهُ
Fanju minal balâsh sha‘bi ۞ bi ahlil badri yâ Allâh
Selamatkanlah kami (ya Allah) dari bencana yang menakutkan, melalui perantara berkah pejuang Badar, ya Allah.
Bacaan Sholawat Badar ke 17
أَتَيْنَــــــا طَالِـبِي الرِّفْــقِ ۞ وَجُـلِّ الْخَـيْرِ وَالسَّـعْدِ
Atainâ thâlibir rifqi ۞ wajullil khairi was sa‘di
Kami datang dengan memohon pertolongan, dan memohon besarnya kebaikan dan keberkahan.
Bacaan Sholawat Badar ke 18
فَوَسِّـعْ مِنْحَــةَ الْأَيـْدِيْ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللّٰهُ
Fawassi’ minḫatal aidî ۞ bi ahlil badri yâ Allâh
Semoga Allah meluaskan anugerah yang melimpah-limpah, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah.
Bacaan Sholawat Badar ke 19
فَـلَا تَرْدُدْ مَـعَ الْخَـيـْبَةِ ۞ بَلِ اجْعَلْـنَا عَلَى الطَّيْبَةِ
Falâ tardud ma‘al khaibah ۞ balij‘alnâ ‘alath thaibah
Janganlah Engkau menolak kami dari kerugian, bahkan jadikanlah diri kami dapat beramal baik dan selalu berbahagia.
Bacaan Sholawat Badar ke 20
أَيَا ذَاالْعِـــزِّ وَالْهَـيْبَـــةِ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللّٰهُ
Ayâ dzal ‘izzi wal haibah ۞ bi ahlil badri yâ Allâh
Wahai Dzat yang punya kebesaran dan keagungan, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah.
Bacaan Sholawat Badar ke 21
وَ إِنْ تَرْدُدْ فَمَنْ نَــأْتِيْ ۞ بِنَيـْلِ جَمِيْعِ حَاجَاتِيْ
Wa in tardud faman na’tî ۞ bi naili jamî’i hâjâti
Jika Engkau menolak hamba maka kepada siapakah kami akan datang mohon semua hajat.
Bacaan Sholawat Badar ke 22
أَيَا جَـــالِيْ الْمُلِـمَّاتِ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللّٰهُ
Ayâ jâlil mulimmâti ۞ bi ahlil badri yâ Allâh
Wahai Dzat yang menghilangkan bencana dunia dan akhirat, (hilangkan bencana-bencana) lantaran berkah pejuang Badar ya Allah.
Bacaan Sholawat Badar ke 23
إِلٰهِيْ اغْفِــرْ وَأَ كْرِمْنَا ۞ بِـنَيـْلِ مَطَالِبٍ مِنَّا
Ilâhi-ghfir wa akrimnâ ۞ bi naili mathâlibin minnâ
Ya Allah ampunilah segala kesalahan kami dan muliakan kami dengan menerima beberapa permohonan.
Bacaan Sholawat Badar ke 24
وَدَفْـعِ مَسَــــاءَةٍ عَـنَّـــا ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللّٰهُ
Wadaf‘i masâ’atin ‘annâ ۞ bi ahlil badri yâ Allâh
Dan dengan menolak kesalahan-kesalahan kami, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah.
Bacaan Sholawat Badar ke 25
إِلٰهِيْ أَنْتَ ذُوْ لُطْـفٍ ۞ وَذُوْ فَـضْلٍ وَذُوْ عَطْـفٍ
Ilâhî anta dzû luthfin ۞ wadzû fadllin wadzû ‘athfin
Ya Allah, Engkaulah sang pemilik kelembutan, serta anugerah dan kasih sayang.
Bacaan Sholawat Badar ke 26
وَكَـمْ مِنْ كُـــرْبـَةٍ تَنْفِيْ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللّٰهُ
Wa kam min kurbatin tanfî ۞ bi ahlil badri yâ Allâh
Sudah banyak kesusahan yang sirna dari lantaran berkah sahabat pejuang Badar, ya Allah.
Bacaan Sholawat Badar ke 27
وَصَـلِّ عَلَى النَّبِيِّ الْبَرِّ ۞ بِلَا عَـدٍّ وَلَا حَـصْـرٍ
Wa shalli ‘alan nabiyyil barri ۞ bilâ ‘addin walâ ḫashrin
Semoga Engkau melimpahkan rahmat kepada Nabi yang senantiasa berbakti kepada-Mu dengan limpahan rahmat dan kesejahteraan yang tak terbilang dan tak terhitung.
Bacaan Sholawat Badar ke 28
وَاٰلِ سَـــــــادَةٍ غُـــــــرٍّ ۞ بِأَهْـــلِ الْبَدْرِ يَا اَللّٰهُ
Wa âli sâdatin ghurrin ۞ bi ahlil badri yâ Allâh
Semoga tetap atas para keluarga Nabi dan para Sayyid yang bersinar cahayanya, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah.
Bagian 11: Dzikir Counter
Dzikir Counter
Aplikasi dzikir counter online dengan notifikasi suara, getaran, dan target tracking. Sempurna untuk ibadah harian Anda. Semoga bermanfaat – Salam Dwi Yanti
Bagian 12: Qibla Finder Application
Qibla Finder
Aplikasi dzikir counter online dengan notifikasi suara, getaran, dan target tracking. Sempurna untuk ibadah harian Anda. Semoga bermanfaat – Salam Dwi Yanti
QIBLA FINDER
Find your direction to Kaaba
📍 Location: Detecting your location…
Qibla Direction
—
Calculating…
Latitude
—
Longitude
—
ℹ️ How it works
This app uses your device’s GPS to find your location, then calculates the precise angle to Mecca (Kaaba) using the haversine formula. Compas must be calibrate. The red arrow shows the direction you need to face for prayer.
Bagian 10: Kumpulan Doa Lengkap
Kumpulan Doa-Doa Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan
Doa-doa berikut berkaitan dengan rezeki, utang, dan kelapangan hidup menurut ajaran Islam. Kumpulan doa-doa berikut disajikan lengkap dalam bahasa Arab, Latin, dan terjemahan Indonesia untuk memudahkan dalam mengamalkan.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
اَللّٰهُ لَطِيْفٌۢ بِعِبَادِهٖ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيْزُ
Allâhu lathîfun bi ‘ibâdihi yarzuqu man yasyâ’(u), wa huwal qawiyyul ‘azîz(u)
Allah Mahalembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan Dia Mahakuat, Mahaperkasa.
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ رِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَا ضَيْرٍ وَلَانَصَبٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Allâhumma innî as-aluka an tarzuqanî rizqan ḫalâlan wâsi‘an thayyiban min ghairi ta’abin wa lâ masyaqqatin wa lâ dlairin wa lâ nashabin innaka ‘alâ kulli syai-in qadîr(un)
Ya Allah aku mohon kepadamu limpahan rezeki yang halal, luas, dan baik, yang didapat tanpa letih, memberatkan, membahayakan, dan banting tulang. Sungguh Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
اَللّٰهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نَحْنُ فِيْهِ وَمَا نَطْلُبُـهُ وَنَرْتَجِيْـهِ مِنْ رَحْمَتِكَ فِيْ أَمْرِنَا كُلِّهِ فَيَسِّرْ لَنَا مَا نَحْنُ فِيْهِ مِنْ سَفَرِنَا وَمَا نَطْلُبُهُ مِنْ حَوَائِجِـنَا وَقَرِّبْ عَلَيْنَا الْمَسَافَاتِ وَسَلِّمْنَا مِنَ الْعِلَلِ وَاْلاٰفَاتِ وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّـنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Allâhumma innaka ta‘lamu mâ naḫnu fîhi wa mâ nathlubuhu wa nartajîhi min raḫmatika fî amrinâ kullihi fayassir lanâ mâ naḫnu fîhi min safarinâ wa mâ nathlubuhu min ḫawâijinâ wa qarrib ‘alainâ al-masâfâti wa sallimnâ minal ‘ilali wal âfâti wa lâ taj‘alid dunyâ akbara hamminâ wa lâ mablagha ‘ilminâ wa lâ tusallith ‘alainâ man lâ yarḫamunâ bi raḫmatika yâ arḫamar râḫimîn(a), washallallâhu ‘alâ sayyidinâ muḫammadin wa âlihi wa shaḫbihi wa sallam(a)
Ya Allah, sungguh Engkau mengetahui keadaan yang sedang kami hadapi, dan mengetahui apa yang kami cari dan harapkan dari rahmat-Mu dalam semua urusan kami. Karena itu, permudahkanlah perjalanan kami dan pemenuhan keperluan-keperluan kami. Dekatkanlah jarak perjalanan kami, selamatkanlah kami dari segala penyakit dan kerusakan. Janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai perhatian terbesar kami dan puncak pengetahuan kami. Janganlah Engkau kuasakan atas kami orang yang tidak menyayangi kami dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih sebaik-baik yang mengasihani! Semoga Allah swt mencurahkan rahmat dan keselamatan atas junjungan kami, Nabi Muhammad saw, keluarganya, dan sahabat-sahabatnya.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
اَللّٰهُمَّ يَا فَارِجَ الْهَمِّ، كَاشِفَ الْغَمِّ، مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّينَ، يَا رَحْمَانَ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ وَرَحِيْمَهُمَا، أَنْتَ تَرْحَمُنِيْ فَارْحَمْنِيْ رَحْمَةً تُغْنِيْنِيْ بِهَا عَمَّنْ سِوَاكَ
Yâ fârijal hammi yâ kâsyifal ghammi yâ mujîba da‘watil mudldltharrîn yâ raḫmânad dun-yâ wal âkhirati wa raḫîmahumâ, anta tarḫamunî farḫamnî raḫmatan tughnînî bihâ ‘an man siwâka
Ya Allah yang berkuasa menghilangkan kegalauan, menyingkap kesedihan, dan mengabulkan doa orang-orang yang dalam kesempitan, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang di dunia dan akhirat. Engkaulah yang senantiasa merahmatiku, maka rahmatilah aku dengan rahmat yang mencukupi diriku dari mencari rahmat kepada selain Diri-Mu.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal hammi wal ḫazan(i). Wa a‘ûdzu bika minal ‘ajzi wal kasal(i). Wa a‘ûdzu bika minal jubni wal bukhl(i). Wa a‘ûdzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijâl(i)
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ أَوْسَعَ رِزْقِكَ عَلَيَّ عِنْدَ كِبَرِ سِنِّيْ وَانْقِطَاعِ عُمُرِيْ
Allâhummaj‘al ausa‘a rizqika ‘alayya ‘inda kibari sinnî wa-nqithâ‘i ‘umurî
Ya Allah, jadikan rezeki-Mu yang paling luas bagiku saat menuanya usiaku dan hampir habisnya umurku.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
اَللّٰهُمَّ بِحُرْمَةِ النَّبِيِّ وَالْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَأُمِّهِ وَأَبِيْهِ وَنَجِّنِيْ مِنَ الْغَمِّ الَّذِيْ فِيْهِ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَأَسْأَلُكَ أَنْ تُحْيِيَ قَلْبِيْ بِنُوْرِ مَعْرِفَتِكَ أَبَدًا أَبَدًا يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ يَا اَللّٰهُ، يَا اَللّٰهُ، يَا اَللّٰهُ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Allâhumma bi ḫurmatin nabiyyi wal Ḫasani wa akhîhi wa ummihi wa abîhi wa najjinî minal ghammil ladzî fîhi, yâ Ḫayyu yâ Qayyûmu yâ dzal jalâli wal ikrâm. Wa as’aluka an tuḫyiya qalbî bi nûri ma‘rifatika abadan abadâ. Yâ Rasûlallâh, yâ Allâh (3 kali), bi raḫmatika yâ arḫamar râḫimîn, wal ḫamdulillâhi rabbil ‘âlamîn
Ya Allah, demi kehormatan Nabi Muhammad SAW, Hasan, saudaranya, ibunya, dan bapaknya, selamatkanlah aku dari kebingungan yang ada di dalamnya. Wahai Zat yang hidup, wahai Zat yang maha tegak, wahai Zat yang maha besar dan mulia, aku memohon kepada-Mu agar menghidupkan hatiku dengan cahaya makrifat-Mu selamanya.Wahai Rasulullah, ya Allah (3 kali), dengan rahmat-Mu, wahai Zat yang maha pengasih. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّيْ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ وَالْحَرِيْقِ وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ فِيْ سَبِيْلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ لَدِيْغًا
Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal hadmi, wa a‘ûdzu bika minat taraddî, wa a‘ûdzu bika minal gharqi wal ḫarîqi, wa a‘ûdzu bika an yatakhabbathanîsy syaithânu ‘indal mauti, wa a‘ûdzu bika an amûta fî sabîlika mudbiran, wa a‘ûdzu bika an amûta ladîghan
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa reruntuhan. Aku berlindung kepada-Mu dari jatuh dari tempat yang tinggi. Aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam dan kebakaran. Aku berlindung kepada-Mu dari bujuk rayu setan ketika (menjelang) kematian (sakaratul maut). Aku berlindung kepada-Mu dari mati di jalan-Mu dalam keadaan melarikan diri. Dan aku berlindung kepada-Mu dari mati karena sengatan binatang.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
اَللّٰهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُوْ، فَلَا تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ
Allâhumma raḫmataka arjû, falâ takilnî ilâ nafsî tharfata ‘ainin, ashliḫ lî sya’nî kullahu
Ya Allah, kasih sayang-Mu kuharapkan. Maka dari itu, janganlah kau serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekejap. Perbaikilah bagiku seluruh urusanku.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِي الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ
Allâhumma innâ nas aluka salâmatan fid dîn(i), wa ‘âfiyatan fil jasad(i), wa ziyadatan fil ‘ilm(i), wabarakatan fir rizq(i), wa taubatan qablal maut(i), waraḫmatan ‘indal maut(i), wa maghfiratan ba’dal maut(i). Allâhumma hawwin ‘alainâ fî sakarâtil maut(i), wan najâta minan nâr(i), wal ‘afwa indal hisâb(i)
Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam beragama, kesehatan raga, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati, dan ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut. Berikanlah kami keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat perhitungan amal.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
اَللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الْخَيْرِ وَأَبْوَابَ الْبَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ الْقُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ الْعَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الْجَنَّةِ، اَللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْاٰخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الْكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الْاٰخِرَةِ،غَفَرَ اللّٰهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَـــالَمِيْنَ
Allâhumma-ftaḫ lanâ abwâbal khair, wa abwâbal barakah, wa abwâban ni‘mah, wa abwâbar rizqi, wa abwâbal quwwah, wa abwâbas shiḫḫah, wa abwâbas salâmah, wa abwâbal ‘âfiyah, wa abwâbal jannah. Allâhumma ‘âfinâ min kulli balâ’id dunyâ wa ‘adzâbil âkhirah, washrif ‘annâ bi ḫaqqil Qur’ânil ‘azhîm wa nabiyyikal karîm syarrad dunyâ wa ‘adzâbal âkhirah. Ghafarallâhu lanâ wa lahum bi raḫmatika yâ arḫamar râḫimîn. Subḫâna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mâ yashifūn, wa salâmun ‘alal mursalîn, wal ḫamdulillâhi rabbil ‘âlamîn
Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah, dan pintu surga. Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hak Al-Qur’an yang agung dan derajat nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai Zat yang maha pengasih. Maha suci Tuhanmu, Tuhan keagungan, dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اَللّٰهُمَّ أَجِرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا
Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji‘un(a). Allâhumma ajirnî fî mushîbatî wa akhlif lî khairan minhâ
Sungguh kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
عَلَى اللّٰهِ تَوَكَّلْنَاۚ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ، وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
‘alallâhi tawakkalnâ, rabbanâ lâ taj‘alnâ fitnatal lil-qaumidh-dhâlimîn, wa najjinâ biraḫmatika minal-qaumil-kâfirîn(a)
Kepada Allah-lah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang kafir. (QS Yunus: 85-86)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
مَلَأَ اللّٰهُ قُبُوْرَهُمْ وَبُيُوْتَهُمْ نَارًا كَمَا شَغَلُوْنَا عَنِ الصَّلَاةِ الْوُسْطَى
Mala’allâhu qubûrahum wa buyûtahum nâran kamâ syaghalûnâ anis shalâtil wusthâ
Semoga Allah penuhi kubur dan rumah mereka dengan api sebagaimana mereka menyibukkan kami dari shalat wushta (ashar)بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ
Allâhumma innî as-aluka khairaha wa khaira mâ fîhâ, wa khaira mâ arsalta bihi, wa a‘ûdzubika min syarrihâ, wa syarri mâ fîhâ wa syarri mâ arsalta bihi
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
اَللّٰهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اَللّٰهُمَّ عَلَى الْاٰكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُوْنِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Allâhumma ḫawâlainâ wa lâ ‘alainâ. Allâhumma ‘alal âkâmi wal jibâli, wadh dhirâbi, wa buthûnil awdiyati, wa manâbitisy syajar(i)
Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudaratkan). Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
اَللّٰهُمَّ يَا جَامِعَ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيْهِ، اِجْمَعْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ ضَالَّتِيْ فِيْ خَيْرٍ وَعَافِيَةٍ
Allâhumma yâ jâmi‘an nâsi liyaumin lâ raiba fîh, ijma‘ bainî wa baina dlâllatî fî khairin wa ‘âfiyah
Wahai Tuhanku, wahai Tuhan yang mengumpulkan semua manusia di hari yang tiada ragu lagi padanya. Pertemukan aku dan barangku yang hilang dengan kebaikan dan keselamatan.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
اَللّٰهُمَّ لَا يَأْتِيْ بِالْحَسَنَاتِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا يَذْهَبُ بِالسَّيِّئَاتِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ
Allâhumma lâ ya’tî bil ḫasanâti illâ anta, wa lâ yadzhabu bis sayyi’âti illâ anta, wa lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâh(i)
Ya Allah, tidak ada yang dapat mendatangkan kebaikan kecuali Engkau, dan tidak ada yang menghilangkan keburukan kecuali Engkau. Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
بِسْمِ اللّٰهِ ×٣ أَعُوْذُ بِاللّٰهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ ×٧
Bismillâh (dibaca 3 kali). A‘ûdzu billâhi wa qudratihî min syarri mâ ajidu wa uḫâdziru (dibaca 7 kali).
Dengan nama Allah (dibaca tiga kali), aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari keburukan apa yang kurasakan dan kukhawatirkan (dibaca 7 kali).
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
اَللّٰهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ، وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِيْ، لَاشِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Allâhumma rabban nâsi adzhibil ba’sa wa-syfi antasy syâfî lâ syifâ-a illâ syifâ-uka syifâ-an lâ yughâdiru saqaman
Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakit. Sembuhkanlah, Engkaulah penyembuh. Tak ada penawar selain dari penawar-Mu, penawar yang menghabiskan sakit dan penyakit.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلاٰخِرَةِ، اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِيْ دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ، اَللّٰهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ وَاٰمِنْ رَوْعَاتِيْ
Allâhumma innî as-alukal ‘âfiyah fid dunyâ wal âkhirah, allâhumma innî as-alukal ‘afwa wal âfiyah fî dînî wadun-yâya wa ahlî wa mâlî, allâhumma-stur ‘aurâtî wa âmin rau‘âtî
Ya Allah, aku memohon keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah aku memohon kesehatan (kebajikan dan keselamatan) dalam agama, dunia, keluarga, dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ، وَالْجُنُوْنِ، وَالْجُذَامِ، وَسَيِّئِ الأَسْقَامِ
Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal barashi, wal junûni, wal judzâmi, wa sayyi’il asqâmi
Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari penyakit lepra, gila, kusta, dan penyakit-penyakit lainnya.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللّٰهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
A’ûdzu bi kalimâtillâhit tâmmati min kulli syaithânin wa hâmmatin wa min kulli ‘ainin lâmmatin
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua setan, binatang yang beracun, dan ‘Ain yang menyakitkan (HR al-Bukhari).
Bagian 2: Tahlil Lengkap
Bacaan Tahlil Lengkap dan Doa Tahlil
Doa Tahlil ditujukan untuk almarhum atau almarhumah agar diberikan ampunan dosa, rahmat, dan keberkahan di akhirat. Doa Tahlil dapat dibaca secara pribadi maupun bersama-sama dalam acara tahlilan. Membaca Tahlil dipercaya memiliki banyak keutamaan, di antaranya mendatangkan syafaat Nabi Muhammad SAW, membuka delapan pintu surga bagi yang istiqamah mengamalkannya, serta pahala bacaan Tahlil yang dihadiahkan kepada almarhum/almarhumah dapat meringankan siksa kubur.
Tujuan doa Tahlil untuk arwah almarhum atau almarhumah adalah sebagai bentuk ikhtiar dan doa dari keluarga agar pahala bacaan sampai dan menjadi sebab kebaikan di alam kubur hingga akhirat.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Bacaan Tahlil ke 1
إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى سَيِّدِنَا مُحمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاٰلِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَأَوْلَادِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ الْفَــاتِحَةُ
Ila ḫadlratin-nabiyyil-musthafâ sayyidinâ Muḫammadin shallallahu ‘alaihi wa sallama wa âlihi wa azwâjihi wa awlâdihi wa dzurriyyâtihi al-fâtiḫah
Kepada yang terhormat Nabi Muhammad ﷺ, segenap keluarga, istri-istrinya, anak-anaknya, dan keturunannya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…
Bacaan Tahlil ke 2
ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، خُصُوْصًا إِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجِيْلَانِي وَخُصُوْصًا إِلَى مُؤَسِّسِيْ جَمْعِيَّةِ نَهْضَةِ الْعُلَمَاءِ الْفَــاتِحَةُ
Tsumma ilâ ḫadlrati ikhwânihi minal-anbiya’i wal-mursalîn wal-auliya’i wasy-syuhadâ’i wash-shâlihîn wash-shaḫâbati wat tâbi‘în wal-‘ulamâ’il-‘âmilîn wal-mushannifînal-mukhlishîn wa jamî‘il-malâikatil-muqarrabîn, khusûshan ilâ sayyidinâsy-syaikh ‘abdil qâdir al-jîlânî wa khushûshan ilâ muassisî jam‘iyyah Nahdlatil Ulama, al-fâtiḫah
Lalu kepada segenap saudara beliau dari kalangan pada nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi‘in, ulama al-amilin (yang mengamalkan ilmunya), ulama penulis yang ikhlas, semua malaikat Muqarrabin, terkhusus kepada Syekh Abdul Qadir al-Jilani dan para pendiri organisasi Nahdlatul Ulama. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah.
Bacaan Tahlil ke 3
ثُمَّ إِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى اٰبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَةِ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنِ اجْتَمَعْنَا هٰهُنَا بِسَبَبِهِ الْفَاتِحَةُ
Tsumma ilâ jamî‘i ahlil-qubûri minal-muslimîna wal-muslimâti wal-mu’minîna wal-mu’minâti min masyâriqil-ardli ilâ maghâribihâ barrihâ wa baḫrihâ khushushan ilâ abâ’inâ wa ummahâtinâ wa ajdâdinâ wa jaddâtina wa masyâkhinâ wa masyâyikhi masyâyikhinâ wa asâtidzati asâtidzatinâ wa liman aḫsana ilainâ wa liman ijtama‘nâ hâhunâ bisababihi, al-fâtiḫah
Kemudian kepada semua ahli kubur Muslimin, Muslimat, Mukminin, Mukminat dari Timur ke Barat, baik di laut dan di darat, khususnya bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, guru kami, pengajar dari guru kami, mereka yang telah berbuat baik kepada kami, dan bagi ahli kubur/arwah yang menjadi sebab kami berkumpul di sini. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah.
Bacaan Tahlil ke 4
ثُمَّ إِلَى جَمِيْعِ أهْلِ الْقُبُوْرِ مِمَّنْ ذُكِرَتْ أَسْمَاؤُهُ فِيْ هٰذِهِ الرِّسَالَةِ حَضْرَةِ رُوْحِ … وَحَضْرَةِ رُوْحِ … وَحَضْرَةِ رُوْحِ … رَحِمَهُمُ اللّٰهُ وَغَفَرَهُمْ، الْفَاتِحَةُ
Tsumma ilâ jamî‘i ahlil-qubûri mimman dzukirot asmâ’uhu fi hâdzihir risâlati, ḫadlrati rûhi…, wa ḫadlrati rûhi…, wa ḫadlrati rûhi…, roḫimahumullâhu wa ghafarahum, al-fâtiḫah
Kemudian kepada semua ahli kubur, yang namanya disebutkan dalam risalah ini. Kepada…, dan kepada…, dan kepada…. Semoga Allah merahmati dan mengampuni mereka. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah.
Bacaan Tahlil ke 5
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ، اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ، وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَـــــدٌ ×٣
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i), Qul huwallâhu aḫad, Allâhush-shamad, lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakul lahû kufuwan aḫad 3x
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” (3 kali).
Bacaan Tahlil ke 6
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ
Lâ ilâha illâllâhu wallâhu akbar
Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar.
Bacaan Tahlil ke 7
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ، مِنْ شَرِّ مَـــا خَلَقَۙ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ، وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i), Qul a‘udzu bi rabbil-falaq, min syarri mâ khalaq, wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab, wa min syarrin-naffâtsâti fîl-‘uqad, wa min syarri ḫâsidin idzâ ḫasad
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”
Bacaan Tahlil ke 8
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ
Lâ ilâha illâllâhu wallâhu akbar
Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar.
Bacaan Tahlil ke 9
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ، مَلِكِ النَّـــاسِۙ، اِلٰهِ النَّاسِۙ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ، الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّــاسِ
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i), Qul a‘udzû bi rabbin-nâs, malikin-nâs, ilahin-nâs, min syarril-waswâsil khannâs, alladzi yuwaswisu fî shudûrin-nâs, minal-jinnati wan-nâs.
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”
Bacaan Tahlil ke 10
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ
Lâ ilâha illâllâhu wallâhu akbar
Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar.
Bacaan Tahlil ke 11
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ، الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ، مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ، اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ، اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ، صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i), al-ḫamdu lillâhi rabbil-‘âlamîn, Ar-raḫmânir-raḫîm, mâliki yaumid-dîn, iyyâka na‘budu wa iyyâka nasta‘în, ihdinâsh-shirâthal-mustaqîm, shirâtal ladzîna an‘amta ‘alaihim ghairil-maghdlûbi ‘alaihim wa lâdl-dlâllîn. Âmîn
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kau anugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Semoga Kau kabulkan permohonan kami.
Bacaan Tahlil ke 12
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، الۤــــــمّۤۚ، ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَۛ فِيْهِۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ، الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَۙ، وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَۗ، اُولٰۤىِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْۙ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i), Alif Lâm Mîm, dzâlikal-kitâbu lâ raiba fîhi, hudal-lilmuttaqîn, al-ladzîna yu’minûna bil-ghaibi wa yuqîmûnash-shalâta wa mimmâ razaqnâhum yunfiqûn, wal-ladzîna yu’minûna bimâ unzila ilaika wa mâ unzila min qablika, wa bil-âkhirati hum yûqinûn, ulâ’ika ‘alâ hudam mir rabbihim wa ulâ’ika humul-mufliḫûn.
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Alif lam mim. Demikian itu kitab ini tidak ada keraguan padanya. Sebagai petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada kitab Al-Qur’an yang telah diturunkan kepadamu (Muhammad ﷺ) dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya, serta mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari tuhannya. Merekalah orang orang yang beruntung.
Bacaan Tahlil ke 13
وَإِلٰهُكُمْ إِلٰهٌ وَّاحِدٌ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيمُ
Wa ilâhukum ilâhuw wâḫidul lâ ilâha illa Huwar-raḫmânur-raḫîm.
Artinya, “Dan Tuhan kalian adalah Tuhan yang maha esa. Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Dia yang maha pengasih lagi maha penyayang.”
Bacaan Tahlil ke 14
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Allahu lâ ilâha illa huwal-ḫayyul-qayyûm(u). Lâ ta’khudzuhû sinatuw wa lâ naûm(u). Lahû mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl. Man dzal ladzî yasyfa’u ‘indahû illâ bi idznih(i). Ya’lamu mâ baina aidîhim wa mâ khalfahum. Wa lâ yuḫithûna bi syai’in min ‘ilmihî illâ bimâ syâ’a wasi’a kursiyyuhus-samawâti wal-ardl. Wa lâ ya’ûduhu ḫifdhuhumâ wahuwal-‘aliyyul-adhîm.
Allah, tiada yang layak disembah kecuali Dia yang hidup kekal lagi berdiri sendiri. Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberikan syafaat di sisi-Nya kecuali dengan izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu dari ilmu-Nya kecuali apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat menjaga keduanya. Dia maha tinggi lagi maha agung.
Bacaan Tahlil ke 15
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَـــظِيْمَ ×٣
Astaghfirullâhal-‘adhîm 3 x
Saya mohon ampun kepada Allah yang maha agung (3 kali).
Bacaan Tahlil ke 16
أَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، حَيٌّ مَوْجُوْدٌ
Afdlaludz dzikri fa‘lam annahu lâ ilâha illallâhu ḫayyun maujûd(un)
Sebaik-baik dzikir–ketahuilah–adalah lafal ‘Lâ ilâha illallâh’, tiada tuhan selain Allah, Dzat yang Maha Hidup dan Wujud.
Bacaan Tahlil ke 17
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، حَيٌّ مَعْبُوْدٌ
La ilâha illâllâhu ḫayyun ma‘bûd
Tiada tuhan selain Allah, Dzat yang Maha Hidup dan disembah.
Bacaan Tahlil ke 18
لَاَ إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، حَيٌّ بَاقٍ
La ilâha illâllâhu ḫayyun bâq
Tiada tuhan selain Allah, Dzat yang Maha Hidup dan kekal.
Bacaan Tahlil ke 19
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ ×١٠٠
La ilâha illâllâh 100x
Tiada tuhan selain Allah (100 kali).
Bacaan Tahlil ke 20
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ ×٢
Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muḫammadin, Allâhumma shalli ‘alaihi wa sallim
Ya Allah, limpahkan rahmat takzim dan keselamatan kepada pemimpin kami, Nabi Muhammad (2 kali).
Bacaan Tahlil ke 21
سُبْحَــانَ اللّٰهِ عَدَدَ مَـــا خَلَقَ اللّٰهُ ×٧
Subḫânallâhi ‘adada mâ khalaqallâhu
Mahasuci Allah sebanyak makhluk yang Allah ciptakan (7 kali).
Bacaan Tahlil ke 22
سُبحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللّٰهِ الْعَظِيْمِ ×٣٣
Subḫânallâhi wa biḫamdihi subḫânallâhil ‘adhîm
Mahasuci Allah dengan segala pujian untuk-Nya. Mahasuci Allah yang Maha Agung (33 kali)
Bacaan Tahlil ke 23
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ ×٢
Allâhumma shalli ‘alâ ḫabîbika sayyidinâ Muḫammadin wa âlihi wa shaḫbihi wa sallim 2x
Ya Allah, limpahkan rahmat takzim dan keselamatan kepada kekasih-Mu, pemimpin kami, Nabi Muhammad, berikut keluarga dan sahabatnya (2 kali).
Bacaan Tahlil ke 24
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ أَجْمَعِيْنَ
Allâhumma shalli ‘alâ ḫabîbika sayyidinâ Muḫammadin wa ‘alâ âlihi wa shaḫbihi wa bârik wa sallim ajma‘în
Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada kekasih-Mu, pemimpin kami, Nabi Muhammad, berikut keluarga dan sahabatnya. Limpahkanlah pula berkah dan keselamatan kepada mereka semua.
Bacaan Tahlil ke 25
﴿الدعاء﴾ أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ، حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ، حَمْدًا يُّوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحِمَّدٍ
A‘ûdzubillâhi minasy-syaithâr-rajîm, bismillâhir-raḫmânir-raḫîm, al-ḫamdulillâhi rabbil-‘alamîn, ḫamdasy syâkirin, ḫamdan nâ‘imîn, ḫamdan yuwâfî ni‘amahu wa yukâfî’u mazîdah(u), yâ rabbanâ lakal-ḫamdu kamâ yanbaghî lijalâli wajhika wa ‘adhîmi sulthânika, allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muḫammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ Muḫammadin.
Doa Aku berlindung diri kepada Engkau dari setan yang di rajam. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang yang memperoleh nikmat sama memuji, dengan pujian yang sesuai dengan nikmatnya dan memungkinkan di tambah nikmatnya. Tuhan kami, hanya Engkau segala puji, sebagaimana yang patut terhadap kemuliaan Engkau dan keagungan Engkau. Ya Allah tambahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan kepada keluarganya.
Bacaan Tahlil ke 26
اَللّٰهُمَّ تَقَبَّلْ وَأَوْصِلْ ثَوَابَ مَا قَرَاْنَاهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَمَا هَلَّلْنَا وَمَا سَبَّحْنَا وَمَا اسْتَغْفَرْنَا وَمَا صَلَّيْنَا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةً وَاصِلَةً وَرَحْمَةً نَازِلَةً وَبَرَكَةً شَامِلَةً إِلَى حَضَرَةِ حَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ أَعْيُنِنَا سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَإِلَى جَمِيْعِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيْلِ اللّٰهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ وَالْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْن، خُصُوْصًا إِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجِيْلَانِيّ، ثُمَّ إِلَى أَرْوَاحِ جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا، وَنَخَصُّ خَصُوْصًا إِلَى مَنِ اجْتَمَعْنَا هٰهُنَا بِسَبَبِهِ وَلِأَجْلِهِ
Allâhumma taqabbal wa aushil tsawâba mâ qara’nâhu minal-qur’anil-‘adhîmi wa mâ hallalnâ wamâ sabbaḫnâ wamâstaghfarnâ wamâ shallainâ ‘alâ sayyidinâ Muḫammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallamâ hadiyyatan wâshilatan wa raḫmatan nâzilatan wa barakatan syâmilatan ilâ ḫadlrati ḫabîbinâ wa syafî‘nâ wa qurrati a‘yuninâ sayyidinâ wa maulana Muḫammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallamâ, wa ilâ jamî‘i ikhwânihi minal-anbiyâ’i wal mursalîna wal-auliyâ’i wasy-syuhadâ’i wash-shaliḫina wash-shaḫâbati wat-tâbi‘înâ wal-‘ulamâ’il-‘âmilîna wal-mushannifînal-mukhlashîna wa jamî‘il-mujâhidînâ fî sabîlillâhi rabbil-‘âlamîna wal-malâ’ikatil-muqarrabîna, khusûshan ilâ sayyidinâsy-Syaikhi Abdil Qâdir al-Jîlâni, tsumma ilâ arwâhi jami‘i ahlil-qubûri minal-muslimînâ wal-muslimâti wal-mu’minînâ wal-mu’minâti min masyâriqil-ardli wa maghâribihâ barrihâ wa baḫrihâ khusushan ilâ âbâ’inâ wa ummahâtinâ wa ajdâdinâ wa jaddâtinâ, wa nakhushshu khusûshan ilâ man ijtama‘nâ hahunâ bisababihi wa liajlihi.
Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala ayat-ayat Quranul ‘adhim yang telah kami baca, tahlil kami, tasbih dan istighfar kami, dan bacaan shalawat kami kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan kepada keluarganya. Sebagai hadiah yang bisa sampai, rahmat yang turun, dan berkah yang cukup kepada kekasih kami, penolong dan buah mata kami, penghulu dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad ﷺ, kepada semua temannya dari para Nabi dan para Utusan, kepada para wali, pahlawan yang gugur (Syuhada), orang-orang yang salih, para sahabat, dan tabi’in (para pengikutnya); kepada para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas, kepada semua pejuang di jalan Allah (membela agama-Nya), Allah raja seru sekalian alam; dan kepada para Malaikat muqarrabin, terutama Syekh Abdul Qadir al-Jilani, kemudian kepada ahli kubur, muslim yang laki-laki dan yang perempuan, mukmin yang laki-laki dan yang perempuan, dari dunia timur dan barat di darat dan di laut, terutama lagi kepada bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, nenek-nenek kami yang laki-laki dan yang perempuan, lebih terutama lagi kepada orang yang menyebabkan kami sekalian berkumpul di sini dan untuk keperluannya.
Bacaan Tahlil ke 27
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ، اَللّٰهُمَّ أَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِ
Allâhummaghfirlahum warḫamhum wa ‘âfihim wa‘fu ‘anhum, allâhumma anzilir-raḫmata wal-maghfirata ‘alâ ahlil-qubûri min ahli lâ ilâha illallâhu muḫammadur-rasûlullahi
Ya Allah ampunilah mereka, kasihanilah mereka, dan maafkanlah mereka. Ya Allah turunkanlah rahmat, dan ampunan kepada ahlul kubur yang ahli mengucapkan “Laa ilaaha illaallah, Muhammadur rasulullah” (Tidak ada tuhan selain Allah, Muhammad Utusan Allah).
Bacaan Tahlil ke 28
رَبَّنَا أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَّارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَّارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ، اَلْفَاتِحَة
Rabbanâ arinâl-ḫaqqa ḫaqqan warzuqnât-tibâ‘ah, wa arinâl-bâthila bâthilan warzuqnâj tinâbah. Rabbanâ âtinâ fid-dunyâ ḫasanatan wa fil-âkhirati ḫasanatan wa qinâ ‘adzaban-nâr. Subḫâna rabbika rabbil-‘izzati ‘ammâ yashifun, wa salamun ‘alal-mursalîn, wal-ḫamdulillâhi rabbil-‘âlamîn. Al-fâtiḫah..
Tuhan kami, tunjukkanlah kami kebenaran dengan jelas, jadikanlah kami pengikutnya, tunjukkanlah kami perkara batil dengan jelas, dan jadikanlah kami menjauhinya. Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka, Maha Suci Tuhanku, tuhan yang bersih dari sifat yang di berikan oleh orang-orang kafir, semoga keselamatan tetap melimpahkan kepada para Utusannya dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian Alam. Al Fatihah.
Bagian 4: Surat Ar Rahman
Surat Ar-Rahman Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan
Surat Ar-Rahman adalah surat ke-55 dalam Al-Qur’an yang diturunkan di kota Makkah, berisi 78 ayat. Surat ini menekankan sifat Allah sebagai Maha Pengasih dan Penyayang. Di dalamnya, terdapat pertanyaan “Maka nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu dustakan?” yang diulang sebanyak 31 kali.
Membaca Surat Ar-Rahman dengan khusyuk dipercaya dapat mendatangkan pahala besar serta membantu penyembuhan penyakit fisik dan mental. Membaca surat ini di malam hari diyakini dapat mendatangkan rezeki, berkah, dan memperkuat keimanan.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Surat Ar Rahman Ayat 1
اَلرَّحْمٰنُۙ ١
ar-raḫmân
(Allah) Yang Maha Pengasih,
Surat Ar Rahman Ayat 2
عَلَّمَ الْقُرْاٰنَۗ ٢
‘allamal-qur’ân
telah mengajarkan Al-Qur’an.
Surat Ar Rahman Ayat 3
خَلَقَ الْاِنْسَانَۙ ٣
khalaqal-insân
Dia menciptakan manusia.
Surat Ar Rahman Ayat 4
عَلَّمَهُ الْبَيَانَ ٤
‘allamahul-bayân
Dia mengajarinya pandai menjelaskan.
Surat Ar Rahman Ayat 5
اَلشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍۙ ٥
asy-syamsu wal-qamaru biḫusbân
Matahari dan bulan (beredar) sesuai dengan perhitungan.
Surat Ar Rahman Ayat 6
وَّالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ ٦
wan-najmu wasy-syajaru yasjudân
Tetumbuhan dan pepohonan tunduk (kepada-Nya).
Surat Ar Rahman Ayat 7
وَالسَّمَاۤءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيْزَانَۙ ٧
was-samâ’a rafa‘ahâ wa wadla‘al-mîzân
Langit telah Dia tinggikan dan Dia telah menciptakan timbangan (keadilan dan keseimbangan)
Surat Ar Rahman Ayat 8
اَلَّا تَطْغَوْا فِى الْمِيْزَانِ ٨
allâ tathghau fil-mîzân
agar kamu tidak melampaui batas dalam timbangan itu.
Surat Ar Rahman Ayat 9
وَاَقِيْمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيْزَانَ ٩
wa aqîmul-wazna bil-qisthi wa lâ tukhsirul-mîzân
Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi timbangan itu.
Surat Ar Rahman Ayat 10
وَالْاَرْضَ وَضَعَهَا لِلْاَنَامِۙ ١٠
wal-ardla wadla‘ahâ lil-anâm
Bumi telah Dia bentangkan untuk makhluk(-Nya).
Surat Ar Rahman Ayat 11
فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّالنَّخْلُ ذَاتُ الْاَكْمَامِۖ ١١
fîhâ fâkihatuw wan-nakhlu dzâtul-akmâm
Padanya terdapat buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,
Surat Ar Rahman Ayat 12
وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُۚ ١٢
wal-ḫabbu dzul-‘ashfi war-raiḫân
biji-bijian yang berkulit, dan bunga-bunga yang harum baunya.
Surat Ar Rahman Ayat 13
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ١٣
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 14
خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ ١٤
khalaqal-insâna min shalshâling kal-fakhkhâr
Dia telah menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar.
Surat Ar Rahman Ayat 15
وَخَلَقَ الْجَاۤنَّ مِنْ مَّارِجٍ مِّنْ نَّارٍۚ ١٥
wa khalaqal-jânna mim mârijim min nâr
Dia juga telah menciptakan jin dari nyala api tanpa asap.
Surat Ar Rahman Ayat 16
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ١٦
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 17
رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِۚ ١٧
rabbul-masyriqaini wa rabbul-maghribaîn
(Dialah) Tuhan kedua tempat terbit (matahari pada musim panas dan musim dingin) dan Tuhan kedua tempat terbenam (matahari pada kedua musim itu).
Surat Ar Rahman Ayat 18
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ١٨
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 19
مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيٰنِۙ ١٩
marajal-baḫraini yaltaqiyân
Dia membiarkan dua laut (tawar dan asin) bertemu.
Surat Ar Rahman Ayat 20
بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيٰنِۚ ٢٠
bainahumâ barzakhul lâ yabghiyân
Di antara keduanya ada pembatas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.
Surat Ar Rahman Ayat 21
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ٢١
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 22
يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُۚ ٢٢
yakhruju min-humal-lu’lu’u wal-marjân
Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
Surat Ar Rahman Ayat 23
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ٢٣
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 24
وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنْشَاٰتُ فِى الْبَحْرِ كَالْاَعْلَامِۚ ٢٤
wa lahul-jawâril-munsya’âtu fil-baḫri kal-a‘lâm
Milik-Nyalah (bahtera) buatan manusia yang berlayar di laut laksana gunung-gunung.
Surat Ar Rahman Ayat 25
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِࣖ ٢٥
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 26
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍۖ ٢٦
kullu man ‘alaihâ fân
Semua yang ada di atasnya (bumi) itu akan binasa.
Surat Ar Rahman Ayat 27
وَّيَبْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِۚ ٢٧
wa yabqâ waj-hu rabbika dzul-jalâli wal-ikrâm
(Akan tetapi,) wajah (zat) Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.
Surat Ar Rahman Ayat 28
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ٢٨
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 29
يَسْـَٔلُهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِيْ شَأْنٍۚ ٢٩
yas’aluhû man fis-samâwâti wal-ardl, kulla yaumin huwa fî sya’n
Siapa yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap hari Dia menangani urusan.
Surat Ar Rahman Ayat 30
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ٣٠
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 31
سَنَفْرُغُ لَكُمْ اَيُّهَ الثَّقَلٰنِۚ ٣١
sanafrughu lakum ayyuhats-tsaqalân
Kami akan mencurahkan perhatian kepadamu, wahai manusia dan jin.
Surat Ar Rahman Ayat 32
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ٣٢
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 33
يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَنْ تَنْفُذُوْا مِنْ اَقْطَارِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ فَانْفُذُوْاۗ لَا تَنْفُذُوْنَ اِلَّا بِسُلْطٰنٍۚ ٣٣
yâ ma‘syaral-jinni wal-insi inistatha‘tum an tanfudzû min aqthâris-samâwâti wal-ardli fanfudzû, lâ tanfudzûna illâ bisulthân
Wahai segenap jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya, kecuali dengan kekuatan (dari Allah).
Surat Ar Rahman Ayat 34
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ٣٤
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 35
يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّنْ نَّارٍۙ وَّنُحَاسٌ فَلَا تَنْتَصِرَانِۚ ٣٥
yursalu ‘alaikumâ syuwâdhum min nâriw wa nuḫâsun fa lâ tantashirân
Kepadamu, (wahai jin dan manusia,) disemburkan nyala api dan (ditumpahkan) cairan tembaga panas sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri.
Surat Ar Rahman Ayat 36
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ٣٦
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 37
فَاِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاۤءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِۚ ٣٧
fa idzansyaqqatis-samâ’u fa kânat wardatang kad-dihân
Maka, apabila langit terbelah, lalu (warnanya) menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak, (terjadilah kengerian yang hebat).
Surat Ar Rahman Ayat 38
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ٣٨
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 39
فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُسْـَٔلُ عَنْ ذَنْۢبِهٖٓ اِنْسٌ وَّلَا جَاۤنٌّۚ ٣٩
fa yauma’idzil lâ yus’alu ‘an dzambihî insuw wa lâ jânn
Maka, pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.
Surat Ar Rahman Ayat 40
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ٤٠
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 41
يُعْرَفُ الْمُجْرِمُوْنَ بِسِيْمٰهُمْ فَيُؤْخَذُ بِالنَّوَاصِيْ وَالْاَقْدَامِۚ ٤١
yu‘raful-mujrimûna bisîmâhum fa yu’khadzu bin-nawâshî wal-aqdâm
Para pendosa dikenali dengan tanda-tandanya, lalu direnggut ubun-ubun dan kakinya.
Surat Ar Rahman Ayat 42
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ٤٢
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 43
هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِيْ يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُوْنَۘ ٤٣
hâdzihî jahannamullatî yukadzdzibu bihal-mujrimûn
Inilah (neraka) Jahanam yang didustakan oleh para pendosa.
Surat Ar Rahman Ayat 44
يَطُوْفُوْنَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيْمٍ اٰنٍۚ ٤٤
yathûfûna bainahâ wa baina ḫamîmin ân
Mereka bolak-balik di antaranya (api neraka) dan air mendidih yang sangat panas.
Surat Ar Rahman Ayat 45
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِࣖ ٤٥
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 46
وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ جَنَّتٰنِۚ ٤٦
wa liman khâfa maqâma rabbihî jannatân
Bagi siapa yang takut pada keagungan Tuhannya disediakan dua surga.
Surat Ar Rahman Ayat 47
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ ٤٧
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 48
ذَوَاتَآ اَفْنَانٍۚ ٤٨
dzawâtâ afnân
Kedua surga itu mempunyai (pepohonan) yang bercabang-cabang.
Surat Ar Rahman Ayat 49
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ٤٩
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 50
فِيْهِمَا عَيْنٰنِ تَجْرِيٰنِۚ ٥٠
fîhimâ ‘ainâni tajriyân
Di dalam kedua (surga) itu terdapat dua mata air yang memancar.
Surat Ar Rahman Ayat 51
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ٥١
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 52
فِيْهِمَا مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجٰنِۚ ٥٢
fîhimâ ming kulli fâkihatin zaujân
Di dalam kedua (surga) itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.
Surat Ar Rahman Ayat 53
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ٥٣
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 54
مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى فُرُشٍ ۢ بَطَاۤىِٕنُهَا مِنْ اِسْتَبْرَقٍۗ وَجَنَا الْجَنَّتَيْنِ دَانٍۚ ٥٤
muttaki’îna ‘alâ furusyim bathâ’inuhâ min istabraq, wa janal-jannataini dân
Mereka berbaring di atas permadani yang bagian dalamnya (terbuat) dari sutera tebal. Buah-buahan di kedua surga itu (dapat) dipetik dari dekat.
Surat Ar Rahman Ayat 55
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ٥٥
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 56
فِيْهِنَّ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِۙ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ ٥٦
fîhinna qâshirâtuth-tharfi lam yathmits-hunna insung qablahum wa lâ jânn
Di dalamnya ada (bidadari) yang membatasi pandangan (hanya untuk pasangannya) yang tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak (pula) oleh jin.
Surat Ar Rahman Ayat 57
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ٥٧
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 58
كَاَنَّهُنَّ الْيَاقُوْتُ وَالْمَرْجَانُۚ ٥٨
ka’annahunnal-yâqûtu wal-marjân
Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.
Surat Ar Rahman Ayat 59
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ٥٩
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 60
هَلْ جَزَاۤءُ الْاِحْسَانِ اِلَّا الْاِحْسَانُۚ ٦٠
hal jazâ’ul-iḫsâni illal-iḫsân
Adakah balasan kebaikan selain kebaikan (pula)?
Surat Ar Rahman Ayat 61
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ٦١
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 62
وَمِنْ دُوْنِهِمَا جَنَّتٰنِۚ ٦٢
wa min dûnihimâ jannatân
Selain dari kedua (surga) itu ada dua surga (lagi).
Surat Ar Rahman Ayat 63
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ ٦٣
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 64
مُدْهَاۤمَّتٰنِۚ ٦٤
mud-hâmmatân
Kedua surga itu (terlihat warnanya) hijau tua.
Surat Ar Rahman Ayat 65
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ٦٥
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 66
فِيْهِمَا عَيْنٰنِ نَضَّاخَتٰنِۚ ٦٦
fîhimâ ‘ainâni nadldlâkhatân
Di dalam keduanya ada dua mata air yang memancar tanpa henti.
Surat Ar Rahman Ayat 67
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ٦٧
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 68
فِيْهِمَا فَاكِهَةٌ وَّنَخْلٌ وَّرُمَّانٌۚ ٦٨
fîhimâ fâkihatuw wa nakhluw wa rummân
Di dalam keduanya ada buah-buahan (antara lain) kurma dan delima.
Surat Ar Rahman Ayat 69
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ٦٩
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 70
فِيْهِنَّ خَيْرٰتٌ حِسَانٌۚ ٧٠
fîhinna khairâtun ḫisân
Di dalamnya ada (bidadari) yang mulia (akhlaknya) lagi jelita.
Surat Ar Rahman Ayat 71
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ٧١
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 72
حُوْرٌ مَّقْصُوْرٰتٌ فِى الْخِيَامِۚ ٧٢
ḫûrum maqshûrâtun fil-khiyâm
Bidadari-bidadari yang dipingit dalam kemah-kemah.
Surat Ar Rahman Ayat 73
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ٧٣
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 74
لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ ٧٤
lam yathmits-hunna insung qablahum wa lâ jânn
Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak (pula) oleh jin.
Surat Ar Rahman Ayat 75
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ٧٥
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 76
مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَّعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍۚ ٧٦
muttaki’îna ‘alâ rafrafin khudlriw wa ‘abqariyyin ḫisân
Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.
Surat Ar Rahman Ayat 77
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ٧٧
fa bi’ayyi âlâ’i rabbikumâ tukadzdzibân
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Surat Ar Rahman Ayat 78
تَبٰرَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِى الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِࣖ ٧٨
tabârakasmu rabbika dzil-jalâli wal-ikrâm
Mahaberkah nama Tuhanmu Pemilik keagungan dan kemuliaan.
Surat Ar Rahman berjumlah: 78 Ayat
Bagian 5: Surat Al Mulk
Surat Al – Mulk Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan
Surat Al-Mulk adalah surat ke-67 dalam Al-Qur’an yang diturunkan di Mekkah. Surat ini berfokus pada kekuasaan mutlak Allah SWT dan mengajarkan pentingnya bersyukur atas rezeki yang diberikan-Nya. Selain itu, surat ini memperingatkan tentang azab akhirat bagi orang kafir dan memberikan janji pengampunan bagi umat Muslim yang taat pada perintah Allah.
Keutamaan Membaca Surat Al-Mulk:
- Melindungi dari Siksa Kubur: Membaca Surat Al-Mulk di malam hari diyakini memberikan perlindungan dari siksa kubur
- Memohon Syafaat: Surat ini akan memberikan syafaat bagi pembacanya dan memohonkan pengampunan atas dosa-dosanya
- Pahala Berlipat Ganda: Membaca Surat Al-Mulk memberikan pahala yang berlipat ganda bagi yang mengamalkannya.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Surat Al Mulk Ayat 1
تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ ١
tabârakalladzî biyadihil-mulku wa huwa ‘alâ kulli syai’ing qadîr
Mahaberkah Zat yang menguasai (segala) kerajaan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu,
Surat Al Mulk Ayat 2
ࣙالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ ٢
alladzî khalaqal-mauta wal-ḫayâta liyabluwakum ayyukum aḫsanu ‘amalâ, wa huwal-‘azîzul-ghafûr
yaitu yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.
Surat Al Mulk Ayat 2
الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَاقًاۗ مَا تَرٰى فِيْ خَلْقِ الرَّحْمٰنِ مِنْ تَفٰوُتٍۗ فَارْجِعِ الْبَصَرَۙ هَلْ تَرٰى مِنْ فُطُوْرٍ ٣
alladzî khalaqa sab‘a samâwâtin thibâqâ, mâ tarâ fî khalqir-raḫmâni min tafâwut, farji‘il-bashara hal tarâ min futhûr
(Dia juga) yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu tidak akan melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih ketidakseimbangan sedikit pun. Maka, lihatlah sekali lagi! Adakah kamu melihat suatu cela?
Surat Al Mulk Ayat 4
ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ اِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَّهُوَ حَسِيْرٌ ٤
tsummarji‘il-bashara karrataini yangqalib ilaikal-basharu khâsi’aw wa huwa ḫasîr
Kemudian, lihatlah sekali lagi (dan) sekali lagi (untuk mencari cela dalam ciptaan Allah), niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu dengan kecewa dan dalam keadaan letih (karena tidak menemukannya).
Surat Al Mulk Ayat 5
وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيْحَ وَجَعَلْنٰهَا رُجُوْمًا لِّلشَّيٰطِيْنِ وَاَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيْرِ ٥
wa laqad zayyannas-samâ’ad-dun-yâ bimashâbîḫa wa ja‘alnâhâ rujûmal lisy-syayâthîni wa a‘tadnâ lahum ‘adzâbas-sa‘îr
Sungguh, Kami benar-benar telah menghiasi langit dunia dengan bintang-bintang, menjadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat pelempar terhadap setan, dan menyediakan bagi mereka (setan-setan itu) azab (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).
Surat Al Mulk Ayat 6
وَلِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ ٦
wa lilladzîna kafarû birabbihim ‘adzâbu jahannam, wa bi’sal-mashîr
Orang-orang yang kufur kepada Tuhannya akan mendapat azab (neraka) Jahanam. Itulah seburuk-buruk tempat kembali.
Surat Al Mulk Ayat 7
اِذَآ اُلْقُوْا فِيْهَا سَمِعُوْا لَهَا شَهِيْقًا وَّهِيَ تَفُوْرُۙ ٧
idzâ ulqû fîhâ sami‘û lahâ syahîqaw wa hiya tafûr
Apabila dilemparkan ke dalamnya (neraka), mereka pasti mendengar suaranya yang mengerikan saat ia membara.
Surat Al Mulk Ayat 8
تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِۗ كُلَّمَآ اُلْقِيَ فِيْهَا فَوْجٌ سَاَلَهُمْ خَزَنَتُهَآ اَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيْرٌۙ ٨
takâdu tamayyazu minal-ghaîdh, kullamâ ulqiya fîhâ faujun sa’alahum khazanatuhâ a lam ya’tikum nadzîr
(Neraka itu) hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaganya bertanya kepada mereka, “Tidak pernahkah seorang pemberi peringatan datang kepadamu (di dunia)?”
Surat Al Mulk Ayat 9
قَالُوْا بَلٰى قَدْ جَاۤءَنَا نَذِيْرٌ ەۙ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللّٰهُ مِنْ شَيْءٍۖ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ كَبِيْرٍ ٩
qâlû balâ qad jâ’anâ nadzîrun fa kadzdzabnâ wa qulnâ mâ nazzalallâhu min syai’in in antum illâ fî dlalâling kabîr
Mereka menjawab, “Pernah! Sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(-nya) dan mengatakan, ‘Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun.’” (Para malaikat berkata,) “Kamu tidak lain hanyalah (berada) dalam kesesatan yang besar.”
Surat Al Mulk Ayat 10
وَقَالُوْا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ اَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِيْٓ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِ ١٠
wa qâlû lau kunnâ nasma‘u au na‘qilu mâ kunnâ fî ash-ḫâbis-sa‘îr
Mereka juga berkata, “Andaikan dahulu kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), tentulah kami tidak termasuk ke dalam (golongan) para penghuni (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).”
Surat Al Mulk Ayat 11
فَاعْتَرَفُوْا بِذَنْۢبِهِمْۚ فَسُحْقًا لِّاَصْحٰبِ السَّعِيْرِ ١١
fa‘tarafû bidzambihim, fa suḫqal li’ash-ḫâbis-sa‘îr
Mereka mengakui dosanya (saat penyesalan tidak lagi bermanfaat). Maka, jauhlah (dari rahmat Allah) bagi para penghuni (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala) itu.
Surat Al Mulk Ayat 12
اِنَّ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ كَبِيْرٌ ١٢
innalladzîna yakhsyauna rabbahum bil-ghaibi lahum maghfiratuw wa ajrung kabîr
Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya dengan tanpa melihat-Nya akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
Surat Al Mulk Ayat 13
وَاَسِرُّوْا قَوْلَكُمْ اَوِ اجْهَرُوْا بِهٖۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ ۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ ١٣
wa asirrû qaulakum awij-harû bih, innahû ‘alîmum bidzâtish-shudûr
Rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
Surat Al Mulk Ayat 14
اَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَۗ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُࣖ ١٤
alâ ya‘lamu man khalaq, wa huwal-lathîful-khabîr
Apakah (pantas) Zat yang menciptakan itu tidak mengetahui, sedangkan Dia (juga) Mahahalus lagi Maha Mengetahui?
Surat Al Mulk Ayat 15
هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖۗ وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ ١٥
huwalladzî ja‘ala lakumul-ardla dzalûlan famsyû fî manâkibihâ wa kulû mir rizqih, wa ilaihin-nusyûr
Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu dalam keadaan mudah dimanfaatkan. Maka, jelajahilah segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Hanya kepada-Nya kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
Surat Al Mulk Ayat 16
ءَاَمِنْتُمْ مَّنْ فِى السَّمَاۤءِ اَنْ يَّخْسِفَ بِكُمُ الْاَرْضَ فَاِذَا هِيَ تَمُوْرُۙ ١٦
a amintum man fis-samâ’i ay yakhsifa bikumul-ardla fa idzâ hiya tamûr
Sudah merasa amankah kamu dari Zat yang menguasai langit, yaitu (dari bencana) dibenamkannya bumi oleh-Nya bersama kamu ketika tiba-tiba ia terguncang?
Surat Al Mulk Ayat 17
اَمْ اَمِنْتُمْ مَّنْ فِى السَّمَاۤءِ اَنْ يُّرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًاۗ فَسَتَعْلَمُوْنَ كَيْفَ نَذِيْرِ ١٧
am amintum man fis-samâ’i ay yursila ‘alaikum ḫâshibâ, fa sata‘lamûna kaifa nadzîr
Atau, sudah merasa amankah kamu dari Zat yang menguasai langit, yaitu (dari bencana) dikirimkannya badai batu oleh-Nya kepadamu? Kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku.
Surat Al Mulk Ayat 18
وَلَقَدْ كَذَّبَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيْرِ ١٨
wa laqad kadzdzaballadzîna ming qablihim fa kaifa kâna nakîr
Sungguh, orang-orang sebelum mereka pun benar-benar telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka, betapa hebatnya kemurkaan-Ku!
Surat Al Mulk Ayat 19
اَوَلَمْ يَرَوْا اِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صٰۤفّٰتٍ وَّيَقْبِضْنَۘ مَا يُمْسِكُهُنَّ اِلَّا الرَّحْمٰنُۗ اِنَّهٗ بِكُلِّ شَيْءٍ ۢ بَصِيْرٌ ١٩
a wa lam yarau ilath-thairi fauqahum shâffâtiw wa yaqbidln, mâ yumsikuhunna illar-raḫmân, innahû bikulli syai’im bashîr
Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu.
Surat Al Mulk Ayat 20
اَمَّنْ هٰذَا الَّذِيْ هُوَ جُنْدٌ لَّكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِّنْ دُوْنِ الرَّحْمٰنِۗ اِنِ الْكٰفِرُوْنَ اِلَّا فِيْ غُرُوْرٍۚ ٢٠
am man hâdzalladzî huwa jundul lakum yanshurukum min dûnir-raḫmân, inil-kâfirûna illâ fî ghurûr
Atau, siapakah yang akan menjadi bala tentara bagimu yang dapat menolongmu selain (Allah) Yang Maha Pengasih? Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu.
Surat Al Mulk Ayat 21
اَمَّنْ هٰذَا الَّذِيْ يَرْزُقُكُمْ اِنْ اَمْسَكَ رِزْقَهٗۚ بَلْ لَّجُّوْا فِيْ عُتُوٍّ وَّنُفُوْرٍ ٢١
am man hâdzalladzî yarzuqukum in amsaka rizqah, bal lajjû fî ‘utuwwiw wa nufûr
Atau, siapakah yang dapat memberimu rezeki jika Dia menahan rezeki-Nya? Sebaliknya, mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri (dari kebenaran).
Surat Al Mulk Ayat 22
اَفَمَنْ يَّمْشِيْ مُكِبًّا عَلٰى وَجْهِهٖٓ اَهْدٰىٓ اَمَّنْ يَّمْشِيْ سَوِيًّا عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ ٢٢
a fa may yamsyî mukibban ‘alâ waj-hihî ahdâ am may yamsyî sawiyyan ‘alâ shirâthim mustaqîm
Apakah orang yang berjalan dengan wajah tertelungkup itu lebih mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?
Surat Al Mulk Ayat 23
قُلْ هُوَ الَّذِيْٓ اَنْشَاَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ ٢٣
qul huwalladzî ansya’akum wa ja‘ala lakumus-sam‘a wal-abshâra wal-af’idah, qalîlam mâ tasykurûn
Katakanlah, “Dialah Zat yang menciptakanmu dan menjadikan bagimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani. (Akan tetapi,) sedikit sekali kamu bersyukur.”
Surat Al Mulk Ayat 24
قُلْ هُوَ الَّذِيْ ذَرَاَكُمْ فِى الْاَرْضِ وَاِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ ٢٤
qul huwalladzî dzara’akum fil-ardli wa ilaihi tuḫsyarûn
Katakanlah, “Dialah yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi dan kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.”
Surat Al Mulk Ayat 25
وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ ٢٥
wa yaqûlûna matâ hâdzal-wa‘du ing kuntum shâdiqîn
Mereka berkata, “Kapankah (datangnya) janji (azab) ini jika kamu orang-orang benar?”
Surat Al Mulk Ayat 26
قُلْ اِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللّٰهِۖ وَاِنَّمَآ اَنَا۠ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ ٢٦
qul innamal-‘ilmu ‘indallâhi wa innamâ ana nadzîrum mubîn
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya ilmu (tentang hari Kiamat itu) hanya ada pada Allah. Aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas.”
Surat Al Mulk Ayat 27
فَلَمَّا رَاَوْهُ زُلْفَةً سِيْۤـَٔتْ وُجُوْهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَقِيْلَ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تَدَّعُوْنَ ٢٧
fa lammâ ra’auhu zulfatan sî’at wujûhulladzîna kafarû wa qîla hâdzalladzî kuntum bihî tadda‘ûn
Ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat) sudah dekat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dikatakan (kepada mereka), “Ini adalah (sesuatu) yang dahulu kamu selalu mengaku (bahwa kamu tidak akan dibangkitkan).”
Surat Al Mulk Ayat 28
قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ اَهْلَكَنِيَ اللّٰهُ وَمَنْ مَّعِيَ اَوْ رَحِمَنَاۙ فَمَنْ يُّجِيْرُ الْكٰفِرِيْنَ مِنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ ٢٨
qul ara’aitum in ahlakaniyallâhu wa mam ma‘iya au raḫimanâ fa may yujîrul-kâfirîna min ‘adzâbin alîm
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tahukah kamu jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersamaku atau memberi rahmat kepada kami (dengan memperpanjang umur kami,) lalu siapa yang dapat melindungi orang-orang kafir dari azab yang pedih?”
Surat Al Mulk Ayat 29
قُلْ هُوَ الرَّحْمٰنُ اٰمَنَّا بِهٖ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَاۚ فَسَتَعْلَمُوْنَ مَنْ هُوَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ ٢٩
qul huwar-raḫmânu âmannâ bihî wa ‘alaihi tawakkalnâ, fa sata‘lamûna man huwa fî dlalâlim mubîn
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Zat Yang Maha Pengasih, kami beriman kepada-Nya dan hanya kepada-Nya kami bertawakal. Kelak kamu akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata.”
Surat Al Mulk Ayat 30
قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ اَصْبَحَ مَاۤؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَّأْتِيْكُمْ بِمَاۤءٍ مَّعِيْنٍࣖ ٣٠
qul ara’aitum in ashbaḫa mâ’ukum ghauran fa may ya’tîkum bimâ’im ma‘în
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika (sumber) air kamu surut ke dalam tanah, siapa yang akan memberimu air yang mengalir?”
Bagian 3: Surat Al Waqiah
Surat Al-Waqiah Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan
Surat Al-Waqiah adalah surat ke-56 dalam Al-Qur’an yang terdiri atas 96 ayat dan termasuk dalam golongan surat Makkiyah. Surat ini berisi kepastian datangnya hari kiamat, dahsyatnya peristiwa kehancurannya, serta pembagian golongan manusia, yaitu golongan kanan (yang mendapat kenikmatan surga), golongan kiri (penghuni neraka), dan golongan yang paling dahulu beriman.
Manfaat membaca Surat Al-Waqiah antara lain diyakini dapat melindungi dari kemiskinan, melapangkan rezeki, membuka pintu tobat, serta menanamkan keyakinan terhadap tauhid.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Surat Al Waqiah Ayat 1
اِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ ١
idzâ waqa‘atil-wâqi‘ah
Apabila terjadi hari Kiamat (yang pasti terjadi),
Surat Al Waqiah Ayat 2
لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌۘ ٢
laisa liwaq‘atihâ kâdzibah
tidak ada seorang pun yang (dapat) mendustakan terjadinya.
Surat Al Waqiah Ayat 3
خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ ٣
khâfidlatur râfi‘ah
(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).
Surat Al Waqiah Ayat 4
اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّاۙ ٤
idzâ rujjatil-ardlu rajjâ
Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya
Surat Al Waqiah Ayat 5
وَّبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّاۙ ٥
wa bussatil-jibâlu bassâ
dan gunung-gunung dihancurkan sehancur-hancurnya,
Surat Al Waqiah Ayat 6
فَكَانَتْ هَبَاۤءً مُّنْۢبَثًّاۙ ٦
fa kânat habâ’am mumbatstsâ
jadilah ia debu yang beterbangan.
Surat Al Waqiah Ayat 7
وَّكُنْتُمْ اَزْوَاجًا ثَلٰثَةًۗ ٧
wa kuntum azwâjan tsalâtsah
Kamu menjadi tiga golongan,
Surat Al Waqiah Ayat 8
فَاَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِۗ ٨
fa ash-ḫâbul-maimanati mâ ash-ḫâbul-maimanah
yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu
Surat Al Waqiah Ayat 9
وَاَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِۗ ٩
wa ash-ḫâbul-masy’amati mâ ash-ḫâbul-masy’amah
dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
Surat Al Waqiah Ayat 10
وَالسّٰبِقُوْنَ السّٰبِقُوْنَۙ ١٠
was-sâbiqûnas-sâbiqûn
Selain itu, (golongan ketiga adalah) orang-orang yang paling dahulu (beriman). Merekalah yang paling dahulu (masuk surga).
Surat Al Waqiah Ayat 11
اُولٰۤىِٕكَ الْمُقَرَّبُوْنَۚ ١١
ulâ’ikal-muqarrabûn
Mereka itulah orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).
Surat Al Waqiah Ayat 12
فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ ١٢
fî jannâtin-na‘îm
(Mereka) berada dalam surga (yang penuh) kenikmatan.
Surat Al Waqiah Ayat 13
ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ ١٣
tsullatum minal-awwalîn
(Mereka adalah) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
Surat Al Waqiah Ayat 14
وَقَلِيْلٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ ١٤
wa qalîlum minal-âkhirîn
dan sedikit dari orang-orang yang (datang) kemudian.
Surat Al Waqiah Ayat 15
عَلٰى سُرُرٍ مَّوْضُوْنَةٍۙ ١٥
‘alâ sururim maudlûnah
(Mereka berada) di atas dipan-dipan yang bertatahkan emas dan permata
Surat Al Waqiah Ayat 16
مُّتَّكِـِٕيْنَ عَلَيْهَا مُتَقٰبِلِيْنَ ١٦
muttaki’îna ‘alaihâ mutaqâbilîn
seraya bersandar di atasnya saling berhadapan.
Surat Al Waqiah Ayat 17
يَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُوْنَۙ ١٧
yathûfu ‘alaihim wildânum mukhalladûn
Mereka dikelilingi oleh anak-anak yang selalu muda
Surat Al Waqiah Ayat 18
بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَۙ وَكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۙ ١٨
bi’akwâbiw wa abârîqa wa ka’sim mim ma‘în
dengan (membawa) gelas, kendi, dan seloki (berisi minuman yang diambil) dari sumber yang mengalir.
Surat Al Waqiah Ayat 19
لَّا يُصَدَّعُوْنَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُوْنَۙ ١٩
lâ yushadda‘ûna ‘an-hâ wa lâ yunzifûn
Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk.
Surat Al Waqiah Ayat 20
وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُوْنَۙ ٢٠
wa fâkihatim mimmâ yatakhayyarûn
(Mereka menyuguhkan pula) buah-buahan yang mereka pilih
Surat Al Waqiah Ayat 21
وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَۗ ٢١
wa laḫmi thairim mimmâ yasytahûn
dan daging burung yang mereka sukai.
Surat Al Waqiah Ayat 22
وَحُوْرٌ عِيْنٌۙ ٢٢
wa ḫûrun ‘în
Ada bidadari yang bermata indah
Surat Al Waqiah Ayat 23
كَاَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُوْنِۚ ٢٣
ka’amtsâlil-lu’lu’il-maknûn
laksana mutiara yang tersimpan dengan baik
Surat Al Waqiah Ayat 24
جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ٢٤
jazâ’am bimâ kânû ya‘malûn
sebagai balasan atas apa yang selama ini mereka kerjakan.
Surat Al Waqiah Ayat 25
لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا تَأْثِيْمًاۙ ٢٥
lâ yasma‘ûna fîhâ laghwaw wa lâ ta’tsîmâ
Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia dan tidak (pula) percakapan yang menimbulkan dosa,
Surat Al Waqiah Ayat 26
اِلَّا قِيْلًا سَلٰمًا سَلٰمًا ٢٦
illâ qîlan salâman salâmâ
kecuali (yang mereka dengar hanyalah) ucapan, “Salam… salam.”
Surat Al Waqiah Ayat 27
وَاَصْحٰبُ الْيَمِينِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْيَمِيْنِۗ ٢٧
wa ash-ḫâbul-yamîni mâ ash-ḫâbul-yamîn
Golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu.
Surat Al Waqiah Ayat 28
فِيْ سِدْرٍ مَّخْضُوْدٍۙ ٢٨
fî sidrim makhdlûd
(Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,
Surat Al Waqiah Ayat 29
وَّطَلْحٍ مَّنْضُوْدٍۙ ٢٩
wa thal-ḫim mandlûd
pohon pisang yang (buahnya) bersusun-susun,
Surat Al Waqiah Ayat 30
وَّظِلٍّ مَّمْدُوْدٍۙ ٣٠
wa dhillim mamdûd
naungan yang terbentang luas,
Surat Al Waqiah Ayat 31
وَّمَاۤءٍ مَّسْكُوْبٍۙ ٣١
wa mâ’im maskûb
air yang tercurah,
Surat Al Waqiah Ayat 32
وَّفَاكِهَةٍ كَثِيْرَةٍۙ ٣٢
wa fâkihating katsîrah
buah-buahan yang banyak
Surat Al Waqiah Ayat 33
لَّا مَقْطُوْعَةٍ وَّلَا مَمْنُوْعَةٍۙ ٣٣
lâ maqthû‘atiw wa lâ mamnû‘ah
yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang memetiknya,
Surat Al Waqiah Ayat 34
وَّفُرُشٍ مَّرْفُوْعَةٍۗ ٣٤
wa furusyim marfû‘ah
dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.
Surat Al Waqiah Ayat 35
اِنَّآ اَنْشَأْنٰهُنَّ اِنْشَاۤءًۙ ٣٥
innâ ansya’nâhunna insyâ’â
Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari itu) secara langsung,
Surat Al Waqiah Ayat 36
فَجَعَلْنٰهُنَّ اَبْكَارًاۙ ٣٦
fa ja‘alnâhunna abkârâ
lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan
Surat Al Waqiah Ayat 37
عُرُبًا اَتْرَابًاۙ ٣٧
‘uruban atrâbâ
yang penuh cinta (lagi) sebaya umurnya,
Surat Al Waqiah Ayat 38
لِّاَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗࣖ ٣٨
li’ash-ḫâbil-yamîn
(diperuntukkan) bagi golongan kanan,
Surat Al Waqiah Ayat 39
ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ ٣٩
tsullatum minal-awwalîn
(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu
Surat Al Waqiah Ayat 40
وَثُلَّةٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ ٤٠
wa tsullatum minal-âkhirîn
dan segolongan besar (pula) dari orang-orang yang kemudian.
Surat Al Waqiah Ayat 41
وَاَصْحٰبُ الشِّمَالِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الشِّمَالِۗ ٤١
wa ash-ḫâbusy-syimâli mâ ash-ḫâbusy-syimâl
Golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
Surat Al Waqiah Ayat 42
فِيْ سَمُوْمٍ وَّحَمِيْمٍۙ ٤٢
fî samûmiw wa ḫamîm
(Mereka berada) dalam siksaan angin yang sangat panas, air yang mendidih,
Surat Al Waqiah Ayat 43
وَّظِلٍّ مِّنْ يَّحْمُوْمٍۙ ٤٣
wa dhillim miy yaḫmûm
dan naungan asap hitam
Surat Al Waqiah Ayat 44
لَّا بَارِدٍ وَّلَا كَرِيْمٍ ٤٤
lâ bâridiw wa lâ karîm
yang tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
Surat Al Waqiah Ayat 45
اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُتْرَفِيْنَۚ ٤٥
innahum kânû qabla dzâlika mutrafîn
Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah.
Surat Al Waqiah Ayat 46
وَكَانُوْا يُصِرُّوْنَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيْمِۚ ٤٦
wa kânû yushirrûna ‘alal-ḫintsil-‘adhîm
Mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar.
Surat Al Waqiah Ayat 47
وَكَانُوْا يَقُوْلُوْنَ ەۙ اَىِٕذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ ٤٧
wa kânû yaqûlûna a idzâ mitnâ wa kunnâ turâbaw wa ‘idhâman a innâ lamab‘ûtsûn
Mereka berkata, “Apabila kami telah mati menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan (kembali)?
Surat Al Waqiah Ayat 48
اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَ ٤٨
a wa âbâ’unal-awwalûn
Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (akan dibangkitkan pula)?”
Surat Al Waqiah Ayat 49
قُلْ اِنَّ الْاَوَّلِيْنَ وَالْاٰخِرِيْنَۙ ٤٩
qul innal-awwalîna wal-âkhirîn
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian
Surat Al Waqiah Ayat 50
لَمَجْمُوْعُوْنَۙ اِلٰى مِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ ٥٠
lamajmû‘ûna ilâ mîqâti yaumim ma‘lûm
benar-benar akan dikumpulkan pada waktu tertentu, yaitu hari yang sudah diketahui.
Surat Al Waqiah Ayat 51
ثُمَّ اِنَّكُمْ اَيُّهَا الضَّاۤ لُّوْنَ الْمُكَذِّبُوْنَۙ ٥١
tsumma innakum ayyuhadl-dlâllûnal-mukadzdzibûn
Kemudian, sesungguhnya kamu, wahai orang-orang sesat lagi pendusta,
Surat Al Waqiah Ayat 52
لَاٰكِلُوْنَ مِنْ شَجَرٍ مِّنْ زَقُّوْمٍۙ ٥٢
la’âkilûna min syajarim min zaqqûm
pasti akan memakan pohon zaqum.
Surat Al Waqiah Ayat 53
فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۚ ٥٣
fa mâli’ûna min-hal-buthûn
Lalu, kamu akan memenuhi perut-perutmu dengannya.
Surat Al Waqiah Ayat 54
فَشٰرِبُوْنَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيْمِۚ ٥٤
fa syâribûna ‘alaihi minal-ḫamîm
Setelah itu, untuk penawarnya (zaqum) kamu akan meminum air yang sangat panas.
Surat Al Waqiah Ayat 55
فَشٰرِبُوْنَ شُرْبَ الْهِيْمِۗ ٥٥
fa syâribûna syurbal-hîm
Maka, kamu minum bagaikan unta yang sangat haus.
Surat Al Waqiah Ayat 56
هٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّيْنِۗ ٥٦
hâdzâ nuzuluhum yaumad-dîn
Inilah hidangan (untuk) mereka pada hari Pembalasan.”
Surat Al Waqiah Ayat 57
نَحْنُ خَلَقْنٰكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُوْنَ ٥٧
naḫnu khalaqnâkum falau lâ tushaddiqûn
Kami telah menciptakanmu. Mengapa kamu tidak membenarkan (hari Kebangkitan)?
Surat Al Waqiah Ayat 58
اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تُمْنُوْنَۗ ٥٨
a fa ra’aitum mâ tumnûn
Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu pancarkan (sperma)?
Surat Al Waqiah Ayat 59
ءَاَنْتُمْ تَخْلُقُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الْخٰلِقُوْنَ ٥٩
a antum takhluqûnahû am naḫnul-khâliqûn
Apakah kamu yang menciptakannya atau Kami Penciptanya?
Surat Al Waqiah Ayat 60
نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَۙ ٦٠
naḫnu qaddarnâ bainakumul-mauta wa mâ naḫnu bimasbûqîn
Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami tidak lemah
Surat Al Waqiah Ayat 61
عَلٰٓى اَنْ نُّبَدِّلَ اَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِيْ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ ٦١
‘alâ an nubaddila amtsâlakum wa nunsyi’akum fî mâ lâ ta‘lamûn
untuk mengubah bentukmu (di hari Kiamat) dan menciptakanmu kelak dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
Surat Al Waqiah Ayat 62
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْاَةَ الْاُوْلٰى فَلَوْلَا تَذَكَّرُوْنَ ٦٢
wa laqad ‘alimtumun-nasy’atal-ûlâ falau lâ tadzakkarûn
Sungguh, kamu benar-benar telah mengetahui penciptaan yang pertama. Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
Surat Al Waqiah Ayat 63
اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَحْرُثُوْنَۗ ٦٣
a fa ra’aitum mâ taḫrutsûn
pakah kamu memperhatikan benih yang kamu tanam?
Surat Al Waqiah Ayat 64
ءَاَنْتُمْ تَزْرَعُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الزّٰرِعُوْنَ ٦٤
a antum tazra‘ûnahû am naḫnuz-zâri‘ûn
Apakah kamu yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkan?
Surat Al Waqiah Ayat 65
لَوْ نَشَاۤءُ لَجَعَلْنٰهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُوْنَۙ ٦٥
lau nasyâ’u laja‘alnâhu huthâman fa dhaltum tafakkahûn
Seandainya Kami berkehendak, Kami benar-benar menjadikannya hancur sehingga kamu menjadi heran tercengang,
Surat Al Waqiah Ayat 66
اِنَّا لَمُغْرَمُوْنَۙ ٦٦
innâ lamughramûn
(sambil berkata,) “Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian.
Surat Al Waqiah Ayat 67
بَلْ نَحْنُ مَحْرُوْمُوْنَ ٦٧
bal naḫnu mahrûmûn
Bahkan, kami tidak mendapat hasil apa pun.”
Surat Al Waqiah Ayat 68
اَفَرَءَيْتُمُ الْمَاۤءَ الَّذِيْ تَشْرَبُوْنَۗ ٦٨
a fa ra’aitumul-mâ’alladzî tasyrabûn
Apakah kamu memperhatikan air yang kamu minum?
Surat Al Waqiah Ayat 69
ءَاَنْتُمْ اَنْزَلْتُمُوْهُ مِنَ الْمُزْنِ اَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُوْنَ ٦٩
a antum anzaltumûhu minal-muzni am naḫnul-munzilûn
Apakah kamu yang menurunkannya dari awan atau Kami yang menurunkan?
Surat Al Waqiah Ayat 70
لَوْ نَشَاۤءُ جَعَلْنٰهُ اُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُوْنَ ٧٠
lau nasyâ’u ja‘alnâhu ujâjan falau lâ tasykurûn
Seandainya Kami berkehendak, Kami menjadikannya asin. Mengapa kamu tidak bersyukur?
Surat Al Waqiah Ayat 71
اَفَرَءَيْتُمُ النَّارَ الَّتِيْ تُوْرُوْنَۗ ٧١
a fa ra’aitumun-nârallatî tûrûn
Apakah kamu memperhatikan api yang kamu nyalakan?
Surat Al Waqiah Ayat 72
ءَاَنْتُمْ اَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَآ اَمْ نَحْنُ الْمُنْشِـُٔوْنَ ٧٢
a antum ansya’tum syajaratahâ am naḫnul-munsyi’ûn
Apakah kamu yang menumbuhkan kayunya atau Kami yang menumbuhkan?
Surat Al Waqiah Ayat 73
نَحْنُ جَعَلْنٰهَا تَذْكِرَةً وَّمَتَاعًا لِّلْمُقْوِيْنَۚ ٧٣
naḫnu ja‘alnâhâ tadzkirataw wa matâ‘al lil-muqwîn
Kami menjadikannya (api itu) sebagai peringatan dan manfaat bagi para musafir.
Surat Al Waqiah Ayat 74
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِࣖ ٧٤
fa sabbiḫ bismi rabbikal-‘adhîm
Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung.
Surat Al Waqiah Ayat 75
فَلَآ اُقْسِمُ بِمَوٰقِعِ النُّجُوْمِ ٧٥
fa lâ uqsimu bimawâqi‘in-nujûm
Aku bersumpah demi tempat beredarnya bintang-bintang.
Surat Al Waqiah Ayat 76
وَاِنَّهٗ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُوْنَ عَظِيْمٌۙ ٧٦
wa innahû laqasamul lau ta‘lamûna ‘adhîm
Sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang sangat besar seandainya kamu mengetahui.
Surat Al Waqiah Ayat 77
اِنَّهٗ لَقُرْاٰنٌ كَرِيْمٌۙ ٧٧
innahû laqur’ânung karîm
Sesungguhnya ia benar-benar Al-Qur’an yang sangat mulia,
Surat Al Waqiah Ayat 78
فِيْ كِتٰبٍ مَّكْنُوْنٍۙ ٧٨
fî kitâbim maknûn
dalam Kitab yang terpelihara.
Surat Al Waqiah Ayat 79
لَّا يَمَسُّهٗٓ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَۙ ٧٩
lâ yamassuhû illal-muthahharûn
Tidak ada yang menyentuhnya, kecuali para hamba (Allah) yang disucikan.
Surat Al Waqiah Ayat 80
تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ ٨٠
tanzîlum mir rabbil-‘âlamîn
(Al-Qur’an) diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
Surat Al Waqiah Ayat 81
اَفَبِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَنْتُمْ مُّدْهِنُوْنَ ٨١
a fa bihâdzal-ḫadîtsi antum mud-hinûn
Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Al-Qur’an)
Surat Al Waqiah Ayat 82
وَتَجْعَلُوْنَ رِزْقَكُمْ اَنَّكُمْ تُكَذِّبُوْنَ ٨٢
wa taj‘alûna rizqakum annakum tukadzdzibûn
dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan (Al-Qur’an)?
Surat Al Waqiah Ayat 83
فَلَوْلَآ اِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُوْمَۙ ٨٣
falau lâ idzâ balaghatil-ḫulqûm
Kalau begitu, mengapa (kamu) tidak (menahan nyawa) ketika telah sampai di kerongkongan,
Surat Al Waqiah Ayat 84
وَاَنْتُمْ حِيْنَىِٕذٍ تَنْظُرُوْنَۙ ٨٤
wa antum ḫîna’idzin tandhurûn
padahal kamu ketika itu melihat (orang yang sedang sekarat)?
Surat Al Waqiah Ayat 85
وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلٰكِنْ لَّا تُبْصِرُوْنَ ٨٥
wa naḫnu aqrabu ilaihi mingkum wa lâkil lâ tubshirûn
Kami lebih dekat kepadanya (orang yang sedang sekarat) daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat.
Surat Al Waqiah Ayat 86
فَلَوْلَآ اِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِيْنِيْنَۙ ٨٦
falau lâ ing kuntum ghaira madînîn
Maka, mengapa jika kamu tidak diberi balasan,
Surat Al Waqiah Ayat 87
تَرْجِعُوْنَهَآ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ ٨٧
tarji‘ûnahâ ing kuntum shâdiqîn
kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang-orang yang benar?
Surat Al Waqiah Ayat 88
فَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَۙ ٨٨
fa ammâ ing kâna minal-muqarrabîn
Jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah),
Surat Al Waqiah Ayat 89
فَرَوْحٌ وَّرَيْحَانٌ ەۙ وَّجَنَّتُ نَعِيْمٍ ٨٩
fa rauḫuw wa raiḫânuw wa jannatu na‘îm
dia memperoleh ketenteraman, rezeki, dan surga (yang penuh) kenikmatan.
Surat Al Waqiah Ayat 90
وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۙ ٩٠
wa ammâ ing kâna min ash-ḫâbil-yamîn
Jika dia (termasuk) golongan kanan,
Surat Al Waqiah Ayat 91
فَسَلٰمٌ لَّكَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ ٩١
fa salâmul laka min ash-ḫâbil-yamîn
“Salam bagimu” dari (sahabatmu,) golongan kanan.
Surat Al Waqiah Ayat 92
وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِيْنَ الضَّاۤلِّيْنَۙ ٩٢
wa ammâ ing kâna minal-mukadzdzibînadl-dlâllîn,
Jika dia termasuk golongan para pendusta lagi sesat,
Surat Al Waqiah Ayat 93
فَنُزُلٌ مِّنْ حَمِيْمٍۙ ٩٣
fa nuzulum min ḫamîm
jamuannya berupa air mendidih
Surat Al Waqiah Ayat 94
وَّتَصْلِيَةُ جَحِيْمٍ ٩٤
wa tashliyatu jaḫîm
dan dibakar oleh (neraka) Jahim.
Surat Al Waqiah Ayat 95
اِنَّ هٰذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِيْنِۚ ٩٥
inna hâdzâ lahuwa ḫaqqul-yaqîn
Sesungguhnya ini benar-benar merupakan hakulyakin.
Surat Al Waqiah Ayat 96
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِࣖ ٩٦
fa sabbiḫ bismi rabbikal-‘adhîm
Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung.
Surat Al Waqiah berjumlah: 96 ayat
Bagian 8: Wirid & Dzikir
Kumpulan Dzikir Harian Lengkap
Kumpulan bacaan dzikir di setiap waktu untuk mengingat Allah SWT, serta pilihan bacaan wirid yang diamalkan secara rutin.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمَ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِأَصْحَابِ الْحُقُوْقِ عَلَيَّ وَلِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ ×٣
Astaghfirullâh al-‘adhîm lî wa liwâlidayya wa li ash ḫâbil-huquq ‘alayya walijami‘il-mu’minîna wal-mu’minâti wal-muslimîna wal-muslimâti al-aḫyâ’i minhum wal-amwât(i) 3x
Aku memohon ampunan kepada Allah yang Mahaagung, untuk diriku sendiri, kedua orang tuaku, sahabat-sahabat yang aku masih memiliki hak atasku, semua kaum mukmin dan muslim, baik yang masih hidup ataupun yang telah wafat.
لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ×٣
Lâ ilâha illallâhu waḫdahu lâ syarîka lah(u), lahul-mulku wa lahul-ḫamdu yuḫyî wayumîtu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadîr(un) 3x
Tiada Tuhan yang haq disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu baginya. Hanya milik-Nya segala kerajaan dan hanya milik-Nya segala puji, Dzat yang menghidupkan dan yang mematikan. Dialah Dzat yang kuasa atas segala sesuatu.
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَأَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَامِ
Allâhumma antas-salâm(u) wa minkas-salam(u) wa ilaika ya‘udus-salâm(u) faḫayyinâ rabbanâ bis-salam(i) wa adkhilnâl-jannata dâras-salam(i) tabârakta rabbanâ wa ta‘alaita yâ dzal-jalâli wal-ikram(i)
Ya Allah Engkaulah Dzat yang memberi keselamatan (kesejahteraan), dari-Mu keselamatan (kesejahteraan) datang, dan kepadamu segala keselamatan (kesejahteraan) itu kembali. Maka hidupkanlah kami ya Allah dengan selamat (sejahtera), masukkan kami ke dalam surga rumah keselamatan (kesejahteraan), Engkaulah Dzat yang Mahasuci, wahai Tuhan kami, dan Engkaulah Dzat yang Mahaluhur, wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kemuliaan.
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ، الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ، مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ، اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ، اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ، صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ. اٰمِيْن
A‘ûdzu billahi minasy-syaithânir-rajîm(i). Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Al-ḫamdulillâhi rabbil-‘âlamîn(a). Arraḫmânir-raḫîm. Mâliki yaumid-dîn(i). Iyyâka na‘budu wa iyyâka nasta‘în(u). Ihdinash-shirâtal-mustqîm(a). Shirâtal-ladzîna an‘amta ‘alaihim ghairil-maghdûbi ‘alaihim wa lâdl-dlâllîn(a). âmîn
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terlontar. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kauanugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Amin.
وَإِلٰهُكُمْ إِلٰهٌ وَاحِدٌ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ
Wa ilâhukum ilahun wâḫidun lâ ilâha illa huwar-raḫmânur-raḫîm(u)
Tuhanmu adalah Tuhan Yang Mahatunggal. Tiada tuhan selain Dia yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Allâhu lâ ilâha illa huwal-ḫayyul-qayyûmu lâ ta’khudzuhu sinatun wa lânaum(un). Lahu mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl(i) man dzal-ladzî yasyfa‘u ‘indahu illâ bi idznih(i). ya‘lamu mâ baina aidîhim wa mâ khalfahum wa lâ yuḫîthûna bi syai’in min `ilmihi illâ bimâ syâ’a. wasi‘a kursiyyuhus-samâwâti wal-ardla wa lâ ya’ûduhu ḫifdhuhumâ wa huwal-‘aliyyul-‘adhim
Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit .dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar (QS al-Baqarah: 255)
شَهِدَ اللهُ أَنَّهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ، إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللّٰهِ الْإِسْلَامُ، قُلِ اللّٰهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ، بِيَدِكَ الْخَيْرُ، إِنَّكَ عَلىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. تُوْلِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُوْلِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ، وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ، وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Syahidallâhu annahu lâ ilâha illâ huwa wal-mala’ikatu wa ûlûl ilmi qâiman bil-qisth(i). lâ ilâha illâ huwal-‘azizul hakîm(u). innad-dîna ‘indallâhil-islam(u). Qulillâhumma mâlikal-mulki tu’tîl-mulka man tasyâ’u wa tanzi‘ul-mulka mimman tasyâ’u watu‘izzu man tasyâ’u wa tudzillu man tasyâ’u biyadikal-khair(u). innaka ‘alâ kulli syai’in qadîr(un). Tûlijul-laila fin-nahâri wa tûlijun-nahâra fil-laili, wa tukhrijul-hayya minal-mayyiti wa tukhrijul-mayyita minal-ḫayyi, wa tarzuqu man tasyâ’u bighairi hisâb(in).
Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.
سُبْحَانَ اللهِ ×٣٣ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ ×٣٣ اَللهُ أَكْبَرُ ×٣٣
Subhânallâh(i) 33x Al-hamdulillâh(i) 33x Allâhu akbar(u) 33x
Mahasuci Allah (33x) Segala puji bagi Allah (33x) Allah Mahabesar (33x)
اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّابِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
Allâhu akbaru kabîran wal-hamdulillâhi katsîran wa subhânallâhi bukratan wa ashîla(n). lâ ilâha illâhu wahdahu lâ syarîka lah(u). lahul-mulku walahul-ḫamdu yuhyî wa yumîtu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadîr(un). Lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-adhîm(i)
Allah Mahabesar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Mahasuci Allah, baik waktu pagi maupun sore. Tiada Tuhan yang haq disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu baginya. Hanya milikinya segala kerajaan dan hanya milikinya segala puji, Dzat yang menghidupkan dan yang mematikan. Dialah Dzat yang kuasa atas segala sesuatu. Tiada daya upaya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung.
اَللّٰهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا هَادِيَ لِمَا أَضْلَلْتَ، وَلَا مُبَدِّلَ لِمَا حَكَمْتَ، وَلَا رَآدَّ لِمَا قَضَيْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَاالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ، لَاإِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ
Allâhumma lâ mâni‘a limâ a‘thaita, wa lâ mu‘tiya limâ mana‘ta, wa lâ hâdiya limâ adl-lalta, wa lâ mubaddila limâ ḫakamta, wa lâ râdda limâ qadaita, wa lâ yanfa‘u dzal-jaddi minkal-jad(u), lâ ilâha illâ anta.
Ya Allah tidak ada orang yang dapat mencegah apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang memberikan apa saja yang Engkau cegah, tidak ada yang bisa memberi petunjuk kepada apa saja yang Engkau sesatkan, tidak ada yang bisa mengganti apa yang Engkau putuskan, dan tidak ada yang menolak apa yang telah Engkau tentukan, dan tidak memberi manfaat kekayaan dan kemuliaan kepada pemiliknya, dari-Mulah segala kekayaan dan kemuliaan. Tidak ada tuhan selain Engkau.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّـيِّ وَعَلى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
Allâhumma shalli ‘ala sayyidinâ Muhammadin ‘abdika wa rasûlikan-nabiyyil-ummiyyi wa ‘ala âlihi wa shahbihi wa sallam.
Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad ﷺ, sebagai hamba dan utusan-Mu yang ummi, beserta keluarga dan sahabatnya
وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ، لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّابِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
Wa hasbunâllâhu wa ni‘mal wakîl(u), lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil ‘adhîm(i)
Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik yang diserahi. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung.
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمَ
Astaghfirullâh al-‘adhîm(i)
Aku memohon ampun kepada Allah yang Mahaagung.
الدُّعَاءُبِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِيْ نِعَمَهُ وَ يُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ
Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i). Al-ḫamdulillâhi rabbil-’âlamîn(a), ḫamdan yuwâfî ni‘amahu wa yukâfi’u mazîdahu yâ rabbanâ lakal-ḫamdu kamâ yanbaghî lijalâli wajhika wa ‘adhimi sulthânik(a). Allâhumma shalli wa sallim ‘ala sayyidinâ Muḫammadin wa âli sayyidinâ Muḫammad(in). Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidinâ Muḫammadin shalatan tunjînâ bihâ min jami‘il ahwâli wal âfâti wa taqdlî lanâ bihâ jamî‘al ḫâjât wa tuthahhirunâ min jamî‘is sayyiâti wa tarfa‘unâ biha ‘indaka a‘lad-darajâti wa tubaligunâ biha aqshal-ghayâti min jami‘il-khairâti fil-ḫayâti wa ba‘dal mamâti.
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan pujian yang sesuai dengan nikmatnya dan memungkinkan ditambah nikmatnya. Wahai Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji, sebagaimana yang patut bagi keagungan-Mu dan kebesaran kekuasaan-Mu. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Baginda Muhammad, yang dengan shalawat itu Engkau selamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan dari semua cobaan, Engkau penuhi semua kebutuhan kami, Engkau bersihkan kami dari segala kejelekan, Engkau angkat kami ke derajat paling tinggi, dan Engkau sampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dari semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati.
اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ اللُّطْفَ فِيْمَا جَرَتْ بِهِ الْمَقَادِيْرُ. اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ سَيِّدُنَا مُحَـمَّدٌ عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ. وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَكَ مِنْهُ سَيِّدُنَا وَنَبِيُّنَا مُحَـمَّدٌ عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ. اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا، وَلِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Allâḫumma innâ nas’alukal-luthfa fîmâ jarat bihil-maqâdîru. Allâhumma innâ nas’aluka min khairi mâ sa’alaka minhu sayyidunâ Muḫammadun ‘abduka wa rasûluka. Wa na‘udzubika min syarri mâs-ta‘âdzaka minhu sayyiduna wa nabiyyunâ Muḫammadun ‘abduka wa rasûluka. Allâhumma innâ nas’aluka mûjibâti raḫmatikâ wa ‘azâ’ima maghfiratika was-salâmata min kulli itsmin wal-ghanîmata min kulli birrin wal-fauza bil-jannati wan-najâta minan-nâri wal-’afwa ‘indal-ḫisâb(i). rabbanâ lâ tuzigh qulûbanâ ba‘da idz hadaitanâ wa hab lanâ min ladunka raḫmatan innaka antal-wahhâb(u). rabbanâgh-fir lanâ wa liwâlidînâ kamâ rabbaunâ shighâra(n). wa lijamî‘il-mu’minîna wal-mu’minâti wal-muslimîna wal-muslimâtil-ahyâ’i minhum wal-amwâti. Rabbanâ âtinâ fid-dunyâ ḫasanatan wa fil-âkhirati ḫasanatanwa qinâ ‘adzaban-nâri. Wa shallallâhu ‘ala sayyidinâ Muḫammadin wa ‘ala âlihi wa shaḫbihi wa sallama wal-ḫamdulillâhi rabbil-’âlamîn(a).
Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kelembutan setiap kali berlaku takdir-Mu. Ya Allah, kami memohon sesuatu terbaik yang pernah dimohonkan kepada-Mu oleh Baginda Muhammad, hamba dan rasul-Mu, dan kami berlindung dari sesuatu terburuk yang pernah dimohon-jauhkan kepada-Mu oleh Baginda Nabi Muhammad, hamba dan rasul-Mu. Ya Allah sesungguhnya kami memohon hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu, jimat ampunanmu, selamat dari setiap dosa, keuntungan dari setiap kebaikan, kebahagiaan surga, keselamatan dari api neraka, serta pengampunan saat hari perhitungan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong (kepada kesesatan) sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami. Karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia). Ya Tuhan kami, ampunilah kami, dan orang tua kami sebagaimana mereka merawat kami saat masih kecil. Juga ampunilah seluruh kaum mukmin dan muslim, baik yang masih hidup maupun sudah wafat. Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada Baginda Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh keberadaan.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ تَهْدِيْ بِهَا قَلْبِيْ وَتَجْمَعُ بِهَا شَمْلِيْ وَتَلُمُّ بِهَا شَعَثِيْ وَتَرُدُّ بِهَا أُلْفَتِيْ وَتُصْلِحُ بِهَا دِينِيْ وَتَحْفَظُ بِهَا غَائِبِيْ وَتَرْفَعُ بِهَا شَاهِدَيْ وَتُزَكِّيْ بِهَا عَمَلِيْ وَتُبَيِّضُ بِهَا وَجْهِيْ وَتُلْهِمُنِيْ بِهَا رُشْدِيْ وَتَعْصِمُنِيْ بِهَا مِنْ كُلِّ سُوْءٍ، اَللّٰهُمَّ أَعْطِنِيْ إِيْمَانًا صَادِقًا وَيَقِيْنًا لَيْسَ بَعْدَهُ كُفْرٌ وَرَحْمَةً أَنَالُ بِهَا شَرَفَ كَرَامَتِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ، اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْفَوْزَ عِنْدَ اللِّقَاءِ وَمَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَعَيْشَ السُّعَدَاءِ وَالنَّصْرَ عَلَى الْأَعْدَاءِ وَمُرَافَقَةَ الأَنْبِيَاءِ
Allâhumma innî as’aluka rahmatan min ‘indika tahdî bihâ qalbî wa tajma‘u bihâ syamlî wa talummu bihâ sya‘atsi wa taruddu biha ulfatî wa tashliḫu bihâ dînî wa taḫfadhu bihâ ghâ’ibî wa tarfa‘u bihâ syâhidî wa tuzakkî bihâ ‘amalî wa tubayyidlu bihâ wajhî wa tulhimunî bihâ rusydî wa ta‘shimunî bihâ min kulli su’in. allâhumma a‘thinî îmânan shâdiqan wa yaqînan laisa ba‘dahu kufrun wa raḫmatan anâlu bihâ syarafa karâmatika fid-dunyâ wal-âkhirati. allâhumma innî as’alukal-fauza ‘indl-liqâ’i wa manâzilasy-syuhadâ’i wa ‘aistas-su‘adâ’i wan-nashra ‘alal-a‘dâ’i wa murâfaqatal-anbiyâ’i.Allâhumma`thinî îmânan shâdiqan wa yaqînan laisa ba`dahu kufrun wa raḫmatan anâlu bihâ syarafa karâmatika fid-dunya wal-âkhirati. Allâhumma inni as’alukal-fauza `indal-liqâ’i wa manâzilasy-syuhadâ’i wa `aîsyas-su`adâ’i wan-nashra `alal-a’dâ’i wa murâfaqatal-anbiyâ’i.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari sisi-Mu rahmat yang dapat menunjukkan hatiku, mengumpulkan yang terserak dariku, memperbaiki apa yang kusut padaku, mengembalikan padaku kesenanganku, memperbaiki agamaku, menjaga batinku, mengangkat lahiriahku, menyucikan amalku, memutihkan wajahku, mengilhamkan petunjuk padaku, dan menjagaku dari segala kejelekan. Ya Allah, berikanlah padaku iman yang sungguh-sungguh, keyakinan yang tidak diikuti oleh kekafiran, dan rahmat yang dengannya aku memperoleh kemuliaan-Mu di dunia dan di akhirat. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sebuah keberuntungan ketika berjumpa (dengan-Mu), derajat para syuhada, kehidupan orang-orang yang bahagia, pertolongan atas musuh dan berdampingan dengan para nabi (di surga).
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أُنْزِلُ حَاجَتِيْ وَإِنْ ضَعُفَ رَأْيِيْ وَقَلَّتْ حِيْلَتِيْ وَقَصُرَ أَهْلِيْ وَافْتَقَرْتُ إِلَى رَحْمَتِكَ فَأَسْأَلُكَ يَا قَاضِيَ الْأُمُوْرِ وَيَا شَافِيَ الصُّدُوْرِ كَمَا تُجِيْرَ بَيْنَ الْبُحُوْرِ أَنْ تُجِيْرَنِيْ مِنْ عَذَابِ السَّعِيْرِ وَمِنْ دَعْوَةِ الثُّبُوْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْقبُوْرِ، اَللّٰهُمَّ مَا قَصُرَ عَنْهُ رَأْيِيْ وَضَعُفَ مِنْهُ أَمَلِي وَلَمْ تَبْلُغْهُ نِيَّتِيْ وأُمْنِيَّتِيْ مِنْ خَيْرٍ وَعَدْتَهُ أَحَدًا مِنْ عِبَادِكَ أَوْ خَيْرًا أَنْتَ مُعْطِيْهِ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ فَإِنِّيْ أَرْغَبُ إِلَيْكَ فِيهِ وَأَسْأَلُكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا هَادِيْنَ مُهْتَدِينَ غَيْرَ ضَالِّينَ وَلَا مُضِلِّينَ حَرْبًا لِأَعْدَائِكَ وَسِلْمًا لِأَوْلِيَائِكَ نُحِبُّ بِحُبِّكَ مَنْ أَطَاعَكَ مِنْ خَلْقِكَ
Allâhumma innî unzilu hâjatî wa in dla’ufa ra’yî wa qallat ḫîlatî wa qashura ahlî waftaqartu ila raḫmatika fas’aluka yâ qâdliyal-umurî wa yâ syâfiyas-shudûri kamâ tujîra bainal-buhûri an tujîranî min ‘adzâbis-sa‘îri wa min da’watits-tsubûri wa min fitnatil-qubûri, Allâhumma mâ qashura ‘anhu ra’yi wadla’ufa minhu amalî wa lam tablughhu niyyatî wa amniyyatî min khairi wa‘adtahu aḫadan min ‘ibâdika au khairan anta mu‘thîhi aḫadan min khalqika fainnî arghabu ilaika fîhi wa as’aluka yâ rabbal-‘âlamîn(a). Allâhummaj‘alnâ hâdîna muhtadîna ghaira dlâllîna wa lâ mudlillîna ḫarban li a‘dâ’ika wa silman liauliyâ’ika nuḫibbu biḫubbika man athâ‘aka min khalqika.
Ya Allah, sesungguhnya aku menyerahkan hajatku (kepada-Mu), meskipun lemah pendapatku, sedikit tipu dayaku, pendek kemampuanku, dan perlunya aku akan rahmat-Mu, maka Aku mohon wahai Sang pemutus segala perkara, penyembuh segala dada (hati), sebagaimana Engkau menjaga di antara lautan, agar Engkau juga menjagaku dari siksa neraka Sa’ir, juga dari seruan kebinasaan. Ya Allah, apa pun yang aku tak mampu memikirkannya, lemah mengangankannya, serta niat dan cita-citaku tak dapat mencapainya, berupa kebaikan yang telah Engkau janjikan kepada salah seorang dari hamba-Mu, atau kebaikan yang Engkau berikan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, maka sesungguhnya aku sangat mendambakannya juga kepadamu, dan aku memohon kepada-Mu kebaikan tersebut, wahai Tuhan penguasa seluruh alam semesta. Ya Allah jadikanlah kami sebagai orang-orang yang menunjuki dan diberi petunjuk, bukan orang yang sesat dan bukan pula menyesatkan. Kami memerangi musuh-musuh-Mu dan kami berdamai dengan para kekasih-Mu, kami mencintai orang yang taat padam-Mu di antara makhlukmu dengan kecintaan kami pada-Mu.
اَللّٰهُمَّ هٰذَا الدُّعَاءُ وَعَلَيْكَ الْإِجَابَةُ، وَهٰذَا الْجَهْدُ وَعَلَيْكَ التُّكْلَانُ، وَإِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، وَلَا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلَّا بِالِلّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، ذِيْ الْحَبْلِ الشَّدِيْدِ وَالْأَمْرِ الرَّشِيدِ، أَسْأَلُكَ الْأَمْنَ يَوْمَ الْوَعِيدِ وَالْجَنَّةَ يَوْمَ الْخُلُوْدِ مَعَ الْمُقَرَّبِينَ الشُّهُوْدِ وَالرُّكَّعِ السُّجُوْدِ الْمُوْفِينَ بِالْعُهُوْدِ، إِنَّكَ رَحِيْمٌ وَدُودٌ، وَأَنْتَ تَفْعَلُ مَا تُرِيْدُ سُبْحَانَ الَّذِيْ لَبِسَ الْعِزَّ وَقَالَ بِهِ سُبْحَانَ مَنْ تَعَطَّفَ بِالْمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهِ سُبْحَانَ الَّذِي لَا يَنْبَغِي التَّسْبِيحُ إِلَّا لَهُ سُبْحَانَ ذِيْ الْفَضْلِ وَالنِّعَمِ سُبْحَانَ ذِيْ الْعِزَّةِ وَالْكَرَمِ سُبْحَانَ الَّذِي أَحْصَى كُلَّ شَيْءٍ بِعِلْمِهِ
Allâhumma hâdzad-du‘a’u wa ‘alaikal-ijâbatu wa hâdzal-jahdu wa ‘alaikat-tuklânu wa innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûna, wa lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-‘adhîmi dzil-ḫablisy-syadîdi wal-amrir-rasyîdi, as’alukal-amna yaumal-wa’îdi wal-jannata yaumal-khulûdi ma‘al-muqarrabînasy-syuhûdi war-rukka‘is-sujûdil-mûfîna bil‘uhûdi innaka raḫîmun wadûd(un). wa anta taf‘alu mâ turîdu subhânalladzî labisal-‘izza wa qâla bihi subhâna man ta‘aththafa bil-majdi wa takarrama bihi subhânalladzî lâ yanbaghît-tasbîḫu illâ lahu subhâna dzil-fadlli wan-ni‘ami subhâna dzil-‘izzati wal-karami subḫânalladzî aḫsha kulla sya’in bi‘ilmihi
Ya Allah, ini adalah doa dan bagi-Mu penerimaan. Ini adalah usaha kami dan kepada-Mu lah berserah diri. Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali. Tiada daya dan tiada upaya kecuali dengan pertolongan Allah yang Mahatinggi lagi Mahaagung yang memiliki tali (agama) yang kuat dan perkara yang penuh petunjuk. Aku memohon kepada-Mu keamanan pada hari datangnya ancaman dan surga pada hari kekekalan bersama dengan orang-orang yang di dekatkan lagi menyaksikan (Allah), yang ahli ruku’ dan sujud yang menepati janji. Sesungguhnya Engkau Maha Penyayang lagi Mencintai, dan Engkau Maha memperbuat apa yang Engkau kehendaki. Mahasuci Dzat yang mengenakan kemuliaan dan berfirman dengan kemuliaan itu. Mahasuci Dzat yang bersikap lembut dengan kemuliaan-Nya dan berbuat dermawan dengan keagungannya itu. Mahasuci Dzat yang mana tidak layak penyucian kecuali untuk-Nya. Mahasuci Dzat pemilik karunia dan kenikmatan. Mahasuci Dzat pemilik kemuliaan dan kedermawanan. Mahasuci Dzat yang menghitung segala sesuatu dengan ilmu-Nya.
اللّٰهُمَّ اجْعَلْ لِي نُورًا فِي قَلْبِي وَنُورًا فِي قَبْرِي وَنُورًا فِي سَمْعِي وَنُوْرًا مِنْ بَيْنِ يَدِيْ وَنُوْرًا مِنْ خَلْفِيْ وَنُوْرًا عَنْ يَمِيْنِيْ وَنُوْرًا عَنْ شِمَالِيْ وَنُوْرًا مِنْ فَوْقِيْ وَنُوْرًا مِنْ تَحْتِيْ اللّٰهُمَّ زِدْنِيْ نُوْرًا وَأَعْطِنِيْ نُوْرًا
Allâhummaj`al lî nûran fî qalbî wa nûran fî qabrî wa nûran fî sam`i wa nûran min baini yadî wa nûran min khalfî wa nûran `an yamînî wa nûran `an syimâlî wa nûran min fauqî wa nûran min tahtî. Allâhumma zidnî nûran wa a`thinî nûran
Ya Allah jadikan untukku cahaya di hatiku, cahaya di kuburku, cahaya di pendengaranku, cahaya di depanku, cahaya di belakangku, cahaya di arah kananku, cahaya di arah kiriku, cahaya di atasku, cahaya di bawahku. Ya Allah, tambahkanlah cahaya untukku dan berilah aku cahaya.
سُبْحَانَ مَنْ تَعَزَّزَ بِالْعَظَمَةِ سُبْحَانَ مَنْ تَرَدَّى بِالْكِبْرِيَاءِ سُبْحَانَ مَنْ تَفَرَّدَ بِالْوَحْدَانِيَّةِ سُبْحَانَ مَنِ احْتَجَبَ بِالنُّوْرِ سُبْحَانَ مَنْ قَهَّرَ الْعِبَادَ بِالْمَوْتِ سُبْحَانَ مَنْ لَا يُفَوِّتُهُ فَوْتٌ سُبْحَانَ الْأَوَّلِ اَلْمُبْدِئُ سُبْحَانَ الْآخِرِ اَلْمُفْنِيْ سُبْحَانَ مَنْ يُسَمِّىْ قَبْلَ أَنْ يُسَمَّى سُبْحَانَ مَنْ عَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ سُبْحَانَ مَنْ كَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ سُبْحَانَ مَنْ لَا يَعْلَمُ قَدْرَهُ غَيْرُهُ
Subhâna man ta`azzaza bil-`adhamati subhâna man taradda bil-kibriyâ’i subhâna man tafarrada bil-wahdâniyyati subhâna manih-tajaba bin-nûri subhâna man qahharal-`ibâda bil-mauti subhâna man lâ yufawwituhu fautun subhânal-awwalil-mubdi’u subhânal-âkhiril-mufnî subhâna man yusammî qabla an yusamma subhâna man `allama âdamal-asma’a subhâna man kâna `arsyuhu `alal-mâ’i subhâna man lâ ya`lamu qadrahu ghairahu.
Mahasuci Dzat yang menjadi mulia dengan keagungan. Mahasuci Dzat yang mampu membinasakan dengan penuh kebesaran. Mahasuci Dzat yang menyendiri dengan sifat wahdaniyah. Mahasuci Dzat yang merahasiakan diri dengan cahaya. Mahasuci Dzat yang menundukkan hamba-Nya dengan kematian. Mahasuci Dzat yang tidak dikenai keluputan. Mahasuci Dzat yang Mahaawal dan menjadi permulaan. Mahasuci Dzat yang Mahaakhir dan mensirnakan. Mahasuci Dzat yang menamai diri-Nya sebelum diberi nama. Mahasuci Dzat yang mengajarkan Nabi Adam berbagai macam nama-nama. Mahasuci Dzat yang ‘Ars-Nya berada di atas air. Mahasuci Dzat yang tidak mengetahu terhadap derajat-Nya selain diri-Nya.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ، اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ، وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَـــــدٌ ×٣
Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i). Qul huwallâhu aḫad(un), Allâhush-shamad(u), lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakun lahu kufuwan aḫad(un). 3x
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah Dzat yang menjadi tumpuan segala permohonan. Ia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada siapa pun yang sebanding dengan-Nya. (QS Al-Ikhlas). (3x)
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ، مِنْ شَرِّ مَـــا خَلَقَۙ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ، وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ×٣
Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i). Qul a‘ûdzu birabbil-falaq(i), min syarri mâ khalaq(a), wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab(a), wa min syarrin-naffatsâti fil-‘uqad(i), wa min syarri ḫâsidin idzâ hasad(a). 3x
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang menciptakan cahaya subuh. Dari kejahatan makhluk-makhluk yang Ia ciptakan. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gelita. Dari (ahli-ahli sihir) yang menghembus pada simpul-simpul ikatan. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia melakukan kedengkiannya. (QS Al-Falaq) (3x)
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ، مَلِكِ النَّـــاسِۙ، اِلٰهِ النَّاسِۙ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ، الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّــاسِ ×٣
Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i). Qul a‘ûdzu birabbin-nâs(i), malikin-nâs(i), ilâhin-nâs(i), min syarril-waswâsil-khannâs(i), alladzî yuwaswisu fî shudûrin-nâs(i), minal jinnati wan-nâs(i). 3x
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Aku berlindung kepada Tuhan pemelihara manusia. Yang Menguasai manusia. Tuhannya manusia. Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam. Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia. Dari kalangan jin dan manusia.” (QS An-Nas) (3x)
رَبِّ أَعُوْذُ بِـكَ مِنْ هَمَـزَاتِ الشَّيَـاطِينِ، وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُـرُوْنِ ×٣
Rabbi a‘udzu bika min hamazâtisy-syayâthîn(i), wa a‘udzubika rabbi ‘an yaḫdlurûn(i). 3x
Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung kepada-Mu, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku. (QS Al-Mu’minun: 97-98) (3x)
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُـوْنَ
Afaḫasibtum annamâ khalaqnâkum ‘abatsan wa annakum ilainâ lâ turja‘ûn(a).
Maka apakah kalian mengira, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dengan sia-sia dan kalian tidak akan dikembalikan kepada kami? (QS Al-Mu’minun: 115)
فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ
Fata‘âlallâhul-malikul-haqqu lâ ilâha illâ huwa rabbul-‘arsyil-karîm(i)
Maka Mahatinggi Allah, Raja yang Sebenarnya. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (yang memiliki) ‘Arsy yang mulia. (QS Al-Mu’minun: 116)
وَمَنْ يَّدْعُ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهٗ بِهٖۙ فَاِنَّمَا حِسَابُهٗ عِنْدَ رَبِّهٖۗ اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الْكٰفِرُوْنَ
Wa man yad‘u ma‘allâhi ilahan âkhara lâ burhâna lahu bihi fainnamâ ḫisâbuhu ‘inda rabbihi, innahu lâ yufliḫul-kâfirûn(a)
Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir tidaklah beruntung. (QS Al-Mu’minun: 117)
وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰحِمِيْنَࣖ
Wa qul rabbighfir warḫam wa anta khairur-râḫimîn(a)
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Ya Tuhanku, berilah ampunan dan rahmat. Engkaulah sebaik-baik pemberi rahmat. (QS Al-Mu’minun: 118)
فَسُبْحَانَ اللهِ حِيْنَ تُمْسُوْنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ
Fasubḫânallâhi ḫîna tumsûna wa ḫîna tushbiḫûn(a)
Maka bertasbihlah kalian kepada Allah di saat kalian berada di waktu petang dan di saat kalian berada di waktu pagi. (QS Ar-Rum: 17)
وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِيْنَ تُظْهِرُوْنَ
Walahul-ḫamdu fis-samâwâti wal-ardli wa ‘asyiyyan wa hîna tudh-hirûn(a)
Dan hanya bagi-Nya segala puji di langit dan di bumi dan di waktu petang dan di saat kalian berada di waktu dhuhur. (QS Ar-Rum: 18)
يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَيُحْيِ الأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذٰلِكَ تُخْرَجُوْنَ
Yukhrijul-ḫayya minal-mayyiti wa yukhrijul-mayyita minal-ḫayyi wa yuḫyil-ardla ba‘da mautihâ wa kadzâlika tukhrajûn(a).
Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati, mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kalian dikeluarkan (dari kubur). (QS Ar-Rum: 19)
أَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ×٣
A‘udzubillâhis-samî‘il-‘alîmi minasy-syaithanir-rajîm(i). 3x
Aku berlindung kepada Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari bisikan setan yang terkutuk. (3x)
لَوْ اَنْزَلْنَا هٰذَا الْقُرْاٰنَ عَلٰى جَبَلٍ لَّرَاَيْتَهٗ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللّٰهِۗ وَتِلْكَ الْاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
Lau anzalnâ hâdzal-qur’âna ‘ala jabalin lara’aitahu khâsyi‘an mutashaddi‘an min khasyatillâh(i), watilkal-amtsâlu nadlribuhâ linnâsi la‘allahum yatafakkarun(a).
Sekiranya Kami turunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir. (QS Al-Hashr: 21)
هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِۚ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ
Huwallâhul-ladzî lâ ilâha illâ huwa ‘âlimul-ghaibi wasy-syahâdat(i) huwar-rahmânur-rahîm(u).
Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. (QS Al-Hashr: 22)
هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Huwallâhul-ladzî lâ ilâha illâ huwal-malikul-quddûsus-salâmul-mu’minul-muhaiminul-‘azîzul-jabbârul-mutakabbir(u), subhânallâhi ‘ammâ yusyrikûn(a).
Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS Al-Hashr: 23)
هُوَ اللّٰهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۗ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Huwallâhul-khâliqul-bâriul-mushawwiru lahul-asmâul ḫusna, yusabbihu lahu mâ fis-samawâti wal-ardl(i), wa huwal-‘azizul-hakîm(u).
Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. (QS Al-Hashr: 24)
سَلَامٌ عَلَى نُوْحٍ فِي الْعَالَمِيْنَ
Salâmun ‘ala nûhin fil-‘alamîn(a).
Kesejahteraan dilimpahkan atas Nabi Nuh di seluruh alam. (QS Al-Saffat: 79)
إِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِيْنَ
Innâ kadzâlika najzil-muhsinîn(a).
Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS Al-Saffat: 80)
إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
Innahu min ‘ibâdinâl-mu’minîna.
Sesungguhnya dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman. (QS Al-Saffat: 81)
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ×٣
A‘udzu bikalimâtillâhit-tâmmâti min syarri mâ khalaq. 3x
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya. (3x)
بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ×٣
Bismillahil-ladzî lâ yadlurru ma‘as mihi syai’un fil-ardli wa lâ fis-samâ’i wa huwas-sami`ul-‘alîm(u). 3x
Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tak satu pun yang di bumi maupun di langit dapat memberi bencana dan Ia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (3x)
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ مِنْكَ فِي نِعْمَةٍ وَعَافِيَةٍ وَسِتْرٍ، فَأَتْمِمْ نِعْمَتَكَ عَلَيَّ وَعَافِيَتَكَ وَسِتْرَكَ فِي الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ×٣
Allâhumma innî ashbaḫtu minka fî ni‘matin wa ‘âfiyatin wa sitrin, fa’atmim ni‘mataka ‘alayya wa ‘âfiyataka wa sitraka fid-dunyâ wal-âkhirat. 3x
Ya Allah, sesungguhnya aku berada pada pagi hari ini, dari (karunia)-Mu, (aku dalam keadaan) mendapat kenikmatan, kesehatan serta tertutup (aib)ku, maka sempurnakan kenikmatan, kesehatan dan tutup yang Engkau berikan kepadaku di dunia dan akhirat. (3x)
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ ×٤
Allâhumma innî ashbahtu usyhiduka wa usyhidu hamalata ‘arsyika wa malâ’ikatika wa jamî‘a khalqika annaka antallâhu lâ ilâha illâ anta waḫdaka lâ syarîka laka wa anna Muhammadan ‘abduka wa rasûluka. 4x
Ya Allah, sesungguhnya aku di pagi hari ini aku menjadikan-Mu sebagai saksi, dan aku juga menjadikan saksi para pemikul ‘Arsy-Mu, para malaikat-Mu dan seluruh makhluk-Mu, bahwa Engkaulah Tuhan, tidak ada Tuhan selain Engkau dengan keesaan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu. (4x)
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ ×٣
Al-ḫamdulillâhi rabbil-‘alâlamîna ḫamdan yuwâfî ni‘amahu wa yukâfi’u mazîdah(u).
Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, pujian yang memadai nikmat-nikmat-Nya dan mencukupi penambahan-Nya. (3x)
اٰمَنْتُ بِاللهِ العَظِيْمِ، وَكَفَرْتُ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوْتِ، وَاسْتَمْسَكْتُ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا، وَاللهُ سَمِيْعٌ عَلِيمٌ ×٣
Âmantu billâhil-‘adhimi, wa kafartu biljibti wath-thâghûti, wastamsaktu bil-‘urwatil-wutsqa lâ anfishâma wallâhu samî‘un ‘alîm(un).
Aku beriman kepada Allah Yang Mahaagung dan ingkar terhadap kejahatan dan thaghut (segala yang disekutukan dengan Allah), dan aku berpegang dengan tali yang kokoh yang tidak ada putusnya, dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (3x) (QS Al-Baqarah: 256)
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّـــا، وَ بِالْإِسْلَامِ دِيْنًـا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُوْلاً ×٣
Radlîtu billâhi rabba(n), wa bil Islâmi dîna(n), wa bi Muhammadin shallâhu ‘alaihi wa sallama nabiyyan wa rasûla(n). 3x
Aku ridha Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad ﷺ sebagai nabi dan rasul. (3x)
حَسْـبِيَ اللهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُـوَ عَلَيْـــهِ تَـوَكَّلْتُ وَهُـوَ رَبُّ العَرْشِ العَظِيْـمِ ×٧
Ḫasbiyallâhu lâ ilâha illa Huwa ‘alaihi tawakkaltu wa Huwa rabbul-‘arsyil-‘adhîm. 7x
Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia, hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dialah Penguasa Arasy yang agung (QS al-Taubah: 129). (7x)
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ ×١٠
Allâhumma shalli ‘ala sayyidinâ Muḫammadin wa âlihi wa shaḫbihi wa sallim. 10x
Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan salam kepada junjungan kami Baginda Muhammad serta keluarga dan sahabat-sahabatnya. (10x)
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ فُجَاءَةِ الْخَيْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فُجَاءَةِ الشَّرِّ
Allâhumma innî as’aluka min fujâ-atil-khair(i), wa a‘ûdzubika min fujâ-atisy-syarri
Ya Allah aku bermohon kepada-Mu kebaikan yang tidak disangka, dan aku berlindung kepada-Mu dari bencana yang mengejutkan.
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِـكَ مِنْ شَرِّ مَـا صَنَعْـتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Allâhumma anta rabbî lâ ilâha illâ anta khalaqtanî, wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘ala ‘ahdika wa wa‘dika mâstatha‘tu a‘ûdzubika min syarri mâ shana‘tu, abû’u laka bi ni‘matika alayya, wa abû’u bi dzanbî faghfirlî, fa innahu lâ yaghfirudz-dzunûba illa anta.
Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain-Mu, Engkau telah menciptakan aku dan aku ini adalah hamba-Mu, dan aku di atas titah dan janji-Mu sekuat kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa pun yang aku lakukan, aku mengakui nikmat yang Engkau karuniakan kepadaku, dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena tak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau.
اللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ، لَا إِلٰهَ إلَّا أَنْتَ، عَلَيْكَ تَوَكَّلْـتُ، وَأَنْتَ رَبُّ الْعَـرْشِ الْعَظِيْـمِ
Allâhumma anta rabbi lâ ilâha illa anta, ‘alaika tawakkaltu, wa anta rabbul-‘arsyil-‘adhîm
Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau, hanya kepada Engkau aku berserah diri, dan Engkaulah Tuhannya arasy yang agung.
مَا شَاءَ اللهُ كَانَ، وَمَا لَمْ يَشَأْ لَـمْ يَكُنْ، وَلَا حَـوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
Mâ syâ’allâhu kâna, wa mâ lam yasya’ lam yakun, wa lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-adhîm.
Apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki tidak akan terjadi. Tidak ada upaya untuk melakukan ketaatan tanpa pertolongan Allah dan tidak ada kekuatan menghindari kemaksiatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.
أَعْلَـمُ أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْـرٌ وَأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَـاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًـا
A‘lamu annallâha ‘ala kulli syai’in qadîr(un), wa annallâha qad aḫâtha bikulli syai’in ‘ilma(n).
Aku mengetahui, sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu dan sesungguhnya ilmu Allah meliputi setiap sesuatu. (QS Al Talaq: 12)
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِـكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّـــةٍ أَنْتَ آخِـذٌ بِنَاصِيَتِهَا، إِنَّ رَبِيِّ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ
Allâhumma innî a‘udzubika min syarri nafsî, wa min syarri kulli dâbbatin anta âkhidzun binâshiyatihâ, inna rabbi ‘ala shirâtin mustaqîm(in).
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan pribadiku dan dari kejahatan segala hewan melata yang ubun-ubunnya berada dalam genggaman-Mu, sesungguhnya Tuhanku selalu berada di atas jalan yang lurus.
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَمِنْ عَذَابِكَ أَسْتَجِيْرُ
Yâ ḫayyu yâ qayyûmu, biraḫmatika astaghîtsu, wa min ‘adzâbika astajîru
Wahai Dzat yang Mahahidup, wahai Dzat yang berdiri sendiri, dengan rahmat-Mu aku mohon pertolongan dan aku mohon perlindungan dari siksaan-Mu.
أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ وَلَا إِلَى أَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ طَرْفَةَ عَيْنٍ
Ashliḫ lî sya’nî kullahu, wa lâ takilnî ila nafsî wa lâ ila aḫadin min khalqika tharfata ‘ain(in).
Perbaikilah keaadanku semuanya, janganlah Engkau menyerahkan aku kepada pribadiku sendiri, dan jangan juga Engkau serahkan kepada salah seorang pun dari makhluk-Mu walaupun hanya sekejap mata.
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Allâhumma innî a`ûdzubika minal-hammi wal-hazani, wa a`ûdzubika minal-`ajzi wal kasali. Wa a`ûdzubika minal-jubni wal-bukhli, wa a`ûdzubika min ghalabatid-daini wa qahrir-rijâl(i).
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penderitaan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada-Mu dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia.
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Allâhumma innî as’alukal-‘âfiyata fid-dunya wa lakhirat(i).
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kesejahteraan di dunia dan akhirat.
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَـافِيَةَ، وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ، فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ
Allâhumma innî as’alukal-‘afwa wal-‘âfiyata, wal-mu‘âfâtad-dâ’imata fi dînî wa dunyâya wa ahlî wa mâlî
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu pengampunan dan kesejahteraan serta perlindungan yang abadi dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku.
اَللّٰهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ وَاٰمِنْ رَوْعَاتِيْ
Allâhummastur ‘aurâtî wa âmin rau‘âtî
Ya Allah, tutuplah segala aibku dan amankan ketakutan-ketakutanku.
اَللّٰهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِيْ وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
Allâhummahfadhnî min baini yadayya wa min khalfî wa ‘an yamînî wa ‘an syimâlî wa min fauqî. Wa ‘audzu bi‘adhamatika an ughtâla min tahtî.
Ya Allah, peliharalah aku dari depan dan belakangku, dari kanan, kiri dan dari atasku. Dengan keagungan-Mu aku berlindung agar jangan ditipu dari bawahku.
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ، وَأَنْتَ تَهْدِيْنِيْ، وَأَنْتَ تُطْعِمُنِيْ وَأَنْتَ تَسْقِيْنِيْ، وَأَنْتَ تُمِيْتُنِيْ، وَأَنْتَ تُحْيِيْنِيْ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Allâhumma anta khalaqtanî wa anta tahdînî wa anta tuth‘imunî wa anta tasqînî wa anta tumitunî wa anta tuḫyînî wa anta ‘alâ kulli syai’in qadîr
Ya Allah, Engkaulah yang menciptakaku, memberikan petunjuk, makan dan minum kepadaku, dan Engkau yang mematikan serta membangkitkanku dan Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.
أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ الْإِسْلَامِ، وَعَلَى كَلِمَةِ الْإِخْلَاصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا، وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Ashbaḫnâ ‘ala fithratil-Islâmi wa ‘ala kalimatil-ikhlâshi wa ‘ala dîni nabiyyinâ Muḫammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallama wa ‘ala millati abînâ Ibrâhîma ḫanîfan musliman wa mâ kâna minal-musyrikîn(a).
Kami berada pada pagi hari dengan fitrah beragama Islam, di atas kalimat ikhlas, berada pada agama nabi kami Muhammad ﷺ dan agama bapak kami Ibrahim alaihissalam yang lurus dan berserah diri (kepada Allah), dan sekali-kali bukanlah dia dari golongan orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan yang lain.
اَللّٰهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَعَلَيْكَ نَتَوَكَّلُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ. أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلّٰهِ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Allâhumma bika ashbaḫnâ wa bika amsainâ wa bika naḫyâ wa bika namûtu wa ‘alaika natawakkalu wa ilaikan-nusyûr(u). ashbaḫnâ wa ashbaḫal-mulku lillâhi wal-ḫamdulillâhi rabbil-‘âlamîn(a)
Ya Allah, dengan pertolongan-Mu kami berada di waktu pagi, dengan pertolongan-Mu kami berada di waktu petang, dengan pertolongan-Mu kami hidup, dengan pertolongan-Mu kami mati, kepada-Mu kami berserah diri, dan hanya kepada-Mu tempat kebangkitan. Kami berada di waktu pagi dan kerajaan milik Allah. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هٰذَا الْيَوْمِ فَتْحَهُ وَنَصْرَهُ وَنُوْرَهُ وَبَرَكَتَهُ وَهُدَاهُ
Allâhumma innî as’aluka khaira hâdzâl-yaumi fat-ḫahu wa nashrahu wa nûrahu wa barakatahu wa hudâhu.
Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kebaikan hari ini, pembukaannya, pertolongannya, cahayanya, barakahnya dan petunjuknya.
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هٰذَا الْيَوْمِ، وَخَيْرَ مَا فِيْهِ، وَخَيْرَ مَا قَبْلَهُ، وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هٰذَا الْيَوْمِ، وَشَرِّ مَا فِيْهِ، وَشَرِّ مَا قَبْلَهُ، وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ
Allâhumma innî as’aluka khaira hâdzâl-yaumi, wa khaira mâ fîhi, wa khaira mâ qablahu wa khaira mâ ba‘dahu, wa a‘udzûbika min syarri hâdzal-yaumi wa syarri mâ fîhi, wa syarri mâ qablahu wa syarri mâ ba‘dahu
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan hari ini, kebaikan apa pun yang ada di dalamnya, serta kebaikan apa pun sebelum dan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan hari ini, keburukan apa pun yang terdapat di dalamnya, keburukan apa pun sebelum dan sesudahnya.
اَللّٰهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِيْ مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَـدٍ مِنْ خَلْقِكَ، فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ عَلَى ذٰلِكَ
Allâhumma mâ ashbaḫa bî min ni‘matin au bi aḫadin min khalqika faminka waḫdaka lâ syarîka lak(a), falakal ḫamdu wa lakasy-syukru ‘ala dzâlik(a).
Ya Allah, nikmat apa pun yang aku terima di pagi ini atau yang diterima oleh salah seorang dari hamba-Mu, maka sumbernya hanyalah dari Engkau semata, tidak ada sekutu bagi-Mu, hanya bagi-Mu pujian dan hanya kepada-Mu syukur atas itu semua.
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِـهِ وَرِضَى نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ ×٣
Subḫânallâhi wa biḫamdihi ‘adada khalqihi wa rida nafsihi wazinata ‘arsyihi wa midâda kalimatih(i). 3x
Mahasuci Allah, dengan memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, sebanyak bilangan ridla-Nya, sebanyak timbangan Arsy-Nya dan sebanyak tinta untuk menulis kalimat-kalimat-Nya. (3x)
سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِـهِ وَرِضَى نَفْسِـهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ ×٣
Subhânallâhil-adhîmi wa biḫamdihi ‘adada khalqihi wa rida nafsihi wazinata ‘arsyihi wa midâda kalimatih(i). 3x
Mahasuci Allah yang Mahaagung, dengan memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, sebanyak bilangan ridla-Nya, sebanyak timbangan Arsy-Nya dan sebanyak tinta untuk menulis kalimat-kalimat-Nya. (3x)
سُبْحَـانَ اللهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي السَّمَـاءِ، سُبْحَـانَ اللهِ عَدَدَ مَا خَلَـقَ فِي الأَرْضِ، سُبْحَـانَ اللهِ عَدَدَ مَا بَيْنَ ذٰلِكَ، سُبْحَـانَ اللهِ عَدَدَ مَا هُوَ خَـالِقٌ
Subḫânallâhi ‘adada mâ khalaqa fis-samâ’i, subḫânallâhi ‘adada mâ khalaqa fil-ardli, subḫânallâhi ‘adada mâ baina dzâlika, subḫânallâhi ‘adada mâ huwa khâliq(un).
Mahasuci Allah sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di langit. Mahasuci Allah sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di bumi. Mahasuci Allah sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Mahasuci Allah sebanyak apa saja yang Allah sendiri sebagai penciptanya.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَدَدَ مَـا خَلَـقَ فِي السَّمَـاءِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَدَدَ مَـا خَلَـقَ فِي الْأَرْضِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَدَدَ مَـا بَيْنَ ذٰلِكَ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَدَدَ مَـا هُوَ خَـالِقٌ
Al-ḫamdulillâhi ‘adada mâ khalaqa fis-samâ’i, al-ḫamdulillâhi ‘adada mâ khalaqa fil-ardli, al-ḫamdulillâhi ‘adada mâ baina dzâlika, al-ḫamdulillâhi ‘adada mâ huwa khâliq(un).
Segala puji bagi Allah sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di langit. Segala puji bagi Allah sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di bumi. Segala puji bagi Allah sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Segala puji bagi Allah sebanyak bilangan yang Allah sendiri sebagai penciptanya.
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ مَـا خَلَـقَ فِي السَّمَـاءِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ مَـا خَلَـقَ فِي الْأَرْضِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ مَـا بَيْنَ ذٰلِكَ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ مَـا هُوَ خَـالِقٌ
Lâ ilâha illallâhu ‘adada mâ khalaqa fis-samâ’i, Lâ ilâha illallâhu ‘adada mâ khalaqa fil-ardli, Lâ ilâha illallâhu ‘adada mâ baina dzâlika, Lâ ilâha illallâhu ‘adada mâ huwa khâliq(un)
Tidak ada Tuhan selain Allah sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di langit. Tidak ada Tuhan selain Allah sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di bumi. Tidak ada Tuhan selain Allah sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Tidak ada Tuhan selain Allah sebanyak hitungan apa saja di mana Allah sebagai penciptanya.
اللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ مَـا خَلَـقَ فِي السَّمَـاءِ، اللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ مَـا خَلَـقَ فِي الْأَرْضِ، اللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ مَـا بَيْنَ ذٰلِكَ، اللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ مَـا هُوَ خَـالِقٌ
Allâhu akbaru ‘adada mâ khalaqa fis-samâ’i, Allâhu akbaru ‘adada mâ khalaqa fil-ardli, Allâhu akbaru ‘adada mâ baina dzâlika, Allâhu akbaru ‘adada mâ huwa khâliq(un)
Allah Mahabesar sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di langit. Allah Mahabesar sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di bumi. Allah Mahabesar sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Allah Mahabesar sebanyak bilangan apa saja yang Allah sendiri sebagai penciptanya.
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْـمِ عَدَدَ مَـا خَلَقَ فِي السَّمَاءِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْـمِ عَدَدَ مَـا خَلَقَ فِي الأَرْضِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْـمِ عَدَدَ مَـا بَيْنَ ذَلِكَ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْـمِ عَدَدَ مَا هُوَ خَالِقٌ
Lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-adhîm ‘adada mâ khalaqa fis-samâ’i, Lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-adhîm ‘adada mâ khalaqa fil-ardli, Lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhil-’aliyyil-adhîm ‘adada mâ baina dzâlika, Lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-adhîm ‘adada mâ huwa khâliq(un)
Tidak ada upaya melaksanakan ketaatan dan tidak ada kekuatan untuk menghindar dari kemaksiatan kecuali dengan (pertolongan) Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di langit. Tidak ada upaya melaksanakan ketaatan dan tidak ada kekuatan untuk menghindar dari kemaksiatan kecuali dengan (pertolongan) Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di bumi. Tidak ada upaya melaksanakan ketaatan dan tidak ada kekuatan untuk menghindar dari kemaksiatan kecuali dengan (pertolongan) Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Tidak ada upaya melaksanakan ketaatan dan tidak ada kekuatan untuk menghindar dari kemaksiatan kecuali dengan (pertolongan) Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung sebanyak bilangan apa saja yang Allah sendiri sebagai penciptanya.
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عَدَدَ كُلِّ ذَرَّةٍ أَلْفَ مَرَّةٍ ×٣
Lâ ilâha illallâhu waḫdahu lâ syarîka lah(u), lahul mulku wa lahul ḫamdu yuḫyî wa yumîtu wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr(un) ‘adada kulli dzarratin alfa marratin. 3x
Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, kerajaan hanya milik-Nya, dan hanya bagi-Nya segala puji, yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu sebanyak bilangan biji dzarrah sebanyak seribu kali. (3x)
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مِفْتَاحِ بَابِ رَحْمَةِ اللهِ، عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ، صَلَاةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ ذَرَّةٍ أَلْفَ مَرَّةٍ ×٣
Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ muḫammadin miftâḫi bâbi raḫmatillâhi ‘adada mâ fî ‘ilmillâhi shalâtan wa salâman dâ-imaini bi dawâmi mulkillâhi wa ‘alâ âlihi wa shaḫbihi ‘adada kulli dzarratin alfa marrah. 3x
Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, kunci pembuka kasih sayang Allah, sebanyak sesuatu dalam pengetahuan Allah, dengan limpahan rahmat dan keselamatan yang terus-menerus sepanjang kekalnya Kerajaan Allah dengan limpahan rahmat dan keselamatan yang terus-menerus sepanjang kekalnya Kerajaan Allah—dan (limpahkan juga) kepada beserta keluarga dan para sahabat beliau— sebanyak hitungan setiap atom seribu kali. (3x)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ، اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ، وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَـــــدٌ ×٣
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Qul huwallâhu aḫad(un), Allâhush-shamad(u), lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakun lahu kufuwan aḫad(un). 3x
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah Dzat yang menjadi tumpuan segala permohonan. Ia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada siapa pun yang sebanding dengan-Nya. (QS Al-Ikhlas). (3x)
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ، مِنْ شَرِّ مَـــا خَلَقَۙ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ، وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ×٣
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Qul a‘ûdzu birabbil-falaq(i), min syarri mâ khalaq(a), wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab(a), wa min syarrin-naffatsâti fil-‘uqad(i), wa min syarri hâsidin idzâ hasad(a). 3x
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang menciptakan cahaya subuh. Dari kejahatan makhluk-makhluk yang Ia ciptakan. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gelita. Dari (ahli-ahli sihir) yang menghembus pada simpul-simpul ikatan. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia melakukan kedengkiannya. (QS Al-Falaq) (3x)
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ، مَلِكِ النَّـــاسِۙ، اِلٰهِ النَّاسِۙ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ، الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّــاسِ ×٣
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Qul a‘ûdzu birabbin-nâs(i), malikin-nâs(i), ilâhin-nâs(i), min syarril-waswâsil-khannâs(i), alladzî yuwaswisu fî shudûrin-nâs(i), minal jinnati wan-nâs(i). 3x
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Aku berlindung kepada Tuhan pemelihara manusia. Yang Menguasai manusia. Tuhannya manusia. Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam. Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia. Dari kalangan jin dan manusia.” (QS An-Nas) (3x)
رَبِّ أَعُوْذُ بِـكَ مِنْ هَمَـزَاتِ الشَّيَـاطِينِ، وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُـرُوْنِ ×٣
Rabbi a‘udzu bika min hamazâtisy-syayâthîn(i), wa a‘udzubika rabbi an yahdlurûn(i). 3x
Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung kepada-Mu, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku. (QS Al-Mu’minun: 97-98) (3x)
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُـوْنَ
Afaḫasibtum annamâ khalaqnâkum ‘abatsan wa annakum ilainâ lâ turja‘ûn(a).
Maka apakah kalian mengira, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dengan sia-sia dan kalian tidak akan dikembalikan kepada kami? (QS Al-Mu’minun: 115)
فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ
Fata‘âlallâhul-malikul-haqqu lâ ilâha illâ huwa rabbul-‘arsyil-karîm(i)
Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya. Tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (yang memiliki) ‘Arsy yang mulia. (QS Al-Mu’minun: 116)
وَمَنْ يَّدْعُ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهٗ بِهٖۙ فَاِنَّمَا حِسَابُهٗ عِنْدَ رَبِّهٖۗ اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الْكٰفِرُوْنَ
Wa man yad‘u ma‘allâhi ilahan âkhara lâ burhâna lahu bihi fainnamâ ḫisâbuhu ‘inda rabbihi, innahu lâ yufliḫul-kâfirûn(a)
Dan barang siapa mengembah kepada tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir tidaklah beruntung. (QS Al-Mu’minun: 117)
وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰحِمِيْنَࣖ
Wa qur rabbighfir warham wa anta khairur-râhimîn(a)
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Ya Tuhanku, berilah ampunan dan rahmat. Engkaulah sebaik-baik pemberi rahmat. (QS Al-Mu’minun: 118)
فَسُبْحَانَ اللهِ حِيْنَ تُمْسُوْنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ
Fasubḫânallâhi ḫîna tumsûna wa ḫîna tushbiḫûn(a)
Maka bertasbihlah kalian kepada Allah di saat kalian berada di waktu petang dan di saat kalian berada di waktu pagi. (QS Ar-Rum: 17)
وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِيْنَ تُظْهِرُوْنَ
Walahul-ḫamdu fis-samâwâti wal-ardli wa ‘asyiyyan wa ḫîna tudh-hirûn(a)
Dan hanya bagi-Nya segala puji di langit dan di bumi dan di waktu petang dan di saat kalian berada di waktu dhuhur. (QS Ar-Rum: 18)
يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَيُحْيِ الأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذٰلِكَ تُخْرَجُوْنَ
Yukhrijul-ḫayya minal-mayyiti wa yukhrijul-mayyita minal-ḫayyi wa yuḫyil-ardla ba‘da mautihâ wa kadzâlika tukhrajûn(a).
Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati, mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kalian dikeluarkan (dari kubur). (QS Ar-Rum: 19)
أَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ×٣
A‘udzubillâhis-samî‘il-‘alîmi minasy-syaithanir-rajîm(i). 3x
Aku berlindung kepada Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari bisikan setan yang terkutuk. (3x)
لَوْ اَنْزَلْنَا هٰذَا الْقُرْاٰنَ عَلٰى جَبَلٍ لَّرَاَيْتَهٗ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللّٰهِۗ وَتِلْكَ الْاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
Lau anzalnâ hâdzal-qur’âna ‘ala jabalin lara’aitahu khâsyi‘an mutashaddi‘an min khasyatillâh(i), watilka nadlribuhâ linnâsi la‘allahum yatafakkarun(a).
Sekiranya Kami turunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir. (QS Al-Hashr: 21)
هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِۚ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ
Huwallâhul-ladzî lâ ilâha illâ huwa ‘âlimul-ghaibi wasy-syahâdat(i) huwar-raḫmânur-raḫîm(u).
Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. (QS Al-Hashr: 22)
هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Huwallâhul-ladzî lâ ilâha illâ huwal-malikul-quddûsus-salamul-mu’minul-muhaimnul-‘azîzul-jabbârul-mutakabbir(u), subḫânallâhi ‘ammâ yusyrikûn(a).
Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS Al-Hashr: 23)
هُوَ اللّٰهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۗ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Huwallâhul-khâliqul-bâriul-mushawwiru lahul-asmâul ḫusna, yusabbiḫu lahu mâ fis-samawâti wal-ardl(i), wa huwal-‘azizul-hakîm(u).
Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. (QS Al-Hashr: 24)
سَلَامٌ عَلَى نُوْحٍ فِي الْعَالَمِيْنَ
Salâmun ‘ala nûhin fil-‘alamîn(a).
Kesejahteraan dilimpahkan atas Nabi Nuh di seluruh alam. (QS Al-Saffat: 79)
إِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِيْنَ
Innâ kadzâlika najzil-muḫsinîn(a).
Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS Al-Saffat: 80)
إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
Innahu min ‘ibâdinâl-mu’minîna.
Sesungguhnya dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman. (QS Al-Saffat: 81)
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ×٣
A‘udzu bikalimâtillâhit-tâmmâti min syarri mâ khalaq. 3x
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya. (3x)
بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ×٣
Bismillahil-ladzî lâ yadlurru ma‘as mihi syai’un fil-ardli wa lâ fis-samâ’i wa huwas-sami‘ul-‘alîm(u). 3x
Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tak satu pun yang di bumi maupun di langit dapat memberi bencana dan Ia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (3x)
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَمْسَيْتُ مِنْكَ فِي نِعْمَةٍ وَعَافِيَةٍ وَسِتْرٍ، فَأَتْمِمْ نِعْمَتَكَ عَلَيَّ وَعَافِيَتَكَ وَسِتْرَكَ فِي الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ×٣
Allâhumma innî amsaitu minka fî ni‘matin wa ‘âfiyatin wa sitrin, fa atimma ni‘mataka ‘alayya wa ‘âfiyataka wa sitrika fid-dunya wal-âkhirat(i). 3x
Ya Allah, sesungguhnya aku berada pada sore hari ini, dari (karunia)-Mu, (aku dalam keadaan) mendapat kenikmatan, kesehatan serta tertutup (aib)ku, maka sempurnakan kenikmatan, kesehatan dan tutup yang Engkau berikan kepadaku di dunia dan akhirat. (3x)
اللّٰهُمَّ إِنِّي أَمْسَيْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ ×٤
Allâhumma innî amsaitu usyhiduka wa usyhidu ḫamalata ‘arsyika wa malâikataka wa jamî‘a khalqika annaka antallâhu lâ ilâha illa anta waḫdaka lâ syarîka laka wa anna Muḫammadan ‘abduka wa rasûluk(a). 4x
Ya Allah, sesungguhnya aku di sore hari ini aku menjadikan-Mu sebagai saksi, dan aku juga menjadikan saksi para pemikul ‘Arsy-Mu, para malaikat-Mu dan seluruh makhluk-Mu, bahwa Engkaulah Tuhan, tidak ada Tuhan selain Engkau dengan keesaan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu. (4x)
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ ×٣
Al-ḫamdulillâhi rabbil-‘alâlamîna ḫamdan yuwâfî ni‘amahu wa yukâfi’u mazîdah(u).
Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, pujian yang memadai nikmat-nikmat-Nya dan mencukupi penambahan-Nya. (3x)
اٰمَنْتُ بِاللهِ العَظِيْمِ، وَكَفَرْتُ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوْتِ، وَاسْتَمْسَكْتُ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا، وَاللهُ سَمِيْعٌ عَلِيمٌ ×٣
Âmantu billâhil-‘adhimi, wa kafartu biljibti wath-thâghûti, wastamsaktu bil‘urwatil-wutsqa lâ anfishâma lahâ wallâhu samî‘un ‘alîm(un).
Aku beriman kepada Allah Yang Mahaagung dan ingkar terhadap kejahatan dan thaghut (segala yang disekutukan dengan Allah), dan aku berpegang dengan tali yang kokoh yang tidak ada putusnya, dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (3x) (QS Al-Baqarah: 256)
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّـــا، وَ بِالْإِسْلَامِ دِيْنًـا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُوْلاً ×٣
Radlîtu billâhi rabba(n), wa bil Islâmi dîna(n), wa bi Muḫammadin shallâhu ‘alaihi wa sallama nabiyyan wa rasûla(n). 3x
Aku ridha Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad ﷺ sebagai nabi dan rasul. (3x)
حَسْـبِيَ اللهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُـوَ عَلَيْـــهِ تَـوَكَّلْتُ وَهُـوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْـمِ ×٧
Ḫasbiyallâhu lâ ilâha illa Huwa ‘alaihi tawakkaltu wa Huwa rabbul-‘arsyil-‘adhîm. 7x
Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia, hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dialah Penguasa Arasy yang agung (QS al-Taubah: 129). (7x)
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ ×١٠
Allâhumma shalli ‘ala sayyidinâ Muḫammadin wa âlihi wa shaḫbihi wa sallim. 10x
Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan salam kepada junjungan kami Baginda Muhammad serta keluarga dan sahabat-sahabatnya. (10x)
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ فُجَاءَةِ الْخَيْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فُجَاءَةِ الشَّرِّ
Allâhumma innî as’aluka min fujâ-’atil-khair(i), wa a‘ûdzubika min fujâ-’atisy-syarri
Ya Allah aku bermohon kepada-Mu kebaikan yang tidak disangka, dan aku berlindung kepada-Mu dari bencana yang mengejutkan.
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِـكَ مِنْ شَرِّ مَـا صَنَعْـتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Allâhumma anta rabbî lâ ilâha illâ anta khalaqtanî, wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘ala ‘ahdika wa wa‘dika mâstatha‘tu a‘ûdzubika min syarri mâ shana‘tu, abû’u laka bi ni‘matika alayya, wa abû’u bi dzanbî faghfirlî, fa innahu lâ yaghfirudz-dzunûba illa anta.
Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain-Mu, Engkau telah menciptakan aku dan aku ini adalah hamba-Mu, dan aku di atas titah dan janji-Mu sekuat kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa pun yang aku lakukan, aku mengakui nikmat yang Engkau karuniakan kepadaku, dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena tak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau.
اللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ، لَا إِلٰهَ إلَّا أَنْتَ، عَلَيْكَ تَوَكَّلْـتُ، وَأَنْتَ رَبُّ الْعَـرْشِ الْعَظِيْـمِ
Allâhumma anta rabbi lâ ilâha illa anta, ‘alaika tawakkaltu, wa anta rabbul-‘arsyil-‘adhîm
Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau, hanya kepada Engkau aku berserah diri, dan Engkaulah Tuhannya arasy yang agung.
مَا شَاءَ اللهُ كَانَ، وَمَا لَمْ يَشَأْ لَـمْ يَكُنْ، وَلَا حَـوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
Mâ syâ’allâhu kâna, wa mâ lam yasya’ lam yakun, wa lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-‘adhîm.
Apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki tidak akan terjadi. Tidak ada upaya untuk melakukan ketaatan tanpa pertolongan Allah dan tidak ada kekuatan menghindari kemaksiatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.
أَعْلَـمُ أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْـرٌ وَأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَـاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًـا
A‘lamu annallâha ‘ala kulli syai’in qadîr(un), wa annallâha qad ahâtha bikulli syai’in ‘ilma(n).
Aku mengetahui, sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu dan sesungguhnya ilmu Allah meliputi setiap sesuatu. (QS Al Talaq: 12)
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِـكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّـــةٍ أَنْتَ آخِـذٌ بِنَاصِيَتِهَا، إِنَّ رَبِيِّ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ
Allâhumma innî a‘udzubika min syarri nafsî, wa min syarri kulli dâbbatin anta âkhidzun binâshiyatihâ, inna rabbi ‘ala shirâtin mustaqîm(in).
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan pribadiku dan dari kejahatan segala hewan melata yang ubun-ubunnya berada dalam genggaman-Mu, sesungguhnya Tuhanku selalu berada di atas jalan yang lurus.
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَمِنْ عَذَابِكَ أَسْتَجِيْرُ
Yâ ḫayyu yâ qayyûmu, biraḫmatika astaghîtsu, wa min ‘adzâbika astajîru
Wahai Dzat yang Mahahidup, wahai Dzat yang berdiri sendiri, dengan rahmat-Mu aku mohon pertolongan dan aku mohon perlindungan dari siksaan-Mu.
أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ وَلَا إِلَى أَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ طَرْفَةَ عَيْنٍ
Ashliḫ lî sya’nî kullahu, wa lâ takilnî ila nafsî wa lâ ila aḫadin min khalqika tharfata ‘ain(in).
Perbaikilah keaadanku semuanya, janganlah Engkau menyerahkan aku kepada pribadiku sendiri, dan jangan juga Engkau serahkan kepada salah seorang pun dari makhluk-Mu walaupun hanya sekejap mata.
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Allâhumma innî a’ûdzubika minal-hammi wal-ḫazani, wa a‘ûdzubika minal-‘ajzi wal kasali. Wa a‘ûdzubika minal-jubni wal-bukhli, wa a‘ûdzubika min ghalabatid-daini wa qahrir-rijâl(i).
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penderitaan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada-Mu dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia.
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Allâhumma innî as’alukal-‘âfiyata fid-dunya wa lakhirat(i).
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kesejahteraan di dunia dan akhirat.
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَـافِيَةَ، وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ، فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ
Allâhumma innî as’alukal-‘afwa wal-‘âfiyata, wal-mu‘âfâtad-dâ’imata fi dînî wa dunyâya wa ahlî wa mâlî
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu pengampunan dan kesejahteraan serta perlindungan yang abadi dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku.
اَللّٰهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ وَاٰمِنْ رَوْعَاتِيْ
Allâhummastur ‘aurâtî wa âmin rau‘âtî
Ya Allah, tutuplah segala aibku dan amankan ketakutan-ketakutanku.
اَللّٰهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِيْ وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
Allâhummahfadhnî min baini yadayya wa min khalfî wa ‘an yamînî wa ‘an syimâlî wa min fauqî. Wa ‘audzu bi‘adhamatika an ughtâla min tahtî.
Ya Allah, peliharalah aku dari depan dan belakangku, dari kanan, kiri dan dari atasku. Dengan keagungan-Mu aku berlindung agar jangan ditipu dari bawahku.
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ، وَأَنْتَ تَهْدِيْنِيْ، وَأَنْتَ تُطْعِمُنِيْ وَأَنْتَ تَسْقِيْنِيْ، وَأَنْتَ تُمِيْتُنِيْ، وَأَنْتَ تُحْيِيْنِيْ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Allâhumma anta khalaqtanî wa anta wa anta tahdînî wa anta tuth‘imunî wa anta tasqînî wa anta tumîtunî wa anta tuḫyînî wa anta ‘alâ kulli syai-in qadîr(un)
Ya Allah, Engkaulah yang menciptakaku, memberikan petunjuk, makan dan minum kepadaku, dan Engkau yang mematikan serta membangkitkanku dan Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.
أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ الْإِسْلَامِ، وَعَلَى كَلِمَةِ الْإِخْلَاصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا، وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Amsainâ ‘ala fithratil-islâmi, wa ‘ala kalimatil-ikhlâshi wa ‘ala dîni nabiyyinâ Muḫammadin shallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallama wa ‘ala millati abînâ Ibrâhîma ḫanîfan muslima(n), wa mâ kâna minal-musyrikîn(a).
Kami berada pada sore hari dengan fitrah beragama Islam, di atas kalimat ikhlas, berada pada agama nabi kami Muhammad ﷺ dan agama bapak kami Ibrahim alaihissalam yang lurus dan berserah diri (kepada Allah), dan sekali-kali bukanlah dia dari golongan orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan yang lain.
اَللّٰهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَعَلَيْكَ نَتَوَكَّلُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ. أَمْسَيْنَا وأَمْسَى الْمُلْكُ لِلّٰهِ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Allâhumma bika amsainâ wa bika ashbaḫnâ wa bika naḫyâ wa bika namûtu wa ‘alaika natawakkalu wa ilaikal-mashîru, amsainâ wa amsal-mulku lillâhi, walḫamdulillâhi rabbil-‘alamîn(a).
Ya Allah, dengan pertolongan-Mu kami berada di waktu sore, dengan pertolongan-Mu kami berada di waktu pagi, dengan pertolongan-Mu kami hidup, dengan pertolongan-Mu kami mati, kepada-Mu kami berserah diri, dan hanya kepada-Mu tempat kebangkitan. Kami berada di waktu sore dan kerajaan milik Allah. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هٰذِهِ اللَّيْلَةِ فَتْحَهَا وَنَصْرَهَا وَنُوْرَهَا وَبَرَكَتَهَا وَهُدَاهَا
Allâhumma innî as’aluka khaira hâdzihil-lailati fatḫahâ wa nashrahâ wa nûrahâ wa barakatahâ wa hudâhâ.
Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kebaikan malam ini, pembukaannya, pertolongannya, cahayanya, barakahnya dan petunjuknya.
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هٰذِهِ اللَّيْلَةِ، وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَخَيْرَ مَا قَبْلَهَا، وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هٰذِهِ اللَّيْلَةِ، وَشَرِّ مَا فِيْهَا، وَشَرِّ مَا قَبْلَهَا، وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا
Allâhumma innî as’aluka khaira hâdzihil lailah, wa khaira mâ fîhâ, wa khaira mâ qablahâ wa khaira mâ ba‘dahâ, wa a‘udzûbika min syarri hâdzihil lailati wa syarri mâ fîhâ, wa syarri mâ qablahâ wa syarri mâ ba‘dahâ
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan malam hari ini, kebaikan apa pun yang ada di dalamnya, serta kebaikan apa pun sebelum dan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan malam hari ini, keburukan apa pun yang terdapat di dalamnya, keburukan apa pun sebelum dan sesudahnya.
اَللّٰهُمَّ مَا أَمْسَى بِيْ مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَـدٍ مِنْ خَلْقِكَ، فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ عَلَى ذٰلِكَ
Allâhumma mâ amsa bî min ni‘matin au bi aḫadin min khalqika faminka wahdaka lâ syarîka laka, falakal-ḫamdu wa lakasyu-syukru ‘ala dzâlika.
Ya Allah, nikmat apa pun yang aku terima di sore ini atau yang diterima oleh salah seorang dari hamba-Mu, maka sumbernya hanyalah dari Engkau semata, tidak ada sekutu bagi-Mu, hanya bagi-Mu pujian dan hanya kepada-Mu syukur atas itu semua.
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِـهِ وَرِضَى نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ ×٣
Subhânallâhi wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa rida nafsihi wazinata ‘arsyihi wa midâda kalimatih(i). 3x
Mahasuci Allah, dengan memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, sebanyak bilangan ridla-Nya, sebanyak timbangan Arsy-Nya dan sebanyak tinta untuk menulis kalimat-kalimat-Nya. (3x)
سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِـهِ وَرِضَى نَفْسِـهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ ×٣
Subhânallâhil-adhîmi wa biḫamdihi ‘adada khalqihi wa rida nafsihi wazinata ‘arsyihi wa midâda kalimâtih(i). 3x
Mahasuci Allah yang Mahaagung, dengan memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, sebanyak bilangan ridla-Nya, sebanyak timbangan Arsy-Nya dan sebanyak tinta untuk menulis kalimat-kalimat-Nya. (3x)
سُبْحَـانَ اللهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي السَّمَـاءِ، سُبْحَـانَ اللهِ عَدَدَ مَا خَلَـقَ فِي الأَرْضِ، سُبْحَـانَ اللهِ عَدَدَ مَا بَيْنَ ذٰلِكَ، سُبْحَـانَ اللهِ عَدَدَ مَا هُوَ خَـالِقٌ
Subḫânallâhi ‘adada mâ khalaqa fis-samâ’i, subḫânallâhi ‘adada mâ khalaqa fil-ardli, subḫânallâhi ‘adada mâ baina dzâlika, subḫânallâhi ‘adada mâ huwa khâliq(un)
Mahasuci Allah sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di langit. Mahasuci Allah sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di bumi. Mahasuci Allah sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Mahasuci Allah sebanyak apa saja yang Allah sendiri sebagai penciptanya.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَدَدَ مَـا خَلَـقَ فِي السَّمَـاءِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَدَدَ مَـا خَلَـقَ فِي الأَرْضِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَدَدَ مَـا بَيْنَ ذٰلِكَ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَدَدَ مَـا هُوَ خَـالِقٌ
Alḫamdulillâhi ‘adada mâ khalaqa fis-samâ’i, alḫamdulillâhi ‘adada mâ khalaqa fil-ardli, alḫamdulillâhi ‘adada mâ baina dzâlika, alḫamdulillâhi ‘adada mâ huwa khâliq(un)
Segala puji bagi Allah sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di langit. Segala puji bagi Allah sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di bumi. Segala puji bagi Allah sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Segala puji bagi Allah sebanyak bilangan yang Allah sendiri sebagai penciptanya.
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ مَـا خَلَـقَ فِي السَّمَـاءِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ مَـا خَلَـقَ فِي الْأَرْضِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ مَـا بَيْنَ ذَلِكَ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ مَـا هُوَ خَـالِقٌ
Lâ ilâha illallâhu ‘adada mâ khalaqa fis-samâ’i, Lâ ilâha illallâhu ‘adada mâ khalaqa fil-ardli, Lâ ilâha illallâhu ‘adada mâ baina dzâlika, Lâ ilâha illallâhu ‘adada mâ huwa khâliq(un).
Tidak ada Tuhan selain Allah sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di langit. Tidak ada Tuhan selain Allah sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di bumi. Tidak ada Tuhan selain Allah sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Tidak ada Tuhan selain Allah sebanyak hitungan apa saja di mana Allah sebagai penciptanya. (3x)
اللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ مَـا خَلَـقَ فِي السَّمَـاءِ، اللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ مَـا خَلَـقَ فِي الْأَرْضِ، اللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ مَـا بَيْنَ ذٰلِكَ، اللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ مَـا هُوَ خَـالِقٌ
Allâhu akbaru ‘adada mâ khalaqa fis-samâ’i, Allâhu akbaru ‘adada mâ khalaqa fil-ardli, Allâhu akbaru ‘adada mâ baina dzâlika, Allâhu akbaru ‘adada mâ huwa khâliq(un)
Allah Mahabesar sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di langit. Allah Mahabesar sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di bumi. Allah Mahabesar sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Allah Mahabesar sebanyak bilangan apa saja yang Allah sendiri sebagai penciptanya. (3x)
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْـمِ عَدَدَ مَـا خَلَقَ فِي السَّمَاءِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْـمِ عَدَدَ مَـا خَلَقَ فِي الْأَرْضِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْـمِ عَدَدَ مَـا بَيْنَ ذَلِكَ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْـمِ عَدَدَ مَا هُوَ خَالِقٌ
Lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-adhîm ‘adada mâ khalaqa fis-samâ’i, Lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-adhîm ‘adada mâ khalaqa fil-ardli, Lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-adhîm ‘adada mâ baina dzâlika, Lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-adhîm ‘adada mâ huwa khâliq(un)
Tidak ada upaya melaksanakan ketaatan dan tidak ada kekuatan untuk menghindar dari kemaksiatan kecuali dengan (pertolongan) Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di langit. Tidak ada upaya melaksanakan ketaatan dan tidak ada kekuatan untuk menghindar dari kemaksiatan kecuali dengan (pertolongan) Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung sebanyak bilangan apa saja yang Ia ciptakan di bumi.Tidak ada upaya melaksanakan ketaatan dan tidak ada kekuatan untuk menghindar dari kemaksiatan kecuali dengan (pertolongan) Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Tidak ada upaya melaksanakan ketaatan dan tidak ada kekuatan untuk menghindar dari kemaksiatan kecuali dengan (pertolongan) Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung sebanyak bilangan apa saja yang Allah sendiri sebagai penciptanya.
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عَدَدَ كُلِّ ذَرَّةٍ أَلْفَ مَرَّةٍ ×٣
Lâ ilâha illallâhu waḫdahu lâ syarîka lah(u), lahul mulku wa lahul ḫamdu yuḫyî wa yumîtu wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr(un) ‘adada kulli dzarratin alfa marratin. 3x
Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, kerajaan hanya milik-Nya, dan hanya bagi-Nya segala puji, yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu sebanyak bilangan biji dzarrah sebanyak seribu kali. (3x)
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مِفْتَاحِ بَابِ رَحْمَةِ اللهِ، عَدَدَ مَا فِيْ عِلْمِ اللهِ، صَلَاةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ ذَرَّةٍ أَلْفَ مَرَّةٍ ×٣
Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ muḫammadin miftâḫi bâbi raḫmatillâhi ‘adada mâ fî ‘ilmillâhi shalâtan wa salâman dâ-imaini bi dawâmi mulkillâh wa ‘alâ âlihi wa shaḫbihi ‘adada kulli dzarratin alfa marrah. 3x
Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, kunci pembuka kasih sayang Allah, sebanyak sesuatu dalam pengetahuan Allah, dengan limpahan rahmat dan keselamatan yang terus-menerus sepanjang kekalnya Kerajaan Allahdengan limpahan rahmat dan keselamatan yang terus-menerus sepanjang kekalnya Kerajaan Allah—dan (limpahkan juga) kepada beserta keluarga dan para sahabat beliau— sebanyak hitungan setiap atom seribu kali. (3x)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ، اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ، وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَـــــدٌ ×٣
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Qul huwallâhu aḫad(un), Allâhush-shamad(u), lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakun lahu kufuwan aḫad(un). 3x
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah Dzat yang menjadi tumpuan segala permohonan. Ia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada siapa pun yang sebanding dengan-Nya. (QS Al-Ikhlas). (3x)
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ، مِنْ شَرِّ مَـــا خَلَقَۙ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ، وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Qul a‘ûdzu birabbil-falaq(i), min syarri mâ khalaq(a), wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab(a), wa min syarrin-naffatsâti fil-‘uqad(i), wa min syarri hâsidin idzâ ḫasad(a).
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang menciptakan cahaya subuh. Dari kejahatan makhluk-makhluk yang Ia ciptakan. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gelita. Dari (ahli-ahli sihir) yang mengembus pada simpul-simpul ikatan. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia melakukan kedengkiannya. (QS Al-Falaq)
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ، مَلِكِ النَّـــاسِۙ، اِلٰهِ النَّاسِۙ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ، الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّــاسِ
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Qul a‘ûdzu birabbin-nâs(i), malikin-nâs(i), ilâhin-nâs(i), min syarril-waswâsil-khannâs(i), alladzî yuwaswisu fî shudûrin-nâs(i), minal jinnati wan-nâs(i).
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Aku berlindung kepada Tuhan pemelihara manusia. Yang Menguasai manusia. Tuhannya manusia. Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam. Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia. Dari kalangan jin dan manusia”.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى جَمِيْعِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ ×٣
Allâhumma shalli ‘ala sayyidinâ Muḫammadin wa ‘ala jamî‘il-anbiyâ’i wal-mursalîn(a). 3x
Ya Allah, limpahkan rahmat kepada junjungan kami Baginda Muhammad, semua nabi dan rasul. 3x
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
Allâhummagh-firlî wa liwâlidayya wa lijamî‘il-muslimîna wal-muslimâti wal-mu’minîna wal-mu’minâti.
Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, semua kaum muslim laki-laki dan perempuan, dan semua kaum mukmin laki-laki dan perempuan.
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ ×٧
Subḫânallâhi wal-ḫamdulillahi wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbaru wa lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-‘adhîm(i). 7x
Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar, tidak ada daya menjalankan ketaatan dan tidak ada kemampuan menghindar dari kemaksiatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Mahatinggi dan agung. 7x
اللّٰهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ ×٣
Allâhumma qinî ‘adzâbaka yauma tab‘atsu ‘ibâdaka. 3x
Ya Allah, lindungilah aku dari siksa-Mu di saat Engkau bangkitkan para hamba-Mu. 3x
بِاسْمِكَ رَبِّيْ وَضَعْتُ جَنْبِيْ وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِيْ فَارْحَمْهَا وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Bismika rabbi wadla‘tu janbî wa bika arfa‘uhu in amsaktu nafsî farhamhâ wa in arsaltahâ faḫfadhhâ bimâ taḫfadhu bihi ‘ibâdakas-shâliḫîn(a).
Dengan nama-Mu, wahai Tuhanku, aku letakkan lambungku. Dengan pertolongan-Mu aku dapat mengangkatnya. Jika Engkau menahan diriku, maka kasihilah ia. Apabila Engkau melepaskannya, maka jagalah ia sebagaimana Engkau jaga para hamba-Mu yang shalih
اَللّٰهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَأَمُوْتُ
Allâhumma bismika aḫya wa amûtu
Ya Allah, dengan nama-Mu aku hidup dan mati
أَعُوْذُ بِكَ اللّٰهُمَّ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ شَرٍّ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ اٰخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا إِنَّ رَبِّيْ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ
A‘udzubika allâhumma min syarri kulli dzi syarrin wa min syarri kulli dâbbatin anta âkhidun binâshiyatihâ inna rabbi ‘ala shiratin mustaqîm(in).
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan segala sesuatu yang memiliki keburukan serta dari kejahatan setiap yang melata. Engkaulah yang menggenggam ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku berada di jalan yang lurus.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ×٢١
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). 21x
Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 21x
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ، الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ، مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ، اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ، اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ، صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ. اٰمين ×٧
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Alḫamdulillahi rabbil-‘âlamîn(a). Ar-Raḫmânir-Raḫîm(i). Mâliki yaumiddîn(i). Iyyâka na‘budu wa iyyâka nasta‘în(u). Ihdinash-shirâthal mustaqîm(a). Shirâthal-ladzîna an‘amta ‘alaihim ghoiril-maghdlûbi ‘alaihim waladl-dlâllîn(a). âmîn 7x
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Pemelihara seluruh alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (7x)
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ، اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ، وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَـــــدٌ ×٧
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Qul huwallâhu aḫad(un), Allâhush-shamad(u), lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakun lahu kufuwan aḫad(un). 7x
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah Dzat yang menjadi tumpuan segala permohonan. Ia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada siapa pun yang sebanding dengan-Nya. (QS Al-Ikhlas). (7x)
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ، مِنْ شَرِّ مَـــا خَلَقَۙ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ، وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ×٧
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Qul a‘ûdzu birabbil-falaq(i), min syarri mâ khalaq(a), wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab(a), wa min syarrin-naffatsâti fil-‘uqad(i), wa min syarri ḫâsidin idzâ hasad(a). 7x
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang menciptakan cahaya subuh. Dari kejahatan makhluk-makhluk yang Ia ciptakan. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gelita. Dari (ahli-ahli sihir) yang mengembus pada simpul-simpul ikatan. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia melakukan kedengkiannya. (QS Al-Falaq) (7x)
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ، مَلِكِ النَّـــاسِۙ، اِلٰهِ النَّاسِۙ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ، الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّــاسِ ×٧
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Qul a‘ûdzu birabbin-nâs(i), malikin-nâs(i), ilâhin-nâs(i), min syarril-waswâsil-khannâs(i), alladzî yuwaswisu fî shudûrin-nâs(i), minal jinnati wan-nâs(i). 7x
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Aku berlindung kepada Tuhan pemelihara manusia. Yang Menguasai manusia. Tuhannya manusia. Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam. Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia. Dari kalangan jin dan manusia”. (7x)
اَللّٰهُمَّ يَا غَنِيُّ يَا حَمِيْدُ يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيْدُ يَا رَحِيْمُ يَا وَدُوْدُ أَغْنِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Allâhumma yâ Ghaniyyu yâ Ḫamîdu yâ Mubdi’u yâ Mu‘îdu ya Rahîmu ya Wadûdu aghninî biḫalâlika ‘an ḫarâmika wa bithâ‘atika ‘an ma‘shiyatika wa bifadllika ‘amman siwâka.
Ya Allah, wahai Dzat yang Mahakaya, Maha Terpuji, Maha Memulai, Maha Mengembalikan, Maha Penyayang, dan Maha Pengasih. Cukupi aku dengan rezeki halal-Mu, bukan dengan yang haram. Cukupi aku dengan melakukan ketaatan kepada-Mu, bukan dengan mendurhakai-Mu. Cukupi aku dengan karunia-Mu, bukan dengan selain-Mu.
