Apakah pernah mendengar kata AIDA ? AIDA di dalam dunia marketing dikenal sebagai salah satu model klasik yang digunakan dalam periklanan atas kesadaran yang menimbulkan daya tari konsumen atas suatu brand produk/jasa. Periklanan akan berubah mengikuti perkembangan zaman, tetapi manusia tidak akan berubah mengingat bahwa banyak konsumen lebih mengetahui brand-brand terntentu melalui media iklan atau komunikasi pemasaran.
Disini model AIDA membantu menjelaskan bagaimana pesan komunikasi periklanan atau pemasaran melibatkan konsumen dalam pemilihan brand. Model AIDA menggerakkan konsumen melalui serangkaian langkah berurutan dari kesadaran brand hingga kepada tindakan yaitu Pembelian dan Komsumsi barang/jasa.
Metode AIDA juga sering digunakan oleh seorang copywriting. AIDA Copywriting menggunakan metode penyusunan berdasarkan komponen
AIDA - Attention, Interest, Desire dan
Action secara singkat, padat dan jelas.
Copywriting sendiri adalah teknik penulisan untuk kebutuhan advertising, iklan, headline atau berupa tulisan persuasif yang mewakili suatu produk atau brand.
Menurut The Balance Careers, pelopor periklanan E. St. Elmo Lewis mengembangkan model marketing AIDA pada tahun 1989. AIDA adalah akronim dari Attention, Interest, Desire dan Action. Attention - Perhatian atau daya tarik terhadap produk, Interest - Keinginan memperoleh brand atau produk/jasa tersebut, Desire - Memutuskan untuk memiliki dan melakukan pembelian akan brand atau produk/jasa, Action - Aksi melakukan pembelian.
Attention (Menarik Perhatian Konsumen)
Tahap pertama dari proses pembelian adalah membuat konsumen sadar akan brand dan produk/jasa. Disini diperlukan tenaga penjual periklanan untuk menarik perhatian calon pelanggan dengan sangat baik sehingga bisa membuat calon pelanggan memiliki keinginan untuk mendapatkan produk/jasa tersebut.
Disini digunakan versi model AIDA membuat calon konsumen memiliki kesadaran akan perlunya produk/jasa tersebut. Di era digital yang semakin canggih untuk menarik perhatian konsumen bisa di lakukan dengan berbagai cara dengan menempatkan iklan di posisi kemungkinan di lihat banyak orang, di acara televisi atau tayangan yang memiliki viewer relatif banyak.
Menambahkan sesuatu yang provokatif untuk menarik perhatian juga bisa dilakukan, misalnya dengan membuat iklan yang disukai dan membuat calon konsumen tidak memindahkan pandangan atas iklan tersebut. Untuk membuat konsumen tertarik diperlukan menargetkan konsumen mana yang akan di fokuskan sehingga iklan pemasaran bisa goal.
Interest (Menarik Minat Konsumen)
Pada tahap ini adalah menarik keinginan dan minat konsumen akan produk/jasa yang dijual dengan menonjolkan sisi manfaat dari produk tersebut. Sebagai penjual harus bisa menampilkan keunggulan atau kelebihan produk yang dijual sehingga konsumen memiliki minat dan tertarik untuk membelinya.
Desire (Membuat Konsumen Menginginkan Produk yang Dijual)
Pada tahap ini penjual di harapkan dapat membawa konsumen dari ketertarikan produk menjadi menginginkan produk yang di jual. Di tahap ini serupa tapi tak sama dengan tahap interest, perbedaannya adalah di tahap Desire, penjual harus bisa membuat emosi calon konsumen untuk memiliki dan membeli produk/jasa dengan berbagai teknik cara, diantaranya dengan memainkan kata-kata bahwa produk/jasa sudah sesuai dengan melalui tahap seleksi sertifikasi sehingga layak untuk digunakan/komsumsi.
Action (Mengajak Konsumen untuk Melakukan Pembelian)
Tahap terakhir dari AIDA adalah Action. Pada tahap ini penjual harus bisa membawa calon konsumen untuk melakukan pebelian produk, dari awalnya calon konsumen menjadi konsumen. Di tahap ini penggunaaan kata-kata persuatif sangat diperlukan agar konsumen terdorong untuk segera melakukan pembelian produk yang di tawarkan.
Dalam tahap ini metode AIDA iklan pemasaran bisa dilakukan dengan pemberian promo-promo dalam pembelian di waktu-waktu terbatas, atau terbatasnya jumlah produk sehingga pembelian segera dilakukan.